WANPRESTASI PEMERINTAH ACEH JAYA TERHADAP PEMBAYARAN GANTI RUGI TANAH MILIK MASYARAKAT YANG TERKENA PROYEK PELEBARAN JALAN (Suatu penelitian pada pelebaran jalan Lintas Calang-Teunom)

Dublin Core

Title

WANPRESTASI PEMERINTAH ACEH JAYA TERHADAP PEMBAYARAN GANTI RUGI TANAH MILIK MASYARAKAT YANG TERKENA PROYEK PELEBARAN JALAN (Suatu penelitian pada pelebaran jalan Lintas Calang-Teunom)

Description

ABSTRAKNANDA SAPUTRA; WANPRESTASI PEMERINTAH ACEH JAYA TERHADAP PEMBAYARAN GANTI RUGI TANAH MILIK MASYARAKAT YANG TERKENA PROYEK PELEBARAN JALAN(Suatu penelitian pada pelebaran jalan Lintas Calang-Teunom)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(iv, 56)pp:bibl:app.M. Jafar., S.H.,M.Hum.Pasal 1313 KUH Perdata menentukan bahwa suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih. Suatu perjanjian dapat terlaksana dengan baik apabila para pihak telah memenuhi prestasinya masing-masing seperti yang telah diperjanjikan tanpa ada pihak yang dirugikan. Namun adakalanya perjanjian tersebut tidak terlaksana dengan baik karena adanya wanprestasi yang dilakukan oleh salah satu pihak. Hal ini terjadi pada pelaksanaan proyek pelebaran jalan lintas Teunom-Calang dimana dalam musyawarah telah disepakati pembayaran ganti rugi tanah sesuai dengan harga dipasaran dan akan dilunasi dalam jangka waktu yang telah diperjanjikan, namun kenyataannya dilapangan tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan.Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan pelaksanaan pengadaan tanah dan ganti kerugian harga tanah masyarakat Aceh Jaya oleh pemerintah, untuk menjelaskan penyebab terjadinya wanprestasi terhadap pembayaran harga tanah milik masyarakat Aceh Jaya dan untuk menjelaskan upaya penyelesaian yang di tempuh oleh para pihak.Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku, teori-teori, konsep-konsep serta perundang-undangan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Kemudian memperoleh data primer, dilakukan penelitian lapangan dengan mewawancaarai responden dan informan yang terlihat dalam masalah yang dibahas, dan menganalisis data dari kasus yang terdapat di lokasi yang terkena proyek pelebaran jalan lintas Teunom-Calang.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan pengadaan tanah dan ganti kerugian harga tanah untuk kepentingan proyek pelebaran jalan lintas Teunom-Calang dilakukan melalui tahap Penetapan lokasi tanah untuk kepentingan umum, Pengadaan tanah yang dilakukan pengadaan tanah, dan Pelaksanaan musyawarah dalam penetapan harga ganti rugi serta Pelepasan hak atas tanah, faktor penyebab terjadinya wanprestasi ganti rugi harga tanah diantaranya faktor panitia pengadaan tanah tidak melaksanakan tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku dan proses pelaksanaan musyawarah yang dilakukan panitia pengadaan tanah bertentangan dengan prinsip musyawarah dan upaya penyelesaian ganti rugi tanah dilakukan melalui musyawarah, pengukuhan keputusan panitia pengadaan tanah dan penyelesaian ganti rugi harga tanah.Disarankan kepada panitia pelasana pengadaan tanah dan Instansi yang terkait agar proses pelaksaan pengadaan tanah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. Juga disarankan kepada masyarakat agar ikut serta dan aktif pada saat musyawarah sehingga mudah diperoleh kesepakatan bersama.
Banda Aceh

Creator

Nanda Saputra

Publisher

Fakultas Hukum

Date

2014

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=3122