<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=831&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-08-16T23:44:15+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>831</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="8311" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77390">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77392">
                <text>ABSTRAKHubungan keluarga yang sehat bergantung pada pola komunikasi keluarga. Melalui pola komunikasi dapat diketahui bahwa masalah dalam keluarga ditimbulkan oleh pola komunikasi disfungsional sedangkan pola komunikasi fungsional pada keluarga akan membantu keluarga dalam menyelesaikan masalah yang terjadi dalam keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola komunikasi keluarga di Gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh tahun 2014. Desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dari populasi yang berjumlah 355 keluarga sehingga diperoleh sampel sebanyak 86 keluarga. Penelitian ini dilakukan  di Gampong Tibang pada tanggal 26 Mei sampai 4 Juni 2014. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam bentuk skala dikotomi dengan skala ukur ordinal yang terdiri dari 20 item pernyataan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terpimpin berdasarkan kuesioner. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian diperoleh gambaran pola komunikasi keluarga di Gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh tahun 2014 adalah  pola komunikasi fungsional (58,1%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada warga desa khususnya keluarga agar dapat bekerja sama dengan perawat komunitas maupun perawat keluarga untuk tetap meningkatkan pola komunikasi fungsional, sehingga keharmonisan keluarga dapat terjaga dengan baik.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77394">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7864</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77396">
                <text>GAMBARAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DI GAMPONG TIBANG KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8534" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79082">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79084">
                <text>ABSTRAKMUHAMMAD IQBAL,          KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM PEMBINAAN        2014GAMPONG UNTUK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK.(Suatu penelitian di kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala(v, 62, pp, bibl, app)(Dr. Syarifuddin Hasyim SH, M.Hum dan Dr. Effendi Hasan, M.A)Negara merupakan suatu organisasi manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan. Dalam melaksanakan kewenangan penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah Aceh menganut prinsip good governance dan clean governance  dengan berpedoman pada azas umum penyelenggaraan pemerintahan antara lain azas transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, efisiensi dan efektivitas. Camat merupakan administrator dan penanggung jawab jawab atas berbagai kegiatan pembangunan harus mempunyai kemampuan untuk menggerakkan masyarakat dalam melaksanakan pemerintahan yang baik.Berdasarkan hal tersebut diatas penelitian ini dianggap sebagai upaya untuk mengkaji kepemimpinan camat dalam pembinaan gampong untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik.Penulisan skipsi ini ini bertujuan untuk menjelaskan kinerja camat kecamatan Syiah kuala dalam melakukan pembinaan gampong untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik di kecamatan syiah kuala, serta kendala-kendala yang dihadapi camat syiah kuala dalam mengimplementasikan pemerintahan yang baik di kecamatan syiah kuala.Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini memakai metode kualitatif berbentuk data yang diperoleh dari kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dengan cara mengkaji buku-buku, peraturan perundang-undangan dan bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Kemudian penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan camat dalam pembinaan gampong untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik di kecamatan Syiah Kuala yang paling dominan dari peran camat yang mempengaruhi pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan gampong, yaitu : Faktor Kemampuan. Hal ini jelas terlihat dari terpenuhinya ketiga sub indikator kemampuan yang menyatakan baik. Baik itu sub indikator kemampuan sebagai administrator, kemampuan individu, maupun kemampuan intelektual dari camat, dan faktor tanggung jawab.Diharapkan camat diharapkan agar dapat lebih meningkatkan perannya sebagai pemimpin, pembina dan pengayom masayarakat dan lebih meningkatkan diri dengan masyarakat agar terciptanya hubungan yang harmonis menimbulkan saling pengertian antara kedua belah pihak dalam hal melaksanakan program-program pemerintahan sehingga masyarakat gampong dapat lebih terlibat untuk terciptanya sistem pemerintahan yang baik, efektif dan efisien.Kata Kunci : pemerintahan, camat, pembinaan,gampong</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79085">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8096</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79086">
                <text>KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM PEMBINAAN GAMPONG UNTUK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIKRN(SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8670" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="80149">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="80151">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="80153">
                <text>ABSTRAKAbstrak Karya Akhir Diserahkan kepada Panitia Komisi Ujian Untuk Mendapatkan Gelar Magister Manajemen pada Program PascasarjanaUniversitas Syiah KualaPENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERKEBUNAN ACEHOleh :MUHAMMAD IQBALNim: 0909200020049Konsentrasi : Manajemen UmumPembimbing Utama : Dr. Mukhlis Yunus. SE. MSPembimbing Pembantu : Dr. Amri, SE. M.SiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja serta dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perkebunan Aceh. Sampel penelitian sebanyak 138 orang pegawai instansi tersebut yang diambil dengan metode stratified proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Berdasarkan hasil analisis kompensasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja pegawai Dinas Perkebunan Aceh. Di antara kedua variabel tersebut, kepuasan kerja berpengaruh lebih besar terhadap kinerja pegawai bila dibandingkan dengan kompensasi. Kompensasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Dinas Perkebunan Aceh. Kepuasan kerja berpengaruh lebih besar terhadap kinerja pegawai bila dibandingkan dengan kompensasi. Hasil pengujian statistik dengan menggunakan statistik uji F dan uji t, menyimpulkan, baik secara simultan maupun parsial kompensasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompensasi dan kepuasan kerja secara nyata dapat meningkatkan kinerja pegawai instansi tersebut. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Perkebunan Aceh. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi kerja pegawai secara signifikan dapat meningkatkan kinerja pegawai instansi tersebut. Sebaliknya penurunan motivasi kerja juga berpengaruh secara nyata terhadap kinerja pegawai. Kompensasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Dinas Perkebunan Aceh melalui motivasi kerja sebagai variabel perantara (intervening variable). Pengaruh tidak langsung (indirect effect) kompensasi terhadap kinerja pegawai melalui motivasi lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh langsung (direct effect) kompensasi terhadap kinerja pegawai.Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Kompensasi, Motivasi, dan Kepuasan Kerja.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="80155">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="80157">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8257</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="80159">
                <text>Fakultas Pasca Sarjana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="80161">
                <text>PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERKEBUNAN ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8834" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81411">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81413">
                <text>Dalam proyek akhir ini telah dibuat animasi tata cara tayamum berbasis multimedia. Animasi berbasis multimedia ini bertujuan memberikan suatu pembelajaran alternatif yang mudah dipahami oleh semua usia, dan meningkatkan Pemahaman serta kemampuan personal dalam bertayamum dengan menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif. Untuk membuat animasi ini metode yang digunakan antara lain mengumpulkan bahan literatur (bacaan) yang dibutuhkan, membuat perancangan dan animasi. Pembelajaran multimedia ini dikerjakan dengan menggunakan Software (perangkat lunak) 3D-Max dari mulai pembuatan objek hingga proses penganimasianya. 3D-Max merupakan perangkat lunak untuk membuat sebuah grafik vektor 3 dimensi dan animasi. Dalam animasi ini membahas mengenai bagaimana tata cara bertayamum, syarat tayamum dan rukun tayamum.  Kata Kunci : Pembelajaran multimedia, 3D-Max, tata cara tayamum.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81415">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8414</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81417">
                <text>PEMBUATAN ANIMASI TATA CARA TAYAMUM MENGUNAKAN 3D MAX</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9017" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82595">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82596">
                <text>Bencana gempa yang terjadi pada selasa 2 Juli 2013 di Kabupaten Bener Meriah telah banyak menimbulkan kerusakan diberbagai sektor, diantaranya rumah tinggal warga. Wilayah yang berdampak kerusakan antara lain Kecamatan Gajah Putih dan Kecamatan Bener Kelipah. Menurut laporan Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah jumlah kerusakan rumah tinggal warga mencapai 159 unit, dimana 142 unit pada Kecamatan Gajah Putih dan 17 unit pada Kecamatan Bener Kelipah. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam perencanaan ini adalah berapa jumlah anggaran biaya untuk rehabilitasi rumah tinggal warga yang rusak akibat bencana gempa. Tujuan perencanaan ini adalah untuk mengetahui total kebutuhan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk rehabilitasi. Ruang lingkup perencanaan ini, hanya terbatas pada mengetahui anggara biaya kerusakan rehabilitasi rumah tinggal warga Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Gajah Putih yang rusak akibat gempa Kabupaten Bener Meriah  sebanyak 159 unit rumah. Proses awal penanggulangan adalah dengan menggunakan data sekunder berupa data hasil survey pengukuran, data voume kerusakan, data harga material dan upah tenaga kerja dari pemerintah Provinsi Aceh untuk wilayah Kabupaten Bener Meriah. Pada perencanaan ini pengolahan data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu mengidentifikasi rumah rusak, menentukan voume kerusakan, analisa harga satuan dan mengestimasi kebutuhan biaya material dan upah tenaga kerja. Sehingga didapat hasil total kebutuhan anggaran biaya material dan upah untuk perbaikan rumah tinggal Kecamatan Gajah Putih dan Bener Kelipah Kabupaten Bener Meriah. Hasil perencanaan ini adalah dapat diketahui kebutuhan anggaran pada Kecamatan Gajah Putih yaitu sebesar Rp. 1,791,253,243,- dan Kecamatan Bener Kelipah sebesar Rp. 434,302,034,-Sehingga total anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah tingga warga sebesar Rp. 2,225,555,277,-Kata kunci : bencana gempa, estimasi biaya, biaya material, biaya tenaga kerja, rumah tinggal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82597">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8611</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82598">
                <text>PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA REHABILITASI RUMAH DI KECAMATAN GAJAH PUTIH DAN BENER KELIPAH KABUPATEN BENER MERIAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9687" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85597">
                <text>muhammad iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85598">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9491</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85599">
                <text>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENANAM MODAL (INVESTOR) DI KOTA LHOKSEUMAWE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10175" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87772">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87773">
                <text>Anak usia 10-12 tahun dikategorikan sebagai usia sekolah dimana mereka menghabiskan banyak waktu untuk belajar di sekolah. Mereka membutuhkan asupan nutrisi yang adekuat untuk menunjang aktivitas harian mereka, salah satunya melalui sarapan di pagi hari. Anak yang rutin makan pagi memiliki konsentrasi yang lebih baik saat mengikuti pelajaran di sekolah, sehingga akan berdampak pada pencapaian prestasi akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebiasaan makan pagi dengan prestasi akademik siswa usia 10-12 tahun di MIN Rukoh Banda Aceh.  Jenis penelitian ini adalah korelatif dengan desain cross sectional study. Sampel dipilih dengan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 179 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 7-9 Agustus 2014 dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk check list dan multiple choices . Metode analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian terhadap 179 siswa/i usia 10-12 tahun menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan pagi dengan prestasi akademik (p- 0,000), menu makan pagi dengan prestasi akademik (p- 0,000), frekuensi makan pagi dengan prestasi akademik (p- 0,000), serta lingkungan makan pagi dengan prestasi akademik (p- 0,009), namun tidak ada hubungan antara waktu makan pagi dengan prestasi akademik (p- 0,053). Sehingga dapat disimpulkan bahwa makan pagi merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk anak berprestasi, sehingga disarankan kepada pihak sekolah untuk menganjurkan siswa/i makan pagi sebelum berangkat ke sekolah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87774">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10200</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87775">
                <text>HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MAKAN PAGI DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA USIA 10-12 TAHUN DI MIN RUKOH BANDA ACEH TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11142" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92339">
                <text>MUHAMMAD IQBAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92340">
                <text>2011</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92341">
                <text>ABSTRAKNama:Muhammad IqbalProgram Studi:Kedokteran GigiJudul:Distribusi Frekuensi Gingivitis Dan Kebiasaan Menyikat Gigi Murid SDN 22 Usia 7-9 tahun Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.Gingivitis adalah inflamasi yang terjadi pada gingiva tanpa terjadin kehilangan perlekatan dan kehilangan tulang alveolar. Gingivitis merupakan penyakit periodontal yang paling sering terjadi disetiap kelompok umur, termasuk anak-anak. Penyebab utama gingivitis pada anak disebabkan oleh akumulasi plak bakteri pada gigi, sehingga prosedur pembersihan plak pada gigi adalah hal yang paling penting dalam mencegah terjadinya gingivitis. Menyikat gigi sangat penting untuk menghilangkan plak dan debris untuk memelihara kesehatan gigi dan kesehatan periodontal yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi frekuensi gingivitis dan kebiasaan menyikat gigi murid SDN 22 Usia 7-9 tahun Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif yang dilakukan di SDN 22 Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Subjek penelitian adalah Murid SDN 22 yang berusia 7-9 tahun. Pada subjek dilakukan pemeriksaan klinis yaitu pemeriksaan keadaan gingiva dengan menggunakan pengukuran Papilla Bleeding Index (PBI) dan subjek diberikan kuesioner untuk mengetahui bagaimana kebiasaan menyikat gigi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian yang dilakukan pada 97 subjek, didapatkan 72 murid (74,22%) mempunyai gingiva sehat dan 25 murid (2,78%) mengalami gingivitis. Gingivitis paling banyak terdapat pada usia 7 dan 8 tahun yaitu masing-masing sebanyak 9 murid (36%). Gingivitis dengan frekuensi menyikat gigi 1 kali sehari merupakan jumlah terbesar yaitu sebanyak 15 murid (60%). Gingivitis yang terjadi pada subjek yang menyikat gigi menyikat gigi selain pada waktu setelah sarapan atau sebelum tidur merupakan jumlah terbesar yaitu sebanyak 18 murid (72%). Gingivitis yang terjadi pada subjek dengan cara menyikat gigi metode maju mundur merupakan jumlah terbesar yaitu sebanyak 21 murid (84%). Kata kunci:Gingivitis, Papilla Bleeding Index (PBI), frekuensi menyikat gigi, waktu menyikat gigi, cara menyikat gigi.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="92342">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92343">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92344">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11505</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92345">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92346">
                <text>Fakultas Kedokteran Gigi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92347">
                <text>GINGIVITIS - DENTISTRY</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="92348">
                <text>TOOTHBRUSHING</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92349">
                <text>DISTRIBUSI FREKUENSI GINGIVITIS DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI MURID SDN 22 USIA 7-9 TAHUN KECAMATAN BAITURRAHMAN                       BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11427" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93743">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93744">
                <text>Untuk mengetahui sektor dan unggulan daerah Kabupaten Aceh Utara diperlukan suatu metode yang digunakan  untuk mengkaji dan mengukur pertumbuhan ekonomi daerah  yang  dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mempercepat laju pertumbuhannya.Penelitian ini bertujuan menentukan sektor unggulan pada kebupaten Aceh Utara sebagai suatu pedoman dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Aceh Utara  dan Provinsi Aceh tahun 2007-2012. Model analisis yang digunakan  adalah model Location Quotient ( LQ), shift share dan Kontribusi Sektor. Dari Hasil analisis indeks  LQ  yang merupakan sektor basis adalah sektor pertanian, sektor industri  pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor Keuangan, Sewa, dan Jasa perusahaan, Hasil analisis shift share menunjukan sektor yang tumbuh cepat di provinsi adalah sektor listrik dan air minum, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor perbankan dan lembaga keuangan,  sedangkan sektor yang kompetitif adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik dan air minum, sektor bangunan dan kontruksi, sektor perdagangan, hotel dan restaurant, sektor Keuangan, Sewa, dan Jasa perusahaan, serta sektor jasa-jasa. Hasil analisis kontribusi sektor, sektor yang mempunyai kontribusi rata-rata yang lebih besar dibanding provinsi adalah sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta Keuangan, Sewa, dan Jasa perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan dari ketiga analisis di atas dapat disimpulkan bahwa sektor yang merupakan sektor unggulan dengan kriteria sektor basis, tumbuh cepat di provinsi, kompetitif, serta mempunyai kontribusi yang lebih besar dibanding provinsi adalah sektor Keuangan, Sewa, dan Jasa perusahaan. Kata Kunci : Sektor unggulan, Produk domestik regional bruto, Location Quotient, Shift Share,</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93745">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11913</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93746">
                <text>ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN ACEH UTARA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11545" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94288">
                <text>MUHAMMAD IQBAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94289">
                <text>ABSTRAKDi era globalisali seperti saat ini telah terjadi perkembangan baik dibidang ekonomi, informasi dan teknologi yang menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup dan pola makan, dan berakibat pada kondisi hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia diketahui dapat menyebabkan terjadinya penigkatan radikal bebas dalam tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan fungsi sel dan organ dengan cara merusaknya, salah satunya pada proses spermatogenesis yang dapat menyebabkan penurunan daripada kualitas dan kuantitas sperma yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya infertilitas. Tujuan dari pada penelitian untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit manggis dan ekstrak tomat dalam meningkatkan jumlah sel leydig pada tikus putih Rattus Norvegicus strain wistar hiperkolesterolemik. Desain penelitian ini adalah penelitian experimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola satu arah dengan subjek penelitian berupa tikus putih strain wistar sebanyak 30 ekor dan dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, dan diberi perlakuan selama 20 hari, untuk kemudian dikorbankan dan diambil organ testisnya. Selanjutnya masing-masing sel Leydig akan dinilai jumlahnya untuk kemudian dibandingkan antar kelompok perlakuan. Hasil perhitungan akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah yang nanti akan dilanjutkan dengan uji Least Significant Defferences (LSD) untuk menilai signifikansi perbandingan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok kontrol positif (KP) terjadi penurunan jumlah sel Leydig dan terjadi peningkatan kembali pada kelompok perlakuan yang diberikan pakan tinggi kolesterol secara bersamaan dengan pemberian ekstrak kulit manggis, ekstrak tomat dan simvastatin. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kulit manggis, ekstrak tomat dan simvastatin dapat meningkatkan jumlah sel Leydig pada tikus putih Rattus Norvegicus strain wistar hiperkolesterolemik, dimana pemberian ekstrak tomat lebih baik secara nyata bila dibandingkan dengan kelompok perlakuan ekstrak kulit manggis dan simvastatin. Kata Kunci: ekstrak kulit manggis, ekstrak tomat, sel Leydig, tikus hiperkolesterolemik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94290">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12065</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94291">
                <text>PERBANDINGAN PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA), DAN EKSTRAK TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL) TERHADAP JUMLAH SEL LEYDIG TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR HIPERKOLESTEROLEMIK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
