DAMPAK OTONOMI KHUSUS TERHADAP KONVERGENSI PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL ACEH

Dublin Core

Title

DAMPAK OTONOMI KHUSUS TERHADAP KONVERGENSI PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL ACEH

Subject

AUTONOMY
ECONOMIC DEVELOPMENT

Description

ABSTRAKJudul: Dampak Otonomi Khusus terhadap Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi Regional AcehNIM: 9909300010012Program Studi : Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Syiah KualaPenulis: T. ZulhamPromotor: Prof. Dr. Said Muhammad, MACo-Promotor: Prof. Dr. Raja Masbar, M.Sc ; Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SEPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak otonomi khusus terhadap konvergensi pertumbuhan ekonomi regional di Aceh, serta faktor-faktor yang mempengaruhi konvergensi pertumbuhan ekonomi tersebut sebelum dan sesudah berlakunya otonomi khusus di Provinsi Aceh. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah PDRB per kapita awal, penduduk bekerja, penduduk miskin, lama sekolah, usia harapan hidup, pembentukan modal tetap bruto, pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dana otonomi khusus, dan total penerimaan. Sedangkan variabel terikat adalah pertumbuhan ekonomi (Barro dan Sala-I-Martin, 1992, 1995, 2004). Data yang digunakan adalah data sekunder bersifat data panel yakni 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dari tahun 1991 sampai dengan 2012. Model yang digunakan adalah model regresi data panel yang dikelompokkan ke dalam empat bagian analisis yakni sebelum otsus (1991-2001), sesudah otsus (2002-2012), sesudah ada dana otsus (2008-2012), dan periode keseluruhan (1991-2012). Hasil estimasi menunjukkan bahwa terjadi konvergensi sigma pertumbuhan ekonomi regional di Aceh ditandai dengan menurunnya nilai standard deviasi dari 0,7698 sebelum otsus menjadi 0,5411 setelah otsus. Secara absolut, juga terjadi konvergensi pertumbuhan ekonomi regional di Aceh dan signifikan di mana nilai half-life of convergence dengan migas selama 21 tahun, dengan non migas sekitar 27 tahun. Sedangkan speed of convergence sesudah otsus baik migas maupun non migas mengalami kenaikan. Namun, setelah adanya dana otsus, kecepatan konvergensi migas mengalami penurunan, sedangkan non migas mengalami kenaikan. Secara kondisional, tidak terjadi konvergensi pertumbuhan ekonomi regional sesudah ada dana otsus di mana parameter logPDRB per kapita awal bernilai positif 0,3801, P-value 0,2529, t stat 1,1494 < t tab 1,6582. Variabel eksogen yang berpengaruh signifikan hanya pendapatan asli daerah dan lama sekolah. Bahkan, total penerimaan dan dana otsus berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi. Keseluruhan periode diperlukan waktu half-life of convergence sekitar 30 tahun dengan speed of convergence rata-rata 2,30 persen per tahun untuk menuju ke arah steady state. Program pembangunan ke depan haruslah berorientasi pada penciptaan lapangan kerja yang banyak, menurunkan jumlah penduduk miskin secara signifikan, peningkatan harapan hidup yang tinggi, dan meningkatkan lama sekolah penduduk ke jenjang yang lebih tinggi, serta pemanfaatan dan pengelolaan dana otsus yang terbaik, sehingga pertumbuhan ekonomi regional Aceh meningkat sekaligus terjadi kecepatan konvergensi dan pengurangan disparitas pembangunan antar daerah di Aceh.Kata Kunci: Konvergensi, Speed of Convergence, Half-life of Convergence, Otonomi Khusus, Pertumbuhan Ekonomi Regional
Banda Aceh

Creator

T. ZULHAM

Publisher

Fakultas Pasca Sarjana

Date

2015

Format

DTH

Language

id

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=12382