PEMBELAJARAN BANGUN RUANG MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIIISMPN 4 BANDA ACEH

Dublin Core

Title

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIIISMPN 4 BANDA ACEH

Subject

COOPERATIVE LEARNING
EDUCATIONAL PSYCHOLOGY

Description

Kata kunci: Pembelajaran Model Kooperatif Tipe TPS, Kemampuan Pemecahan Masalah, Volume Kubus dan Volume Balok, Gain TernormalisasiSalah satu tujuan pembelajaran matematika dalam KTSP adalah siswa diharapkan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-square (TPS). Model pembelajaran TPS memberi pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian yang berkaitan dengan penerapan model pembelajaran TPS pada materi volume kubus dan balok di kelas VIII SMPN 4 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui model pembelajaran TPS lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan eksperimen yaitu true experimental design dan bentuk tes yaitu randomized control group pretest-posttest. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik acak (random) sehingga terpilih kelas eksperimen (VIII2) dan kelas kontrol (VIII3). Hasil pengujian data kuantitatif menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga dapat dianalisis dengan statistik non parametrik uji yaitu Mann Whitney dengan taraf signifikan ? = 0,05. Berdasarkan hasil analisis data terhadap skor N-Gain kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh nilai zhitung = 2.50 dan nilai ztabel = 1.64, hal ini berarti H0 ditolak dan akibatnya H1 diterima. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan model TPS lebih baik dari pada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional pada materi volume kubus dan volume balok. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol dapat dilihat dari rata-rata skor N-Gain masing-masing kelompok, kelas eksperimen menghasilkan nilai rata-rata 0.61, sedangkan kelas eksperimen mencapai nilai rata-rata 0.37.
Banda Aceh

Creator

Dewi Marlina

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Date

2014

Format

SKR

Language

id

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=3697