Dublin Core
Title
PERFORMANSI PIROLISATOR DENGAN DUA PROSES KONDENSASI UNTUK PEMBUATAN ASAP CAIR DARI JANJANG KELAPA SAWIT
Description
AMRUL MUSTANIL. 0905106020005. Performansi Pirolisator Dengan Dua Proses Kondensasi Untuk Pembuatan Asap Cair Dari Janjang Kelapa Sawit. Dibawah Bimbingan Hendri Syah, S.TP,M.Si sebagai pembimbing Utama dan Sri Hartuti, S.TP,MT sebagai pembimbing AnggotaRINGKASANJanjang sawit merupakan salah satu jenis limbah padat kelapa sawit yang pada umumnya belum diupayakan pemanfaatannya secara optimal. Limbah ini berupa serat yang mengandung kadar selulosa, hemiselulosa dan lignin yang tinggi sehingga sukar terdegradasi secara alami di lingkungan. Asap cair atau lebih dikenal sebagai liquid smoke merupakan suatu cairan hasil pengembunan dari uap hasil pembakaran bahan-bahan yang banyak mengandung karbon serta senyawa-senyawa lain. Pembakaran bahan baku dilakukan dengan menggunakan pirolisator, pirolisator adalah suatu alat yang berfungsi untuk memproduksi atau menghasilkan asap cair dengan cara pirolisis. Pirolisis merupakan proses dekomposisi atau pemecahan bahan baku penghasil asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja dari pirolisator untuk mendapatkan asap cair dari janjang kelapa sawit.Penelitian pembuatan asap cair ini dilakukan dengan cara menguji kinerja pirolisator serta pengamatan parameter distribusi suhu, kelembaban relatif lingkungan, produksi asap cair, jumlah residu, jumlah rendemen dan kapasitas efektif alat. Berdasarkan hasil percobaan pada proses pembuatan asap cair dari janjang kelapa sawit selama 5 jam dengan berat bahan baku 10 kg dan 3,5 jam dengan berat bahan baku 5 kg menunjukkan bahwa distribusi suhu ruang pirolisis dalam tabung, kondensor udara dan wadah tar lebih tinggi dibandingkan distribusi suhu dinding tabung, kondensor air dan wadah asap cair. Volume asap cair setiap percobaan dengan berat bahan baku 10 kg rata-rata sebanyak 2,576 L, sedangkan dengan bahan baku 5 kg adalah 1,450 L. Produksi asap cair pada penelitian ini 2 sampai 3 jam pertama produksi asap cair masih tinggi tetapi di akhir waktu pirolisis produksi asap cair semakin menurun. Jumlah rendemen asap cair setiap percobaan dengan berat bahan baku 10 kg adalah 25,50 %, sedangkan jumlah rendemen dengan berat bahan baku 5 kg adalah 28,48 %. Kapasitas efektif alat setiap percobaan yang dilakukan dengan berat bahan 10 kg sebesar 0,515 L/Jam. Sedangkan yang dilakukan dengan berat bahan baku 5 kg adalah 0,413 L/Jam sehingga pada penelitian proses pembuatan asap cair ini dapat disimpulkan bahwa dengan berat bahan baku 5 kg lebih baik dilakukan jika dibandingkan proses pembuatan asap cair dengan berat bahan baku 10 kg.
Creator
Amrul Mustanil
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=7789