Dublin Core
Title
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN KERAPU LUMPUR (EPINEPHELUS TAUVINA) DAN IKAN KUWE (CARANX SEXFASCIATUS) DI KERAMBA JARING APUNG GAMPONG PANDE, BANDA ACEH
Description
ABSTRAKPenelitian tentang identifikasi dan prevalensi ektoparasit pada ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) dan ikan kuwe (Caranx sexfasciatus) di keramba jaring apung Gampong Pande, Banda Aceh telah dilakukan pada bulan Maret 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi, dan intensitas ektoparasit yang menginfeksi ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) dan ikan kuwe (Caranx sexfasciatus). Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak 3 kali sampling dengan total sampel masing-masing ikan 30 ekor. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Jenis ektoparasit yang ditemukan pada ikan kerapu yaitu Diplectanum sp. dengan tingkat prevalensi 100%, Trichodina sp. 30% , Dactylogyrus sp. 36,67% dan Piscicola sp. 43,33% sedangkan pada ikan kuwe; Trichodina sp. dengan prevalensi 23,33% dan Microcotyle sp. 33,33%. Tingkat intesitas ektoparasit pada ikan kerapu yaitu Diplectanum sp. 76,40 ind/ekor, Trichodina sp. 3,77 ind/ekor, Dactylogyrus sp. 10,54 ind/ekor, dan Piscicola sp. 2,08 ind/ekor, sedangkan pada ikan kuwe; Trichodina sp. 2,71 ind/ekor dan Microcotyle sp. 2,80 ind/ekor. Ektoparasit yang menginfeksi ikan kerapu lumpur dan ikan kuwe banyak ditemukan pada lendir dan insang. Prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menginfeksi ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) lebih tinggi dibandingkan ikan kuwe (Caranx sexfasciatus) karena adanya perbedaan umur ikan. Kata kunci: Ektoparasit, kerapu, kuwe, prevalensi, intensitas
Creator
Mutia Lazita
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9657