<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=830&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-08-16T23:44:16+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>830</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="12226" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98402">
                <text>Muhammad Ikhwan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98403">
                <text>ABSTRAKJudul:Pengaruh Pengaluaran Pemerintah Pada Sektor Pendidikan dan PDRB Per Kapita Terhadap Pembangunan Pendidikan di Provinsi Aceh.Nama : Muhammad IkhwanNIM : 1101101010038Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Ekonomi PembangunanDosen Pembimbing : Zulkifli, S.E.,M.Si.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan dan PDRB per kapita terhadap pembangunan pendidikan di Provinsi Aceh dengan menggunakan pengujian data panel. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah angka melek huruf dan angka partisipasi sekolah dasar dan menengah, sedangkan pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan dan PDRB per kapita digunakan sebagai variabel bebas. Ruang lingkup penelitian ini meliputi 23 kabupaten / kota yang ada di Provinsi Aceh dengan menggunakan data tahun 2008-2012 yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengeluaran pemerintah dan PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap angka melek huruf. Selanjutnya pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap angka partisipasi sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). PDRB per Kapita juga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap angka partisipasi sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan untuk angka partisiasi sekolah menengah atas  (SMA) berpengaruh positif dan signifikan. Terbukti bahwa pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan dan PDRB per kapita mempengaruhi pembangunan pendidikan di Provinsi Aceh. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh harus memprioritaskan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pendidikan lebih besar dan meningkatkan kemampuan perekonomian daerah agar pembangunan pendidikan di Provinsi Aceh menjadi lebih baik.Kata Kunci : Pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan, PDRB per kapita, angka melek huruf, angka partisipasi sekolah, data panel, Random Effect Model, APBD.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98404">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12940</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98405">
                <text>PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH PADA SEKTOR PENDIDIKAN DAN PDRB PER KAPITA TERHADAP PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI PROVINSI ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13586" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107953">
                <text>Muhammad Ikram</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107954">
                <text>Proses gurdi adalah proses pemesinan yang paling sederhana di antara proses pemesinan yang lain. Gaya potong merupakan beberapa karakteristik kualitas yang kritis dari proses gurdi yang meliputi kecepatan spindel, kecepatan pemakanan, dan diameter pahat potong memiliki pengaruh terhadap ukuran kualitas tersebut. Oleh karena, itu, suatu optimasi untuk mendapatkan gaya potong yang minimum . Penelitian ini dilakukan dengan proses gurdi pada papan partikel kayu meranti dengan memvariasikan parameter proses pemesinan yaitu, kecepatan spindel 1000, 3000, 5000 rpm, kecepatan pemakanan 75, 150, 225 mm/menit, dan diameter pahat potong 10, 12, 14 mm. Untuk mengetahui besarnya gaya yang terjadi pada setiap proses pemesinan tersebut diukur dengan mengunakan dynamometer kistler Type 9272 dan didapatkan gaya potong maksimum pada proses gurdi pada kecepatan spindel 5000 rpm, kecepatan pemakanan 225 mm/menit, dan diameter pahat potong 14 mm yaitu 435.1826 N. Sedangkan gaya potong minimum terjadi pada proses gurdi pada kecepatan 1000 rpm, kecepatan pemakanan 75 mm/menit, dan diameter pahat potong 10 mm yaitu 31.0516 N.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107955">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14666</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107956">
                <text>GAYA PEMOTONGAN PADA PROSES MENGGURDI PAPAN PARTIKEL KAYU MERANTI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9914" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86681">
                <text>Muhammad Ilham</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86682">
                <text>MUHAMMAD ILHAM. 1005106010075. Anaerobik Co-Digesi Limbah Cair Sapi Dengan Kulit Kakao Menggunakan Reaktor Semi-Kontinu Untuk Produksi Biogas. Dibawah bimbingan Darwin, S.TP., M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Hendri Syah, S.TP., M.Si sebagai Pembimbing Anggota.RINGKASANLimbah kotoran ternak adalah salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan, limbah ini mempunyai andil dalam pencemaran lingkungan karena limbah kotoran ternak sering menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kenyamanan hidup masyarakat di sekitar peternakan. Untuk menangani permasalahan tersebut, maka dengan menggunakan teknologi pengolahan limbah secara anaerobik semi kontinu dapat menghasilkan biogas dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. Untuk meningkatkan produksi biogas dari limbah kotoran ternak dapat dilakukan penambahan biomasa kulit kakao yang sudah dikeringkan dan dihaluskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi kulit kakao dalam produksi biogas melalui aplikasi anaerobik digesi dengan limbah cair sapi serta mengevaluasi proses digesi melalui reaktor semi kontinu. Tahapan awal dari penelitian ini adalah merakit alat reaktor semi kontinu dengan volume kerja 3000 mL, mengambil limbah cair sapi dan mempersiapkan bahan biomasa (kulit kakao). Kemudian limbah cair sapid an kulit kakao dimasukkan ke dalam reaktor semi kontinu untuk dilakukan pengolahan anaerobik yang dapat emnghasilkan biogas. Produksi biogas di catat setiap harinya dengan melihat gas yang masuk kedalam gelas ukur dan dilakukan feeding setiap harinya dengan tujuan agar makanan untuk mikroorganisme selalu tersedia. Parameter yang di ukur adalah total solid, volatile solid, chemical oxygen demand, total kjedahl nitrogen, total dissolved solid dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi biogas dari limbah cair sapi tanpa campuran dan limbah cair sapi dengan campuran kulit kakao terus mengalami peningkatan setiap harinya selama 25 hari penelitian yang menggunakan reaktor anaerobik semi-kontinu. Hal ini disebabkan oleh suhu yang selalu stabil pada 35 0C (suhu mesophilik) yang dikontrol menggunakan termostat, derajat keasaman (pH) pada kondisi optimal yaitu antara 6,5 sampai dengan 7,5 (dimana kondisi inilah yang sangat  bagus dan baik untuk produksi biogas) dan proses feeding yang setiap hari dilakukan. Produksi biogas dari limbah cair sapi tanpa campuran setiap harinya dapat dirata-ratakan sebesar 30,2 mL selama 25 hari penelitian karena kandungan bahan organik dari limbah cair sapi tanpa campuran lebih sedikit. Sedangkan produksi biogas dari limbah cair sapi dengan campuran kulit kakao setiap harinya dapat dirata-ratakan sebesar 337,8 mL karena kandungan bahan organiknya lebih banyak.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86683">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9832</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86684">
                <text>ANAEROBIK CO-DIGESI LIMBAH CAIR SAPI DENGAN KULIT KAKAO MENGGUNAKAN REAKTOR SEMI-KONTINU UNTUK PRODUKSI BIOGAS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2729" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26027">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26029">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26031">
                <text>Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu perilaku menyimpang yang termasuk dalam masalah sosial yang krusial dan harus diselesaikan karena dapat mengganggu keseimbangan masyarakat. Penyalahgunaan narkoba di dunia terus meningkat setiap tahun. Di Indonesia, penyalahgunaan narkoba menjadi fenomena sosial yang terus berkelanjutan dan Aceh merupakan provinsi dengan jumlah penyalahgunaan  tertinggi keempat pada tahun 2012.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyalahgunaan narkoba dapat terjadi di Banda Aceh, untuk mengetahui faktor-faktor sosial yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh dan bagaimana hubungan analitikalnya. Penelitian ini dilakukan di panti rehabilitasi narkoba Rumoh Geutanyoe Banda Aceh, dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 10 orang. Data yang dikumpulkan melalui wawancara di analisa dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu dengan pendekatan kualitatif. Secara umum responden sudah mengetahui tentang narkoba namun tidak memahami dampaknya bagi kehidupan. Faktor individu yang menjadi penyebab dalam penelitian ini adalah rasa ingin tahu dan mencoba-coba. Faktor keluarga yang menjadi penyebab adalah hubungan keluarga yang harmonis disertai dengan anggota kelurga lain yang menjadi pecandu, keluarga harmonis namun individu menarik diri dari keluarga dan hubungan keluarga yang tidak harmonis. Faktor lingkungan yang medukung tersedianya sarana dan prasana menjadi penyebab terbesar dari penyalahgunaan narkoba.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="26032">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26033">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26035">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2075</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26037">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26039">
                <text>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26041">
                <text>DRUG ABUSE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26043">
                <text>Penyalahgunaan Narkoba di Banda Aceh(Studi Kasus di Panti Rehabilitasi Rumoh Geutanyoe, Banda Aceh)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3420" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33848">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33850">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33852">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33854">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33855">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2752</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33856">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33858">
                <text>Fakultas Ekonomi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33860">
                <text>FREE TRADE</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="33861">
                <text>INTERNATIONAL TRADE</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="33863">
                <text>EXPORT TRADE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33865">
                <text>Analisis Dampak ACFTA (ASEAN - China Free Trade Area) Terhadap Ekspor Netto dan PDB Indonesia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4155" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="42537">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="42538">
                <text>ABSTRAKMUHAMMAD IQBALPERAN STRATEGIS PARTAI KEADILAN               2013                    SEJAHTERA (PKS) DALAM MELAKUKAN PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA DI BANDA ACEH (Suatu Kajian Di Dewan Pimpinan  Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Banda Aceh )(viii-73), pp, bibl,app, Tabl.(Zainal Abidin SH, M.Si dan Effendi Hasan MA)Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai berbasis kader yang fokus pada proses pengkaderan dalam membangun partai. PKS sangat berperan penting dalam melakukan proses pendidikan politik terhadap masyarakat terutama generasi muda guna meningkatkan pemahaman, kemampuan dan partisipasi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial dan politik.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran strategis PKS dalam melakukan pendidikan politik bagi pemilih pemula, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan PKS Kota Banda Aceh serta kendala-kendala yang  PKS Kota Banda Aceh dalam melakukan pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kota Banda Aceh. Data penulisan skripsi didapatkan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dengan cara mengkaji buku-buku, dan bahan-bahan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer yang dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.Hasil penelitian menunjukkan PKS Kota Banda Aceh memaksimalkan fungsi Badan Generasi Muda dan Profesi (GMPRO) dalam melakukan proses pendidikan politik terhadap generasi muda dan pemilih pemula. GMPRO baik secara mandiri maupun bermitra dengan lembaga lain mengoptimalkan perannya dalam melakukan pendidikan politik bagi pemilih pemula melalui berbagai kegiatan seminar, pelatihan dan diskusi dengan skala tertentu. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan PKS dalam melakukan pendidikan politik bagi pemilih pemula diantaranya adalah selain dengan adanya GMPRO juga didukung oleh proaktif pemilih pemula yang terlibat, pendanaan, dukungan publik serta dengan memaksimalkan konsolidasi ditingkat eselon kepemimpinan. Adapun kendala yang dihadapi PKS Kota Banda Aceh diantaranya adalah isu negatif akibat kasus mantan presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq, partisipasi pemilih pemula yang sedikit, serta keterbatasan SDM dan fasilitas yang memadai. Disarankan kepada DPD PKS Kota Banda Aceh dan seluruh pelaku pendidikan agar memaksimalkan perannya dalam melakukan pendidikan politik bagi pemilih pemula. Kata kunci: Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pendidikan politik, pemilih pemula.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="42540">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3584</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="42542">
                <text>PERAN STRATEGISPARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM MELAKUKAN PENDIDIKAN POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA DI BANDA ACEH (Suatu Kajian Di Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Banda Aceh)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6239" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61462">
                <text>MUHAMMAD IQBAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61463">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61465">
                <text>Penelitian ini berjudul preferensi penggunaan Blackberry daripada smartphone lain di masyarakat Gampong Barabung kecamatan Darussalam Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keperluan masyarakat Gampong Barabung menjadikan Blackberry sebagai preferensi dan untuk mengetahuhui alasan masyarakat Gampong Barabung lebih memilih menggunakan Blackberry dibandingkan smartphone lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan alat pengumpulan data adalah observasi, dan kuesioner. Dalam penelitian ini, cara pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling dan yang menjadi sampel sebanyak 38 orang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis tabel tunggal dan kemudian diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keperluan masyarakat Gampong Barabung menggunakan Blackberry adalah paling banyak untuk bersantai atau mengisi waktu luang yaitu sebanyak 76,3% dan untuk berinteraksi dengan orang lain dan meningkatkan pergaulan, yaitu sebanyak 65,3%. Keperluan lainnya adalah untuk mengakses informasi dan juga untuk meningkatkan kepercayaan diri. Sedangkan alasan masyarakat Gampong Barabung lebih memilih menggunakan Blackberry dibandingkan smartphone lain karena telah mempertimbangkan beberapa unsur yang membedakan produk smartphone, yaitu kualitas, fitur, desain, dan harga. Dalam hal ini alasan yang paling banyak yang menjadi pertimbangan adalah dari segi kualitas produk, yaitu sebanyak 78,9% setuju bahwa Blackberry memiliki sistem operasi yang stabil, kinerjanya bagus, mudah digunakan, keamanan data yang bagus, dan cenderung kebal terhadap virus.Kata kunci: Smartphone, Uses and Gratifications Theory, Atribut Produk</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="61467">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61469">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5643</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61471">
                <text>Fakultas FISIPOL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61473">
                <text>PREFERENSI PENGGUNAAN BLACKBERRY DARIPADA SMARTPHONE LAIN DI MASYARAKAT GAMPONG BARABUNG KECAMATAN DARUSSALAM ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6890" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="66383">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="66385">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=6276</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="66387">
                <text>PROSES REKRUTMEN DAN KADERISASI CALON ANGGOTA LEGISLATIF DI DEWAN PIMPINAN WILAYAH PARTAI NASDEM ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="7202" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68943">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68945">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=6568</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68947">
                <text>MANAJEMEN TARIF JASA AERONAUTIKA PADA ANGKASA PURA II INDONESIA'S AIRPORT COMPANY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8037" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75475">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75476">
                <text>ABSTRAKPlanetarium di Aceh BesarOleh :Muhammad Iqbal1004104010053Pengetahuan merupakan salah satu hal yang dapat membangun bangsa, terutama ilmupengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terus mengalami perkembangan pesat seiringdengan kemajuan peradaban manusia. Ada berbagai cabang ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari. Salah satu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat penting danmenarik untuk di pelajari adalah cabang ilmu astronomi. Akan tetapi ilmu astronomimerupakan cabang ilmu yang membutuhkan daya imajinasi yang tinggi untuk dipelajari,oleh karena itu dibutuhkan sebuah wadah yang dapat meningkatkan daya imajinasi untukmempelajari astronomi secara visual dalam bentuk planetarium.Tujuan dari penulisan ini adalah membangun fasilitas berupa planetarium yangberfungsi sebagai wadah untuk memberikan wawasan yang luas kepada masyarakat umummengenai bidang ilmu astronomi. Bangunan ini dilengkapi dengan seperangkat alat sepertiproyektor dan teropong bintang yang dapat memproyeksikan secara akurat kedudukanbintang dan benda langit lainnya dalam waktu tertentu dari berbagai titik. Planetarium jugadapat digunakan oleh pemerintah, MUI, dan peneliti untuk mengetahui pergerakan bendalangit sehingga mempermudah penentuan waktu tertentu, perkiraan cuaca, hingga penelitianobjek luar angkasa yang berdampak positif bagi seluruh masayarkat indonesia.Berhubungan dengan fungsi dari planetarium adalah sebagai sarana dan wadahedukasi dalam bidang astronomi, bangunan ini akan didesain dengan menggunakan temaanalogi dari bentuk objek yang terdapat di alam semesta, yaitu planet dan lintasan orbitnyahingga pesawat luar angkasa. Hal ini dirasa sesuai dengan fungsi bangunan, serta dapatmenginformasikan fungsi dari bangunan secara visual kepada pengunjung, dan pengamatarsitektur.Pada bangunan ini, terdapat fasilitas pengelola, fasilitas edukasi, fasilitas hiburan,dan fasilitas penunjang. Fasilitas-fasilitas ini disediakan sebagai jawaban dari aktivitasaktivitasyang terjadi dan dibutuhkan oleh pengunjung yang mengunjungi pusat EdukasiHiburan ini.Bangunan Planetarium di Aceh Besar ini direncanakan berlokasi di pada Jln.Belibis, neuheun, kecamatan mesjid raya ,kabupaten Aceh Besar. Planetarium inidiharapkan menjadi sebuah pusat edukasi hiburan yang mampu meningkatkan wisatawannusantara dan mancanegara, yang akan mengunjungi Banda Aceh.Kata kunci : Astronomi, Planetarium, Edukasi Hiburan, Arsitektur Analogi, Aceh Besar.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75477">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7540</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75479">
                <text>PERANCANGAN PLANETARIUM DI ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
