KERAGAAN DAN PARAMETER GENETIK VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L.) PADA LAHAN KERING

Dublin Core

Title

KERAGAAN DAN PARAMETER GENETIK VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L.) PADA LAHAN KERING

Subject

DRY FARMING
SOYBEANS

Description

Suwayda Safriati. Keragaan varietas dan parameter genetik kedelai (Glycine max L.,) pada lahan kering dibawah bimbingan Bakhtiar dan Sapdi.Penelitian ini bertujuan untuk menduga parameter genetik beberapa sifat varietas kedelai pada uji adaptasi di lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di bantaran sungai Lamnyong pada bulan Agustus sampai November 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola non faktorial dengan tiga ulangan dan sebelas genotipe kedelai yaitu varietas Anjasmoro, Burangrang, Tanggamus, Kipas Merah, Lokal Bener Meriah, Grobogan, Kaba, Sinabung, Dering, Detam 2, dan Orba sebagai perlakuan. Pengamatan dilakukan terhadap persentase daya kecambah, tinggi tanaman 21 dan 28 hari setelah tanam (HST) dan tinggi tanaman saat panen, umur berbunga, jumlah buku produktif, jumlah cabang produktif, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, jumlah polong total, bobot biji per tanaman, berat 100 butir, populasi saat panen, umur panen, dan bobot biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap persentase daya kecambah, tinggi tanaman umur 21 dan 28 HST, bobot biji per tanaman dan berat 100 butir. Varietas berpengaruh nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman saat panen, jumlah buku produktif, umur berbunga, jumlah polong total dan bobot biji per petak. Varietas Dering memiliki persentase daya kecambah lebih baik dibandingkan varietas lain, varietas Kaba memiliki jumlah buku produktif lebih banyak. Varietas yang paling cepat berbunga adalah varietas Burangrang, jumlah polong total terbanyak dijumpai pada varietas Kipas Merah. Varietas Sinabung memiliki bobot biji per tanaman dan bobot biji per petak tertinggi. Ukuran biji terbesar dijumpai pada varietas Grobogan. Pendugaan parameter genetik dilakukan terdap semua peubah yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik yang luas diperoleh pada jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman dan bobot biji per petak. Nilai heritabilitas dalam arti luas yang tinggi diperoleh pada karakter persentase daya kecambah, bobot biji per tanaman dan berat 100 butir termasuk kriteria tinggi. Karakter dengan kemajuan genetik tinggi adalah persentase daya kecambah, jumlah buku produktif, jumlah polong hampa, jumlah polong total, bobot biji per tanaman dan berat 100 butir. Karakter bobot biji per tanaman memiliki keragaman yang luas, nilai duga heritabilitas yang tinggi dan kemajuan genetik yang tinggi. Karakter bobot biji per tanaman dapat digunakan sebagai kriteria seleksi yang diperkirakan efektif untuk mendapatkan genotipe kedelai berdaya hasil tinggi pada lahan kering.Kata kunci : lahan kering; parameter genetik; heritabilitas; genotipe kedelai
Banda Aceh

Creator

Suwayda Safriati

Publisher

Fakultas Pertanian

Date

2015

Format

THS

Language

id

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=14741