<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=795&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-08-14T19:14:55+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>795</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="7648" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="72588">
                <text>ERRU TRI PRAYOGO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="72590">
                <text>ABSTRAKErru Tri PrayogoPEMBUKTIAN TINDAK PIDANA TERORISME        2014              Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi, 69). pp., bibl.(RIZA NIZARLI, S.H., M.H)Selama beberapa tahun terakhir ini kejahatan telah berkembang semakin pesat dan meresahkan masyarakat. Pada tindak pidana terorisme telah menjadi bentuk kejahatan yang makin destruktif dengan ruang lingkup global. Dalam hal ini pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (Perpu) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Kemudian pada tanggal 4 April 2003 Perpu tersebut di sahkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Namun dalam kenyataannya pembuktian tindak pidana terorisme ini masih banyak yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ada, artinya masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada proses pembuktian tindak pidana terorisme tersebut. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pembuktian terhadap tindak pidana terorisme, hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembuktiannya tindak pidana terorisme, serta kekuatan pembuktian teleconference di persidangan. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini adalah di gunakan metode deskriptif analisis pendekatan yuridis normatif, dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku dan kasus-kasus yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pembuktian tindak pidana terorisme ini banyak yang bertentangan dengan aturan-aturan hukum yang lebih tinggi (KUHAP) di bandingkan dengan aturan hukum tindak pidana terorisme itu sendiri (UU No.15 Tahun 2003). Sehingga terdapat hambatannya dalam pembuktian tindak pidana terorisme ini salah satunya Hak Asasi Manusia yang di nilai sudah melanggar hak-hak dasar manusia, tetapi dalam hal pembuktiannya haruslah Hak Asasi Manusia itu harus dilindungi. Dalam pembuktian teleconference ini adalah salah satu alat bukti tindak pidana terorisme yang membuat pro dan kontra dalam persidangan dikarenakan tidak di atur dalam KUHAP. Sehingga kekuatan pembuktian teleconference ini masih diperdebatkan di dalam persidangan. Namun untuk memberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengungkapkan tindak pidana terorisme ini alat bukti teleconference tersebut dapat digunakan.Disarankan kepada aparat penegak hukum untuk merevisi peraturan perundang-udangan yang sudah tidak sesuai dengan tindak pidana kejahatan yang semakin canggih dengan menggunakan alat tekhnologi khususnya dalam pembuktian tindak pidana terorisme di Indonesia.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="72592">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7047</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="72594">
                <text>PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA TERORISME</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11045" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91738">
                <text>Eka Putri Maulina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91739">
                <text>ABSTRAKEka Putri Maulina,2014PEMENUHAN HAK ANAK DALAM HAL DIJATUHKAN PUTUSAN PIDANA PENJARA(Suatu Kajian di Cabang Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Lhoknga)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vii, 69) pp., tabl., bibl., app.Nursiti, S.H., M.HumAnak memiliki berbagai hak yang dilindungi oleh hukum, termasuk perlindungan hukum bagi anak yang melakukan perbuatan melanggar hukum. Anak sebagai pelaku sering kali akhirnya harus menjalani pemidanaan di lembaga pemasyarakatan. Pasal 3 dan Pasal 4 UU Sistem Peradilan Pidana Anak telah memastikan anak-anak yang sedang menjalani pemidanaan di lembaga pemasyarakatan tetap memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. Tetapi faktanya masih juga ada anak yang tidak terpenuhi haknya seperti mengalami kekerasan, tidak mendapatkan pendidikan dan keterampilan serta hak-hak anak lainnya.Berdasarkan latarbelakang yang dikemukakan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hak-hak anak yang telah dilaksanakan di Cabang Rutan Kelas IIB Lhoknga, untuk mengetahui hambatan yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan (field research) untuk memperoleh data primer dengan cara mewawancarai informan dan responden, melakukan observasi dan menyebarkan kuisioner. Juga dilakukan penelitian kepustakaan (library research) untuk memperoleh data sekunder dari bahan berupa buku-buku dan peraturan perundang-undangan yang ada hubungannya dengan penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak anak dalam Cabang Rutan Kelas IIB Lhoknga belum terpenuhi seperti hak pemisahan ruang, hak bebas dari kekerasan, hak mendapatkan pendidikan baik formal/non-formal, hak pelayanan kesehatan, hak pelatihan kerja, dan pemenuhan hak-hak khusus untuk narapidana anak perempuan. Hambatan yang dihadapi terdiri dari hambatan internal yaitu adanya perbedaan antara status institusi sebagai Cabang Rutan dengan fungsi sebagai Lapas Perempuan dan Anak, tidak adanya tenaga khusus yang menangani anak pidana dan kurangnya fasilitas. Sedangkan hambatan eksternal adalah kurang disiplinnya anak dan rentannya anak melakukan kekerasan. Upaya yang telah ditempuh untuk mengatasi hambatan adalah melalui peningkatan kapasitas, kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait, serta meningkatkan kedisiplinan dan penghukuman.Disarankan agar segera ditetapkan kejelasan status pada Cabang Rutan Kelas IIB Lhoknga sebagai Lapas Perempuan dan Anak agar terpenuhinya hak anak. Petugas disarankan lebih proaktif dalam pemenuhan hak anak dan melakukan pendekatan emosional yang baik terhadap seluruh narapidana anak dengan memberikan tauladan. Orang tua narapidana anak diharapkan terus memberikan motivasi agar anak bersemangat untuk melanjutkan pendidikan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91740">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11364</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91741">
                <text>PEMENUHAN HAK ANAK DALAM HAL DIJATUHKAN PUTUSAN PIDANA PENJARARN(SUATU KAJIAN DI CABANG RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB LHOKNGA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13504" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107453">
                <text>Marisa Fitra Rahmadini</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107454">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107455">
                <text>ABSTRAKMARISA FITRA RAHMADINI,2015PEMENUHAN HAK ANAK SEBAGAI KOMBATAN DI INDONESIA BERDASARKAN CONVENTION ON THE RIGHT OF THE CHILD, 1989 (Suatu Penelitian di Provinsi Aceh)(viii,83)pp,app.biblFakultas Hukum Unsyiah(Dr. Mahfud, S.H.,M.H)Indonesia telah meratifikasi Convention on the Right of the Child, 1989 melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 Tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak Tahun 1989. Pasal 38 Convention on the Right of the Child, 1989 mengatur larangan melibatkan anak dalam konflik bersenjata. Pada masa konflik Aceh, GAM turut melibatkan anak kedalam konflik sebagai kombatan, para child soldiers tidak mendapatkan haknya sebagaimana diatur dalam Convention on the Right of the Child, 1989.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan perlindungan anak dalam kaitannya dengan praktik perekrutan tentara anak pada masa konflik Aceh, langkah yang sudah ditempuh oleh pemerintah dalam menangani perekrutan tentara anak oleh GAM, dan faktor-faktor penghambat pemerintah Indonesia dalam melaksankaan kewajiban pertanggung jawaban pemenuhan hak anak sebagai kombatan.Data penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Data sekunder dilakukan dengan cara mempelajari serta menganalisa konvensi, peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini, dan penelitian lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Indonesia hingga saat ini tidak memenuhi hak anak sebagai kombatan baik pada masa konflik maupun pasca konflik. Langkah yang ditempuh pemerintah adalah membentuk KPAI untuk menjamin pemenuhan hak anak. Sampai saat ini sebagian besar child soldiers tidak mendapatkan haknya karena data child soldiers menjadi rahasia mililter, kurangnya kebijakan mengenai child soldiers, tidak adanya good will pemeritah, kurangnya pemahaman keluarga dan golongan separatis terhadap aturan larangan melibatkan anak dalam konflik dan keberadaan child soldiers yang sulit di jangkau.  Diharapkan kepada Pemerintah Indonesia untuk dapat membentuk suatu kebijakan hukum yang lebih spesifik tentang larangan perekrutan dan pemenuhan hak anak dalam konflik bersenjata dan dapat melaksanakan upaya-upaya dalam pemenuhan hak anak pada masa konflik dan pasca konflik sebagaimana yang telah dirumuskan dalam Convention On The Right Of The Child, 1989.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107456">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107457">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107458">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14571</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107459">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107460">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107461">
                <text>CHILDRENS RIGHTS - LAW</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107462">
                <text>PEMENUHAN HAK ANAK SEBAGAI KOMBATAN DI INDONESIA BERDASARKAN CONVENTION ON THE RIGHT OF THE CHILD, 1989 (SUATU PENELITIAN DI PROVINSI ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9876" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86525">
                <text>Ardikna Pelani. Pa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86526">
                <text>ABSTRAKARDIKNA PELANI. Pa,PEMENUHAN HAK KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN PASAL 240 UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v,53), pp., tabl, biblNURHAFIFAH, S.H., M.HumPasal 240 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan menyatakan hak korban kecelakaan lalu lintas yaitu mendapat pertolongan dan perawatan dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan lalu lintas dan/atau pemerintah, ganti kerugian dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dalam  realisasinya pemenuhan hak korban kecelakaan lalu lintas terutama dalam hal ganti kerugian belum memadai.Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan pemenuhan hak korban kecelakaan lalu lintas korban luka berat dan luka ringan, dan hambatan dalam pemenuhan hak-hak korban kecelakaan lalu lintas.Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku, dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif analisis.Dari hasil penelitian diketahui pemenuhan hak korban kecelakaan lalu lintas terhadap korban luka berat dan luka ringan masih kurang memadai. Hal ini disebabkan oleh karena hak-hak korban kecelakaan lalu lintas dalam hal ganti kerugian belum terpenuhi dan hakim dalam menjatuhkan putusan ganti kerugian tidak sesuai dengan harapan korban. Hambatan pemenuhan hak korban kecelakaan lalu lintas terjadi karena korban tidak melapor ke penegak hukum serta rumitnya pengurusan di tingkat birokrasi kepolisian dan ketidak mampuan terdakwa mengganti kerugian.Disarankan kepada pemerintah hendaknya dibuat peraturan yang lebih rinci mengenai biaya ganti kerugian agar pemenuhan hak-hak korban kecelakaan lalu lintas dapat terpenuhi. Dan kepada korban hendaknya melaporkan kejadian kecelakaan lalu lintas yang di alaminya kepada kepolisian serta kepada hakim sebagai penegak hukum hendaknya dalam menjatuhkan putusan memenuhi nilai kemanfaatan, keadilan terhadap korban.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86527">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9777</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86528">
                <text>PEMENUHAN HAK KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN PASAL 240 UNDANG-UNDANG NO.22 TAHUN 2009 TENTANG LALULINTAS DANANGKUTAN JALAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9803" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86202">
                <text>NOVA YULIANA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86203">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86204">
                <text>NOVA YULIANA, PEMENUHAN HAK-HAK WISATAWAN PADA OBYEK WISATA DALAM MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM DI KABUPATEN ACEH BESAR Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(iv,52).,pp.,bibl.  T. HAFLISYAH, S.H.,M.Hum.Pasal 20 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, mengatur tentang hak-hak wisatawan. Setiap wisatawan berhak memperoleh Informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata, pelayanan kepariwisataan sesuai dengan standar, perlindungan hukum dan keamanan, pelayanan kesehatan, perlindungan hak pribadi dan perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi. Namun fakta di lapangan masih belum terpenuhi akan hak-hak wisatawan di obyek wisata Aceh Besar.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pelaksanaan perlindungan hukum terhadap wisatawan pada obyek wisata di Kabupaten Aceh Besar, dan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap wisatawan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan melakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa bentuk perlindungan hukum terhadap wisatawan pada obyek wisata di Kabupaten Aceh Besar adalah pengelola obyek wisata memberikan rasa keamanan, informasi, pelayanan kesehatan. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum adalah hambatan eksternal yaitu tidak adanya Qanun tentang kepariwisataan, tidak adanya petugas yang ditempatkan  untuk  mengawasi tempat wisata, tidak adanya asuransi dan mengalami kekurangan anggaran dalam memenuhi segala kewajiban pengelola untuk melindungi hak-hak wisatawan. Hambatan internal adalah masyarakat atau wisatawan masih mengabaikan informasi berupa larangan, dalam hal pemenuhan hak mengenai pertanggungjawaban atas kerugian yang tertimpa terhadap wisatawan, kurangnya perhatian khusus dari pihak pemerintah terhadap obyek wisata.Untuk dapat melaksanakan pengawasan dengan baik, hendaknya Dinas Kepariwisataan Aceh Besar dapat segera melakukan kewajibannya dalam hal mengontrol setiap obyek wisata yang ada di Kabupaten Aceh Besar, kepada pemilik obyek wisata secara pribadi untuk dapat memenuhi semua hak-hak pengunjung atau wisatawan yang mengunjungi obyek wisata miliknya, kepada pengunjung atau wisatawan agar mematuhi segala informasi yang diberikan oleh pengelola atau petugas obyek wisata guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86205">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86206">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9661</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86207">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86208">
                <text>PEMENUHAN HAK-HAK WISATAWAN PADA OBYEK WISATA DALAM MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM DI KABUPATEN ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6169" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60928">
                <text>chairati</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60930">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60932">
                <text>ABSTRAKKata kunci : Pembelajaran    Kooperatif,   Tipe make a match, Prestasi                       BelajarPembelajaran tipe Jigsaw merupakan tipe yang mencari pasangan atau jawaban dari sebuah soal yang diberi. Melalui cara seperti ini diharapkan siswa mampu berpikir dengan cepat dan tanggap sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Meningkatkan Hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. 2) untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan pendekatan  kualitatif, dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Karang Baru, pengumpulan data dilakukan melalui teknik dengan tes dan dokumen.Data yang diperoleh dilapangan diolah dengan menggunakan kualitatif. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa: Hasil pembelajaran siswa pada  pelajaran IPS SMP Negeri 1 Karang Baru melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sudah mencapai ketuntasan secara klasikal,Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya ketuntasan belajar siswa. Yaitu meningkat dari siklus I, siklus II dan siklus III, yaitu pada siklus I ada 19 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 51,35%, pada siklus II ada 30 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 81,08%, dan pada siklus III ada 36 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 97,29%. Aktivitas kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam setiap siklus mengalami peningkatan, yaitu dari kategori rendah menjadi kategori tinggi.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="60934">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60936">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5565</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60938">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60940">
                <text>PEMERAPAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 1 KARANG BARU</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6172" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60952">
                <text>chairati</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60954">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60956">
                <text>ABSTRAKKata kunci : Pembelajaran    Kooperatif,   Tipe make a match, Prestasi                       BelajarPembelajaran tipe Jigsaw merupakan tipe yang mencari pasangan atau jawaban dari sebuah soal yang diberi. Melalui cara seperti ini diharapkan siswa mampu berpikir dengan cepat dan tanggap sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Meningkatkan Hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. 2) untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan pendekatan  kualitatif, dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Karang Baru, pengumpulan data dilakukan melalui teknik dengan tes dan dokumen.Data yang diperoleh dilapangan diolah dengan menggunakan kualitatif. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa: Hasil pembelajaran siswa pada  pelajaran IPS SMP Negeri 1 Karang Baru melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sudah mencapai ketuntasan secara klasikal,Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya ketuntasan belajar siswa. Yaitu meningkat dari siklus I, siklus II dan siklus III, yaitu pada siklus I ada 19 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 51,35%, pada siklus II ada 30 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 81,08%, dan pada siklus III ada 36 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 97,29%. Aktivitas kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam setiap siklus mengalami peningkatan, yaitu dari kategori rendah menjadi kategori tinggi.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="60958">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60960">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5567</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60962">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="60964">
                <text>PEMERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BE4LAJAR IPS SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 1 KARANG BARU</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="7464" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="71061">
                <text>Emilaza Pratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="71063">
                <text>AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui status present kambing kacang pada UPT Hewan Coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala dengan melakukan pemeriksaan urin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2013. Sampel yang digunakan urin kambing kacang (Capra sp.) jantan dan betina 13 ekor pada pagi hari menggunakan dipstick urin (VerifyTM) ke dalam urin yang telah ditampung sebelumnya. Dipstick urin (VerifyTM) ini dicelupkan ke dalam urin dan langsung dibaca hasil dengan mencocokkan warna standard pada dipstick urin (VerifyTM) dengan waktu 30-120 detik. Dipstick urin ini secara semikuantitatif meliputi pengukuran nilai leukosit, nitrit, urobilinogen, protein, pH, darah dalam urin, berat jenis, keton, bilirubin dan glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing yang  berumur 6 bulan terdapat nitrit, darah 1 ekor, pH bersifat basa dan BJ dalam keadaan normal. Pada kambing umur 1-3 tahun terdapat leukosit dalam 4 ekor, nitrit 2 ekor, protein 4 ekor, bilirubin 1 ekor kambing, pH bersifat basa dan BJ dalam keadaan normal. Pada umur 4 tahun terdapat leukosit 1 ekor, nitrit 2 ekor kambing, pH bersifat basa dan BJ dalam keadaan normal.AbstractThis research was aimed to determine the present status of the local goats at UPT experimental animals Faculty of Veterinary Medicine Syiah Kuala University with urine examination. This research was done from October to November 2013. The Sample used in this research was urine of local goats (Capra sp.) male and female 13 goats in the morning dipstick urine by dipping dipstick urine( VerifyTM) into the urine which has collected before. Dipstick urine (VerifyTM) dipped in the urine and directly read by comparing the results with a standard color on urine dipstick (VerifyTM) with interval 30-120 seconds. The urine dipstick semiquantitatively include measurement of leukocyte, nitrite, urobilinogen, protein, pH, blood in the urine, specific gravity, ketones, bilirubin and glucose. The results of this research showed that the goat at the age of 6 months nitrite 1 goat, blood 1 goat, alkaline pH and SG under normal circumstances. At the age of 1-3 years old goats there are leukocytes in 4 goats, nitrite 2 goats, proteins 4 goats, bilirubin 1 goat, pH is alkaline and SG under normal circumstances. Aged 4 years there is leukocytes 1 goat, nitrite 2 goats, pH is alkaline and SG under normal circumstances.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="71065">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=6845</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="71067">
                <text>PEMERIKSAAN  URIN  UNTUK  MENENTUKAN STATUS PRESENT KAMBING KACANG (CAPRA SP.) PADA  UPT HEWAN COBA FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14780" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114807">
                <text>awaluddin</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114808">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16293</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114809">
                <text>PEMERIKSAAN BADAN KETON URIN PADA ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELLI) MENGGUNAKAN STRIPTEST SEMIKUANTITATIF DI PUSAT REINTRODUKSI  CAGAR ALAM PINUS JANTHO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14134" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111132">
                <text>Habiburrahman</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111133">
                <text>Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya bilirubin di dalam urin anjing pemburu di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Sampel terdiri 24 ekor anjing pemburu yang digunakan untuk berburu babi hutan. Pengambilan sampel dilakukan 5 hari dibulan februari 2015. Urin yang di koleksi langsung dilakukan pemeriksaan dengan cara mencelupkan strip test pada 12-15 ml urin selama 30 detik. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan hasil bersifat semikuantitatif melalui pembacaan nilai bilirubin pada strip test yang memiliki 4 skala perubahan warna yaitu: Negative (0 mg/dl), Small (1 mg/ dl), Moderate (2 mg/dl) dan Large (4 mg/dl). Hasil penelitian ditemukan 5 ekor anjing positif bilirubin di dalam urin urin (1 mg/dl), sedangkan 19 ekor anjing tidak ditemukan bilirubin di dalam urin.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111134">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15430</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111135">
                <text>PEMERIKSAAN BILIRUBIN DALAM URIN ANJING PEMBURU (CANIS FAMILIARIS) DENGAN MENGGUNAKAN STRIPTEST DI KECAMATAN LAMPOSI TIGO NAGORI KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
