<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=819&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-08-16T15:27:14+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>819</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="4655" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47665">
                <text>USWATUL HASANAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47667">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47669">
                <text>Permasalahan status gizi menjadi masalah yang serius di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Aceh. Berdasarkan data riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan tahun 2011 menunjukkan 38,9 persen balita di Aceh mengalami gizi buruk, angka ini berada di atas persentase penderita gizi buruk tahun 2010 yaitu 23,7persen, Hal inimengindikasikan adanya peningkatan jumlah balita penderita gizi buruk di Provinsi Aceh. Jumlah kasus gizi buruk merupakan data cacah yang mengikuti Distribusi Poisson, oleh karena itu salah satu metode yang dapat digunakan adalah Generalized Poisson Regression (GPR). Model Generalized Poisson Regression (GPR) merupakan salah satu model alternatif yang digunakan untuk mengatasi kejadian overdispersion pada data berdistribusi Poisson. Penaksiran parameter dari model Generalized Poisson Regression (GPR) dapat diperoleh dengan menggunakan metode maximum likelihood estimation. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah balita penderita gizi buruk di Provinsi Aceh tahun 2011 dan mendapatkan model Generalized Poisson Regression (GPR) terbaik berdasarkannilai AIC (Akaike Information Criteria). Data jumlah balita penderita gizi buruk menunjukkan terjadinya kejadian overdispersion, sehingga pemodelan dapat dilakukan dengan metode Generalized Poisson Regression (GPR). Model terbaik yang didapatkan berdasarkan nilai AIC (Akaike Information Criteria) adalah? ?=exp?(0.662+??1.984x10?^(-5) X?_1+0.023 X_2-0.103 X_7 )  dan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap jumlah balita penderita gizi buruk adalah jumlah penduduk miskin, persentase RT penerima jamkesmas, dan persentase RT nelayan.Kata Kunci :Gizi Buruk, Overdispersion, Akaike Information Criteria, Generalized Poisson Regression</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="47671">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47673">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4049</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47675">
                <text>Fakultas mipa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47676">
                <text>PENERAPAN GENERALIZED POISSONH REGRESSIN (GPR) DALAM MEMODELKAN ANGKA PENDERITA GIZI BURUK DI PROVINSI ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8905" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81915">
                <text>Cut Raisa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81917">
                <text>Persimpangan merupakan bagian dari persilangan ruas jalan yang berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas, terutama simpang bersinyal yang dirancang untuk mengurangi konflik pada simpang. Manajemen lalu lintas simpang yang baik selain mengurangi konflik, juga menghindari terjadinya antrian pada simpang bersinyal. Salah satu bentuk dari manajemen lalu lintas adalah penentuan waktu siklus dan fase yang efisien. Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh diatur dengan empat fase dan waktu siklus yang belum efisien karena masih menimbulkan antrian dan tundaan pada simpang tersebut. Volume lalu lintas yang tinggi pada Simpang tersebut mengakibatkan antrian simpang yang terjadi menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan waktu siklus dan fase yang efisien dengan penerapan graf kompatibel pada Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan Manual kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dengan menganalisis waktu siklus dan fase eksisting yang sebelumnya empat fase, kemudian direncanakan dengan menerapkan graf kompatibel menjadi dua fase dengan empat sub fase, sehingga diperoleh waktu siklus yang lebih efisien terhadap antrian dan tundaan. Data primer terdiri dari data geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping yang diperoleh dari survai di lapangan selama tiga hari, data volume lalu lintas rencana yang digunakan yaitu data arus puncak pada periode pagi hari Rabu 21 Mei 2014. Data sekunder terdiri dari waktu siklus dan fase eksisting, dan data penduduk. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah setelah penerapan graf kompatibel pergerakan pada setiap pendekat-waktu hijau Simpang Jambo Tape disesuaikan dengan tinggi rendahnya arus lalu lintas puncak. Pada kondisi waktu siklus dan fase eksisting, derajat kejenuhan simpang &gt;0,85, antrian dan tundaan rata-rata simpang yaitu 138 m dan 126 det/smp. Sedangkan pada kondisi rencana penerapan graf pada waktu siklus dan fase, derajat kejenuhan menjadi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81919">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8485</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81921">
                <text>PENERAPAN GRAF KOMPATIBEL PADA EFISIENSI WAKTU SIKLUS DAN FASE SIMPANG JAMBO TAPE KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9116" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="83032">
                <text>Cut Raisa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="83033">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="83034">
                <text>Persimpangan merupakan bagian dari persilangan ruas jalan yang berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas, terutama simpang bersinyal yang dirancang untuk mengurangi konflik pada simpang. Manajemen lalu lintas simpang yang baik selain mengurangi konflik, juga menghindari terjadinya antrian pada simpang bersinyal. Salah satu bentuk dari manajemen lalu lintas adalah penentuan waktu siklus dan fase yang efisien. Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh diatur dengan empat fase dan waktu siklus yang belum efisien karena masih menimbulkan antrian dan tundaan pada simpang tersebut. Volume lalu lintas yang tinggi pada Simpang tersebut mengakibatkan antrian simpang yang terjadi menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan waktu siklus dan fase yang efisien dengan penerapan graf kompatibel pada Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan Manual kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dengan menganalisis waktu siklus dan fase eksisting yang sebelumnya empat fase, kemudian direncanakan dengan menerapkan graf kompatibel menjadi dua fase dengan empat sub fase, sehingga diperoleh waktu siklus yang lebih efisien terhadap antrian dan tundaan. Data primer terdiri dari data geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping yang diperoleh dari survai di lapangan selama tiga hari, data volume lalu lintas rencana yang digunakan yaitu data arus puncak pada periode pagi hari Rabu 21 Mei 2014. Data sekunder terdiri dari waktu siklus dan fase eksisting, dan data penduduk. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah setelah penerapan graf kompatibel pergerakan pada setiap pendekat-waktu hijau Simpang Jambo Tape disesuaikan dengan tinggi rendahnya arus lalu lintas puncak. Pada kondisi waktu siklus dan fase eksisting, derajat kejenuhan simpang &gt;0,85, antrian dan tundaan rata-rata simpang yaitu 138 m dan 126 det/smp. Sedangkan pada kondisi rencana penerapan graf pada waktu siklus dan fase, derajat kejenuhan menjadi</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="83035">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="83036">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8741</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="83037">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="83038">
                <text>PENERAPAN GRAF KOMPATIBEL PADA EFISIENSI WAKTU SIKLUS DAN FASE SIMPANG JAMBO TAPE KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8904" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81907">
                <text>Muhammad Fitrahadi Akbar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81909">
                <text>Simpang bersinyal merupakan salah satu persimpangan yang diatur oleh sinyal lalu lintas (traffic light) untuk mengurangi konflik persimpangan, juga menghindari antrian kendaraan. Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh merupakan simpang bersinyal empat lengan yang diatur oleh lampu lalu lintas empat fase. Nyala lampu lalu lintas diatur dari penentuan waktu siklus dan fase sehingga kendaraan bisa berjalan dengan teratur tanpa terjadinya konflik. Pada simpang Jambo Tape berpotensi terjadinya tundaan (delay) karena selama ini pengaturan nyala lampu lalu lintas dibuat tetap dan tidak bisa beradaptasi dengan kepadatan lalu lintas sehingga mengakibatkan antrian yang panjang pada jam-jam puncak (peak hour). Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan graf kompatibel pada waktu siklus eksisting masing-masing lampu lalu lintas Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode graf kompatibel dengan menganalisa waktu siklus dan fase eksisting yang kemudian didapat arus-arus lajur pedekat yang kompatibel. Data primer terdiri dari data geometri dan volume lalu lintas yang diperoleh dari survei lapangan. Data sekunder terdiri dari data waktu siklus dan fase eksisting di lokasi penelitian. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data, didapat volume puncak simpang terjadi di hari Rabu, 21 Mei 2014 pada pukul 07.00-08.00 WIB sebesar 2248,286 smp/jam. Hasil dari penerapan graf kompatibel didapat arus-arus yang saling kompatibel dimana, arus lurus Jl. Syiah Kuala saling kompatibel dengan arus lurus Jl. T. Hasan dek Hal ini juga berlaku pada Jl. Tgk. Daud Beureueuh, arus lurus Jl. Tgk. Daud Beureueuh arah Simpang Lima dan arah Lampriet saling kompatibel. Arus-arus tersebut saling kompatibel dengan masing-masing arus belok kanan dan belok kiri langsung jalan tersebut serta arus kiri langsung dari semua pendekat. Hal ini tentu diharapkan mengurangi kemacetan dan antrian pada simpang serta meningkatkan kinerja simpang  Jambo Tape Kota Banda Aceh.Kata kunci : Waktu siklus dan fase simpang, arus lalu lintas, graf kompatibel</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81911">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8484</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="81913">
                <text>PENERAPAN GRAF KOMPATIBEL PADA PENENTUAN WAKTU SIKLUS DAN FASE EKSISTING SIMPANG JAMBO TAPE KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14759" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114708">
                <text>Kasmi Laila</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114709">
                <text>ABSTRAKKata Kunci :Penerapan, Inquiry role approach, Hasil BelajarSalah satu masalah yang terjadi pada pendidikan saat ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran fisika. Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di SMA Negeri 1 Darussalam, diperoleh informasi bahwa kegiatan pembelajaran fisika kurang dapat menumbuhkan semangat dan keaktifan siswa dalam proses belajar. Namun belum ada upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan menggunakan model lain. Hal ini dikarenakan oleh kurang tepatnya penggunaan model pembelajaran yang digunakan oleh guru serta banyak guru yang masih banyak menggunakan model atau pendekatan yang masih terfokus kepada guru sehingga membuat siswa kurang aktif. Oleh karena itu penulis memilih Inquiry role approach untuk diterapkan pada materi momentum dan impuls diharapkan dapat meningkatnya hasil belajar siswa pada materi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, kemampuan guru mengelola kelas dan respon siswa terhadap pembelajaran melalui penerapan Inquiri Role pada pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri 1 Darussalam. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan instrumen-instrumen yang terdiri dari tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan Inquiry role approach dan lembar respon siswa. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hal ini dapat disimpulkan bahwa: penerapan Inquiry role approach dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi momentum  dan impuls dari siklus 1,2 dan 3 yaitu 76,87%, 80%  dan 88,75%, aktifitas guru dan siswa sudah mencerminkan pembelajaran inquiry role approach, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran materi momentum dan impuls dengan menggunakan Inquiry role approach pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Darussalam  secara umum dapat dikatakan dalam katagori baik dan respon siswa terhadap pembelajaran Inquiry role approach menyetujui kegiatan KBM dengan Inquiry role approach dan berminat untuk mengikuti KBM selanjutnya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114710">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16258</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114711">
                <text>PENERAPAN INQUIRY ROLE APPROACH (INKUIRI PENDEKATAN PERAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DARUSSALAM</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="5114" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51757">
                <text>nadhia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51759">
                <text>KATA KUNCI :Kegiatan Ekstrakurikuler,Penerapan penelitian ini berjudul "Penerapan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar (SD) Sekecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh". penelitian ini mengangkat masalah tentang adakah kepala sekolah dan guru (SD)Sekecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh menerapkan kegiatan ekstrakurikuler dan apa saja jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD) Sekecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui ada tidaknya kepala sekolah dan guru di Sekolah Dasar(SD)Sekecamatan Ulee Kareng menerapkan kegiatan ekstrakurikuler, dan (2) jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD) Sekecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi dan pengolahan data menggunakan teknik rumus statistik persentase. Populasi penelitian ini adalah :kepala sekolah dan guru yang terdiri dari 6 Sekolah Dasar mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI dengan masing-masing sekolah mempunyai 6 kelas.Sampel penelitian adalah 6 orang kepala sekolah 12 orang guru. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru serta kepala sekolah  Dasar Sekecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh telah melaksanakan semua jenis kegiatan ekstrakurikuler, tetapi tidak semua dimensi kegiatan ekstrakurikuler diterapkan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51761">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4492</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51763">
                <text>PENERAPAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER DI SEKOLAH DASAR (SDRN0 SEKECAMATAN ULEE KARENG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13516" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107535">
                <text>NURHUSNINA ASRIYANTI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107536">
                <text>ABSTRAKNURHUSNINA A,2015PENERAPAN KETENTUAN PIDANA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 1961 TENTANG PENGUMPULAN UANG TANPA IZIN DI KOTA BANDA ACEHFakultas Hukum Unsyiah(v,57)pp,tbl.biblTarmizi, SH. M.Hum.Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang mengatur dalam hal setiap melakukan  pengumpulan uang harus mempunya izin dari pejabat yang berwenang. Melakukan pengumpulan uang dengan tanpa izin maka dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana terdapat dalam pasal 8 ayat (1). Namun dalam prakteknya banyak kotak amal yang beredar di Kota Banda Aceh tidak mempunyai izin dari Pejabat yang berwenang. Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan kendala penanggulangan terhadap  pengumpulan uang tanpa izin, untuk menjelaskan ketentuan pidana dari undang-undang nomor 9 tahun 1961 tidak pernah diterapkan, untuk menjelaskan upaya penyelesaian yang dilakukan terhadap pelanggaran pengumpulan uang tanpa izin.Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Data sekunder dilakukan dengan cara membaca peraturan perundang-undangan dan buku-buku, penelitian lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden, informan, dan akademisi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala penanggulangan terhadap pengumpulan uang tanpa izin adalah pembinaan terhadap orang yang melakukan pengumpulan uang tanpa izin sulit untuk ditemukan, tidak adanya penyidik pegawai negeri sipil untuk melakukan pengawasan, masyarakat kurang sadar hukum, aggaran terbatas terkait dengan  pembinaan dan penerapan sanksi. Ketentuan pidana tidak pernah diterapkan karena dalam tahap sosialisasi, padahal undang-undang sudah berlaku sejak tahun 1961. Upaya penyelesaian yang dilakukan terhadap pelanggaran pengumpulan uang tanpa izin adalah perlu dibuatnya Qanun tentang pengumpulan uang, penegakkan hukum terkait pengumpulan uang tanpa izin harus ditegakkan, meningkatkan sosialisasi pengumpulan uang tanpa izin, dilakukannya pengawasan dengan membentuk penyidik pegawai negeri sipil.Disarankan kepada Dinas Sosial untuk dapat membentuk PPNS guna mempermudah Dinas Sosial untuk memberikan sanksi terhadap pengumpul uang tanpa izin di Kota Bnda Aceh. ketentuan pidana berdasarkan Undang-undang pengumpulan uang  harus diterapkan. Serta kepada Pemerintah untuk dapat membuat mencabut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1961 karena tidak sesuai lagi dengan keadaan yang dewasa ini.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107537">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14587</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107538">
                <text>PENERAPAN KETENTUAN PIDANA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 1961 TENTANG PENGUMPULAN UANG TANPA IZIN DI KOTA BANDAACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6651" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64695">
                <text>Namira Melianda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64697">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64699">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64701">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=6033</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64703">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64705">
                <text>PENERAPAN KETENTUAN PIDANA TENTANG MEMPERNIAGAKAN TELUR PENYU DI WILAYAH KONSERVASI  RN(SUATU PENELITIAN DI LHOK LAMPUUK KABUPATEN ACEH BESAR)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6648" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64673">
                <text>Namira Melianda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64675">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64677">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64679">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=6031</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64681">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="64683">
                <text>PENERAPAN KETENTUAN PIDANA TENTANG MEMPERNIAGAKAN TELUR PENYU DI WILAYAH KONSERVASI(SUATU PENELITIAN DI LHOK LAMPUUK KABUPATEN ACEH BESAR)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13744" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="108948">
                <text>SRI YULIA RAHMAYANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="108949">
                <text>Pasal  5  Undang-undang  Nomor  23  Tahun  2004  Tentang  Penghapusan Kekerasan  Dalam  Rumah  Tangga  (PKDRT)  menyebutkan  bahwa  setiap  orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya dengan cara:  a.  kekerasan fisik,  b.  kekerasan psikis,  c.  kekerasan seksual dan/atau penelantaran rumah tangga.  Pada  kenyataannya  Kekerasan  Dalam  Rumah  Tangga  (KDRT)  masih  sering terjadi, bahkan dialami oleh pembantu rumah tangga (PRT). Penulisan  skripsi  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  faktor  penyebab  majikan melakukan  KDRT  terhadap  PRT;  dan  menjelaskan  penyelesaian  tindak  pidana KDRT diluar pengadilan; untuk menjelaskan hambatan dan upaya yang di hadapi penegak hukum. Data dalam skripsi ini diperoleh dari data sekunder dengan cara melakukan penelitian  kepustakaan  serta  menelaah  buku-buku  teks  dan  peraturan  perundang- undangan. Data primer diperoleh dengan melakukan teknik pengambilan data dan wawancara dengan sejumlah responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab majikan adalah faktor ketidak  senangan  majikan  terhadap  PRT,  faktor  psikologis,  dan  faktor  ekonomi. Faktor penyebab penyelesain tindak pidana KDRT tidak sampai pada pengadilan adalah  karena  tidak  cukup  bukti  dan  adanya  mediasi.  hambatan  yang  dihadapi  aparat  penegak  hukum  dalam  menanggulangi  karena  Korban  tidak  dapat mengajukan  bukti  yang  akurat  dan  korban  mencabut  pengaduannya.  Sedangkan upaya yang dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum adalah mensosialisasikan Undang-undang PKDRT dan membekali ilmu tentang hukum kepada PRT. Disarankan    agar  semua  pihak  yang  terkait,  baik  Kepolisian,  lembaga- lembaga  bantuan  hukum,  sampai  pihak  pemerintah  serta  masyarakat  agar  terus meningkatkan kerjasama secara terpadu dalam menanggulangi terjadinya  KDRT, khususnya kejahatan kekerasan psikis terhadap pembantu rumah tangga.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="108950">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14875</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="108951">
                <text>PENERAPAN KETENTUAN PIDANA TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA OLEH MAJIKAN TERHADAP PEKERJA RUMAH TANGGA  (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES ACEH BARAT)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
