<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=757&amp;sort_field=added" accessDate="2026-08-12T21:01:53+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>757</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="10023" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87130">
                <text>TEUKU IMAM MAULANA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87131">
                <text>TEUKU IMAM MAULANA2014ABSTRAKSTRATEGI CALON LEGISLATIF PARTAI NASIONAL ACEH DALAM MEMANFAATKAN JEJARING SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN POPULARITAS PADA PEMILU 2014Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (viii, 63), pp., bibl., app. (Radhi Darmansyah, M. Sc dan Maimun, S.Pd,. MA)PNA merupakan salah satu partai politik lokal yang berada di Aceh sekaligus menjadi peserta pemilu legislatif 2014. Kampanye yang dilakukan setiap para caleg PNA di jejaring sosial agar meningkatkan popularitasnya dianggap sebuah cara yang efektif dalam berkampanye. Proses kampanye yang seperti ini diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat pemilih. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan strategi caleg PNA dalam memanfaakan jejaring sosial untuk meningkatkan popularitasnya pada pemilu legislatif 2014 dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat popularitas caleg PNA di jejaring sosial pada pemilu legislatif 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua strategi caleg PNA dalam memanfaatkan jejaring sosial untuk meningkatkan popularitasnya, yaitu dengan menampilkan keunggulannya dan selalu berinteraksi kepada pengguna jejaring sosial. Ada juga permasalahan yang dihadapi oleh caleg PNA yaitu adanya keterbatasan dana dan kurangnya pengalaman kerja dari setiap caleg PNA yang ikut berpartisipasi di pemilu legislatif 2014. Namun adanya simpati yang nyata dari masyarakat yang di akibatkan oleh konflik internal dari PA dan PNA yang dapat mempengaruhi proses pemilihan yang akan berlangsung. Disarankan kepada caleg PNA diharapkan mampu untuk memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya, karena dalam hal ini masyarakat sangat mengetahui aktivitas-aktivitas setiap caleg yang ikut berpartisipasi di daerahnya. Diharapkan juga kepada caleg PNA untuk memperhatikan kinerjanya dalam mempertahankan eksistensi dan pengaruhnya dimasa akan datang.Kata Kunci : pemilu, jejaring socialBanda Aceh, 22 Oktober 2014Teuku Imam Maulana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87132">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9985</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87133">
                <text>STRATEGI CALON LEGISLATIF PARTAI NASIONAL ACEH DALAM MEMANFAATKAN JEJARING SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN POPULARITAS PADA PEMILU 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10024" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87134">
                <text>REZA AFWI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87135">
                <text>PENGARUH APLIKASI JENIS PUPUK  TERHADAP REGROWTH DAN PRODUKSI RUMPUT LAMPUNG ( Setaria sphacelata)OlehReza Afwi1005004010005ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Field Lab Universitas Syiah Kuala yang berlokasi di Desa Rukoh- Darussalam Banda Aceh yang berlangsung dari tanggal 25 Mei sampai 29 Juni. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur respon pertumbuhan dan produksi rumput  Setaria sphacelata dengan pemberian pupuk urea, pupuk NPK dan pupuk daun  (POC NASA). Penelitian ini menggunakan rumput Setaria sphacelata dengan umur 1,5 tahun sebanyak 9 rumpun. Perlakuan pada pelaksanaan lapangan dilakukan sistem pemupukan dengan menggunakan pupuk urea 3 rumpun dengan dosis 200 ton/ha atau 20 gram/rumpun, pupuk NPK 3 rumpun dengan dosis 300 kg/ha atau 30 gram/rumpun, pupuk POC NASA 10 ml/ 1 liter air/rumpun diberikan secara bertahap setiap minggu. Berdasarkan pengamatan di lapangan terhadap tinggi rumput yang memperoleh hasil yang paling tinggi ialah perlakuan dengan menggunakan pupuk POC NASA hasil  rata-rata 49.39 dan yang paling rendah hasilnya ditemukan pada perlakuan pupuk urea dengan rata-rata 44.13. Jumlah anakan terbanyak diperoleh pada perlakuan pupuk NPK dengan hasil rata-rata 9,12 batang/minggu. Produksi hijauan segar diperoleh pada perlakuan pupuk urea sebanyak 256,6 gram. Hasil bahan kering tertinggi  diperoleh pada perlakuan pupuk urea sebanyak 19,42 %.Kata kunci : Pupuk urea, pupuk NPK, pupuk POC NASA dan Setaria sphacelata</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87136">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9988</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87137">
                <text>PENGARUH APLIKASI JENIS PUPUK  TERHADAP REGROWTH  DAN PRODUKSI RUMPUT LAMPUNG ( SETARIA SPHACELATA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10025" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87138">
                <text>Jemaan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87139">
                <text>ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bawang merah (Allium cepa L.) sebagai prebiotik dalam pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kelautan dan Perikanan dan Laboratorium FKIP Kimia Unsyiah pada bulan Mei hingga Juli 2014. Analisis statistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan konsentrasi prebiotik; 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% dalam pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang merah sebagai prebiotik dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo pada taraf uji 5%. Uji lanjut BNT menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan lele dumbo tertinggi didapatkan pada perlakuan konsentrasi prebiotik 2% dengan nilai pertumbuhan spesifik adalah 6,278%. Kata kunci: Ikan lele, pertumbuhan, prebiotik, bawang merah, rancangan acak ?ABSTRACTThe objective of this research was to study the influence of onion (Allium cepa L.) as prebiotics on the growth of catfish (Clarias gariepinus). The research was conducted at the integrated laboratory Marine Science and Fisheries Faculty, Syiah Kuala University on May to June, 2014. The research used the Randomized Design as statistical analysis method with five treatments and four replications. The treatment consisted of five prebiotic concentrations: 0; 1; 2; 3 and 4% of fish feed. The ANOVA test showed that the addition of onion extract as prebiotic in fish feed gave the effect on the growth cathfish (Clarias gariepinus) at the test level of 5%. The Least Significant Difference Test showed that the highes growth  of cathfish was obtained concentration of 2% whith the spesifik growth rate (SGR) was 6,278%.Keywords: Cathfish, SGR, prebiotic, onion, randomized design</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87140">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9992</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87141">
                <text>PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) SEBAGAI PREBIOTIK RNDALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO RN(CLARIAS GARIEPINUS)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10026" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87142">
                <text>mishar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87143">
                <text>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk urea dan frekuensi penyiraman yang tepat terhadap pertumbuhan setek nilam Aceh serta ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis pupuk urea terdiri atas 3 taraf yaitu: taraf pertama 1 g/polibag, taraf kedua 2 g/polibag, dan taraf ketiga 3.g/polibag. Faktor frekuensi penyiraman terdiri atas 3 taraf yaitu: taraf pertama 2 kali sehari, taraf kedua 1 kali sehari dan taraf ketiga 2 hari sekali. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 satuan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 45 dan 60 HST, jumlah tunas dan persentase tumbuh umur 15, 30, 45 dan 60 HST. Pertumbuhan nilam lebih baik diperoleh pada perlakuan dosis pupuk urea 2 g/polibag. Frekuensi penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas, persentase tumbuh umur 15, 30, 45 dan 60 HST. Pertumbuhan yang lebih baik cenderung diperoleh pada perlakuan frekuensi penyiraman 1 kali sehariTerdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis pupuk urea dengan frekuensi penyiraman terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas dan persentase tumbuh umur 15, 30, 45 dan 60 HST.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87144">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9994</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87145">
                <text>PENGARUH DOSIS PUPUK UREA DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10027" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87146">
                <text>Mentari Ramadhan. Aj</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87147">
                <text>ABSTRAKPenelitian tentang identifikasi dan prevalensi ektoparasit pada bak penampunganberbeda di Punge Jurong dan Punge Blang Cut, Banda Aceh. Tujuan penelitian iniuntuk mengidentifikasi dan mengetahui nilai prevalensi dan intensitas pada LobsterBatu (Panulirus penicillatus) serta membandingkan tingkat serangan ektoparasitpada bak penampungan Punge Jurong dan Punge Blang Cut. Pengambilan sampeldilakukan secara acak sebanyak 3 kali sampling total masing-masing lokasi diambilsebanyak 15 ekor. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan caradeskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua lokasi bak penampunganPunge Jurong dan Punge Blang Cut terserang oleh dua jenis ektoparasit yaituOctolasmis sp. dan Poecilasmatidae. Nilai prevalensi Octolasmis sp. pada kedua bakpenampungan adalah 100 %, sedangkan nilai intensitas Punge Jurong adalah 22individu/ekor dan Punge Blang Cut 14 individu/ekor. Nilai prevalensi ektoparasitPoecilasmatidae pada Punge Jurong 66,6% dan untuk Punge Blang Cut 73,3%,sedangkan untuk nilai intensitas pada bak penampungan Punge Jurong 10individu/ekor dan Punge Blang Cut 6 individu/ekor. Punge Jurong dan Punge BlangCut memiliki nilai prevalensi yang tinggi untuk ektoparasit Octolasmis sp. yaitudengan nilai 100 % dikategorikan dalam tingkat serangan selalu dan infeksi sangatparah sedangkan untuk intensitas pada bak penampungan Punge Jurong dan PungeBlang Cut dikategorikan tingkat infeksi sedang.Kata kunci : Prevalensi, intensitas, ektoparasit, lobster batu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87148">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9997</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87149">
                <text>IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT LOBSTER BATU (PANULIRUS PENICILLATUS) DI LOKASI BAK PENAMPUNGAN BERBEDA PUNGE JURONG DAN PUNGE BLANG CUT KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10028" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87150">
                <text>Fairu Zulhayat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87151">
                <text>ABSTRAKFAIRUZULHAYAT,2014KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENANGANI ANAK PUNK Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah (vii-76), pp, tabl, bibl, app.            (Dr. Syarifuddin Hasyim, SH.,M.Hum,Sufyan, SH.,M.H)Kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menangani anak punk adalah dengan cara penertiban dan pembinaan. Penertiban dilakukan dengan menangkap 65 anak punk saat menggelar konser punk di di Taman Budaya, Banda Aceh pada hari Sabtu, Tanggal 10 Desember 2011. Setelah ditertibkan, 65 anak punk tersebut diberi pembinaan di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Seulawah, Aceh Besar. Di satu sisi kebijakan tersebut dinilai positif baik oleh masyarakat, ulama dan pengamat sosial pada umumnya atau anak punk sendiri. Selain itu untuk mengetahui kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menangani anak punk dan efektifitas dari kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menangani anak punk.Pengumpulan data skripsi ini dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan (library research) yaitu melakukan penelitian untuk mendapatkan data sekunder yang dilakukan dengan membaca buku-buku, peraturan perundang-undangan, dan bahan-bahan bacaan lainnya. Untuk mendapatkan data primer dilakukan dengan penelitian lapangan (field research) yaitu dilakukan dengan cara mewawancarai informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Pemko Banda Aceh dalam menangani anak punk adalah dengan cara penertiban dan pembinaan. Penertiban dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Satpol PP/WH dan Polda Aceh menangkap 65 anak punk di Taman Budaya dan kemudian dibina di SPN (Sekolah Kepolisian Negri) Seulawah selama 10 har bertujuan untuk mengubah gaya hidup dan penampilan anak punk yang dinilai bertentangan dengan norma dan mengganggu penerapan syariat Islam di kota Banda Aceh. Selain itu efektifitas kebijakan yang diambil Pemko Banda Aceh dalam menangani anak punk tersebut bergantung pada kepentingan suatu instansi atau lembaga tertentu.Pemerintah Kota Banda Aceh disarankan dapat menyusun strategi yang matang dalam mendisiplinkan dan membina anak-anak punk. Ulama dan tokoh Islam diharapkan agar bijaksana dalam menyikapi kasus anak punk. Anak punk diharapkan agar dapat membuka diri dan menjalin komunikasi yang baik dengan semua elemen masyarakat, terutama di Kota Banda Aceh.Kata Kunci: kebijakan, pemerintah kota banda aceh, anak punk.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87152">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10000</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87153">
                <text>KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENANGANI ANAK PUNK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10029" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87154">
                <text>muhammad fauzan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87155">
                <text>ABSTRAKMUHAMMAD FAUZAN,POLITICAL WILL TEUNGKU DAYAH2014Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik   Universitas Syiah Kuala (xi, 76), pp., bibl., app.(Prof. Dr. Adwani, SH. M.Hum dan Radhi Darmansyah, M.Sc)Partisipasi teungku dayah dalam perpolitikan di Aceh memang sangat dibutuhkan. Mengingat sosok teungku dayah adalah orang yang paling berpengaruh di dalam kehidupan masyarakat. Namun sejauh mana peran yang telah dilakukan teungku dayah dalam konstelasi politik Aceh memang masih jauh dari harapan, sehingga teungku dayah harus memaksimalkan perannya dalam konstelasi politik Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran teungku dayah dalam konstelasi politik Aceh dan faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya partisipasi politik teungku dayah dalam politik Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa Faktor-faktor yang menyebabkan partisipasi politik teungku dayah dalam konstelasi perpolitikan Aceh yaitu: sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap pemerintah dalam hal penerapan syariat Islam, penampung aspirasi masyarakat, mewujudkan ideologi politik Islam dan islamisasi pemerintahan. Peran teungku dayah dalam konstelasi perpolitikan diantaranya sebagai pengawas dan pengontrol syariat Islam, mediator konflik, penyeimbang masyarakat, penghubung masyarakat dengan pemerintah, pressure group dan ekstra parlementer. Disarankan kepada teungku dayah untuk meningkatkan perannya dalam perpolitikan Aceh guna merubah kondisi perpolitikan kearah yang lebih agamais dan juga agar pemerintah dan teungku dayah dapat berjalan beriringan dalam membangun Aceh kedepan yang lebih baik lagi. Kata Kunci : partisipasi, teugku dayah, syariat Islam, Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87156">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10004</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87157">
                <text>POLITICAL WILL TEUNGKU DAYAH (SUATU STUDI DI KAB. ACEH BESAR, BANDA ACEH DAN BIREUEN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10030" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87158">
                <text>Siti Yasinta</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87159">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10006</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10031" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87160">
                <text>indra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87161">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10007</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87162">
                <text>KELIMPAHAN IKAN HERBIVORA DAN REKRUT KARANG DI PERAIRAN ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10032" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87163">
                <text>Alfri Sinulingga</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87164">
                <text>Lembaga Baitul Mal Kota Banda Aceh adalah Lembaga yang berfungsi sebagai lembaga yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun kenyataannya tingkat kemiskinan dikota Banda Aceh masih saja tinggi. Pada tahun 2010 penduduk miskin berjumlah 20.077 ribu jiwa, tahun 2011 berjumlah 20.084 ribu jiwa dan pada tahun 2012 berjumlah 20.025 ribu jiwa. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Baitul Mal kota Banda Aceh mengambil kebijakan pengentasan kemiskinan diKota Banda Aceh, mengetahui implementasi kebijakan Baitul Mal kota Banda Aceh, serta dukungan masyarakat kota Banda Aceh terhadap lembaga Baitul Mal kota Banda Aceh. Metode dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian Kepustakaan meliputi buku teks, peraturan perundang-undangan, jurnal dan skripsi/tesis. Penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dengan 8 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Kebijakan Baitul Mal adalah pengumpulan ZIS Baitul Mal  dengan cara bersosialisasi langsung kemasyarakat dan sosialisasi lewat media, Strategi Kebijakan Pengelolaan Baitul Mal tidak ada dikarenakan tidak memiliki kewenangan yang luas dan strategi kebijakan penyaluran Baitul Mal ialah dengan cara pendataan dan penyeleksian. Implementasi Kebijakannya masih sedikit masyarakat Mustahik yang mendapat lapangan pekerjaan dan yang sudah sejahtera, ini disebabkan oleh masih adanya kendala dari proses pengelolaan keuangan Baitul Mal. Dukungan Masyarakat ialah dengan cara memberikan ZIS secara langsung dan secara tidak langsung. Strategi kebijakan Baitul Mal kota Banda Aceh dalam pengentasan kemiskinan ada 3 yaitu strategi Kebijakan pengumpulan ZIS, strategi kebijakan pengelolaan ZIS dan strategi penyaluran ZIS. Implementasi kebijakannya masih kurang optimal dikarenakan masih minimnya dana ZIS. Dukungan masyarakat mengharapkan lembaga Baitul Mal Kota Banda Aceh harus lebih baik. Kata Kunci: Strategi Kebijakan, Implementasi Kebijakan, Dukungan Masyarakat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87165">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10008</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87166">
                <text>KEBIJAKAN BAITUL MAL KOTA BANDA ACEH DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
