Dublin Core
Title
GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH
Description
ABSTRAKNama : YurizaFakultas : Kedokteran GigiProgram Studi : Pendidikan Dokter GigiJudul : Gambaran Laju Aliran Saliva pada Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUDZA Banda AcehGagal ginjal kronik merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan ireversibel. Penderita gagal ginjal kronik di Indonesia meningkat setiap tahun dan membutuhkan terapi penggantian fungsi ginjal seperti hemodialisis. Sekitar 65% penderita gagal ginjal kronik memiliki sedikitnya satu manifestasi oral, salah satunya penurunan laju aliran saliva yang dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut dan kualitas hidup. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk melihat gambaran laju aliran saliva pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Subjek penelitian berjumlah 97 orang dengan usia 20-69 tahun. Pemeriksaan laju aliran saliva dilakukan tanpa stimulasi dengan metode spitting. Saliva dikumpulkan ke dalam kontainer penampung saliva setiap 1 menit selama 5 menit. Jumlah saliva yang terkumpul dibagi waktu yang digunakan untuk mengumpulkan saliva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis memiliki laju aliran saliva yang rendah (74,2%), diikuti sangat rendah (13,4%), tinggi (7,2%) dan normal (5,2%). Pada penelitan disimpulkan bahwa laju aliran saliva pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis pada umumnya adalah rendah (0,1-0,25 ml/menit).Kata kunci : laju aliran saliva, gagal ginjal kronik, terapi hemodialisisABSTRACTName : YurizaFaculty: DentistryStudy Program : DentistryTitle : The Representation of Salivary Flow Rate in Chronic Renal Failure Patients Undergoing Hemodialysis at RSUDZA Banda AcehChronic renal failure (CRF) is a progressive and irreversible decline in renal function. CRF patients in Indonesia growing rapidly each year and ussualy need kidney replacement therapy such as hemodialysis. About 65% of CRF patients undergoing hemodialysis showed at least one oral manifestation. One of them is decrease salivary flow rate. Decrease salivary flow rate may lead to change in oral health and quality of live. This descriptive study was aimed to know the representation of salivary flow rate among CRF patients undergoing hemodialysis in Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Subject numbered 97 people who aged betwen 20-69 years old. Unstimulated whole salva was collected with spitting method. Saliva was allowed to accumulate in the mouth and the subject spits the collected saliva into a salivary container every 1 minute for 5 minute. Salivary flow rate was measured with counting saliva volume which was collected and divided with the using time to collecting saliva. The result showed the CRF patients undergoing hemodialysis had low salivary flow rate (74,2%), followed by very low salivary flow rate (13,4%), high salivary flow rate (7,2%) dan normal salivary flow rate (5,2 %). It can be conclude that the CRF patients undergoing hemodialysis represented low salivary flow rate (0,1-0,25 ml/min).Keywords : salivary flow rate, chronic renal failure, hemodialysis
Creator
Yuriza
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=12928