PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA KELAS X DALAM MATERI SENI RUPA TERAPAN DAERAH NUSANTARA

Dublin Core

Title

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA KELAS X DALAM MATERI SENI RUPA TERAPAN DAERAH NUSANTARA

Description

Kata Kunci: Penerapan, Pembelajaran, Contextual Teaching and Learning, Seni RupaTerapan Daerah NusantaraContextual Teaching and Learning (CTL) merupakan jenis pendekatan yangmembantu guru mengaitkan Antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyatasiswa dan mendorong Antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalamkehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimanakah penerapanpendekatan Contextual Teaching and Learning dalam materi seni rupa terapan daerahnusantara pada siswa kelas X-Is2 di SMA Negeri 4 Banda Aceh dan bagaimanakahperbandingan prestasi belajar siswa kelas X-Is 2 dan X-Is 3 di SMA N 4 Banda Acehdengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning dan tanpamenggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan proses penerapan pendekatan Contextual Teaching and Lerningpada materi seni rupa terapan daerah nusantara pada siswa kelas X-Is2 di SMA Negeri 4Banda Aceh dan mendeskripsikan perbandingan prestasi belajar siswa kelas X-Is 2 danX-Is 3 di SMA N 4 Banda Aceh dengan menggunakan pendekatan Contextual Teachingand Learning dan tanpa menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learningdalam bentuk presentase. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dankuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan kelas X-Is2 sebagai kelaseksperimen dan kelas X-Is3 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan denganobservasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkanbahwa pembelajaran menggunakan pendekatan CTL lebih aktif dan lebih baikdibandingkan pembelajaran tanpa menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil belajarsiswa X-Is2 (kelas eksperimen menggunakan pendekatan CTL) mengalami peningkatandan lebih baik dibandingkan kelas X-Is3 (kelas kontrol tanpa menggunakan pendekatankontekstual). KKM yang harus dicapai oleh siswa adalah 80, Kelas X-Is3 memilikipeningkatan kemampuan belajar sebesar 46 % yaitu 71,8 % siswa yang tuntas dan mampumencapai KKM, sedangkan kelas X-Is3 memiliki peningkatan kemampuan belajar siswasebesar 15,7 %, yaitu 37,5% siswa yang tuntas dan mampu mencapai KKM. Denganpengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa kelas X-Is2 (kelas eksperimen) memilikinilai tes yang lebih baik dari nilai tes kelas X-Is3 (kelas kontrol).

Creator

Renggalita Rezeki

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=9257