Dublin Core
Title
JUMLAH ALT, KOLIFORM DAN E.COLI PADA KARKAS AYAM, PERALATAN DAN AIR PENCUCI KARKAS RNDI BEBERAPA PASAR TRADISIONALRN KOTA BANDA ACEH
Description
RINGKASANYUDA SAFARA. Jumlah ALT, Koliform dan E.Coli Pada Karkas Ayam, Peralatan dan Air Pencuci Karkas di Beberapa Pasar Tradisional Kota Banda Aceh. RAZALI DAN YUSDAR ZAKARIA.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ALT, koliform, dan E.coli terhadap karkas daging ayam, peralatan yang digunakan yaitu pisau, telenan, dan air untuk mencuci karkas. Kemudian menilai responden yaitu penjual daging ayam terhadap kebersihan dan higinitas lingkungan pasar. Penelitian ini menggunakan masing-masing 5 sampel untuk daging, pisau dan telenan pada setiap pasar, serta sumber air dari 4 pasar yang berada di wilayah kota Banda Aceh yaitu pasar UK, GB, PA dan ST. Pengujian terhadap sampel dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu Fakultas Pertanian dan data dianalisis dengan chi square untuk dapat memberikan gambaran perbandingan antar pasar.Sampel karkas ayam diambil pada bagian permukaan karkas menggunakan batang pengoles dengan letakkan alumunium foil yang tengahnya terdapat lubang 2x2 cm kemudian masukkan kedalam pengencer BPW didalam tabung reaksi dan tempelkan kertas label yang menyatakan nama karkas, peralatan dan tempat pengambilan sampel. Selanjutnya dibawa ke laboratorium menggunakan ice box pembawa sampel. Untuk mengukur TPC, sampel yang dimasukkan ke dalam BPW, ambil 1 ml masukkan kedalam cawan petri tuangkan pada 20 ml PCA. Setelah membeku, masukkan ke dalam inkubator pada suhu 370C. Hitung koloni setelah 48 jam. Untuk mengukur koliform tuangkan VRBA 1 lapis tunggu memadat tuangkan BPW dan tuangkan VRBA sekali lagi. Setelah memadat balik cawan dan inkubasi. Pengukuran E.coli, BPW ambil 1 ml dari pengenceran 10-1 dan tuangkan ke cawan petri dan masukkan 10 ml Mac Conkey setelah membeku masukkan ke dalam inkubator posisi terbalik selama 48 jam dan hitung jumlah koloni yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan 104 sampel yang diambil dari empat pasar kota Banda Aceh, 84,6% dari sampel tersebut kandungan ALT nya di bawah SNI dan 15,4% diatas SNI. Pasar ST memiliki angka tertinggi dibawah SNI dan GB dan PA memiliki angka tertinggi diatas SNI. Sedangkan jumlah koliform yang dibawah SNI memiliki presentase 4,8% dengan jumlah koliform tertinggi pada pasar PA. 95,2% memiliki kandungan koliform diatas SNI dengan jumlah koliform tertinggi pada pasar GB dan ST, E.coli memiliki presentase 3,8% dibawah SNI dan 96,2% diatas SNI. Jumlah E.coli tertinggi dibawah SNI berada pada pasar GB dan jumlah E.coli tertinggi diatas SNI berada pada pasar UK dan ST.Hasil pengamatan terhadap kuisioner penelitian pada pasar tradisional pada aspek penanggung jawab kesehatan, lingkungan pasar, bangunan TPA, sistem pemotongan ayam, saluran pembuangan limbah ayam, toilet, persediaan air, peralatan karkas, dan kebersihan pasar disimpulkan bahwa para responden yang berpendapat YA yang berarti pasar dalam keadaan baik tertinggi berada pada pasar GB dengan presentase 86,3%, sedangkan responden yang berpendapat TIDAK yang berarti pasar dalam keadaan kurang baik tertinggi pada pasar UK dengan presentase 30,4%. Hasil kuisioner ini menunjukkan bahwa jawaban yang diberikan responden bertolak belakang dengan kondisi atau gambaran cemaran mikroba. Pasar GB secara umum memperlihatkan hasil cemaran mikroba yang tinggi, namun pernyataan kuisioner memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap sanitasi dan higinitas produk pangan asal hewan yaitu daging ayam dan cara penanganannya.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah ALT pada karkas ayam pedaging, peralatan, dan air pencuci karkas masih tergolong di bawah SNI di ke empat pasar sedangkan Jumlah koliform dan E.coli pada karkas ayam pedaging, peralatan dan air pencuci berada diatas SNI di ke empat pasar, dan hasil pengamatan cemaran mikrobiologis tidak selamanya akan mencerminkan perilaku dan jawaban yang sinkron dengan kuisioner.
Creator
YUDA SAFARA
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=12486