<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=880&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-08-21T23:41:47+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>880</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="6359" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62347">
                <text>Musanna</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62349">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62351">
                <text>ABSTRAKProvinsi Aceh dikenal sebagai daerah yang hampir keseluruhan masyarakatnya menganut agama islam. Dengan sejarah dan komposisi budaya dan agama Islam yang kuat, Aceh memiliki beberapa gelar dan salah satunya adalah Serambi Mekkah. Dalam masyarakat Aceh agama menjadi suatu komponen yang mengatur sistem, pranata dan budaya  yang memiliki makna dan fungsi untuk mengatur kehidupan masyarakat. Sistem sosial masyarakat tersebut terbentuk dalam adat dan tradisi yang menjadi budaya. Dalam penelitian ini penulis mencoba meneliti pada sebuah kebudayaaan masyarakat Aceh dalam bentuk upacara keagamaan yaitu Khanduri maulod  dengan  kajian mengenai makna dan  fungsi sosialnya. Penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  pendekatan  metode  kualitatif dengan  informan  berjumlah  15  orang.  Teknik  pengumpulan  data  dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Upacara khanduri maulod biasanya dilaksanakan di Meunasah atau Mesjid, ada juga dibeberapa daerah di Aceh, seperti di Aceh Besar momen ini dijadikan sebagai ajang membina silaturrahmi dengan warga, kerabat dan gampong tetangga. Hal ini dapat kita perhatikan ketika suatu gampong melangsungkan acara, maka gampong tersebut mengundang sejumlah warga dari beberapa gampong tetangga, sebagai bentuk respon dari undangan tersebut gampong yang diundang biasanya mengirim sejumlah orang sebagai utusan yang dapat mewakili gampong tersebut untuk hadir memenuhi undangan. Kenduri Maulid oleh masyarakat Aceh dianggap sebagai suatu tradisi. Hal itu didasarkan pada pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan. Penyelenggaraan kenduri maulid dapat dilangsung-kan kapan saja asal tidak melewati batas bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal, tepatnya mulai tanggal 12 Rabiul Awal sampai tanggal 30 Jumadil Awal. Selain itu waktu kenduri maulid ada yang menyelenggarakan pada siang hari dan ada pula yang menyelenggarakannya pada malam hari. Tradisi Khanduri Maulod itu perlu dilestarikan dengan memperingatinya  setiap  tahun  berkesinambungan.  Maulid  mempunyai  makna yang dalam, baik secara spritual maupun sosial bagi kehidupan bersama.Kata Kunci : Makna, Fungsi Sosial, Khanduri Maulod</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="62353">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62355">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5767</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62357">
                <text>Fakultas FISIPOL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6381" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62499">
                <text>Musanna</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62501">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62502">
                <text>Provinsi  Aceh  dikenal  sebagai  daerah  yang  hampir  keseluruhan  masyarakatnya menganut  agama  islam.  Dengan  sejarah  dan  komposisi  budaya  dan  agama  Islam yang  kuat,  Aceh  memiliki  beberapa  gelar  dan  salah  satunya  adalah  Serambi Mekkah. Dalam masyarakat Aceh agama menjadi suatu komponen yang mengatur sistem,  pranata  dan  budaya  yang  memiliki  makna  dan  fungsi  untuk  mengatur kehidupan  masyarakat.  Sistem  sosial  masyarakat  tersebut  terbentuk  dalam  adat dan  tradisi  yang  menjadi  budaya.  Dalam  penelitian  ini  penulis  mencoba  meneliti pada  sebuah  kebudayaaan  masyarakat  Aceh  dalam  bentuk  upacara  keagamaan yaitu  Khanduri  maulod  dengan  kajian  mengenai  makna  dan  fungsi  sosialnya. Penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  pendekatan  metode  kualitatif dengan  informan  berjumlah  15  orang.  Teknik  pengumpulan  data  dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa  Upacara  khanduri  maulod  biasanya  dilaksanakan  di Meunasah atau Mesjid, ada juga dibeberapa daerah di Aceh, seperti di Aceh Besar momen  ini  dijadikan  sebagai  ajang  membina  silaturrahmi  dengan  warga,  kerabat dan  gampong  tetangga.  Hal  ini  dapat  kita  perhatikan  ketika  suatu  gampong melangsungkan acara, maka gampong tersebut mengundang sejumlah warga dari beberapa  gampong  tetangga,  sebagai  bentuk  respon  dari  undangan  tersebut gampong yang diundang biasanya mengirim sejumlah orang sebagai utusan yang dapat  mewakili  gampong  tersebut  untuk  hadir  memenuhi  undangan.  Kenduri Maulid  oleh  masyarakat  Aceh  dianggap  sebagai  suatu  tradisi.  Hal  itu  didasarkan pada  pemahaman  bahwa  Nabi  Muhammad  SAW  yang  telah  membawa  umat manusia  dari  alam  kebodohan  ke  alam  berilmu  pengetahuan.  Penyelenggaraan kenduri  maulid  dapat  dilangsung-kan  kapan  saja  asal  tidak  melewati  batas  bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal, tepatnya mulai tanggal 12 Rabiul Awal sampai tanggal 30 Jumadil Awal. Selain itu waktu kenduri maulid ada yang menyelenggarakan pada siang hari dan ada pula yang menyelenggarakannya pada malam  hari.  Tradisi  Khanduri  Maulod  itu  perlu  dilestarikan  dengan memperingatinya  setiap  tahun  berkesinambungan.  Maulid  mempunyai  makna yang dalam, baik secara spritual maupun sosial bagi kehidupan bersama.  Kata Kunci : Makna, Fungsi Sosial, Khanduri Maulod</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="62503">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62505">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5786</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62507">
                <text>Fakultas FISIPOL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9077" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82859">
                <text>musanna</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82860">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82861">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82862">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8683</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82863">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82864">
                <text>PROSEDUR  PEMOTONGAN PERHITUNGAN PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 ATAS JASA PENGANGKUTAN BOP RASKIN PADA PERUM BULOG DIVRE ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4907" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="49979">
                <text>Musbir</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="49981">
                <text>Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan salah satu alternatif dalam pengelolaan pendidikan yang lebih menekankan kepada kemandirian dan kreativitas sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan MBS dalam bidang: 1) proses belajar mengajar, 2) bidang personalia sekolah, dan 3) bidang hubungan sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 4 Peusangan Kabupaten Bireuen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pada bidang proses belajar mengajar mencakup tiga kegiatan, yakni: (a) pendahuluan; memeriksa kehadiran, menanyakan materi sebelumnya dan apersepsi, (b) kegiatan inti; menjelaskan tujuan, menulis pokok materi, membahas pokok materi, menggunakan alat peraga, dan menyimpulkan pembelajaran, dan (c) penutup; mengajukan pertanyaan, mengulas kembali materi yang belum dikuasai siswa, memberi tugas, dan menginformasikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. 2) Pada bidang personel sekolah, dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan para personel sekolah, yaitu dengan cara selalu dilibatkan dalam menentukan kebijakan sekolah, mengaktifkan MGMP sekolah, mengirim guru untuk mengikuti pelatihan, dan memberi izin untuk melanjutkan studi. Selain itu, juga dilakukan dengan promosi dan mutasi, pemberhentian personel, kompensasi dan penilaian terhadap pegawai. 3) Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat dilakukan dengan beberapa upaya yang meliputi pembentukan dan pemberdayaan komite sekolah, rapat rutin dengan komite sekolah tiap akhir semester, mewajibkan orang tua mengambil rapor anak didiknya tiap semester, menyampaikan kemunduran dan kemajuan prestasi yang dicapai sekolah, mengadakan kerjasama dengan masyarakat dalam rangka ikut berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan, menyediakan informasi tentang sekolah kepada masyarakat, dan menumbuhkan transparansi dalam pengelolaan sekolah.Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah dan Mutu Pendidikan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="49983">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4269</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="49984">
                <text>PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11093" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92037">
                <text>Musdalifah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92038">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92039">
                <text>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara perlakuan rizobakteripemacu pertumbuhan tanaman (RPPT) dan varietas cabai merah terhadap perkecambahan danpertumbuhan bibit cabai serta untuk mengetahui efektifitas masing-masing pengaruh perlakuan yangdiberikan. Perkecambahan untuk isolat rizobakteri pada benih cabai merahmenggunakan prosedurstandar. Selanjutnya, bibit cabai merah dipindahkan ke pot plastik dengan media tanam kompos dantanah. Pengamatan pada fase perkecambahan diamati setiap hari, selama 14 hari, sedangkan padafase bibit diamati pada akhir pertumbuhan bibit yaitu 6 minggu setelah pindah tanam. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tanggap pada tiap varietas berbeda tergantung padajenis bakteri yang digunakan. Isolat Actinobacillus suis dan Azotobacter sp. efektif meningkatkanviabilitas dan vigor benih pada varietas Arena dengan potensi tumbuh benih 100% dan indeks vigor68,33%. Sedangkan, isolat Actinobacillus suis, Azotobacter sp., dan Pseudomonas capacia efektifmeningkatkan nilai dari viabilitas dan vigor benih cabai merah dari varietas cabai PM 999 dengannilai secara berturut-turut 93,34%; 95,00%; dan 90,00%. Pada umur bibit 6 minggu setelah pindahtanam, varietas Arena meningkatkan pertumbuhan ketika diberi perlakuan sebelum tanam denganisolat A. Suis, Azotobacter sp., dan P. Capacia. Pertumbuhan bibit dari varietas PM 999 meningkatketika diberi perlakuan sebelum tanam dengan isolat P.capacia.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="92040">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92041">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11430</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92042">
                <text>Fakultas Pertanian</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92043">
                <text>PERLAKUAN RIZOBAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SERTA PERTUMBUHAN BIBIT PADA DUA VARIETAS CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11095" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92048">
                <text>Musdalifah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92049">
                <text>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara perlakuan rizobakteripemacu pertumbuhan tanaman (RPPT) dan varietas cabai merah terhadap perkecambahan danpertumbuhan bibit cabai serta untuk mengetahui efektifitas masing-masing pengaruh perlakuan yangdiberikan. Perkecambahan untuk isolat rizobakteri pada benih cabai merahmenggunakan prosedurstandar. Selanjutnya, bibit cabai merah dipindahkan ke pot plastik dengan media tanam kompos dantanah. Pengamatan pada fase perkecambahan diamati setiap hari, selama 14 hari, sedangkan padafase bibit diamati pada akhir pertumbuhan bibit yaitu 6 minggu setelah pindah tanam. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tanggap pada tiap varietas berbeda tergantung padajenis bakteri yang digunakan. Isolat Actinobacillus suis dan Azotobacter sp. efektif meningkatkanviabilitas dan vigor benih pada varietas Arena dengan potensi tumbuh benih 100% dan indeks vigor68,33%. Sedangkan, isolat Actinobacillus suis, Azotobacter sp., dan Pseudomonas capacia efektifmeningkatkan nilai dari viabilitas dan vigor benih cabai merah dari varietas cabai PM 999 dengannilai secara berturut-turut 93,34%; 95,00%; dan 90,00%. Pada umur bibit 6 minggu setelah pindahtanam, varietas Arena meningkatkan pertumbuhan ketika diberi perlakuan sebelum tanam denganisolat A. Suis, Azotobacter sp., dan P. Capacia. Pertumbuhan bibit dari varietas PM 999 meningkatketika diberi perlakuan sebelum tanam dengan isolat P.capacia.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92050">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11433</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92051">
                <text>PERLAKUAN RIZOBAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SERTA PERTUMBUHAN BIBIT PADA DUA VARIETAS CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11769" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95546">
                <text>MUSDALIFAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95547">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95548">
                <text>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS FUNGSI TERMINAL TERPADU PAYA ILANG TAKENGONOleh :MusdalifahNIM. 1209200060024Komisi Pembimbing :1.   Dr. Ir. M. Isya. MT  2.Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc. EngABSTRAKDalam rangka mewujudkan sistem transportasi yang efektif dan efisien, pemerintah telah menyediakan banyak fasilitas yang diharapkan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Keberadaan Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon saat ini belum berfungsi secara efektif  karena rendahnya  aktivitas yang ada di dalam dan di sekitar terminal. Ini dapat dilihat dari banyaknya fasilitas, seperti tempat penjualan tiket, ruang tunggu penumpang dan kantin yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu masih adanya terminal bayangan juga menjadi salah satu penyebab sepinya aktivitas di terminal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas fungsi Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon. Faktor-faktor yang akan dianalisis meliputi fasilitas dan manajemen terminal, aksesibilitas, tingkat pelayanan jalan, keamanan lingkungan dan kenyamanan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskritif, dengan mengunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para para pengambil keputusan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa efektifitas fungsi Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon di tinjau dari (1) faktor fasilitas dan manajemen, terminal Terpadu Paya Ilang belum memenuhi standar  sebagai terminal tipe A; (2) faktor aksessibilitas, lokasi terminal sudah strategis dan mudah ditempuh akan tetapi sulit untuk dicapai karena belum adanya kemudahan untuk melakukan pergantian angkutan umum; (3) faktor tingkat pelayanan jalan, pengguna dapat mengunakan jalan di dalam dan sekitar terminal dengan baik; (4) faktor keamanan lingkungan, keamanan dalam kondisi baik karena selalu dalam pengawasan;      (5) faktor kenyamanan terminal, para pengguna jasa dapat mengunakan terminal dengan nyaman, ditinjau dari kebersihan dan polusi di dalam dan sekitar terminal dalam kondisi baik. Untuk pengambil keputusan, pemerintah telah membuat kebijakan melakukan pemeliharaan dan akan membangun kelengkapan fasilitas-fasilitas terminal sebagai terminal Tipe A, menertibkan bagi pemilik usaha angkutan umum yang masih membuka kantor penjualan tiket, pemerintah juga akan mengatur trayek/rute angkutan umum dalam kota menuju Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon yang melintasi Jalan Reje Uyem.Kata Kunci : Terminal, Fungsi Terminal, Fasilitas Terminal</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="95549">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95550">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12356</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95551">
                <text>Fakultas Pasca Sarjana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95552">
                <text>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS FUNGSI TERMINAL TERPADU PAYA ILANG TAKENGON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11770" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95553">
                <text>MUSDALIFAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95554">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95555">
                <text>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS FUNGSI TERMINAL TERPADU PAYA ILANG TAKENGONOleh :MusdalifahNIM. 1209200060024Komisi Pembimbing :1.   Dr. Ir. M. Isya. MT  2.Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc. EngABSTRAKDalam rangka mewujudkan sistem transportasi yang efektif dan efisien, pemerintah telah menyediakan banyak fasilitas yang diharapkan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Keberadaan Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon saat ini belum berfungsi secara efektif  karena rendahnya  aktivitas yang ada di dalam dan di sekitar terminal. Ini dapat dilihat dari banyaknya fasilitas, seperti tempat penjualan tiket, ruang tunggu penumpang dan kantin yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu masih adanya terminal bayangan juga menjadi salah satu penyebab sepinya aktivitas di terminal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas fungsi Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon. Faktor-faktor yang akan dianalisis meliputi fasilitas dan manajemen terminal, aksesibilitas, tingkat pelayanan jalan, keamanan lingkungan dan kenyamanan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskritif, dengan mengunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para para pengambil keputusan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa efektifitas fungsi Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon di tinjau dari (1) faktor fasilitas dan manajemen, terminal Terpadu Paya Ilang belum memenuhi standar  sebagai terminal tipe A; (2) faktor aksessibilitas, lokasi terminal sudah strategis dan mudah ditempuh akan tetapi sulit untuk dicapai karena belum adanya kemudahan untuk melakukan pergantian angkutan umum; (3) faktor tingkat pelayanan jalan, pengguna dapat mengunakan jalan di dalam dan sekitar terminal dengan baik; (4) faktor keamanan lingkungan, keamanan dalam kondisi baik karena selalu dalam pengawasan;      (5) faktor kenyamanan terminal, para pengguna jasa dapat mengunakan terminal dengan nyaman, ditinjau dari kebersihan dan polusi di dalam dan sekitar terminal dalam kondisi baik. Untuk pengambil keputusan, pemerintah telah membuat kebijakan melakukan pemeliharaan dan akan membangun kelengkapan fasilitas-fasilitas terminal sebagai terminal Tipe A, menertibkan bagi pemilik usaha angkutan umum yang masih membuka kantor penjualan tiket, pemerintah juga akan mengatur trayek/rute angkutan umum dalam kota menuju Terminal Terpadu Paya Ilang Takengon yang melintasi Jalan Reje Uyem.Kata Kunci : Terminal, Fungsi Terminal, Fasilitas Terminal</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="95556">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95557">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12357</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95558">
                <text>Fakultas Pasca Sarjana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="95559">
                <text>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS FUUNGSI TERMINAL TERPADU PAYA ILANG TAKENGON</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11223" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92769">
                <text>MUSDAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92770">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11619</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92771">
                <text>MANAJEMEN GURU PENJAS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENJAS ORKES PADA SD NEGERI SE KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14213" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111577">
                <text>MUSFIJAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111578">
                <text>ABSTRAKVideo streaming  adalah salah satu layanan  multimedia yang dinikmati secara realtime  maupun secara tidak  realtime.  Untuk mengaksesnya  dibutuhkan perangkat yang sudah mendukung teknologi HSDPA. Namun dalam penggunaannya sering didapati kendala sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kenyamanannya. Kualitas layanan  video streaming  dapat dievaluasi berdasarkan delay  dan throughput  yang dihasilkan. Oleh karenanya, penelitian ini akan mengkaji kendala dari sisi lapisan  fisiknya yang ditinjau dari pengaruh BLER. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan  video streaming  jaringan Seluler 3 (Tri) dengan metode  drivetest.  Penelitian dilakukan dalam Kecamatan Syiah Kuala di siang hari dengan parameter yang diuji adalah Ec/No, BLER dan  Throughput. Pengukuran  dilakukan  sebanyak  tiga kali pada hari yang berbeda dengan melalui rute jalan umum yang sama di kecamatan Syiah Kuala.  Dalam penelitian ini dilakukan tiga kali pengujian kualitas jaringan. dan didapat BLER yang berbeda-beda jumlah titiknya.  Dalam tiga kali pengujian didapat Ec/No,  BLER yang didapat sebanyak 13 titik dengan koordinat yang berbeda dan  cell id  yang sama. BLER  didapat rata-rata pada Ec/No yang rendah.Rasio BLER dari 42 Cell ID dan 7934 block yang diuji adalah 0,15% dari 1% BLER target. Ditinjau kecepatan  diperoleh  throughput  rata-rata  dibawah 0,5Mbps. Ini menunjukkan  pengaruh BLER terhadap  kualitas  video streamingpada operator seluler 3 (Tri) di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh   tidak begitu baik pada beberapa titik uji.Kata Kunci : Video streaming, Throughput, BLER, HSDPA, DrivetestviABSTRACT Video streaming is one of multimedia services  that are enjoyed in realtime and is not realtime. To access the required device supports HSDPA technology. But its use is often found to be obstacles that may affect forget. The quality of video streaming services can be evaluated based on the resulting de lay and throughput. Therefore, this study will examine the constraints of the physical layer side in terms of the influence of BLER. This study aims to determine the quality of streaming video services Mobile network 3 (Tri) with drivetest methods and quality parameters Ec / No, BLER and throughput. The study was conducted in the District of Shia Kuala at noon with the parameters in the test is Ec / No, BLER and Throughput. The study was conducted three times on different days with through public roads in these districts Kuala Shia. In this study conducted three times quality testing network. and obtained BLER different number of points. In three tests obtained Ec / No BLER obtained as many as 13 points with different coordinates and cell id the same. BLER average obtained in Ec / No is low. BLER ratio of 42 tested Cell ID is 0,15% from 1% BLER targets. In terms of average throughput under 0,5Mbps. It shows a very low quality streaming video on the mobile operator 3 (Tri) in the District of Shia Kuala Banda Aceh in terms of the physical layer.Keywords: Video streaming, Throughput, BLER, HSDPA, Drivetes</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111579">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15526</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111580">
                <text>ANALISIS PENGARUH BLOCK ERROR RATIO TERHADAP RNKUALITAS LAYANAN VIDEO STREAMING HSDPARN(STUDI KASUS PADA OPERATOR SELULER 3 (TRI) DI KOTA BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
