EVALUASI ORGANOLEPTIK DAGING DAN BOBOT ORGAN DALAMAYAM BROILER DENGAN PEMBERIAN RANSUM KOMERSILYANG SEBAGIAN DISUBSTITUSIDENGAN MENIR DAN BUNGKILKELAPA SERTA PENAMBAHAN PROBIOTIK MAROLIS

Dublin Core

Title

EVALUASI ORGANOLEPTIK DAGING DAN BOBOT ORGAN DALAMAYAM BROILER DENGAN PEMBERIAN RANSUM KOMERSILYANG SEBAGIAN DISUBSTITUSIDENGAN MENIR DAN BUNGKILKELAPA SERTA PENAMBAHAN PROBIOTIK MAROLIS

Description

Evaluasi Organoleptik Daging dan Bobot Organ DalamAyam Broiler dengan Pemberian Ransum Komersilyang Sebagian Disubstitusidengan Menir dan BungkilKelapa serta Penambahan Probiotik MarolisOleh:Said Mirza PratamaNIM. 1105104010020ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan pakan menir dan bungkil kelapa sebagai substitusi sebagian ransum komersil sertapenambahan probiotik marolis di dalam air minum terhadap nilai organoleptik daging, berat, danpersentase beberapa organ dalam ayam broiler.Penelitian ini dilakukan di Field Lab Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, tanggal 13Februari-21Maret 2015 dan untuk keperluan uji organoleptik serta pengukuran bobot organ dalam ayam broiler dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Daging, Jurusan Peternakan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler strainCP 707, produksi PT. Charoen Pokphand Jaya Farm, Medan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan subsampel (RAL), terdiri 5 perlakuan, 4 ulangan, dan 2 subsampel. Setiap ulangan merupakan unit percobaan, masing-masing terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan yang dicobakan, selama periode starter adalah ransum komersil 511 Novo disusbtitusi dengan menir+bungkil kelapa sebanyak 0% (R1), 1,5+1% (R2), 3+2% (R3), 4,5+3% (R4) dan 6+4% (R5). Selama periode grower/finisher, ransum komersil 512 Novo disubstitusi dengan menir+bungkil kelapa sebanyak 0% (R1), 3+2% (R2), 6+4% (R3), 9+6% (R4), dan 12+8% (R5). Masing-masing perlakuan R2-R5 ditambah probiotik marolis sebanyak 0.5-1.0 ml/l air. Parameter yang diukur adalah skor organoleptik karkas utuh, daging mentah, dan daging bakar (penampilan umum, warna, aroma, keempukan dan rasa) dan berat serta persentase organ dalam (hati, jantung, rempela, usus, pankreas, dan limpa). Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA), jika didapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa substitusi ransum komersil dengan menir+bungkil kelapa sampai 20% dan penambahan probiotik marolis dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap semua parameter organoleptik karkas utuh, daging mentah, dan daging bakar. Substitusi ransum komersil dengan menir+bungkil kelapa sampai 20% dan penambahan probiotik marolis dalam air minum juga tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap semua berat dan persentase organ dalam ayam broiler. Kata kunci : menir, bungkil kelapa, probiotik, karkas, organ dalam, broiler

Creator

Said Mirza Pratama

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=14300