KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH BERBASIS MODEL POLYA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII SMP N 1 SAWANG ACEH SELATAN

Dublin Core

Title

KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH BERBASIS MODEL POLYA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII SMP N 1 SAWANG ACEH SELATAN

Description

ABSTRAKKata kunci: Kesulitan Belajar, Model Polya, dan Teorema Pythagoras.Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting, karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian masalah tersebut, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta kemampuan yang telah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang tidak rutin. Namun hal tersebut dianggap sebagai hal yang paling sulit dalam mempelajarinya maupun bagi guru untuk mengajarkannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dalam memecahkan masalah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menganalisis kesulitan yang dialami siswa. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian dengan fokus masalah, mengetahui jenis-jenis kesulitan yang dialami oleh siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan yang dialami oleh siswa SMP N 1 Sawang Aceh Selatan dalam memecahkan masalah matematika pada materi Teorema Pythagoras. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh dari tes tertulis dan dilanjutkan dengan wawancara pada subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMP N 1 Sawang Aceh Sealatan yang berjumlah 21 siswa. Dari hasil tes tertulis para siswa dibagi menjadi 3 kategori, yakni kelompok tinggi, kelompok sedang, dan kelompok rendah. Berdasarkan dari hasil analisis data bahwa dari 9 orang siswa yang dijadikan subjek penelitian, maka diperoleh jenis kesulitan: (1) 59,99% siswa mengalami kesulitan dalam memahami masalah, (2) 68,57 % siswa mengalami kesulitan dalam merancang strategi pemecahan, (3) 78,09 % siswa mengalami kesulitan melaksanakan perhitungan, dan (4) 80,95 % siswa mengalami kesulitan dalam memeriksa kembali hasil penyelesaian. Selanjutnya, dari hasil wawancara diperoleh faktor-faktor penyebab kesulitan siswa. Untuk 3 orang siswa yang mendapat nilai terendah, faktor kesulitannya adalah kemampuan siswa yang rendah, dan siswa tidak menguasai materi teorema pythagoras. Untuk 3 orang yang yang memperoleh nilai sedang, faktor kesulitannya adalah siswa lemah dalam operasi hitung, dan tidak menguasai materi sebelumnya. Sementara untuk 3 siswa yang mendapat nilai tertinggi, faktor kesulitannya adalah kurangnya latihan dalam menjawab soal dan tidak sepenuhnya menguasai materi.
Banda Aceh

Creator

teuku tanzil shobari

Publisher

Fakultas FKIP

Date

2015

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=16060