Dublin Core
Title
POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG OPERASI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Description
Infeksi nosokomial telah menjadi penyebab utama kematian pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri yang berpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Operasi RSUDZA. Metode penelitian ini adalah observasi laboratorium melalui kultur dan uji sensitivitas, bakteri diisolasi dari usap tangan/hidung tenaga kesehatan, usap tangan/hidung pasien dan usap peralatan dan mobile ruangan operasi RSUDZA. Hasil yang diperoleh secara deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan 54 bahan pemeriksaan dan ditemukan 11 bahan pemeriksaan (20,4%) terisolasi mikroorganisme. Bahan pemeriksaan yang terisolasi diperoleh dari usap tangan/hidung tenaga kesehatan, usap tangan/hidung pasien dan usap peralatan dan mobile ruangan masing-masing dengan presentasi 31,25%, 28,57%, dan 5,9%, sementara bahan pemeriksaan dari usap peralatan tidak ditemukan adanya pertumbuhan bakteri. Spesies bakteri yang terindentifikasi adalah bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus (15,38%), Staphylococcus sp. (61,54%) dan Gram Positif Batang (7,69%) serta Gram negative yaitu Acinetobacter sp. (15,39%). Bakteri tersebut yang tergolong petogen adalah Staphylococcus dan Acinetobacter sp. Hasil uji sensitivitas bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan bakteri sensitive meropenem (MEM) (100%), gentamisin (CN) (100%), vancomisin (VA) (50%), siprofloksasin (CIP) (50%). Hasil uji sensitivitas bakteri Acinetobacter sp. menunjukkan bakteri sensitive meroponem (MEM) (100%), gentamisin (CN) (100%), siprofloksasin (CIP) (100%), tobramisin (TOB) (100%), tikarsilin-asam klavulanat (TIM) (50%), seftazidim (CAZ) (50%), sefotaksim (CTX), seftriakson (CRO) (50%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola bakteri pathogen yang berpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Operasi RSUDZA yaitu Staphylococcus dan Acinetobacter sp. Staphylococcus aureus yang ditemukan masih sensitive terhadap meroponem dan gentamisin sedangkan Acinetobacter sp sensitive terhadap meroponem, gentamisin, siprofloksasin dan tobramisin.
Creator
Devi Fitriani
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13189