PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V11-A SMP NEGERI 1 PANGA KABUPATEN ACEH JAYA

Dublin Core

Title

PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V11-A SMP NEGERI 1 PANGA KABUPATEN ACEH JAYA

Description

ABSTRAKKata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, prestasi belajar, materi perkembangan makhluk hidup dan manusia pra sejarah.Penelitian ini bejudul: Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajardalam mata pelajaran IPS kelas VII SMP Negeri 1 Panga Kabupaten Aceh Jaya. Masalah yang sering muncul dalam pelajaran IPS pada SMP Negeri I Panga adalah siswa kurang bersemangat dalam pembelajran IPS yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS kelas VII SMP Negeri Panga Kabupaten Aceh Jaya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, untuk mengetahui hambatan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Subjek penelitian ini adalah guru IPS dan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Panga yang berjumlah 25 orang dan objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi Perkembangan makhluk hidup dan manusia pra sejarah. Tehnik pengolahan data mengguanakan rumus statistic kualitatif, P= F/Nx 100%. Hasil analisis data menunjukan bahwa adanya peningkatan hasil belajar setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hal ini dapat dilihat dari hasil aktifitas siswa dalam belajar mengalami peningkatan. Pada siklus I secara klasikal siswa yang telah tuntas belajar atau siswa yang telah meraih nilai sesuai KKM (65) sebanyak 7 orang, dan pada siklus II 14 orang, kemudian pada siklus III menjadi 21 orang siswa telah mencapai ketuntasan. Nilai rata-rata ketuntasan siswa pada siklus I 56, pada siklus II menjadi 67,2, kemudian pada siklus III meningkat menjadi 80. Siswa yang belum tuntas pada siklus I sebanyak 18 siswa dan pada siklus II menurun menjadi 11 siswa kemudian pada siklus III hanya 4 siswa. Rata-rata nilai aktifitas guru pada siklusI 3,25, pada siklus II 3,5, dan pada siklus III nilai rata-rata aktifitas guru meningkat menjadi 3,83 merupakan peningkatan yang tergolong sangat baik

Creator

M. Husin

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=10922