Dublin Core
Title
OPTIMALISASI SISTEM PEMELIHARAAN GEDUNG PADA BANGUNAN PENYELAMAT (ESCAPE BUILDING) DI KOTA BANDA ACEH
Description
OPTIMALISASI SISTEM PEMELIHARAAN GEDUNG PADA BANGUNAN PENYELAMAT (ESCAPE BUILDING) DI KOTA BANDA ACEHOlehRita OfianiNIM. 1209200060017Komisi Pembimbing :1.Dr. Ir. T. Budi Aulia, M.Ing2.Dr. Abdul Munir, S.T., M.T.ABSTRAKPasca terjadinya bencana gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 dibangun tiga bangunan penyelamat (escape building) di Kota Banda Aceh. Bangunan ini dilengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung fungsi utama dari bangunan yaitu pada saat sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi eksisting bangunan penyelamat ditinjau dari komponen pemeliharaan gedung yang meliputi struktur, arsitektur dan utilitas serta mengkaji konsep sistem pemeliharaan gedung yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan di lapangan dan pengujian hammer test, membagikan kuesioner kepada responden serta wawancara kepada para key informant. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis SWOT dan AHP. Pengolahan data hasil kuesioner menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan dua gedung dapat dikategorikan dalam kondisi pemeliharaan buruk yaitu di Desa Alue Deah Teungoh dan Deah Glumpang serta satu gedung dalam kondisi pemeliharaan sedang yaitu di Desa Lambung. Kerusakan paling besar terdapat pada komponen utilitas dengan klasifikasi rusak sedang dan berat. Hasil pengujian hammer test diperoleh urutan kualitas komponen struktural yang terbaik yaitu pada bangunan penyelamat di Desa Lambung, Alue Deah Teungoh dan Deah Glumpang. Dari keseluruhan nilai pembacaan hammer test dapat dilihat bahwa nilai kuat tekan untuk masing-masing sampel tidak homogen. Dari hasil analisis SWOT diketahui bahwa ada tiga strategi yang dapat dilakukan dalam kegiatan pemeliharaan gedung yaitu membentuk struktur organisasi berdasarkan kebutuhan dengan fungsi, tanggung jawab dan wewenang yang jelas, menempatkan staf teknis pada struktur organisasi khususnya pada bagian teknik, dan mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan gedung. Dari hasil analisis AHP dapat disimpulkan bahwa pengalokasian dana untuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan bangunan penyelamat merupakan strategi terbaik untuk menghasilkan kegiatan pemeliharaan gedung yang optimal.Kata kunci: bangunan penyelamat, pemeliharaan gedung, optimal, Kota Banda Aceh.
Creator
RITA OFIANI
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=12676