<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=752&amp;sort_field=added" accessDate="2026-08-12T17:09:18+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>752</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="9973" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86925">
                <text>Mona Fathia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86926">
                <text>Telah dilakukan uji daya hambat ekstrak metanol dan n-heksana daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya hambat ekstrak metanol dan n-heksana daun tersebut terhadap bakteri MRSA. Uji fitokimia dan ekstraksi dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Uji antibakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Syiah Kuala. Sampel yang digunakan adalah daun H. rosa-sinensis yang diperoleh di Gampong Sektor Timur, Darussalam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dan 5 perlakuan, yaitu kontrol negatif menggunakan pelarut, ekstrak uji dengan konsentrasi masing-masing 0,2 g/mL; 0,3 g/mL; 0,4 g/mL dan kontrol positif menggunakan linezolid 30 ?g. Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa sampel segar daun H. rosa-sinensis mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, steroid dan flavonoid. Ekstrak metanol mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid, sedangkan ekstrak n-heksana mengandung senyawa terpenoid dan steroid. Hasil uji antibakteri H. rosa-sinensis didapatkan bahwa ekstrak metanol mempunyai potensi yang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri MRSA dibandingkan ekstrak n-heksana.Kata Kunci : Hibiscus rosa-sinensis L., metanol, n-heksana, uji antibakteri, zona hambat, MRSA.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86927">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9920</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86928">
                <text>UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAN N-HEKSANA DAUN KEMBANG SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENSIS L.) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9974" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86929">
                <text>Suhaimi Bakri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86930">
                <text>MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN  PADA SMA NEGERI 1MUTIARA KABUPATEN PIDIE   Oleh      : Suhaimi Bakri NIM      : 1109200050068Komisi Pembimbing:               1. Prof. Dr. Cut Zahri Harun, M. Pd.               2. Dr. Bahrun, M. Pd.ABSTRAKManajemen mutu dilihat dari tinjauan pendidikan adalah suatu filosofi komprehensif tentang kehidupan dan kegiatan lembaga pendidikan yang menekankan pada perbaikan berkelanjutan sebagai tujuan fundamental untuk meningkatkan mutu, produktivitas, dan mengurangi pembiayaan pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui: manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan,  manajemen personalia, dan manajemen sarana dan prasarana pada  SMA Negeri 1 Mutiara Kabupaten Pidie.Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru pada SMA Negeri 1 Mutiara Kabupaten Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: manajemen kurikulum telah dilaksanakan. Hal  ini tergambar dengan adanya program kerja, terlaksananya program, dilakukan pengawasan, serta terlaksananya proses pembelajaran dengan optimal. Manajemen kesiswaan telah dilaksanakan dengan baik, hal ini tergambar dengan adanya peningkatan disiplin siswa, berjalannya kegiatan ekstrakurikuler, adanya pembinaan siswa, dan dilakukan evaluasi kegiatan-kegiatan kesiswaan yang telah dilaksanakan.  Manajemen personalia yang dilaksanakan termasuk kategori kurang baik. Realitas ini terlihat dari tidak rutinnya pengembangan profesional guru. Di samping itu, masih ada tenaga pegawai yang tidak profesional, yaitu tingkat kualifikasi pendidikan yang diperoleh tidak sinkron dengan tugas yang diembannya.  Manajemen sarana dan   prasarana yang dilaksanakan sudah termasuk kategori baik. Hal ini tergambar dari tingkat kelengkapan sarana dan prasarana yang sudah memadai dan dapat dimanfaatkan dengan efektif untuk peningkatan mutu pendidikan pada SMA Negeri 1 Mutiara Kabupaten Pidie.Kata kunci: Manajemen Kurikulum dan Mutu PendidikanEDUCATION QUALITY MANAGEMENT IN MUTIARA STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 OF PIDIE REGENCYABSTRACT (Suhaimi Bakri)Quality management viewed from the education aspect is a comprehensive philosophy of life and activities of educational institutions that emphasize continuous improvement as a fundamental objective to improve the quality, productivity, and reduce education funding. The purpose of this study was to find out: curriculum, student, personnel, facility and infrastructure in Mutiara State Senior High School of Pidie Regency. This study used qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation study. Subject of the study were principal and teachers. The results showed that curriculum management has been carried out. It can be indicated from the work program, implementation of the program, supervision, and the optimal learning process. Student management has been carried out well. It can be seen from the improvement of student discipline, the extracurricular activities, student coaching, and student activity evaluation that has been going well. Personnel management carried out was in poor category. This reality can be seen from teacher professional development activities that were not routinely conducted. In addition, there were unprofessional personnel. Their education qualification were not linear with the assigned tasks. Facility and infrastructure management was in good category. It can be seen from the completeness of adequate facilities and infrastructure that can be utilized effectively to improve the quality of education in Mutiara State Senior High School of Pidie Regency.Keywords: Curriculum Management and Education Quality</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86931">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9921</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86932">
                <text>MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN  PADA SMA NEGERI 1 RNMUTIARA KABUPATEN PIDIE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9975" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86933">
                <text>BUSRA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86934">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9922</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86935">
                <text>PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB TEMA SELALURNBERHEMAT ENERGI MELALUI METODE DEMONSTRASI DIRNKELAS IV SD NEGERI 1 BEUREUNUEN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9976" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86936">
                <text>NISAUL HASANAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86937">
                <text>ABSTRAKNISAUL HASANAH,KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN PADA DINAS KABUPATEN ACEH BARAT DAYA(Suatu Kajian dari Perspektif Gender)Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala(vii, 79), pp., bibl.,app. (Dr. Syarifuddin Hasyim, SH, M.Hum dan Ishak, SH, MH)Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya yang terdiri dari 15 dinas dan 8 badan yang bekerja di Pemerintah di Kabupaten Aceh Barat Daya baik di sektor pendidikan, pembangunan, ekonomi, kebudayaan dan lainnya adalah wadah yang bertujuan untuk memajukan daerah. Dinas dan Badan mempunyai kewajiban dan wewenang untuk mengawal, menjalankan, dan memfasilitasi berbagai kebutuhan untuk kemajuan daerah. Kepala Dinas atau badan yang di kepalai oleh Perempuan dianggap belum cukup mampu untuk mengemban amanah dalam pembangunan daerah. Sehingga kepala Dinas dan Badan yang di kepalai perempuan merasa terdiskriminasi dengan segala kebijakan-kebijakan yang ada di daerah.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanfaktor-faktor yang menjadi penghambat perempuan untuk menduduki jabatan kepala dinas di Kabupaten Aceh Barat Daya, dan keterlibatan perempuan dalam mengisi jabatan kepala dinas di Kabupaten Aceh Barat Daya tidak sesuai dengan ketentuan gender.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian keperpustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbagai faktor yang menjadi penghalang bagi perempuan untuk ikut terlibat dalam lembaga pemerintahan diantaranyabanyaknya peraturan yang diterapkan, kurangnya kepercayaan terhadap perempuan, serta perempuan dianggap tidak layak dalam memimpin. Keterlibatan perempuan dalam mengisi jabatan sebagai kepala dinas di Kabupaten Aceh Barat Daya juga tidak sesuai dengan ketentuan gender diakibatkan oleh sumber daya politik perempuan terbatas dan proses perekrutan yang merugikan pihak perempuan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya diharapkan untuk memberikan kontibusi positif kepada perempuan dan membuka peluang untuk perempuan dalam berpartisipasi langsung di instansi Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya khususnya sebagai kepala dinas serta tidak adanya diskriminasi terhadap kaum perempuan, agar tidak adanya kesenjangan dan kecemburuan sosial antara laki-laki dan perempuan, agar terciptanya kesetaraan gender (perspektif gender) di dalam Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya.Kata Kunci : Pemerintahan, Pejabat, Perempuan,Perspektif Gender.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86938">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9923</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86939">
                <text>KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN PADA DINAS KABUPATEN ACEH BARAT DAYARN(SUATU KAJIAN DARI PERSPEKTIF GENDER)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9977" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86940">
                <text>Chyci Paramita Sari</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86941">
                <text>CHYCI PARAMITA SARI. 0705106010004. Pengaruh Lintasan Traktor dengan Menggunakan Bajak Rotari terhadap Perubahan Sifat Mekanika dan Fifika Tanah. Di bawah bimbingan Dr. Mustafril, ST, M.Si sebagai pembimbing utama dan Dewi Sri Jayanti, S.TP, M.Sc sebagai pembimbing anggotaRINGKASANTanah adalah media tanam yang paling utama bagi tanaman, tanah mempunyai fungsi sebagai tempat tumbuh dan penguat berdirinya tanaman. Kegiatan pertanian sebelum dilakukan penanaman terlebih dahulu dilakukan pengolahan tanah dengan menggunakan cangkul, bajak dan alat-alat lainnya. Dalam bidang pertanian tidak diinginkan adanya kompaksi tanah selama pertumbuhan tanaman, pemadatan tanah yang disebabkan oleh lintasan roda  berakibat terjadi kerusakan struktur tanah yaitu mempengaruhi kondisi sifat fisik dan mekanik tanah, pada akhirnya mempengaruhi penetrasi akar tanaman di dalam tanah yang berpengaruh terhadap hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sifat mekanika dan fisika tanah akibat pengaruh lintasan traktor dengan menggunakan bajak rotari terhadap pemadatan tanah.Penelitian ini menggunakan perancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti pada penelitian ini adalah : faktor pertama adalah pengaruh lintasan roda setelah pengolahan tanah yang terdiri atas 3 level  yaitu :  1 kali lintasan (L1), 3 kali lintasan (L2), dan 5 kali lintasan (L3). Faktor kedua adalah pengaruh pengolahan tanah terdiri dari 2 level, yaitu : Pemadatan tanah pada bagian bajak rotari (P1) dan pemadatan tanah pada bagian roda (P2).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan tanah dengan menggunakan traktor berpengaruh terhadap sifat mekanika tanah sampai batas kedalaman tanah 0-30 cm, sedangkan pengolahan tanah dengan menggunakan beban rotavator pada tiga kali lintasan dapat mempengaruhi sifat fisika tanah seperti bobot isi tanah sebesar 1,245 g/cm3, porositas tanah 46,698%, permeabilitas tanah sebesar 1,640 cm/jam, dan kadar air tanah sebesar 24,082%.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86942">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9924</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86943">
                <text>PENGARUH LINTASAN TRAKTOR DENGAN MENGGUNAKAN BAJAK ROTARI TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIKA DAN FISIKA TANAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9978" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86944">
                <text>Assaruaida</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86945">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9925</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86946">
                <text>PENGARUH JENIS IKAN DAN PENAMBAHAN SODIUM TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI CRYOPROTECTAN PADA PEMBUATAN SURIMI DARIRNIKAN AIR TAWAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9979" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86947">
                <text>armanisah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86948">
                <text>Omega-3 merupakan asam lemak tidak jenuh yang tergolong dalam asam lemak esensial. Saat ini ikan adalah satu komoditas yang banyak digunakan untuk menghasilkan omega-3 akan tetapi kelangkaan ikan mengakibatkan ikan susah didapatkan dan harga semakin mahal, adapun salah satu solusinya dengan  menggunakan mikroalga. Mikroalga merupakan tumbuhan air yang berukuran mikroskopik yang sangat berpotensi dikembangkan diindonesia salah satunya di daerah  perairan Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi biodiversity, identifikasi serta isolasi mikroalga yang berpotensi sebagai penghasil omega-3 di daerah pesisir hutan bakau Kabupaten Aceh Jaya yang berpotensi sebagai penghasil omega- 3. Penelitian dilakukan dengan  pengambilan daun bakau yang gugur dan tenggelam di dalam air di muara sungai di tiga lokasi  yaitu  Lamno (Aceh Jaya), Layeun (Aceh Besar), dan Lhoong (Aceh Besar), kemudian diisolasi dan inkubasi 2 hari dan dimurnikan. Dari hasil eksplorasi diduga terdapat dua famili mikroalga yang berhasil di identifikasi berdasarkan morfologinya yaitu Chlorellaceae dari daerah Lamno, Dunaliellaceae dari pesisir Lhoong dan Layeun.Kata Kunci: Mikroalga, Omega-3, Chlorella sp., Dunaliella sp.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86949">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9926</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86950">
                <text>IDENTIFIKASI DAN ISOLASI MIKROALGA DARI PERAIRAN HUTAN BAKAU DI ACEH JAYA DAN ACEH BESAR YANG BERPOTENSI SEBAGAI SUMBER OMEGA-3</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9980" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86951">
                <text>DOZON ANDRANDA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86952">
                <text>ABSTRAKJudul: Kesediaan Membayar Sistem Pengelolaan Air Hujan di Banda AcehNama:Dozon AndrandaNIM:1001101010024Fakultas/Jurusan:Ekonomi/Ekonomi PembangunanDosen Pembimbing:Dr. Aliasuddin, S.E, M,SiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar sistem pengelolaan air hujan di Banda Aceh. Model yang digunakan adalah regresi linerar berganda (multiple regression), dengan menggunakan data primer. Penelitian ini dilakukan di salah satu gampong/desa di Banda Aceh yaitu Gampong/Desa Alue Naga. Sampel penelitian adalah masyarakat di Gampong Alue Naga dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat variabel bebas yang digunakan, hanya satu variabel yang mempengaruhi willingness to pay terhadap sistem pengelolaan air hujan, yaitu variabel pendapatan responden. Sedangkan variabel pendidikan, kebutuhan pemakaian air, dan pengetahuan akan manfaat air hujan tidak mempengaruhi willingness to pay terhadap sistem pengelolaan air hujan. Rekomendasi penelitian ini adalah:  a. Pemerintah atau pihak terkait selaku pengambil kebijakan diharapkan dapat membuat kebijakan yang melindungi dan melestarikan sumber-sumber air serta memanfaatkan air hujan dengan menyediakan sistem pengelolaan air hujan sebagai salah satu alternatif sumber air bersih di Kota Banda Aceh; b. Penelitian lanjutan diharapkan dapat menganalis uji kelayakan proyek dengan analisis biaya dan manfaat sistem pengelolaan air hujan di Kota Banda Aceh, guna membantu pemerintah dalam menyediakan anggaran dana yang efektif dan efesien.Kata Kunci: willingness to pay, sistem pengelolaan air hujan, multiple regression.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86953">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9927</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86954">
                <text>KESEDIAAN MEMBAYAR SISTEM PENGELOLAAN AIR HUJANRN DI BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9981" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86955">
                <text>Fachrur Razi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86956">
                <text>FACHRUR RAZI2014ABSTRAKPERAN DPRK ACEH SELATAN DALAM MENDORONG PERCEPATAN PEMBENTUKAN PROVINSI ACEH BARAT SELATAN (ABAS)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (viii, 69), pp., bibl., app. (Dr. Effendi Hasan, MA dan Maimun, S.Pd,. MA)Aceh Selatan merupakan salah satu daerah yang berada di barat selatan Aceh sekaligus menjadi daerah yang sangat menentukan terbentuk atau tidaknya provinsi baru yang bernama ABAS. Pihak legislatif juga ikut andil dalam mendorong percepatan pembentukan Provinsi ABAS. Perjuangan  yang dilakukan dianggap sebuah kegagalan bagi Pemerintah Aceh dalam membangun daerahnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan upaya-upaya DPRK Aceh Selatan dalam mendorong percepatan pembentukan Provinsi ABAS, serta kendala dan peluang DPRK Aceh Selatan dalam proses percepatan pembentukan Provinsi ABAS. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan wawancara. Sedangkan untuk penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua peran atau upaya DPRK Aceh Selatan dalam mendorong percepatan terbentuknya Provinsi ABAS, yaitu melobi elit politik nasional dan membuat Qanun terkait pemekaran wilayah. Kemudian ada juga permasalahan yang dihadapi oleh DPRK, seperti ketidak seriusan DPRA dalam mengelola permasalahan ini, tidak adanya dukungan dari ketua DPRK serta sumber daya manusia yang terbatas. Namun adanya dukungan yang nyata daripara eksekutif, tokoh masyarakat dan elit politik dari Aceh Selatan akan mempengaruhi proses percepatan pembentukan Provinsi ABAS. Disarankan kepada pihak lembaga dan eksekutif daerah diharapkan mampu untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya sendiri, karena dalam hal ini pemerintah daerah sangat mengetahui permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan di daerahnya. Dan untuk pemerintah Aceh khususnya gubernur dan DPRA agar lebih mengedepankan nila-nilai kemanusiannya demi terciptanya kesejahteraan bagi rakyat ABAS  khususnya.Kata Kunci : pemekaran wilayah, pemerintah Aceh, DPRK Aceh SelatanFACHRUR RAZI          2014ABSTRACTTHE ROLES OF ACEH SELATAN DISTRICT HOUSE OF REPRESENTATIVE IN HASTENING THE ESTABLISHMENT OF ACEH BARAT SELATAN PROVINCEThe Faculty of Social and Political Sciences, Syiah Kuala University (viii, 69), pp., references., appendices. (Dr. Effendi Hasan, MA. dan Maimun, S.Pd,. MA)Aceh Selatan is one of the determining region for the establishment of Aceh Barat Selatan province. Legislative committee also plays important roles in hastening the establishment  of Aceh Barat Selatan province. The efforts by the local government to persuade the central government to approve this establishment was considered failed. Moreover, the issue of regional proliferation has been raised for a very long period of time; therefore, a solution in making decision related to this proliferation is required. The objective of this research was to describe the efforts taken by Aceh Selatan District House of Representative in hastening the establishment of Aceh Barat Selatan Province, obstacles and opportunity faced by Aceh Selatan District Regional House of Representative in the process of establishing Aceh Barat Selatan Province, a long with the problems arising during the process of establishing Aceh Barat Province. The data were collected by using field and library researches. The field research was intended to obtained primary data, which was conducted through interview. The secondary data were obtained the library research, based on related written materials. The research results showed that Aceh Selatan District House of Representative took two kinds of efforts to hasten the establishment of Aceh Barat Selatan Province. i.e, negotiating with national political elites and approving laws in regional proliferation. The Aceh Selatan District House of Representative faced some obstacles during the process of establishing Aceh Barat Selatan Province, i.e. Lack of seriousness from Aceh House of Representative, lack of support from the head of House of Representative, and insuffcient human resource, However, some support were given by executive staff members, community leaders, and political elites.Keywords : regional ploliferation, Aceh government, Aceh Selatan District House                 of Representative</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86957">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9928</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86958">
                <text>PERAN DPRK ACEH SELATAN DALAM MENDORONG PERCEPATAN PEMBENTUKAN PROVINSI ACEH BARAT SELATAN (ABAS)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9982" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86959">
                <text>rahmat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86960">
                <text>Rahmat. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Gandasil D Terhadap Petumbuhan Bibit Pepaya California (Carica Papaya L.) di bawah bimbingan Nurhayati, sebagai pembimbing utama dan Marai Rahmawati, sebagai pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam dan  konsentrasi pupuk Gandasil D terbaik serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan bibit pepaya California. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, sejak Desember 2013 sampai dengan Februari 2014.Bahan dan alat yang digunakan adalah benih pepaya California, Atonik ( ZPT gologan Auxin ), polibag, tanah, pupuk kandang, arang sekam, pupuk Gandasil D, hand sprayer (volume 1 liter), gembor, jangka sorong, penggaris, cangkul, polibag dan timbangan analitik serta alat tulis menulis.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Adapun faktor yang diteliti adalah komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk Gandasil D, setiap satuan percobaan terdiri dari 3 polibag tanaman, sehingga penelitian ini terdiri dari 108 polibag tanaman.Peubah yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang umur 14, 28, 42 dan 56 HST, dan berat berangkasan basah umur 56 HST. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun,  diameter batang umur 28, 42, dan 56 HST, lebar daun umur 42 dan 56 HST, dan berat berangkasan basah tanaman umur 56 HST dan berpengaruh nyata terhadap lebar daun tanaman umur 28 HST akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan diameter batang umur 14 HST. Pertumbuhan bibit pepaya California umur 28, 42, dan 56 HST terbaik dijumpai pada perlakuan komposisi media tanam campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan volume perbandingan 1:1:1.Perlakuan konsentrasi pupuk Gandasil D berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman umur 42 dan 56 HST dan diameter batang tanaman umur 56 HST akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, umur 14, 28, 42 dan 56 HST, jumlah daun umur 14 dan 28 HST, diameter batang tanaman umur 14, 28, dan 42 HST, dan berat berangkasan basah tanaman umur 56 HST. Pertumbuhan bibit pepaya California yang cenderung lebih baik dijumpai pada konsentrasi pupuk Gandasil D 4 g/L air. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk Gandasil D terhadap semua peubah yang diamati.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86961">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9929</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86962">
                <text>PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK GANDASIL D TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA CALIFORNIA (CARICA PAPAYA L.)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
