<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=878&amp;sort_field=added" accessDate="2026-08-21T22:14:12+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>878</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="11233" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92805">
                <text>Nanda Ratnalia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92806">
                <text>ABSTRAKLalat buah merupakan serangga yang sering merusak tanaman hortikultura. Dalam menemukan tanaman inang, lalat buah memiliki isyarat visual dan isyarat kimia. Isyarat visual dapat berupa warna dari tanaman inang dan isyarat kimia dapat berupa aroma yang dihasilkan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna perangkap yang disukai oleh lalat buah pada tanaman cabai merah. Penelitian ini dilakukan mulai Februari sampai November 2014. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Perangkap modifikasi steiner berwarna merah, kuning, oranye, hijau dan transparan dipasang di tiga area kebun cabai merah yang terletak di desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, desa Pango Deah Kota Banda Aceh, dan desa Lamreung Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bactrocera dorsalis dan Bactrocera umbrosus adalah dua jenis lalat buah yang ditemukan pada tiga lokasi penelitian. Total jumlah individu lalat buah yang ditemukan adalah 1.131 individu. Perangkap berwarna merah adalah perangkap yang paling banyak dikunjungi lalat buah (30,86%), sedangkan perangkap berwarna hijau adalah perangkap yang paling sedikit dikunjungi (14,59%). Kecenderungan pemilihan warna perangkap oleh lalat buah diduga dipengaruhi oleh habituasi dan spektrum warna.  Kata kunci: Preferensi, Lalat buah, Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosus,  dan perangkap. ABSTRACTFruit fly is an important insects of horticultural crop damage. In locate host plants, fruit fly have visual cues and chemical cues. Visual cues can be the color of the host plant and chemical cues can be generated aroma host plants. The research aimed to determine the preferred color trap fruit flies in the chilies. This research was started February to November 2014. Identification had been conducted at the Laboratory of Zoology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Kuala. Steiner modification trap red, yellow, orange, green and transparent installed at three chilies garden area which is located in the village Kajhu Aceh Besar district, Pango Deah village of Banda Aceh, and the village of Banda Aceh Lamreung. The result showed that Bactrocera dorsalis and Bactrocera umbrosus was found from plantations. Total number of individual friut flies found is 1.131 individuals. Red trap is a trap most visited fruit fly (30.86%), while the green trap is a trap that is the least visited (14.59%). The tendency of color selection by the fruit fly trap allegedly influenced by habituation and spectrum of colors.Keywords: Preferences, Fruit fly, Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosus, and trap.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92807">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11635</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92808">
                <text>PREFERENSI LALAT BUAH (TEPHRITIDAE) TERHADAP WARNA PERANGKAP PADA TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11234" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92809">
                <text>Isnur Wahyudi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92810">
                <text>ABSTRAKISNUR WAHYUDI.2014KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN PISANG ABACAFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (xii, 65), pp., bibl., app.(Prof. Dr. Adwani SH., M.Hum. dan M. Jafar SH., M.Hum.)Munculnya rencana pengembangan dan pemanfaatan Tanaman Pisang abaca di Kabupaten Simeulue disebabkan rendahnya ekonomi masyarakat, tingginya angka pengangguran dan masyarakat yang belum sejahtera. Hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah, dengan adanya pisang abaca yang memiliki kualitas paling bagus. Dengan demikian timbul gagasan atau kebijakanuntuk mengembangkan pisang abaca di Kabupaten Simeulue.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Simeulue terkait pengelolaan produksi tanaman pisang abaca dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, Hambatan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam pengelolaa tanaman pisang abaca serta Peran BUMN dalam memberikan dukungan anggaran terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui produksi tanaman pisang abaca.Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara pengumpulan data di lokasi penelitian dan mewawancarai para informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan Pemerintah Kabupaten Simeulue telah dijalankan, namun belum maksimal masih perencanaan produksi kepada masyarakat. Produksi pisang abaca belum dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan. Hambatan yang dihadapi Transportasi dan Jarak/letak Geografis Exspor yang Jauh dan Fasilitas Produksi, Letak Pisang Abaca yang berada di Pegunungan serta Harga Jual yang Murah. Peran BUMN yakni MoU kontrak kerjasama untuk pembelian serat pisang abaca.Hendaknya Pemerintah Kabupaten Simeulue bekerja keras dan melakukan sosialisasi yang lebih mendalam pada masyarakat, kerjasama dengan berbagai pihak demi mewujudkan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah, Tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat harus sejalan dan BUMN dapat memberikan dukungan dan memfasilitasi demi terwujudnya peningkatan ekonomi masyarakat melalui produksi pisang abaca.Kata Kunci: Kebijakan, Pisang abaca, Perekonomian, Kabupaten Simeulue.Banda Aceh, 14 Januari 2015Penulis,Isnur Wahyudi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92811">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11636</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92812">
                <text>KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUERNDALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIANRNMASYARAKAT DENGAN MEMANFAATKAN TANAMANRNPISANG ABACA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11235" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92813">
                <text>Farid Alfatah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92814">
                <text>Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang sebelum terinfeksi. Penyakit malaria terjadi karea dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain eksposur malaria, kunjungan ke daerah endermis malaria, ekonomi responden, habitat vektor nyamuk malaria, dan pencegahan terjadinya malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya malaria dengan kejadian malari di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh. Desain Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 103 orang masyarakat Kecamatan Lueng Bata yang terinfeksi malaria yang berobat ke Puskesmas Batoh, baik yang masih sakit maupun yang sudah sembuh (umur 20 tahun ke atas). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dari semua masyarakat Kecamatan Lueng Bata yang berobat ke Puskesnas Batoh karena malaria, 35,00% dipengaruhi ileh variabel eksposur malaria, 38,83% dipengaruhi oleh variabel kunjungan ke daerah endemis malaria, 73,78% dipengaruhi oleh variabel ekonomi responden, 66,00% dipengaruhi oleh variabel habitat vektor nyamuk malaria, dan 73,78% dipengaruhi oleh variabel pencegahan terjadinya malaria. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Kesimpulan penelitian ini adalah semua variabel penelitian mempengaruhi kejadian malaria di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92815">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11638</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92816">
                <text>GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA MALARIA DI KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11236" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92817">
                <text>JASADI MUNANDA.R</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92818">
                <text>xivPerjuangan tuntutan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) sudah bergulir sejak tahun 1999, diprakarsai oleh tokoh masyarakat yang berasal dari Wilayah Tengah-Tenggara di Jakarta. Perjuangan ini dilandasi oleh keinginan untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian. Namun, perjuangan pembentukan Provinsi ALA di pandang muncul lebih banyak di pelopori oleh elit politik dari pada aspirasi rakyat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi keinginan masyarakat Wilayah Tengah-Tenggara untuk membentuk Provinsi ALA, serta menganalisis pengaruh aspirasi rakyat dan kepentingan elit politik daerah dalam pembentukan Provinsi ALA.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan wawancara dan observasi partisipan. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, pertama, faktor yang mempengaruhi keinginan masyarakat Wilayah Tengah-Tenggara untuk membentuk Provinsi ALA, adalah faktor budaya dan kesejahteraan. Kedua, penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh aspirasi rakyat dan kepentingan elit politik daerah dalam pembentukkan Provinsi ALA sama besarnya. Aspirasi rakyat menginginkan pembentukan ALA dari segi budaya dan kesejahteraan. Sedangkan elit politik daerah memiliki kepentingan politik yaitu untuk mendapatkan, dan mempertahankan kekuasaannya di pemerintahan apabila ALA dimekarkan.Diharapkan bagi elit politik konservatif, harus diiringi dengan komitmen membangun ALA, apabila berhasil dimekarkan. Serta diharapkan juga kepada lembaga pemerintah daerah khususnya lembaga DPRK Wilayah Tengah-Tenggara harus mempersiapkan segala hal untuk dapat meningkatkan pembangunan daerahnya demi kepentingan rakyat.Kata Kunci: Pemekaran Wilayah, Provinsi ALA, Aspirasi Rakyat, Elit Politik.Banda Aceh, 9 Januari 2015Yang MenyatakanJasadi Munanda. RJASADI MUNANDA. R2015ABSTRAKASPIRASI RAKYAT DAN KEPENTINGAN ELIT POLITIK DAERAH TENGAH TENG-GARA DALAM PEMBENTUKAN PROVINSI ACEH LEUSER ANTARA.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (xv, 77), pp., bibl., app.(Dr. Effendi Hasan, MA dan Cut Maya Apritasari, S.Sos, M.Soc, Sc)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92819">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11639</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92820">
                <text>ASPIRASI RAKYAT DAN KEPENTINGAN ELIT POLITIK DAERAH TENGAH TENGGARA DALAM PEMBENTUKAN PROVINSI ACEH LEUSER ANTARA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11237" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92821">
                <text>yudi haditiar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92822">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11640</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92823">
                <text>STUDI ARUS PERMUKAAN DAN KLOROFIL DI LAUT ANDAMAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11238" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92824">
                <text>dian ahlul</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92825">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92826">
                <text>Prarancangan pabrik unbleached pulp dengan menggunakan ampas tebu sebagai bahan baku. Proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses kontinyu dengan melibatkan proses digesting, blowing, washing dan drying. Kapasitas produksi pabrik unbleached pulp ini adalah 47.000 ton pertahun dengan hari kerja  330 hari pertahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf. Kebutuhan tanaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 165 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Probolinggo Jawa Timur, dengan luas tanah 13.480 m2. Sumber air untuk pabrik pulp unbleached ini berasal dari Sungai Kramat yang memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari generator dengan Hasil analisa ekonomi yang yang diperoleh adalah sebagai berikut :a.Total modal investasi:  Rp. 1.735.889.962.654b.Biaya produksi per tahun:  Rp.    308.463.011.166c.Hasil penjualan per tahun:  Rp.    632.492.544.799 d. Laba bersih per tahun:  Rp.    243.022.150.224e.Internal Rate of Return (IRR):  25,18 %f.Pay Out Time (POT):  5 tahun 2 bulang.Break Even Point (BEP):  32 %Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik pulp unbleached ini layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="92827">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92828">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11641</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92829">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92830">
                <text>PRARANCANGAN PABRIK UNBLEACHED PULP DARI AMPAS TEBU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 47.000 TON/TAHUN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11239" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92831">
                <text>Auliadi Anshar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92832">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92833">
                <text>Perkembangan ekonomi dan kemajuan teknologi informasi menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup pada masyarakat, termasuk pada pola konsumsi makanan. Konsumsi makanan yang tinggi akan kolesterol merupakan salah satu faktor yang memengaruhi infertil atau tidak infertilnya seseorang melalui jalur sintesis radikal bebas. Infertilitas masih menjadi suatu permasalahan yang perlu perhatian lebih dalam penanganannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dan membandingkan efektivitas dari pemberian terapi ekstrak kulit buah manggis, ekstrak tomat, dan kombinasinya terhadap jumlah sel-sel spermatogenik tikus putih hiperkolesterolemik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental menggunakan rancangan post test only control group design dengan subjek penelitian berupa tikus Rattus norvegicus strain Wistar sebanyak 30 ekor. Subjek penelitian diberi perlakuan selama 60 hari, kemudian dikorbankan untuk diambil organ testisnya perihal pembuatan preparat histopatologi. Pada pemeriksaan histopatologi, masing-masing sel-sel spermatogenik akan dinilai kuantitasnya untuk kemudian dibandingkan antar kelompok perlakuan. Hasil perhitungan akan dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Berganda Duncan untuk melihat signifikansi perbandingan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok pemberian pakan tinggi kolesterol (KP) terjadi penurunan pada jumlah sel spermatogonia, dan sel spermatosit primer berdasarkan rata-ratanya, namun tidak pada sel spermatid. Jumlah sel spermatogonia, dan sel spermatosit primer mengalami peningkatan kembali pada kelompok perlakuan pemberian pakan tinggi kolesterol secara bersamaan dengan pemberian simvastatin (K4), ekstrak kulit buah manggis (K1), ekstrak tomat (K2), dan kombinasi ekstrak (K3). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pemberian ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana), ekstrak tomat (Lycopersicum esculentum Mill), kombinasi kedua ekstrak, dan simvastatin dapat meningkatkan jumlah sel spermatogonia dan sel spermatosit primer testis tikus Rattus norvegicus setelah diberi pakan hiperkolesterolemik (p0.05). Dimana pemberian kombinasi ekstrak lebih baik secara nyata bila dibandingkan dengan terapi tunggal ekstrak.Kata Kunci: Ekstrak kulit buah manggis, ekstrak tomat, sel-sel spermatogenik</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="92834">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92835">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11642</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92836">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92837">
                <text>PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) EKSTRAK TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM M) DAN KOMBINASINYA TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGENIK  TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR  HIPERKOLESTEROLEMIK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11240" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92838">
                <text>M. Geubrika Ruzan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92839">
                <text>Penelitian ini bertujuan untuk adalah untuk mengetahui dan menganalisisseberapa besar tingkat pemahaman aparatur pengelola keuangan di PemerintahAceh yang terkait tentang SAP (Standar Akuntansi Pemerintah). Penelitian inibersifat studi dengan meneliti jawaban aparatur pemerintah terhadap pertanyaanyang diajukan mengenai pernyataan pernyataan dalam SAP.Penelitian ini merupakan studi lapangan (field experiment), dimana ruanglingkup penelitian bersifat alami dengan intervensi yang minimum dan waktu yangdigunakan dalam pengumpulan data adalah One shot atau Cross sectional.Penelitian ini menggunakan populasi 45 responden yakni Pejabat PenatausahaanKeuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah/Aceh (PPK-SKPD/A) yang memilikiketerkaitan langsung dalam proses akuntansi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahamanAparatur Pengelola Keuangan masih rendah terhadap SAP. Untuk itu pemerintahdaerah dapat menempatkan aparatur pengelola keuangan yang berlatarbelakangakuntansi dan setiap aparatur pengelola keuangan harus dapat memahami SAPdengan mengikuti seminar, pelatihan, dan pendidikan tentang SAP.Kata Kunci : Pemahaman Akuntansi, Standar Akuntansi Pemerintah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92840">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11645</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92841">
                <text>ANALISIS PEMAHAMAN APARATUR PENGELOLA KEUANGARNTERHADAP STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHANRN(STUDI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH DI PEMERINTAH ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11241" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92842">
                <text>Arfa Berrina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92843">
                <text>ABSTRAKAcinetobacter baumannii adalah salah satu bakteri yang telah resisten terhadap semua antibiotik yang disebut dengan pan drugs resistant Acinetobacter baumannii (PDRAb). Bawang putih merupakan salah satu tumbuhan yang sudah diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Bawang putih mengandung allicin, alkaloid, terpenoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bawang putih terhadap pertumbuhan pan drugs resistant Acinetobacter baumannii isolat klinis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi RSUD dr. Zainoel Abidin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode difusi cakram. Rancangan penelitian menggunakan 4 kelompok perlakuan (terdiri dari ekstrak etanol bawang putih konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%) dan kelompok kontrol negatif (terdiri dari aquades steril). Hasil penelitian ini didapatkan ekstrak etanol bawang putih memiliki antivitas antibakteri dengan berbagai konsentrasi terhadap pan drugs resistant Acinetobacter buamannii. Setiap konsentrasi menunjukkan diameter daya hambat rata-rata berturut-turut sebesar 12 mm, 12 mm, 14,4 mm dan 16,4 mm dengan konsentrasi paling efektif adalah 80%. Hasil analisis statistik didapatkan nilai p &lt; 0,05 yang menandakan bahwa ekstrak etanol bawang putih memiliki aktivitas antibakteri yang bermakna dalam menghambat pertumbuhan pan drugs resistant Acinetobacter baumanii. Semakin besar konsentrasi semakin besar pula aktivitas Kata Kunci : Bawang putih, Pan drugs resistant Acinetobacter baumannii, antibakteri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92844">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11648</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92845">
                <text>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN PAN DRUGS RESISTANT ACINETOBACTER BAUMANNII ISOLAT KLINIS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11242" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92846">
                <text>Drs. Abubakar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92847">
                <text>Peningkatan kemampuan pemahaman dan disposisi matematis siswa dalam pembelajaranmatematika sangat penting seperti yang dituangkan dalam kurikulum KTSP (2006) dandipertegas dalam kurikulum Implementasi 2013. Penggunaan model pembelajaran tipeNumbered Head Together diharapkan dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitianini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dan disposisi matematissiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered HeadTogether, mengetahui ada tidaknya korelasi antara peningkatan kemampuan pemahamandan disposisi matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran model kooperatif tipeNumbered Head Together. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganpendekatan eksperimen semu, populasi siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Sakti,Kabupaten Pidie, sampel dipilih ecara acak sebanyak dua kelas yaitu: kelas X MIA1sebagai kelas ekspetimen dan kelas X MIA2 sebagai kelas kontrol. Data yangdikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman dan angketdiposisi matematis. Data dianalisis dengan menggunakan uji t dan uji anava satu arah.Setelah data diolah dan dianalisis diperoleh kesimpulan yaitu: (1) Peningkatankemampuan pemahaman yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran modelkooperatif tipe Numbered Head Together lebih baik dari yang diajarkan denganpembelajaran konvensional, (2) peningkatan disposisi matematis siswa yang diajarkandengan menggunakan pembelajaran model kooperatif tipe Numbered Head Togetherlebih baik dari siswa yang diajarkan dengan pembelajan konvensional, (3) Terdapatkorelasi positif antara peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa denganpeningkatan disposisi matematis siswa.Kata kunci: Kemampuan pemahaman matematis, disposisi matematis model kooperatif,tipe Numbered Head Together.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92848">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11649</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92849">
                <text>PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DANRNDISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUIRNPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPERNNUMBERED HEAD TOGETHER</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
