Dublin Core
Title
PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA KABUPATEN PIDIE.
Description
Setiap pekerjaan membutuhkan waktu dan jumlah tenaga kerja yang tidak sama. Salah satu permasalahan dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah perencanaan pemakaian tenaga kerja, sehingga timbul persoalan bagaimana cara merencanakan mengendalikan proyek tersebut agar dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan memperhatikan tenaga kerja yang terbatas tersebut. Sehingga diperlukan pengkajian lanjut tentang penjadwalan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) terhadap penggunaan tenaga kerja. Tujuan perencanaan adalah untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja dengan meratakan penggunaan jumlah tenaga kerja pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna yang berlokasi di Gampong Liliep, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Kontrak waktu pelaksanaan proyek adalah 150 hari (hari kalender). Objek tinjauan difokuskan pada kebutuhan tenaga kerja. Metodologi perencanaan dimulai dengan penguraian komponen kegiatan pada proyek Pembangunan Gedung Serbaguna, dilanjutkan dengan menentukan hubungan antar kegiatan dan durasi. Diagram jaringan kerja digambarkan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dengan melakukan perhitungan maju, mundur, total float dan mengidentifikasi lintasan jalur kritis. Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah tenaga kerja untuk setiap kegiatan berdasarkan analisa SNI 2008. Kemudian dilakukan pemerataan kebutuhan tenaga kerja harian dengan menggeser pekerjaan pada jaringan kerja yang memiliki float dengan metode trial and error dengan tidak merubah waktu penyelesaian secara keseluruhan. Berdasarkan hasil perencanaan, diperoleh dua alternatif alokasi kebutuhan tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja periode puncak menurut metode trapesium adalah 21 orang/hari. Histogram tenaga kerja harian proyek pada alternatif I menunjukkan periode puncak terjadi pada hari ke-62, dengan jumlah tenaga kerja 25 orang/hari. Pada alternatif II diperoleh periode puncak terjadi pada hari ke-78 dan hari ke-79 dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 41 orang/hari. Setelah dilakukan pemerataan tenaga kerja diperoleh periode puncak tenaga kerja pada hari ke-63, dengan jumlah tenaga kerja 21 orang/hari. Optimasi pemerataan tenaga kerja periode puncak dipilih setelah pemerataan dilakukan dengan mencoba menggeser beberapa kegiatan non kritis. Pada metode trapesium diperoleh jumlah tenaga kerja sebanyak 21 org/hari pada periode puncak yang terjadi pada hari ke-30 sampai hari ke-60.Kata Kunci: CPM, float, tenaga kerja, periode puncak
Banda Aceh
Creator
Sri Mona Fitria
Publisher
Fakultas Teknik
Date
2015
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=12267