<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=858&amp;sort_field=added" accessDate="2026-08-19T19:28:47+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>858</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="11033" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91667">
                <text>chairunnisa husaini</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91668">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91669">
                <text>ABSTRAK CHAIRUNNISA HUSAINI,    PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN         2014    PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN                                              ASURANSI JIWA PADA PT. AIA        FINANCIAL (BCA BANCASSURANCE)       CABANG BANDA ACEH                       (iv, 58) pp., bibl., app.                                        (TEUKU AHMAD YANI, S.H., M.HUM.)   Perjanjian asuransi jiwa merupakan suatu perjanjian yang diadakan antara pihak  tertanggung dengan pihak penanggung. Dengan mana perjanjian  tersebut diatur  secara  tertulis  dalam  sebuah  polis  asuransi.  Salah  satu  isi  polis  adalah pembayaran premi oleh tertanggung tepat waktu diatur dalam Pasal 4 Ketentuan Umum Polis PT. AIA Financial. Namun walaupun hak dan kewajiban para pihak telah  ditetapkan  dalam  polis,  pada  prakteknya  tetap  masih  terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang disepakati.   Tujuan  Penulisan  skripsi  ini  untuk  menjelaskan  proses  terjadinya perjanjian  asuransi  jiwa,  pelaksanaan  hak  dan  kewajiban  para  pihak  dalam perjanjian asuransi jiwa, dan menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan PT. AIA Financial (BCA Bancassurance) dalam mencegah dan menanggulangi hambatan-hambatan yang terjadi pada saat pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak.   Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi  ini dilakukan penelitian kepustakaan  dan  penelitian  lapangan. Penelitian  kepustakaan  dilakukan  dengan mempelajari berbagai literatur baik berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku,  dan  teori-teori  guna  memperoleh  data  sekunder,  sedangkan  penelitian lapangan dengan mewawancarai responden guna memperoleh data primer.      Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada saat proses terjadinya perjanjian  asuransi  jiwa,  dimana  pihak  tertanggung  mengajukan  permohonan diadakannya perjanjian asuransi  jiwa kepada pihak penanggung dan menyetujui segala persyaratan yang diberikan serta menandatangani perjanjian asuransi jiwa. Polis  baru  diterbitkan  12  hari  sejak  tertanggung  menandatangani  perjanjian asuransi tersebut, sehingga tertanggung tidak dapat membaca secara langsung dan memahami secara seksama ketentuan yang diatur di dalam polis. Hal ini tentunya akan  berakibat  pada  pemenuhan  hak  dan  kewajiban  para  pihak  pada  saat pelaksanaan  perjanjian.  Selain  itu  dalam  pelaksanaan  hak  dan  kewajiban  para pihak  dalam  perjanjian  asuransi  jiwa  terjadinya  wanprestasi,  dimana  pihak tertanggung melalaikan  kewajibannya  dengan  terlambat membayar  premi,  atau tidak memenuhi  kewajibannya  untuk membayar  premi. Upaya  yang  dilakukan oleh  penanggung  bagi  tertanggung  yang  terlambat  membayar  premi  akan diberikan  tenggang  waktu,  dan  juga  adanya  pemulihan  polis  apabila  polis dinonaktifkan. Dalam hal pemahaman  tertanggung akan  isi dan ketentuan polis diberikan waktu yang tidak terbatas untuk itu, dan apabila ada hal-hal yang tidak dipahami tertanggung dapat langsung berkonsultasi dengan pihak penanggung.   Diharapkan  kepada  para  pihak  agar  dapat  melaksanakan  hak  dan kewajibannya dengan baik, agar pelaksanaan hak dan kewajiban berjalan lancar.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="91670">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91671">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11346</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91672">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91673">
                <text>PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK  RNDALAM PERJANJIAN ASURANSI JIWA  RNPADA PT. AIA FINANCIAL (BCA BANCASSURANCE) RNCABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11034" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91674">
                <text>Abdul Hafiz</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91675">
                <text>ABSTRAKABDUL HAFIZ,PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA JENIS TANAMAN GANJA (cannabis sativa) (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Aceh Besar)FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA(iv,61), pp., tabl., bibl.         Mahfud, S.H., LL.M.Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ditentukan bahwa, Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Penyidik Badan Narkotika Nasional berwenang melakukan penyidikan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekusor Narkotika berdasarkan undang-undang ini. Namun, Kepolisian dalam melaksanakan penyidikan masih menemukan kendala-kendala. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan kendala-kendala pihak penyidik Kepolisian Resor Aceh Besar dalam mencari tersangka tindak pidana penanaman ganja dan untuk menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak penyidik Kepolisian Resor Aceh Besar dalam mengatasi kendala-kendala mencari pelaku tindak pidana penanaman ganja.Data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan, guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Hasil penelitian diketahui bahwa kendala-kendala pihak penyidik Kepolisian Resor Aceh Besar dalam mencari tersangka tindak pidana penanaman ganja antara lain faktor sumber daya manusia, kurangnya personil atau penyidik Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Besar, lokasi tempat kejadian merupakan medan yang sangat sulit untuk dijangkau, alokasi dana yang minim, bocornya informasi jadwal razia dan sarana prasarana yang kurang memadai melakukan penyidikan tindak pidana narkotika. Kemudian upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak penyidik Kepolisian Resor Aceh Besar dalam mengatasi kendala-kendala mencari tersangka tindak pidana penanaman ganja yaitu bekerjasama dengan Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Aceh dan Badan Narkotika Provinsi Aceh untuk meningkatkan personil penyidik Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Besar, melaksanakan persiapan pengumpulan informasi, pengamatan, penggambaran, survei lokasi, penyusupan, pendeteksian dan mengajukan rencana penambahan jumlah anggaran dasar penyidik.Diharapkan kepada Kepolisian Resor Aceh Besar, perlu ditingkatkan lagi kinerja khususnya penyidik Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Besar yang diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia, peningkatan biaya operasional untuk mendukung kasus narkotika, melengkapi perlengkapan, mendukung teknik-teknik yang dilakukan dalam mengungkap tindak pidana narkotika, dan meningkatkan penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat juga ikut membantu memberi informasi apabila ada tindak pidana narkotika yang terjadi dimasyarakat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91676">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11348</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91677">
                <text>PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA JENIS TANAMAN GANJA (CANNABIS SATIVA) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR ACEH BESAR)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11035" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91678">
                <text>Susilawati</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91679">
                <text>ABSTRAK  SUSILAWATI,  PELAKSANAAN  PERJANJIAN  KREDIT         2014  KEPEMILIKAN RUMAH  PADA BANK   RAKYAT  INDONESIA  (BRI)  CABANG BANDA ACEH                     (iv,64), pp., bibl., app.                                                                ( SUSIANA, S.H., M.H.)      Dalam Undang-udang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 Pasal (1) butir 11 menyatakan  bahwa  kredit  merupakan  penyediaan  uang  atau  tagihan  yang  dapat dipersamakan  dengan  itu,  berdasarkan  persetujuan  atau  kesepakatan  pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Dalam Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata menentukan bahwa setiap persetujuan yang dibuat secara  sah  berlaku  sebagai  undang-undang  bagi  mereka  yang  membuatnya. Demikian pula dengan perjanjian kredit kepemilikan rumah   yang disalurkan oleh Bank  Rakyat  Indonesia  (BRI)  mengikat  kedua  belah  pihak.  Debitor  diwajibkan untuk  mengembalikan  angsuran  kredit  berserta  bunga  setiap  bulan  tepat  pada waktunya  sesuai  dengan  perjanjian,  namun  dalam  pelaksanaannya  pada  saat pengembalian  kredit  kepemilikan  rumah,  5  orang  debitor  tidak  mengembalikan kredit  sesuai  dengan  perjanjian  atau  tidak  tepat  waktu,  sehingga  terjadinya wanprestasi.   Tujuan penulisan skripsi ini yaitu untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian kredit kepemilikan rumah pada BRI Cabang Banda Aceh, untuk menjelaskan faktor  penyebab  terjadinya  kredit macet  pada perjanjian  kredit  kepemilikan  rumah,  dan untuk menjelaskan  penyelesaian  kredit macet  pada  perjanjian  kredit  kepemilikan rumah.   Data dalam penulisan  skripsi  ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan juga penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan untuk memperoleh data teoritis dengan  cara  mempelajari  buku-buku  teks,  dan  peraturan  perundang-undangan. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer melalui wawancara, dengan responden dan informan.   Dari hasil penelitian pelaksanaan perjanjian kredit kepemilikan rumah pada BRI cabang Banda Aceh dapat diketahui 5 orang debitor melakukan kredit macet (wanprestasi)  dan  45  orang  kreditnya  lancar.  Faktor  penyebab  terjadinya  kredit macet pada pelaksanaan perjanjian kredit kepemilikan rumah disebabkan oleh faktor ekonomi dan pemutusan hubungan kerja. Penyelesaian kredit macet yang ditempuh oleh  BRI  cabang  Banda  Aceh  adalah  dengan  mengirimkan  surat  peringatan, melakukan restrukturisasi kredit, dan penyelesaian kredit melalui Kantor Pengurusan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKNL).   Disarankan  pihak BRI  harus  lebih  selektif  lagi  dalam melakukan  analisis kredit  kepemilikan  rumah  agar  tidak  terjadinya  wanprestasi  di  kemudian  hari. Kepada debitor apabila mengalami masalah dalam pengembalian kredit maka harus berkonsultasi dengan pihak bank.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91680">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11349</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91681">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT KEPEMILIKAN RNRUMAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) RN CABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11036" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91682">
                <text>T. Febri Ramadhan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91683">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11350</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91684">
                <text>SUATU TINJAUAN TERHADAP KETENTUAN PIDANA MEMPERNIAGAKAN SATWA YANG DI LINDUNGI JENIS MAMALIA BAYI KEDIH ( PRESBYTIS THOMASI )( SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KONSERVASI ALAM GUNUNG SEULAWAH ACEH BESAR)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11037" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91685">
                <text>RINALDIANSYAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91686">
                <text>A B S T R A K RINALDIANSYAH,PENANGGULANGAN          TINDAK          PIDANA   2014PERUSAKAN BARANG DAN PENYELESAIANNYA(Studi  Kasus   Terhadap  Pelemparan  Bus  Angkutan Umum  di  Ruas Jalan Banda Aceh-Medan)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v, 53) pp., tabl., bibl.,app         M.IQBAL, S.H., M.H.Barang siapa dengan sengaja dan melawan hak membinasakan, merusak, membuat sehingga tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain akan dihukum penjara. Hal ini diatur dalam Pasal 406 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500.-. Akan tetapi masih ada yang melakukan perbuatan tersebut, salah satunya yaitu kasus pelemparan bus yang marak terjadi akhir-akhir ini.Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan proses penanggulangan dan penyelesaiannya serta menjelaskan hambatan polisi dalam menanggulangi tindak pidana perusakan barang yaitu pelemparan bus angkutan umum di ruas jalan Banda Aceh-Medan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat yuridis melalui membaca peraturan perundang-undangan, buku-buku teks dan pendapat para sarjana, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara responden dan informan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada dua cara yang dilakukan pihak polisi dalam menanggulangi kasus tindak pidana perusakan barang terhadap pelemparan bus angkutan umum yaitu pertama, tindakan preventif yakni tindakan yang dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kejahatan seperti memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Kedua, tindakan represif yakni tindakan yang dilakukan setelah terjadinya kejahatan seperti mengadakan patroli di daerah-daerah yang rawan terjadi pelemparan. Adapun kendala yang dialami polisi dalam menanggulangi kasus ini yaitu kurangnya anggaran biaya operasional, sarana dan prasarana, kurangnya teknologi dan teknisi, dan kurangnya jumlah personil.Disarankan kepada pihak Kepolisian agar lebih maksimal dalam menanggulangi kasus ini. Diharapkan instasi-instasi pemerintah agar dapat membantu pengawasan di lingkungannya masing-masing sehingga dapat menghindari kejadian pelemparan bus. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak polisi namun juga menjadi tanggung jawab kita bersama.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91687">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11351</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91688">
                <text>PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERUSAKAN BARANG DAN PENYELESAIANNYA RN(STUDI KASUS TERHADAP PELEMPARAN BUS ANGKUTAN UMUM RNDI  RUAS JALAN BANDA ACEH-MEDAN)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11038" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91689">
                <text>HJ Cut Nyak</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91690">
                <text>ABSTRAK   Hj. Cut Nyak  TUGAS  DAN  TANGGUNG  JAWAB  PENGAWAS   DITINJAU  BERDASARKAN  UNDANG-UNDANG NOMOR  25  TAHUN  1992  DALAM  KEGIATAN 2014  KOPERASI  (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh) Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (v. 61) pp., bibl., app.                         (Mustakim, S.H., M.Hum)                 Pasal 39 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian  menentukan  bahwa  tugas  pengawas  koperasi  adalah  melakukan pengawasan  terhadap  pelaksanaan  kebijaksanaan  dan  pengelolaan  koperasi, membuat  laporan  tertulis  tentang hasil pengawasannya. Pengawas  juga berwenang meneliti catatan yang ada pada koperasi. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengawas diharapkan  dapat  mencegah  dan  mengurangi  kemungkinan  terjadinya penyelewengan  wewenang  dalam  penggunaan  sumber-sumber  ekonomi  yang dimiliki koperasi, tetapi pada kenyataannya sebagian dari pengawas koperasi  tidak melakukan pengawasan sebagaimana yang diharapkan undang-undang.   Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  tugas  dan  tanggung  jawab pengawas dalam kegiatan koperasi simpan pinjam di Kota Banda Aceh dan  upaya yang dilakukan apabila pengawas tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.   Penelitian  ini  menggunakan  metode  pendekatan  yuridis  empiris,  yaitu penelitian  hukum  yang memakai  sumber  data  primer  dan  sekunder. Data  primer diperoleh  dengan  cara  mewawancarai  responden  dan  informan,  sedangkan  data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan.     Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengawas  koperasi  tidak  dijalankan  sebagaimana  ketentuan  yang  ada  misalnya seperti  tidak meneliti  catatan  keuangan dan  tidak melakukan  pengawasan    secara berkala, ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: a) pengawas memiliki kesibukan dan  aktivitas  lainnya  di  luar  koperasi  b)  pengawas  tidak  memiliki  kemampuan ketrampilan kerja dan wawasan dibidang pengawasan c) usia pengawas yang sudah lanjut dan  tidak  lagi produktif d)  faktor kesehatan yang kurang baik. Upaya yang dilakukan terhadap pengawas yang tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai  pengawas  koperasi,  yaitu:  a)  menyegerakan  pelaksanaan  Rapat  Anggota Tahunan untuk membahas masalah kepengawasan b).melaporkan pada Kepala Seksi Koperasi di Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah c)  memberikan  teguran  kepada  pengawas  pada  saat  rapat  anggota  tahunan  d) mengusulkan pemberhentian pengawas dalam rapat anggota.   Disarankan kepada setiap pengawas, agar melakukan pengawasan minimal 1 kali  dalam  sebulan  dan  menjalin  komunikasi  yang  baik  dengan  pengurus  serta karyawan  koperasi  dan  sebaiknya  pengawas  diambil  dari  orang-orang  yang  tidak mempunyai  kesibukan  tinggi  serta  memiliki  latar  belakang  pengetahuan  tentang pengawasan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91691">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11352</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91692">
                <text>TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS DITINJAU BERDASARKAN RNUNDANG-UNDANG  NOMOR 25 TAHUN 1992 DALAM KEGIATAN KOPERASI RN(SUATU PENELITIAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11039" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91693">
                <text>SARAH NADIA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91694">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91695">
                <text>PENYELESAIAN KREDIT MACET BRIGUNA PURNA PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (Suatu Penelitian Pada Kantor Cabang Pembantu Simpang Surabaya)</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="91696">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91697">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91698">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11353</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91699">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91700">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91701">
                <text>CREDIT-LAW</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91702">
                <text>PENYELESAIAN KREDIT MACET BRIGUNA PURNA PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA(SUATU PENELITIAN PADA KANTOR CABANG PEMBANTU SIMPANG SURABAYA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11040" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91703">
                <text>Rahmi Diana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91704">
                <text>Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit dengan abnormalitas pada struktur maupun fungsi sirkulasi yang telah ada sejak lahir, kelainan ini terjadi karena gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembanagn janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak dengan PJB di RSUD dr. Zainoel Abidin. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling sebanyak 48 anak PJB dengan usia 0-18 tahun, data status gizi didapatkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan dengan memakai grafik WHO 2006 untuk anak 0-5 tahun dan memakai grafik CDC 2000 untuk anak usia 5-18 tahun lalu data di analisa secara univariat. Hasil penelitian ini didapatkan jenis PJB asianotik lebih banyak ditemukan yaitu 81,3% daripada PJB sianotik 18,8% dan sampel terbanyak usia antara 0-3 tahun (56,3%), status gizi didapatkan anak dengan status gizi normal yang paling banyak (54,2%) diikuti  status gizi kurang (31,3%) status gizi buruk (12,5%) dan overweight (2,1%). Kata Kunci: Penyakit Jantung Bawaan, Status Gizi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91705">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11356</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91706">
                <text>GAMBARAN STATUS GIZI ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI POLI KLINIK ANAK RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11041" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91707">
                <text>SULAIMAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91708">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91709">
                <text>ABSTRAK Perkembangan kopi olahan didalam negeri telah tumbuh kembang dengan pesatnya yaitu telah banyak produk kopi instan dengan berbagai kelebihan dan rasa yang dihasilkan mulai dari kopi tanpa ampas sampai kopi mix rasa. Seiring dengan tingginya produksi kopi instan, maka diferensiasi pemasaran tidak hanya menciptakan produk, akan tetapi juga mencari segmen pasar yang ingin diraih yaitu karakteristik konsumen tertentu yang akan mengkonsumsi satu jenis kopi instan. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa adanya kebiasan masyarakat untuk mengkonsumsi kopi instan dibandingkan kopi yang diproduksi sendiri. Metode yang dilakukan dalam  penelitian ini adalah metode survey. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif kuantitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan konsumsi kopi instan ditandai dari tempat mengkonsumsi, waktu mengkonsumsi, alasan mengkonsumsi kopi, sumber informasi, harga kopi, dan konsumsi kopi alternative. Sedangkan fakotr yang mempengaruhi konsumsi diantaranya adalah factor usia, pekerjaan, tingkat pendapatan, pendidikan, dan lingkungan.Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor utama yang mempengaruhi alasan konsumen dalam memilih kopi instant adalah aroma. Sumber informasi tentang kopi instant pada umumnya didapatkan dari kelompok primer yakni Keluarga dan teman-teman konsumen. Kenaikan harga dan kelangkaan Produk hampir tidak berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam konsumsi kopi instant. Sedangkan saran yaitu diharapkan kepada masyarakat selain tidak hanya mengkonsumsi kopi luar, akan tetapi bagaimana mampu menciptakan  produk kopi dari hasil pertanian yang ada didaerah sendiri. Selain itu dalam mengkonsumsi kopi diharapkan kepada masyarakat dapat mengkonsumsi sesuai kebutuhan badan, jangan terlalu berkelebihan dikarenakan efek dari kopi  yaitu Cafeein akan mempengaruhi  kesehatan seperti penyakit darah tinggiKata Kunci : Karakterisitk, Alasan Konsumen, Kopi Instant</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="91710">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91711">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11359</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91712">
                <text>Fakultas Pertanian</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91713">
                <text>KARAKTERISTIK DAN ALASAN KONSUMEN DALAM MEMILIH KOPI INSTAN DI KAWASAN SENTRA PRODUKSI KOPI ARABIKA (ARABICA COFFEE) (KAJIAN AWAL DI KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES )</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11042" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91714">
                <text>Fandi Anggriawan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91715">
                <text>2011</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91716">
                <text>ABSTRAKNama:   Fandi AnggriawanProgram Studi:   Kedokteran Gigi Judul            : Gambaran Kasus Pencabutan Molar Pertama Permanen    Karena Karies Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di Poliklinik Gigi   BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh Tahun 2010Karies merupakan alasan utama pencabutan molar pertama permanen. Molar pertama permanen rentan terhadap terjadinya karies karena memiliki pit dan fisur yang dalam, merupakan gigi yang pertama sekali erupsi pada usia 6-7 tahun dan kurangnya kemampuan anak dalam menjaga oral hygene. Penelitian dilakukan menggunakan rekam medik anak usia 6-12 tahun di Poliklinik Gigi BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh Tahun 2010. Penelitian merupakan penelitian deskriptif, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran kasus pencabutan molar pertama permanen karena karies pada anak usia 6-12 di Poliklinik Gigi BLUD RSUD Meuraxa tahun 2010 dan berdasarkan umur, jenis kelamin dan rahang atas maupun rahamg bawah. Dari 78 (100%) jumlah kunjungan pasien anak usia 6-12 tahun di Poliklinik Gigi BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh tahun 2010, terdapat 4 (5,1%) kasus pencabutan molar pertama permanen karena karies pada anak usia 6-12 tahun di Poliklinik Gigi BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh tahun 2010. Pencabutan Molar Pertama Permanen Karena Karies Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di Poliklinik Gigi BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh Tahun 2010 berdasarkan kelompok umur terdapat pada kelompok umur 10-11 tahun 1(1,3%) dan kelompok umur 11-12 tahun 3 (3,8%), berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki 1 (1,3%) kasus dan perempuan 3 (3,8%) kasus dan berdasarkan rahang atas maupun rahang bawah yaitu 4 (5,1%) kasus pada rahang bawah dan 0 (0%) pada rahang atas.Kata kunci : Pencabutan, Karies, Molar pertama permanen.ABSTRACTName: Fandi AnggriawanDepartment: Dentistry    Title            : First Permanent Molar Extraction Cases Due to Caries At 6-   12 Year Old Children In Dental Department BLUD RSUD  Meuraxa     Banda Aceh In Years 2010.Caries is the main reason for extraction first permanent molar. First permanent molar is susceptible for caries because it has deep pit and fisure, as the first eruption teeth during 6-7 year old and less of children ability to maintenance oral hygene. This research was used medical record of 6-12 year old childrens in dental department BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh in year 2010. This was descriptive research and it attempts to know first permanent molar extraction cases due to caries at 6-12 years old children and made based on age, sex and location extracted in maxilla or mandible. From 78 (100%) visits of 6-12 year old children in Dental Department BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh in year 2010, found 4 cases (5,1%) first permanent molar extraction cases due to caries at 6-12  years old children in Dental Department BLUD RSUD Meuraxa Banda Aceh in year 2010. Based on age 10-11, it found 1 case (1,3%) and age 11-12 there are 3 cases (3,8%). Based on male sex, only 1 case (1,3%) and for female it can be found 3 cases (3,8%). Based on location extracted, it is around 4 cases (5,1%) from mandible and 0 (0%) from maxilla.Key words: Extraction, Caries, First Permanent Molar</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="91717">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91718">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91719">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11360</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91720">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91721">
                <text>Fakultas Kedokteran Gigi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91722">
                <text>CARIES-DENTISTRY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91723">
                <text>GAMBARAN KASUS PENCABUTAN MOLAR PERTAMA PERMANEN KARENA KARIES PADA ANAK USIA RN6-12 TAHUN DI POLIKLINIK GIGI BLUD RSUDRN MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2010</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
