ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSLOPE/W DAN METODE BISHOP (STUDI KASUS PADA TEBING KRUENG TEUNGKU KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR)

Dublin Core

Title

ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSLOPE/W DAN METODE BISHOP (STUDI KASUS PADA TEBING KRUENG TEUNGKU KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR)

Description

Negara Indonesia terletak pada daerah risiko tinggi dari beberapa bencana alam yang kerap terjadi belakangan ini, salah satunya bencana tanah longsor dan banjir bandang. Salah satu daerah yang mengalami banjir serta tanah longsor adalah Gampong Beurenut Kecamatan Seulimum Aceh Besar pada tanggal 2 Januari 2013. Pada umumnya permasalahan yang sering dijumpai dan paling berpengaruh pada stabilitas lereng adalah kecilnya kestabilan tanah. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu analisis yang dapat memberi solusi dari permasalahan lereng dengan perbaikan atau perkuatan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besar angka faktor keamanan lereng dengan menggunakan Program Geo Slope/W kemudian dibandingkan dengan hasil yang diperoleh menggunakan Metode Bishop yang disederhanakan. Penggunaan kedua metode tersebut telah memberikan kemudahan dan keakuratan dalam pemecahan masalah stabilitas lereng untuk memenuhi persyaratan keamanan. Berdasarkan perhitungan pada tebing Krueng Teungku pada potongan melintang di Titik A-01, B-02, dan C-03 dengan menggunakan Program Geo Slope/W dan Metode Bishop yang Disederhanakan (Simplified Bishop Method) tebing tersebut tidak memenuhi persyaratan aman. Pada tahap kalkulasi Program Geo Slope/W diperoleh nilai Faktor Keamanan/safety factor (SF) yaitu 1,087, 1,067, dan 1,169. Pada perhitungan menggunakan Metode Bishop yang Disederhanakan diperoleh faktor keamanan yaitu 1,033, 1,021, dan 1,102 di mana nilai-nilai tersebut tidak memenuhi persyaratan faktor keamanan SF > 1,25. Analisis kestabilan lereng dengan menggunakan 2 (dua) metode tersebut memberikan hasil perhitungan yang memiliki selisih rata-rata 4,96 %. Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan faktor keamanan dari tiap titik adalah kemiringan lereng dan jenis tanah. Semakin kecil derajat kemiringan suatu lereng maka lereng semakin aman. Sebaliknya, semakin besar sudut kemiringan suatu lereng semakin menurunkan nilai faktor keamanan. Jenis tanah yang mengandung lanau juga mengakibatkan faktor keamanan menjadi kecil. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk memperkuat lereng agar tidak terjadi kelongsoran seperti memasang bronjong, turap, atau dinding penahan sesuai dengan keadaan di lapangan.Kata kunci : tebing, faktor keamanan, geo slope/W, metode bishop

Creator

Sahal Abdil Kadir

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9693