<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=889&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-08-22T20:28:12+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>889</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="10711" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90137">
                <text>Muthmainnah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90138">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90139">
                <text>Kata Kunci: Asesmen Autentik (Authentic Assessment), Pengajaran Langsung(Direct                         Instruction)Materi segi empat merupakan salah satu materi yang dirasakan sulit oleh siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum diterapkannya model pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menerapkan asesmen autentik (authentic assessment) dan model pengajaran langsung (direct instruction) pada materi segi empat di kelas VII SMP Negeri 11 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar di antara kedua model pembelajaran yang diterapkan. Asesmen autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkan model pengajaran langsung merupakan model yang terpusat pada guru yang menekankan (menggunakan) penjelasan guru dan pemodelan dikombinasikan dengan praktek (latihan) dan umpan balik untuk mengajarkan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan. Asesmen autentik dianggap mampu mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan hanya hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan eksperimen yaitu pre eksperimental design (penelitian dengan adanya perlakuan dan hasil sesudah perlakuan). Dari 3 kelas sebagai populasi diambil secara acak 2 kelas sebagai sampel dengan tingkat kemampuan siswa yang homogen yaitu kelas VII-1 menggunakan penerapan asesmen autentik (authentic assessment) dan kelas VII-2 mengggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik uji-t pada taraf signifikan ? = 0,05. Dari hasil pengolahan data didapat t_hitung=2,90 dan t_tabel=2,00. Ternyata  t_hitung&gt;t_tabel atau 2,90&gt;2,00, maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima pada ? = 0,05. Berarti ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan penerapan asesmen autentik dan siswa yang diajarkan dengan model pengajaran langsung pada materi segi empat di SMP Negeri 11 Banda Aceh.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="90140">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90141">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10913</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90142">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90143">
                <text>PENERAPAN ASESMEN AUTENTIK (AUTHENTIC ASSESSMENT) DAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) PADA MATERI RNSEGI EMPAT DI KELAS VII SMPN 11 BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10713" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90155">
                <text>Muthmainnah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90156">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90157">
                <text>Kata Kunci: Asesmen Autentik (Authentic Assessment), Pengajaran Langsung(Direct                         Instruction)Materi segi empat merupakan salah satu materi yang dirasakan sulit oleh siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum diterapkannya model pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menerapkan asesmen autentik (authentic assessment) dan model pengajaran langsung (direct instruction) pada materi segi empat di kelas VII SMP Negeri 11 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar di antara kedua model pembelajaran yang diterapkan. Asesmen autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkan model pengajaran langsung merupakan model yang terpusat pada guru yang menekankan (menggunakan) penjelasan guru dan pemodelan dikombinasikan dengan praktek (latihan) dan umpan balik untuk mengajarkan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan. Asesmen autentik dianggap mampu mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan hanya hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan eksperimen yaitu pre eksperimental design (penelitian dengan adanya perlakuan dan hasil sesudah perlakuan). Dari 3 kelas sebagai populasi diambil secara acak 2 kelas sebagai sampel dengan tingkat kemampuan siswa yang homogen yaitu kelas VII-1 menggunakan penerapan asesmen autentik (authentic assessment) dan kelas VII-2 mengggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik uji-t pada taraf signifikan ? = 0,05. Dari hasil pengolahan data didapat t_hitung=2,90 dan t_tabel=2,00. Ternyata  t_hitung&gt;t_tabel atau 2,90&gt;2,00, maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima pada ? = 0,05. Berarti ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan penerapan asesmen autentik dan siswa yang diajarkan dengan model pengajaran langsung pada materi segi empat di SMP Negeri 11 Banda Aceh.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="90158">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90159">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10915</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90160">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90161">
                <text>PENERAPAN ASESMEN AUTENTIK (AUTHENTIC ASSESSMENT) DAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) PADA MATERI RNSEGI EMPAT DI KELAS VII SMPN 11 BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10714" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90162">
                <text>Muthmainnah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90163">
                <text>Kata Kunci: Asesmen Autentik (Authentic Assessment), Pengajaran Langsung(Direct                         Instruction)Materi segi empat merupakan salah satu materi yang dirasakan sulit oleh siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum diterapkannya model pembelajaran yang sesuai dengan materi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menerapkan asesmen autentik (authentic assessment) dan model pengajaran langsung (direct instruction) pada materi segi empat di kelas VII SMP Negeri 11 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar di antara kedua model pembelajaran yang diterapkan. Asesmen autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkan model pengajaran langsung merupakan model yang terpusat pada guru yang menekankan (menggunakan) penjelasan guru dan pemodelan dikombinasikan dengan praktek (latihan) dan umpan balik untuk mengajarkan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan. Asesmen autentik dianggap mampu mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan hanya hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan eksperimen yaitu pre eksperimental design (penelitian dengan adanya perlakuan dan hasil sesudah perlakuan). Dari 3 kelas sebagai populasi diambil secara acak 2 kelas sebagai sampel dengan tingkat kemampuan siswa yang homogen yaitu kelas VII-1 menggunakan penerapan asesmen autentik (authentic assessment) dan kelas VII-2 mengggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik uji-t pada taraf signifikan ? = 0,05. Dari hasil pengolahan data didapat t_hitung=2,90 dan t_tabel=2,00. Ternyata  t_hitung&gt;t_tabel atau 2,90&gt;2,00, maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima pada ? = 0,05. Berarti ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan penerapan asesmen autentik dan siswa yang diajarkan dengan model pengajaran langsung pada materi segi empat di SMP Negeri 11 Banda Aceh.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90164">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10916</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90165">
                <text>PENERAPAN ASESMEN AUTENTIK (AUTHENTIC ASSESSMENT) DAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) PADA MATERI RNSEGI EMPAT DI KELAS VII SMPN 11 BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12109" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97684">
                <text>MUTHMAINNAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97685">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97686">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97687">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97688">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12784</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97689">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97690">
                <text>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97691">
                <text>TEACHING METHODS</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="97692">
                <text>MATHEMATICS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97693">
                <text>KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED DI KELAS VIII SMPN 1 PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN AJARAN 2014/2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2905" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="26">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31035">
                  <text>e-Journal USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28112">
                <text>Muthmainnah, Dina; Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum, Jln. Beringin No. 8 Mariana-Palembang (30763), e-mail korespondensi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28114">
                <text>2013-03-02</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28116">
                <text>Abstract. The objective of the present study was to evaluate length-weight relationship and condition factor of snakehead (Channa striata) reared in different swamp pond in Sekayu and Mariana swamps of Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The study was conducted from May to November 2013. The result shows that there were no significant difference in the slope (b) between length-weight relationship of fish reared in Sekayu  and Mariana swamp ponds, the fish was displayed a negative allometric growth pattern. Fish reared in Mariana swamp had condition factor 0.884 slightly higher than that in Sekayu swamp 0.839, it can be indicated that swamp environment in Mariana slightly better to support snakehead life. Keywords: Length-Weight Relationship; Ccondition factor; Channa striata; grow-out; Swamp Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata) telah dipelihara di rawa lebak Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada Mei hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat tidak menunjukkan perbedaan nyata antara rawa Sekayu dan Mariana dengan nilai b di bawah nilai 3 yang berarti  pertumbuhan ikan gabus tersebut allometrik negatif. Ikan gabus yang dipelihara di rawa lebak Mariana menghasilkan faktor kondisi 0,884 lebih tinggi daripada di rawa lebak Sekayu 0,839, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rawa lebak Mariana lebih mendukung untuk pertumbuhan ikan gabus.Kata kunci: Hubungan panjang berat; Kondisi factor; Channa striata; Pembesaran; Rawa lebak</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28118">
                <text>application/pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28120">
                <text>http://jurnal.unsyiah.ac.id/depik/article/view/993</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="28122">
                <text>10.13170/depik.2.3.993</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28124">
                <text>eng</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28126">
                <text>Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="46">
            <name>Relation</name>
            <description>A related resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28128">
                <text>http://jurnal.unsyiah.ac.id/depik/article/view/993/933</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="48">
            <name>Source</name>
            <description>A related resource from which the described resource is derived</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28130">
                <text>DEPIK; Vol 2, No 3: September - December 2013</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="28132">
                <text>2089-7790</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28134">
                <text>Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793) yang dibesarkan di rawa lebak, Provinsi Sumatera Selatan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="51">
            <name>Type</name>
            <description>The nature or genre of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="28135">
                <text>info:eu-repo/semantics/article</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="28136">
                <text>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="28138">
                <text>Peer-reviewed Article</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9651" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85461">
                <text>Muti Andayani</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85462">
                <text>Peningkatan penduduk cenderung akan meningkatkan kebutuhan pergerakan seiring dengan munculnya banyak perumahan-perumahan yang akan menambah jumlah pergerakan dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Kebutuhan akan pergerakan ini juga disertai dengan bertambahnya jumlah kendaraan dari setiap rumah atau keluarga baik kendaraan roda 4 (empat) maupun kendaraan roda 2 (dua) di dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh terhadap keputusan antara lelaki dan perempuan pada pengalokasian kendaraan di dalam rumah tangga baik untuk kegiatan bekerja (work tour) ataupun selain kegiatan bekerja (non work tour) siapa yang menggunakan atau mendapatkan kendaraan dengan kegiatan yang dilakukan diwaktu yang sama tetapi tujuan dan lokasi yang berbeda. Survey ini dilakukan melalui penyebaran kuisioner pada  keluarga yang bertempat tinggal di  kecamatan-kecamatan Kota Banda Aceh. Tingkat aktivitas di rumah tangga ditunjukkan pada pengaruh pengalokasian kendaraan. Baik lelaki dan perempuan melakukan aktivitas yang sama setiap harinya, maka dari itu pengalokasian kendaraan di dalam rumah tangga pun meningkat seiring banyaknya pergerakan yang terjadi. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan metode CHAID pria lebih mendominasi kendaraan di dalam rumah tangga baik kendaraan mobil maupun sepeda motor, kemungkinan lelaki dan perempuan memperoleh peningkatan dengan meningkatnya waktu perjalanan secara monoton, sosial ekonomi, dan juga faktor situasi berpengaruh terhadap keputusan pengalokasian kendaraan.Kata kunci : Pengalokasian kendaraan, mobil, sepeda motor, CHAID</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85463">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9440</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85464">
                <text>KEPUTUSAN PENGALOKASIAN KENDARAAN PADA RUMAHRNTANGGA KEKURANGAN KENDARAAN (VEHICLE ALLOCATIONRNDECISIONS IN VEHICLE DEFICIENT HOUSEHOLD)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="5472" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="54739">
                <text>mutia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="54741">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4861</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="54743">
                <text>PEMBINAAN MORAL REMAJA DALAM MENGATASI PENGARUH NEGATIF BUDAYA BARAT DI KOTA SABANGRN(SUATU PENELITIAN DI DESA IBOIH KECAMATAN SUKAKARYA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8110" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76020">
                <text>Mutia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76022">
                <text>MUTIA. 0805106010062. Pengeringan Manisan Belimbing Wuluh (Averhoa bilimbi) dengan Alat Pengering Energi surya. Di Bawah Bimbingan Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc, Sebagai Pembimbing Utama dan Raida Agustina, S.TP, M.Sc Sebagai Pembimbing Anggota.RINGKASANPemanfaatan dan pengembangan buah belimbing wuluh di Indonesia belum optimal, dimana tingkat konsumsi yang masih rendah yang tidak diimbangi dengan potensi manfaat yang dimiliki oleh buah belimbing tersebut. Manisan belimbing adalah produk olahan belimbing yang dapat dijadikan makanan ringan atau cemilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas pengeringan manisan belimbing dengan menggunakan alat pengering energi surya.Alat pengering energi surya terbuat dari kerangka kayu terdiri atas 4 bagian utama yaitu ruang pengering, isolator, sirkulasi udara (inlet dan outlet), dan absorber. Dimensi alat pengering energi surya ini adalah 103 x 100 x 67 cm3. Belimbing segar diberi perlakuan pelunakan buah dengan 2 taraf yaitu perendaman selama 12 jam dan perebusan selama 2 menit. Proses pengeringan hanya dilakukan pada siang hari, sedangkan pada malam hari dilakukan perendaman dengan tambahan 100 g gula per kg belimbing. Pengamatan temperatur, kelembaban relatif, dan aliran udara dilakukan per 30 menit, sedangkan pengukuran bobot dilakukan per jam. Parameter analisis meliputi susut bobot, kadar air, kandungan vitamin C, dan uji organoleptik terhadap aroma, warna, tekstur, dan rasa.Proses pengeringan memerlukan waktu selama 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur dan kelembaban relatif terbaik pada pengeringan manisan belimbing terjadi pada hari ke-4. Sedangkan untuk aliran udara tertinggi terjadi pada hari ke-2 pengeringan dengan nilai aliran udara inlet sebesar 0,93 m/s dan nilai aliran udara outlet sebesar 0,49 m/s. Susut  bobot manisan belimbing yang mengalami proses perendaman 12 jam (83,55 %) lebih tinggi dari pada susut bobot manisan belimbing yang mengalami proses perebusan 2 menit (82,71 %). Kadar air manisan belimbing yang mengalami proses perebusan 2 menit (37,8%) lebih rendah dari pada kadar air manisan belimbing yang mengalami perendaman 12 jam (41,8 %). Adapun kandungan vitamin C manisan belimbing yang mengalami proses perendaman 12 jam (19,16 mg/100 g) lebih tinggi dengan kandungan vitamin C manisan belimbing yang mengalami proses  perebusan 2 menit (17,8 mg/100 g). Berdasarkan uji organoleptik panelis menyukai kedua jenis manisan belimbing dengan penilaian suka, baik untuk kriteria aroma, warna rasa, maupun tekstur.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76024">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7615</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76026">
                <text>PENGERINGAN MANISAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA RNBILIMBI L) DENGAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10205" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87889">
                <text>MUTIA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87890">
                <text>KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEPERAWATANSKRIPSIxvii + 6 Bab + 70 Halaman + 14 Tabel + 1 Skema + 17 LampiranMUTIA1207101020156HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI MIN RUKOH BANDA ACEH TAHUN 2014ABSTRAKHaid yang merupakan persoalan abadi dan lumrah terjadi pada kaum wanita, namun bagi remaja putri yang belum pernah mengalaminya hal ini tentunya membuat kepanikan tersendiri bagi mereka. Oleh karena itu pemberian pengetahuan terakait menstruasi sedini perlu untuk dilakukan senagai upaya persipan pengetahuan agar tidak timbul perasaan traumatis pada saat menarche tidak terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche di MIN Rukoh Banda Aceh tahun 2014. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan sampel 89 orang, menggunakan tenik pengambilan sampel total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji statistik Chi Square (x2). Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang pengertian menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche (p-value 0,028), ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang tanda dan gejala menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche (p-value 0,001), ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang siklus menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche (p-value 0,003), ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang perawatan kebersiahan saat menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche (p-value 0,002), dan ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche (p-value 0,001). Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan informasi serta gambaran tentang pengetahuan remaja putri tentang menstruasi, sehingga dapat memberikan beberapa upaya pemberian pendidikan kesehatan kepada siswa putri tentang menstruasi dalam upaya membantu remaja putri untuk lebih siap menghadapi masa menarchenya yang dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan tenaga kesehatan  Kata Kunci:  Pengetahuan, menstruasi, kesiapan, menarche, remaja putriDaftar bacaan: 22 buku, 6 jurnal, 1 sumber online (1998-2012)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87891">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10244</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87892">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI MIN RUKOH BANDA ACEH RNTAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12654" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100956">
                <text>MUTIA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100957">
                <text>Bimbingan  orang  tua  terhadap  permasalahan  remaja  dapat  melandasi  kepribadian  serta kematangan  terhadap  fase-fase  perkembangan  dan  kedewasaan  remaja  selanjutnya.  Bimbingan orang  tua  akan  memberikan  konstribusi  yang  baik  terhadap  penyelesaian  masalah  pada  remaja. Orang tua merupakan salah satu pendukung berhasilnya seorang anak, karena waktu yang banyak diluangkan  anak  adalah  di  rumah,  jadi  orang  tua  sangat  berperan  terhadap  keberhasilan  seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bimbingan yang diberikan orang tua dalam upaya pencegahan  dan  penyelesaian  masalah  siswa  yang  berasal  dari  MAN  Rukoh  Darussalam,  Banda Aceh.  Subjek  penelitian  adalah  siswa/i  kelas  XI  berjumlah  75  orang  siswa.  Pengumpulan  data menggunakan metode questioner (angket) dengan metode skala likert. Penelitian ini mengunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat sebagian besar  bimbingan  orang  tua  dalam  upaya  mencegah  dan  menyelesaikan  masalah  siswa  berwujud dalam  dukungan  emosi  52,0%,  penghargaan  80,0%,  dukungan  fisik  58,7%,  dukungan  informasi 56,0%  serta  dukungan  waktu  60,0%  pada  MAN  Rukoh  Darussalam,  Banda  Aceh.  Dari  hasil penelitian  ini  di  harapkan  orang  tua  dapat  terus  memberikan  bimbingan  yang  terbaik  bagi  anak (remaja) khususnya dalam hal mencegah dan menyelesaikan masalah siswa.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100958">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=13492</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100959">
                <text>BIMBINGAN ORANG TUA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENYELESAIAN MASALAH SISWA (PENELITIAN PADA SISWA DI MAN 3 BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
