MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN PADA SD NEGERI ANEUK GLEE KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR

Dublin Core

Title

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN PADA SD NEGERI ANEUK GLEE KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR

Description

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAANSUPERVISI PENDIDIKAN PADA SD NEGERI ANEUK GLEEKECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR Oleh : Armiyadi NIM : 1009200050023Komisi Pembimbing:1. Prof. Dr. Cut Zahri Harun, M. Pd.2. Dr. Nasir Usman, M. Pd.ABSTRAKManajemen kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi sangat berpangaruh untuk meningkatkan mutu, pengawasan dan pengendalian terhadap guru-guru sehingga dapat tercapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut dan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan supervisi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Subjek penelitian kepala sekolah, komite, guru dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program disusun berdasarkan hasil pengamatan kepala sekolah, saran guru dan berpedoman pada program sebelumnya dengan tidak sepenuhnya melibatkan guru. Program tersebut tidak disosialisasikan kepada guru. Dalam program semester, kepala sekolah langsung menentukan jadwal, instrumen, program, intensitas tatap muka, waktu pelaksanaan, tujuan yang ingin dicapai, dan pendekatan serta teknik supervisi yang akan dilakukan. 2) Supervisi dilaksanakan tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada guru, karena khawatir tidak dapat melaksanakan supervisi berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Pendekatan supervisi yang dilakukan adalah pendekatan tidak langsung. Teknik supervisi yang dilakukan adalah teknik sepervisi kelompok dan teknik supervisi individual. Teknik supervisi kelompok yang dilaksanakan berupa rapat rutin guru pada setiap awal semester atau setiap tahun pelajaran, diskusi dan saling menukar pengalaman. Teknik individual yang diterapkan adalah kunjungan kelas dan percakapan pribadi. 3) Tindak lanjut berupa mempertahankan hal-hal positif dengan cara melakukan penguatan terhadap hal-hal positif tersebut dan memperbaiki kekurangan dengan cara memberikan masukan, penjelasan dan solusi terhadap kekurangan tersebut. Tindak lanjut dilakukan secara individual berupa percakapan pribadi dan secara berkelompok dengan menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan supervisi kepada guru melalui rapat rutin. 4) Hambatan-hambatan yang terjadi adalah kepala sekolah tidak menjadikan program dan jadwal sebagai pedoman dalam pelaksanaan supervisi, banyaknya tugas kepala sekolah, adanya guru yang kurang memahami pentingnya perbaikan proses belajar mengajar dan guru yang malu dan kurang percaya diri ketika kepala sekolah melakukan supervisi.Kata Kunci: Manajemen Kepala Sekolah dan Supervisi Pendidikan.

Creator

ARMIYADI

Identifier

http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=10206