Dublin Core
Title
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO CITRALAND BAGYA CITY SUMATERA UTARA
Description
Proyek konstruksi erat kaitannya dengan kemungkinan terjadinya risiko. Kesuksesan proyek tidak hanya dilihat dari kualitas hasil pekerjaan, keuntungan dan ketepatan waktu pelaksanaan, melainkan juga permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Masalah K3 ini juga merupakan bagian dari perencanaan dan pengendalian proyek. Risiko K3 yang terjadi memiliki dampak yang besar dalam proses pelaksanaan yaitu terhambatnya suatu pekerjaan konstruksi, pembengkakan biaya akibat terjadi kecelakaan kerja dan menurunnya kualitas para pekerja. Manajemen risiko merupakan pendekatan yang dilakukan terhadap risiko baik itu dengan mengidentifikasi, menganalisis serta mengevaluasi risiko yang terjadi pada suatu proyek. Tanpa menerapkan manajemen risiko perusahaan dapat dihadapkan dengan ketidakpastian. Termasuk dalam proyek pembangunan Ruko Citraland Bagya City yang terletak di Jl. Pasar V Timur Medan Estate Sumatera Utara yang dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahaan (Persero) Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko K3 dominan pada proyek serta mengetahui cara penanganan yang dilakukan pihak pelaksana. Penelitian ini mengidentifikasi faktor risko K3 pada 5 (lima) pekerjaan gedung, yaitu : pekerjaan tanh, struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal dan sanitasi plumbing. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi literatur serta data pelaksanaan di proyek. Responden pada penelitian ini berjumlah sebanyak 10 orang yang terlibat dalam permasalahan K3. Metode penilaian risiko menggunakan matriks yang bersumber dari Australian Standart/New Zaeland Standart (AS/NZS) 4360:2004 dan 1SO 31000:2009. Dari 44 faktor yang telah di uji sebelumnya diperoleh sebanyak 27 faktor pada kelompok L (low), 12 faktor pada kelompok M (medium) dan sebanyak 5 faktor pada kelompok H (high). Faktor-faktor risiko pada kelompok H (high) adalah pekerja terkena debu dan kotoran, besi terjatuh mengenai kaki pekerja, tersengat listrik, pekerja terjatuh dari ketinggian dan tangan pekerja terjepit. Masing-masing nilai indeks risiko ke lima faktor tersebut sebesar 9,36; 9,30; 9,24; 9,12 dan 9. Sumber kecelakaan yang terjadi sebagian besar berasal dari perilaku pekerja.
Creator
Yolanda Agustianti Saputri
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9716