Dublin Core
Title
MODEL BANGKITAN AKTIVITAS DARI PEKERJA DAN NON-PEKERJA(STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH)
Description
Perkembangan dan kepadatan suatu kota tidak terlepas dari banyaknya aktivitas penduduk pada suatu zona yang ditimbulkan oleh berbagai macam pergerakan, model kebutuhan pergerakan yang dilakukan oleh individu pada suatu area dapat diketahui besarnya tingkat kebutuhan sarana dan prasarana transportasi dengan mempelajari variasi hubungan antara ciri pergerakannya yang berdasarkan aktivitas penduduk maka perlu dilakukan kajian pergerakan berdasarkan aktivitas penduduk pada kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan model kebutuhan pergerakan aktivitas dengan memprediksi keputusan yang mengarah ke pola aktivitas penduduk sebagai pekerja dan non pekerja serta mengindentifikasi faktor-faktor dominan yang mempengaharui terjadinya bangkitan aktivitas di kota Banda Aceh. Survei primer dilakukan melalui pengisian kuesioner pada 1650 kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di kota Banda Aceh. Hasil dari kuesioner ditabulasikan menjadi variabel bebas dan variabel terikat, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode CHAID dan untuk memodelkan bangkitan pergerakan berdasarkan aktivitasnya dipakai Decisions Tree Model. Hasil dari penelitian ini diperoleh model aktivitas maintenance dan discretionary dari pekerja dan non pekerja, dimana untuk aktivitas maintenance bagi pekerja menurut kategori pengklasifikasian perkiraan yang paling tinggi adalah aktivitas antar jemput yaitu 100% dan aktivitas lain 0% dengan 3 faktor pengaruh yang terdiri dari jenis kelamin, jumlah anggota keluarga dan jarak tempuh, aktivitas discretionary bagi pekerja menurut kategori pengklasifikasian perkiraan yang paling tinggi adalah aktivitas lain-lain (refresing) yaitu 77,9%, aktivitas rekreasi yaitu 12,50% dan aktivitas sosial 9,5% dengan 3 faktor pengaruh yang terdiri dari jarak, jenis pekerjaan dan jumlah kendaraan bermotor. Untuk aktivitas maintenance bagi non pekerja menurut kategori pengklasifikasian perkiraan yang paling tinggi adalah aktivitas berbelanja yaitu 54,7% dan aktivitas antar jemput 45,3% dengan 3 faktor pengaruh yang terdiri dari jumlah anggota keluarga, Jumlah kendaraan bermotor dan jumlah mobil, aktivitas discretionary bagi non pekerja menurut kategori pengklasifikasian perkiraan yang paling tinggi adalah aktivitas lain-lain (refresing) yaitu 50,2% dan aktivitas sosial 49,8% dengan dipengaruhi oleh faktor jenis pekerjaan.
Banda Aceh
Creator
nanda susana
Publisher
Fakultas Teknik
Date
2014
Identifier
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=10193