<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=764&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-08-13T05:16:27+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>764</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="6249" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61549">
                <text>Radian Putra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61551">
                <text>Pembunuhan adalah perbuatan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, di mana perbuatan tersebut merupakan kejahatan yang telah diatur dalam ketentuan yang ada dalam KUHP Pasal 338-350. Jelaslah bahwa secara umum perbuatan pidana pembunuhan adalah suatu perbuatan yang mengakibatkan matinya orang lain yang melanggar ketentuan - ketentuan pidana, di mana perbuatan tersebut dilakukan. Penyidik melakukan penyidikan berdasarkan ketentuan KUHAP pasal 1 angka 2.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan penyidikan tindak pidana pembunuhan dan untuk menjelaskan hambatan-hambatan yang ditemui penyidik dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan.Pengumpulan data dilakukan melalui metode Yuridis nomatif/empiris. Yang pertama penelitian kepustakaan, penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku, internet, perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dan sumber lainnya. Kedua melalui penelitian lapangan, penelitian ini dilakukan guna mendapatkan data-data primer melalui proses wawancara.Berdasarkan  hasil dari penelitian cara penyidik menemukan tersangka dan alat bukti dengan melakukan olah TKP. Yaitu, dengan melakukan pemeriksaan umum, pembuatan sket, penanganan saksi, korban,pelaku, penanganan barang bukti. Hambatan-hambatan yang ditemui penyidik dalam menemukan tersangka dan alat bukti adalah TKP tidak steril, lokasi TKP jauh dari jangkauan, keadaan cuaca yang tidak mendukung.Disarankan kepada penyidik dalam upaya mengatasi kendala dalam penyidikan tersebut adalah dengan cara mengambil semua sidik jari dan barang bukti di TKP, penyidik harus bekerjasama dengan masyarakat sekitar agar dapat mencapai TKP dengan cepat, penyidik harus meningkatkan kemampuan dan lebih menguasai tehnik tentang pengamanan barang bukti.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61553">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5651</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61555">
                <text>PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANAPEMBUNUHAN OLEH SATUAN RESERSE KRIMINAL POLRESTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3388" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33526">
                <text>Juliana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33527">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33529">
                <text>ABSTRAKKata Kunci: Peralihan Hak Milik, Hibah.Judul penelitian ini adalah: Pelaksanaan Peralihan Hak Milik Atas Tanah Melalui Hibah di Badan Pertanahan Kabupaten Aceh Utara. Latar belakang masalah: Hubungan antara manusia dengan tanah sangat erat dimana tanah sebagai tempat manusia untuk menjalani dan melanjutkan kehidupannya. Masalah-masalah tanah juga berkaitan dengan pemberian hak tanah seperti masalah warisan dan hibah. Hibah merupakan suatu pemberian atau hadiah yang memiliki fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat baik yang diberikan perseorangan maupun lembaga. fungsi dari hibah yang sebenarnya tidak berjalan dengan sesuai. Seperti salah satu contoh kasus hibah dengan nomor perkara: No.95/Pdt G/2004/PNSMG, dimana penerima hibah dan pembuat akta hibah tergugat dalam gugatan perdata ini yang berkaitan dengan pembatalan hibah oleh pemberi hibah kepada penerima hibah dan PPAT yang mengeluarkan akta hibah yang telah dibaliknamakan dari hibah yang dilakukan dibawah tangan oleh pemberi hibah kepada penerima hibah. Rumusan masalah: Bagaimanakah mekanisme pelaksanaan peralihan hak milik atas tanah yang didapat melalui hibah ? dan apakah dalam proses peralihan hak milik atas tanah yang didapat melalui hibah pernah menghadapi kendala ? Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan peralihan hak milik atas tanah yang didapat melalui hibah dan untuk mengetahui ada tidaknya kendala yang dihadapi dalam peralihan hak milik atas tanah yang didapat melalui hibah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif untuk menentukan variabel yang akan diteliti dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah semua staf Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berjumlah 5 orang. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan instrumen wawancara, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian: Proses peralihak hak milik atas tanah melalui hibah dilakukan dengan membuat akte hibah dan mendaftarkannya ke Badan Pertanahan Nasional, Badan Pertanahan Nasional tidak pernah mengalami kendala dalam proses peralihan hak atas tanah, dan Badan Pertanahan Nasional melakukan sosialisasi tentang peralihan hak atas tanah. Saran: Kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) diharapkan agar dapat memproses secara tepat dan cepat peralihan hak milik atas tanah melalui hibah dalam rangka menjamin kepastian hukum, kepada masyarakat diharapkan agar segera melakukan pendaftaran peralihan hak milik atas tanah melalui hibah dalam rangka menjamin kepastian hukum, dan kepada orang tua yang akan mengalihkan kepemilikan hak atas tanahnya kepada anak harus memperhatikan proses peralihan tersebut yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="33531">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33533">
                <text>KKI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33535">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2718</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33536">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33538">
                <text>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33540">
                <text>PELAKSANAAN PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI HIBAH DI BADAN PERTANAHAN KABUPATEN ACEH UTARA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13110" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="104256">
                <text>EVIE SUSANTI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="104257">
                <text>ABSTRAKEVIE SUSANTI  :  PELAKSANAAN PEJANJIAN BAGI HASIL (MAWAH) ATAS BINATANG TERNAK DALAM MASYARAKAT ADAT (Suatu Penelitian di Gampong Blangkiree, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v, 57), pp., bibl.(KADRIAH, S.H., M. Hum.)Setiap perjanjian dapat dibuat secara tertulis maupun tidak tertulis, selama syarat sahnya perjanjian sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 1320 KUH Perdata terpenuhi. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya, hal tersebut sebagaimana yang telah diatur di dalam pasal 1338 KUH Perdata. Adapun pelaksanaan perjanjian bagi hasil (mawah) di dalam masyarakat, tidak dilakukan sebagaimana dengan apa yang telah diatur di dalam hukum adat.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelaksanaan perjanjian bagi hasil mawah antara pemberi mawah dengan penerima mawah, pelaksanaan pembagian bagi hasil mawah di dalam masyarakat gampong Blangkiree, serta penyelesaian terhadap perselisihan yang terjadi dari perjanjian mawah.Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penulisan yuridis empiris, di mana data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder yaitu dengan mempelajari buku-buku teks, teori-teori, peraturan perundang-undangan, tulisan ilmiah yang berkaitan dengan perjanjian bagi hasil binatang ternak. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer, yaitu dengan cara mewawancarai responden dan informan yang terlibat dalam perjanjian bagi hasil binatang ternak.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan perjanjian bagi hasil antara pemberi mawah dengan penerima mawah yang terjadi di desa Blangkiree masih dilakukan secara lisan/tidak tertulis. Pelaksanaan perjanjian mawah menurut hukum adat terdapat ketidak sesuaian dengan hukum adat yang berlaku. Pada pelaksanaan pembagian bagi hasil terdapat pembagian yang tidak sesuai dengan apa yang telah diatur, begitu pula pada masa pemeliharaan juga timbul perselisihan yang dikarenakan kelalaian pihak penerima mawah. Penyelesaian  terhadap perselisihan yang terjadi dari perjanjian mawah ini adalah dengan jalan musyawarah/kekeluargaan dikarenakan para pihak yang melakukan perjanjian telah saling mengenal sebelumnya.Disarankan kepada pemberi mawah dan penerima mawah untuk membuat perjanjian secara tertulis, sehingga segala hal yang disepakati dapat menjadi undang-undang dan bisa dijadikan sebagai alat bukti tertulis untuk menyelesaikan perselisihan. Kepada pemberi mawah untuk memahami terlebih dahulu sistem pembagian hasil dalam adat, sebelum memutuskan untuk mengadakan perjanjian bagi hasil, sehingga pada saat pembagian hasil dari ternaknya tidak terjadi perselisihan yang dikarenakan kekeliruan dari pihak pemberi mawah, dan kepada penerima mawah agar tidak melalaikan kewajibannya untuk menjaga serta memelihara ternak yang telah dititipkan oleh pemberi mawah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="104258">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14059</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="104259">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI HASIL (MAWAH) ATAS BINATANG TERNAK DALAM MASYARAKAT ADATRN(SUATU PENELITIAN DI GAMPONG BLANGKIREE, KECAMATAN DARUL KAMAL, KABUPATEN ACEH BESAR)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13256" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="105508">
                <text>MAULIA MARHABAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="105509">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14247</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="105510">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN INVESTASI DALAM SISTEM MAVRODI MONDIAL MONEYBOX (MMM)RN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11035" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91678">
                <text>Susilawati</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91679">
                <text>ABSTRAK  SUSILAWATI,  PELAKSANAAN  PERJANJIAN  KREDIT         2014  KEPEMILIKAN RUMAH  PADA BANK   RAKYAT  INDONESIA  (BRI)  CABANG BANDA ACEH                     (iv,64), pp., bibl., app.                                                                ( SUSIANA, S.H., M.H.)      Dalam Undang-udang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 Pasal (1) butir 11 menyatakan  bahwa  kredit  merupakan  penyediaan  uang  atau  tagihan  yang  dapat dipersamakan  dengan  itu,  berdasarkan  persetujuan  atau  kesepakatan  pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Dalam Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata menentukan bahwa setiap persetujuan yang dibuat secara  sah  berlaku  sebagai  undang-undang  bagi  mereka  yang  membuatnya. Demikian pula dengan perjanjian kredit kepemilikan rumah   yang disalurkan oleh Bank  Rakyat  Indonesia  (BRI)  mengikat  kedua  belah  pihak.  Debitor  diwajibkan untuk  mengembalikan  angsuran  kredit  berserta  bunga  setiap  bulan  tepat  pada waktunya  sesuai  dengan  perjanjian,  namun  dalam  pelaksanaannya  pada  saat pengembalian  kredit  kepemilikan  rumah,  5  orang  debitor  tidak  mengembalikan kredit  sesuai  dengan  perjanjian  atau  tidak  tepat  waktu,  sehingga  terjadinya wanprestasi.   Tujuan penulisan skripsi ini yaitu untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian kredit kepemilikan rumah pada BRI Cabang Banda Aceh, untuk menjelaskan faktor  penyebab  terjadinya  kredit macet  pada perjanjian  kredit  kepemilikan  rumah,  dan untuk menjelaskan  penyelesaian  kredit macet  pada  perjanjian  kredit  kepemilikan rumah.   Data dalam penulisan  skripsi  ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan juga penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan untuk memperoleh data teoritis dengan  cara  mempelajari  buku-buku  teks,  dan  peraturan  perundang-undangan. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer melalui wawancara, dengan responden dan informan.   Dari hasil penelitian pelaksanaan perjanjian kredit kepemilikan rumah pada BRI cabang Banda Aceh dapat diketahui 5 orang debitor melakukan kredit macet (wanprestasi)  dan  45  orang  kreditnya  lancar.  Faktor  penyebab  terjadinya  kredit macet pada pelaksanaan perjanjian kredit kepemilikan rumah disebabkan oleh faktor ekonomi dan pemutusan hubungan kerja. Penyelesaian kredit macet yang ditempuh oleh  BRI  cabang  Banda  Aceh  adalah  dengan  mengirimkan  surat  peringatan, melakukan restrukturisasi kredit, dan penyelesaian kredit melalui Kantor Pengurusan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKNL).   Disarankan  pihak BRI  harus  lebih  selektif  lagi  dalam melakukan  analisis kredit  kepemilikan  rumah  agar  tidak  terjadinya  wanprestasi  di  kemudian  hari. Kepada debitor apabila mengalami masalah dalam pengembalian kredit maka harus berkonsultasi dengan pihak bank.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91680">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11349</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91681">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT KEPEMILIKAN RNRUMAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) RN CABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11279" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93003">
                <text>Ade Yatsyah Basuki</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93004">
                <text>ABSTRAK ADE YATSYAH BASUKI,PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMASANGAN TELEVISI BERLANGGANAN INDOVISION2014(Suatu penelitian Di PT MNC Sky Vision  Banda Aceh)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v,58) pp, tabl,bibl.     M.Jafar, S.H., M.Hum.Pelaksanaan perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision harus berpedoman pada perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu pihak PT MNC Sky Vision dan pihak pelanggan, sebagaimana yang terdapadat dalam Pasal 1338 ayat (1) yang menyatakan bahwa perjanjian yang dibuat sah berlaku sebagai Undang-undang bagi yang membuatnya. Namun dalam pelaksanaanya terdapat banyak permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision yang berbentuk wanprestasi.Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan bentuk-bentuk wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision, untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi dalam perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision, untuk menjelaskan upaya penyelesaian wanprestasi yang ditempuh oleh para pihak dalam perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision. Perolehan data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan  untuk memperoleh data sekunder yang bersifat teoritis. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pelaksanaan perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision terdapat permasalahan, yaitu bentuk-bentuk wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision yakni keterlambatan pembayaran iuran bulanan dan tidak dikembalikan peralatan Indovision setelah berhenti berlangganan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision seperti ketidakpuasan pelanggan dengan tayangan yang  ada pada televisi berlangganan Indovison, mahalnya biaya iuran bulanan  televisi berlangganan Indovision, dan pihak pelanggan kurang memahami ketentuan yang terdapat  dalam perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision. Upaya penyelesaian wanprestasi yang ditempuh oleh para pihak dalam perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision dengan cara Pihak PT MNC Sky Vision mengingatkan pihak pelanggan, kemudian kedua belah pihak melakukan negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan bersama, Jika tidak terselesaikan juga, maka akan  dilakukan  penyelesaian melalui pengadilan. Disarankan kepada pihak pelanggan untuk lebih teliti dan memahami saat melakukan perjanjian pemasangan televisi berlangganan Indovision yang ketentuan atau isinya telah dibuat dalam bentuk baku sehingga pelanggan mengetahui kewajibannya sehingga wanprestasi tidak terjadi. Disarankan kepada Pihak PT MNC Sky Vision agar memberikan informasi yang  lengkap  dan pelayanan yang baik  kepada pihak pelangganan saat melakukan perjanjian sehingga pihak pelanggan memahami kewajibannya. Disarankan kepada kedua belah pihak untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan yang telah disepakati terlebih dahulu dalam perjanjian .</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93005">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11701</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="93006">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMASANGAN TELEVISI BERLANGGANAN INDOVISIONRN(SUATU PENELITIAN DI PT MNC SKY VISION  BANDA ACEH)RNFAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4324" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44295">
                <text>Nurul Arianti</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44297">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44299">
                <text>Perjanjian pengadaan bangunan perumahan dengan sistem bagi hasil pada pembangunan perumahan Bayu Regency antara pihak developer dan pihak pemilik tanah adalah suatu perjanjian yang lahir akibat adanya asas kebebasan berkontrak sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1338 Jo Pasal 1320 KUHPerdata. Keduabelah pihak sepakat pelaksanaan pengadaan bangunan perumahan dengan ketentuan 2:1 (dua banding satu), artinya dua bagian untuk pihak developer dan satu bagian untuk pihak pemilik tanah sesuai dengan perjanjian, tetapi dalam pelaksanaannya terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh pihak developer dimana adanya keterlambatan pembangunan beberapa unit rumah yang diperuntukan untuk pihak pemilik tanah.Tujuan penulisan skripsi ini untuk mengetahui bagaimana cara pelaksanaan perjanjian pengadaan bangunan perumahan, faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya wanprestasi dan penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian pengadaan bangunan perumahan dengan sistem bagi hasil pada pembangunan perumahan Bayu Regency di Aceh Besar.Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan untuk memperoleh data skunder dan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan perjanjian pengadaan bangunan perumahan dengan sistem bagi hasil pada pembangunan perumahan tidak berjalan sesuai dengan perjanjian yaitu adanya beberapa unit bangunan rumah yang masih dalam tahap penyelesaian yang diperuntukan untuk pihak pemilik tanah. Faktor terjadinya wanprestasi disebabkan oleh faktor cuaca (force majeur) dan kelalaian pihak developer dalam menentukan subpenyedia jasa konstruksi. Upaya yang ditempuh dalam penyelesaian wanprestasi yaitu melalui teguran yang dilakukan oleh salah satu pihak pemilik tanah dan melalui musyawarah yang bertujuan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik sesuai perjanjian.Disarankan kepada masing-masing pihak pemilik tanah melakukan pengawasan serta melakukan teguran secara tegas jika terdapat pengadaan bangunan rumah yang tidak sesuai dengan perjanjian. Pihak developer lebih berhati-hati dalam menentukan subpenyedia jasa konstruksi agar tidak terjadi kegagalan bangunan di kemudian hari. Keduabelah pihak dalam menentukan isi perjanjian harus sesuai dengan kesanggupannya supaya tidak dinyatakan wanprestasi di kemudian hari.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="44301">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44303">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3733</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44305">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44307">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGADAAN BANGUNAN PERUMAHAN DENGAN SISTEM BAGI HASIL (Suatu Penelitian Pada Pembangunan Perumahan Bayu Regency di Aceh Besar)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10042" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87206">
                <text>NAZLA KHAIRINA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87207">
                <text>ABSTRAKNAZLA KHAIRINA,  PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM       2014  PAKAI BUKU PADA BADAN ARSIPDAN PERPUSTAKAAN ACEH         (v, 53), pp., tabl., bibl., app. (M. Jafar, S.H., M.Hum.)Perjanjian Pinjam Pakai merupakan suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma-cuma, dengan syarat bahwa yang menerima barang ini, setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu, akan mengembalikannya. Perjanjian tersebut diatur dalam Pasal 1740 sampai dengan 1753 KUH Perdata dan juga di dalam syarat dan ketentuan formulir keanggotaan. Dengan adanya ketentuan tersebut,  seharusnya peminjam dapat menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan baik sebagaimana yang disebutkan dalam KUH Perdata dan ketentuan dalam formulir keanggotaan tersebut. Akan tetapi, pada prakteknya masih terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang telah disepakati.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskanpelaksanaan perjanjian pinjam pakai buku pada Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, faktor penyebab terjadinya wanprestasi dalam perjanjian pinjam pakai buku serta menjelaskan upaya penyelesaian wanprestasi yang ditempuh para pihak.Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan wawancara dengan sejumlah responden yang terkait langsung dengan masalah yang diteliti. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui penelaahan buku-buku, peraturan perundang-undangan, serta artikel, yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan perjanjian pinjam pakai bukubelum berjalan dengan dengan baik, ada peminjam yang melalaikan kewajibannya yaitu terlambat mengembalikan buku pinjaman, tidak menjaga buku pinjaman dengan baik sehingga bisa saja buku itu hilang ataupun rusak. Faktor penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran peminjam, jumlah buku yang tersedia masih kurang sehingga ada kekhawatiran tidak memperoleh buku, relatif ringannya sanksi serta ada yang meminjamkan buku untuk kepentingan orang lain. Untuk menyelesaikan masalah tersebut pihak yang meminjamkan melakukanberbagai upaya, seperti memberikan surat teguran, menetapkan denda dan ganti rugi, tidak diberikannya surat keterangan bebas pustaka, dan mencabut kartu anggota.Disarankan kepada pihak Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh harus lebih teliti melakukan pemeriksaan buku pinjaman agar mengurangi terjadinya wanprestasi, peminjam hendaknya menjaga barang pinjaman sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, jugapeminjam yang wanprestasi  diharapkan lebih merespon surat teguran yang diberikan agar tidak terjadi perselisihan dikemudian hari.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87208">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10021</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87209">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM PAKAI BUKURNPADA  BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12544" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100302">
                <text>CUT RAISHA YANNAZ</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100303">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=13334</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="100304">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA PERALATAN EXCAVATOR OT PADA DINAS BINA MARGA ACEHRN(PENELITIAN PADA 3 PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA DI DINAS BINA MARGA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14830" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115069">
                <text>Ayu Indah Sari</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115070">
                <text>ABSTRAKAYU INDAH SARI,PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWAMENYEWA SOUND SYSTEM DI KOTA2015BANDA ACEHFakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi, 53) pp, bibl.MAWARDI ISMAIL, S.H., M.Hum.Menurut ketentuan Pasal 1548 KUH Perdata disebutkan bahwa sewa menyewa ialah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga, yang oleh pihak tersebut belakangan itu disanggupi pembayarannya. Meskipun perjanjian sewa menyewa ini telah mengikat para pihak, namun pada kenyataannya masih sering terjadi wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa yang dilakukan oleh salah satu pihak.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian sewa menyewa sound system, faktor yang menyebabkan timbulnya wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa sound system serta upaya yang ditempuh dalam penyelesaian wanprestasi terhadap perjanjian sewa menyewa sound system.Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini adalah data sekunder dan primer. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku teks, peraturan perundang-undangan, karya ilmiah serta pendapat para sarjana atau bahan-bahan lain yang berkenaan dengan masalah yang diteliti, sedangkan data primer diperoleh dengan melakukan penelitian lapangan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian sewa-menyewa ini dilakukan dengan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dan masing-masing pihak harus memenuhi kewajibannya. Namun masih ada beberapa yang melakukan wanpretasi terhadap perjanjian ini. Faktor penyebab timbulnya wanprestasi dikarenakan terlambatnya pembayaran sewa dan kurangnya dana yang diperlukan untuk pembayaran. Adapun upaya yang ditempuh dalam penyelesaian wanprestasi terhadap perjanjian ini antara lain dengan memberikan pemberitahuan dan peringatan agar dapat dilakukan musyawarah dengan pihak penyewa, bila belum tercapai kesepakatan maka masalah tersebut diselesaikan melalui upaya hukum, akan tetapi upaya hukum ini tidak pernah dilakukan hanya saja pihak penyewa diancam tidak dapat melakukan sewa menyewa di lain hari apabila tidak segera melakukan pelunasan pembayaran.Disarankan kepada kedua belah pihak dalam melaksanakan perjanjian harus memiliki itikad baik dan memenuhi segala isi dari perjanjian agar terhindar dari kerugian dan hendaknya memperhatikan keuangan atau dana terlebih dahulu sebelum melakukan perjanjian agar nantinya tidak terjadi penunggakan pembayaran.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115071">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16358</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115072">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA SOUND SYSTEM DI KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
