Dublin Core
Title
KONSTRUKSI BERITA TERHADAP PENCALONAN RHOMA IRAMA SEBAGAI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (STUDI KOMPARATIF MEDIA ONLINE OKEZONE.COM DAN DETIK.COM)
Description
ABSTRAKRahmat Aulia KONSTRUKSI BERITA TERHADAP PENCALONAN RHOMA IRAMA SEBAGAI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (Studi Komparatif Media Online Okezone.com dan Detik.com)2015Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (x,128), pp, bibl, app(Drs. Amsal Amri, M. Pd dan Dr. Hamdani M. Syam, MABagi negara demokrasi, Pemilu merupakan sebuah proses untuk menentukan pemimpin negara, hal tersebutlah yang terjadi dibeberapa negara yang menganut presidensial dan salah satunya di Indonesia yang menganut sistem tersebut. Pemilu yang diselenggarakan tahun 2014 lebih menarik karena Rhoma Irama yang dikenal sebagai penyanyi turut menjadi kandidat dalam calon Pemilihan Presiden.Penelitian ini berkenaan dengan hal tersebut yakni dengan judul Konstruksi Berita Terhadap Pencalonan Rhoma Irama Sebagai Presiden Republik Indonesia (Studi Komparatif Media Online Okezone.com dan Detik.com). Fokus penelitian ini adalah mengenai pemberitaan dari kedua media online nasional Okezone.com dan Detik.com terhadap Rhoma Irama yang mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia yang terbit selama bulan Maret dan April 2014. Penulis memilih kedua media online nasional tersebut karena Hary Tanoesoedibjo memiliki okezone.com yang tergabung dalam MNC Group mencalonkan diri sebagai wakil Presiden dari Partai Hanura dan Chairul Tanjung adalah pemilik dari anak perusahaan Detik.com (Transcorp) sahabat sekaligus penasehat presiden SBY dalam bidang ekonomi.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme untuk menganalisa berita menggunakan perangkat model Robert N Entman, yang menggunakan empat struktur analisis Define Problem (Pendefinisian Masalah), Diagnose causes (Memperkirakan masalah atau sumber masalah), Make moral judgement, (Membuat keputusan moral), dan Treatment recommendation (Menekankan penyelesaian).Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Okezone.com menilai bahwa pencalonan Rhoma Irama sebagai Presiden adalah parodi politik, okezone juga menilai Rhoma Irama terlalu bernafsu dan belum siap menjadi pemimpin. Sedangkan Detik.com berpendapat bahwa Rhoma Irama korban dari politik praktis dan pencalonan tersebut menurut Detik.com hanya untuk dimanfaatkan oleh partai PKB.Kata kunci: Konstruksi berita, Pencalonan Rhoma Irama dan Media Online
Creator
RAHMAT AULIA
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=14707