Dublin Core
Title
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEWAJIBAN MELINDUNGI PENDUDUK SIPIL DALAM KONFLIK BERSENJATA DI SURIAH DITINJAU DARI RESPONSIBILITY TO PROTECT
Description
ABSTRAKMUHAMMAD IRFAN,2014ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEWAJIBAN MELINDUNGI PENDUDUK SIPIL DALAMKONFLIK DI SURIAH DITINJAU DARI RESPONSIBILITY TO PROTECTFakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v, 72), pp., bibl.Dr. Mahfud, S,H., M.HLily Husny Putry, S,H., LLMPrinsip Responsibility to Protect (RtoP) ini berkembang sebagai respon ataskegagalan humanitarian intervention. Prinsip RtoP adalah norma yang didasarkan pada pemahaman tentang kedaulatan sebagai tanggung jawab. Konsep RtoP didasarkan pada tiga pilar utama yaitu tangggung jawab negara, masyarakat internasional, dan setiap negara anggota PBB untuk merespon secara kolektif, tepat waktu dan tegas ketika suatu negara gagal memberikan perlindungan. Ketentuan perlindungan penduduk sipil di waktu perang telah diatur dalam Konvesi Jenewa 1949 dan protokol tambahan I, tetapi dalam kenyataanya konflik bersenjata di Suriah telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang sangat serius karena pemerintahnya sendiri tidak mampu atau tidak mau melindungi penduduknya sendiri yang harus direspon atau ditindak oleh dewan keamanan PBB, dan komunitas internasional.Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menjelaskan siapa yang berkewajibanmelindungi penduduk sipil dalam konflik bersenjata jika negara atau pemerintahnya gagal melindungi penduduknya sendiri, dan untuk menjelaskan upaya pelaksanaan prinsip responsibility to protect dalam konflik bersenjata Suriah guna menjamin perlindungan terhadap penduduk sipil yang mengalami krisis kemanusiaan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum yuridis normatif yang menggunakan metode kepustakaan yaitu dengan mempelajari instrumen hukum intenasional, resolusi PBB, dan prinsip hukum umum internasional yang diakui oleh negara beradap.Kemudian di susun kedalam suatu karya ilmiah dengan menggunakan teknik deskriptifanalitis. Pengolahan data dan analisis data yaitu menggunakan pendekatan metode kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik bersenjata di Suriah membutuhkanPeran PBB dan komunitas Internasional yang berkewajiban melindungi penduduk sipil di Suriah ketika pemerintahnya gagal memberikan perlindungan. Namun peranan PBB dan komunitas internasional yang di butuhkan masih dalam perdebatan dan belum ada resolusi PBB dalam menghentikan konflik di Suriah. Penggunaan kekuatan bersenjata dibawah pilar ketiga RtoP yang mengizinkan Organisasi Regional seperti Liga Arab dan koalisi internasional lainnya untuk mengambil inisiatif guna menjamin perlindungan penduduk sipil melalui responsibility to protect juga terabaikan, karena adanya politik internasional dan kepentingan negara-negara sekutu para pihak yang bertikai.Dapat disimpulkan bahwa kasus di Suriah sangat rumit untuk dapat diselesaikankarena PBB sendiri gagal dalam mengeluarkan resolusi yang disebabkan oleh kepentingan dan politik negara-negara dalam Dewan Keamanan Tetap. Disarankan seharusnya Dewan Keamanan PBB menunjukan komitmen yang serius dalam menyelesaikan konflik suriah dan cepat dalam merespon melalui responsibility to protect, selain itu, komunitas internasional juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu secara cepat dan andil tidak hanya mementingkan unsur kepentingan dalam menjaga perdamaian.
Creator
muhammad irfan
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9726