HUBUNGAN TERAPI BERMAIN PUZZLE DENGAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH DI RUANG SEURUNE I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012

Dublin Core

Title

HUBUNGAN TERAPI BERMAIN PUZZLE DENGAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH DI RUANG SEURUNE I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012

Description

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEDOKTERANPROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANSKRIPSI17 September 2012xiii halaman + VI bab + 90 halaman + 13 tabel + 1 skema + 16 lampiranASISKA1007101190007HUBUNGAN TERAPI BERMAIN PUZZLE DENGAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH DI RUANG SEURUNE I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012ABSTRAKHospitalisasi merupakan suatu proses yang karena alasan yang terencana atau darurat mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan sampai kembali kerumah. Sakit dan hospitalisasi yang meliputi kecemasan akibat perpisahan, kehilangan kendali dan takut akan cedera tubuh dan nyeri menimbulkan stres hospitalisasi pada anak. Salah satu intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anak adalah dengan memberikan terapi bermain puzzle. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terapi bermain puzzle dengan stres hospitalisasi yang meliputi kecemasan akibat perpisahan, kehilangan kendali dan takut akan cedera tubuh dan nyeri pada anak prasekolah di ruang Seurune I Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2012. Desain penelitian bersifat deskriptif korelatif, populasinya yaitu ibu dan anak prasekolah. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin yaitu 56 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua jenis kuesioner yaitu dengan lembar observasi dan kuesioner. Hasil analisa data dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan bahwa ada hubungan antara terapi bermain puzzle dengan stres hospitalisasi (p-value= 0,000), ada hubungan antara terapi bermain puzzle dengan kecemasan akibat perpisahan (p-value= 0,000), ada hubungan antara terapi bermain puzzle dengan kehilangan kendali (p-value= 0,000), ada hubungan antara terapi bermain puzzle dengan takut akan cedera tubuh dan nyeri (p-value= 0,000). Diharapkan orang tua dan bagian ruang rawat inap anak dapat memberikan terapi bermain puzzle pada anak prasekolah yang dihospitalisasi dalam upaya untuk meminimalkan atau menurunkan stres hospitalisasi yang di alami anak untuk perkembangannya yang optimal.Kata Kunci: Terapi bermain puzzle, Stres hospitalisasi, Anak prasekolah.Daftar Bacaan: 19 Buku (1995-2011), 14 Internet (2003-2012).

Creator

ASISKA

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=5456