<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=735&amp;sort_field=added" accessDate="2026-08-12T03:21:41+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>735</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="9803" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86202">
                <text>NOVA YULIANA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86203">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86204">
                <text>NOVA YULIANA, PEMENUHAN HAK-HAK WISATAWAN PADA OBYEK WISATA DALAM MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM DI KABUPATEN ACEH BESAR Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(iv,52).,pp.,bibl.  T. HAFLISYAH, S.H.,M.Hum.Pasal 20 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, mengatur tentang hak-hak wisatawan. Setiap wisatawan berhak memperoleh Informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata, pelayanan kepariwisataan sesuai dengan standar, perlindungan hukum dan keamanan, pelayanan kesehatan, perlindungan hak pribadi dan perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi. Namun fakta di lapangan masih belum terpenuhi akan hak-hak wisatawan di obyek wisata Aceh Besar.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pelaksanaan perlindungan hukum terhadap wisatawan pada obyek wisata di Kabupaten Aceh Besar, dan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap wisatawan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan melakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa bentuk perlindungan hukum terhadap wisatawan pada obyek wisata di Kabupaten Aceh Besar adalah pengelola obyek wisata memberikan rasa keamanan, informasi, pelayanan kesehatan. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum adalah hambatan eksternal yaitu tidak adanya Qanun tentang kepariwisataan, tidak adanya petugas yang ditempatkan  untuk  mengawasi tempat wisata, tidak adanya asuransi dan mengalami kekurangan anggaran dalam memenuhi segala kewajiban pengelola untuk melindungi hak-hak wisatawan. Hambatan internal adalah masyarakat atau wisatawan masih mengabaikan informasi berupa larangan, dalam hal pemenuhan hak mengenai pertanggungjawaban atas kerugian yang tertimpa terhadap wisatawan, kurangnya perhatian khusus dari pihak pemerintah terhadap obyek wisata.Untuk dapat melaksanakan pengawasan dengan baik, hendaknya Dinas Kepariwisataan Aceh Besar dapat segera melakukan kewajibannya dalam hal mengontrol setiap obyek wisata yang ada di Kabupaten Aceh Besar, kepada pemilik obyek wisata secara pribadi untuk dapat memenuhi semua hak-hak pengunjung atau wisatawan yang mengunjungi obyek wisata miliknya, kepada pengunjung atau wisatawan agar mematuhi segala informasi yang diberikan oleh pengelola atau petugas obyek wisata guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86205">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86206">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9661</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86207">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86208">
                <text>PEMENUHAN HAK-HAK WISATAWAN PADA OBYEK WISATA DALAM MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM DI KABUPATEN ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9804" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86209">
                <text>ASIH WULANDARI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86210">
                <text>ABSTRAKPenelitian tentang identifikasi dan prevalensi ektoparasit pada udang windu (Penaeus monodon) dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Gampong Pande, Banda Aceh telah dilakukan pada bulan Maret 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menginfeksi udang windu dan ikan bandeng di tambak tradisional Gampong Pande, Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak 3 kali sampling dengan total masing-masing sampel ikan 30 ekor. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 2 filum ektoparasi. Ektoparasit yang menginfeksi udang windu dari filum Protozoa yaitu Vorticella sp. dengan prevalensi 70% serta intensitas yang ditemukan 40 ind/ekor dan Zoothamnium sp. dengan prevalensi 53,3% dengan intensitas 61 ind/ekor. Sedangkan pada ikan bandeng juga ditemukan satu jenis ektoparasit dari filum Protozoa yang menyerang yaitu Trichodina sp. dengan nilai prevalensi 50% serta intensitasnya 9 ind/ekor dan dua jenis ektoparasit dari filum Platyhelminthes yaitu Diplectanum sp. dan Dactylogyrus sp. dengan nilai prevalensi dan intensitas yang sama yaitu 40% dan 8 ind/ekor. Ektoparasit yang menginfeksi udang windu banyak ditemukan pada organ kaki jalan sedangkan ikan bandeng banyak ditemukan pada bagian lendir dan insang. Perbedaan tingkat prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menginfeksi udang windu dan ikan bandeng dapat disebabkan oleh pergerakan udang yang lambat dibandingkan bandeng yang merupakan perenang cepat, selanjutnya tingkah laku udang yang hidup di dasar perairan serta perbedaan umur tebar udang dan bandeng di tambak. Kata kunci: Ektoparasit, prevalensi, intensitas, udang windu, ikan bandeng.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86211">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9663</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86212">
                <text>IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DAN IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DI TAMBAK TRADISIONALRN GAMPONG PANDE, BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9805" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86213">
                <text>FERA TRISSINA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86214">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86215">
                <text>ABSTRAKKata Kunci: Keterampilan mengajar, perkuliahan micro teachingPenelitian ini berjudul " keterampilan mengajar mahasiswa Jurusan Fisika FKIP Unsyiah dalam perkuliahan micro teaching tahun akademik 2010/2011". Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  keterampilan mengajar mahasiswa Jurusan Fisika FKIP Unsyiah dalam perkuliahan micro teaching tahun akademik 2010/2011. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah micro teaching Tahun Akademik 2010/2011 yang berjumlah 36 orang.Sampel peneliti diambil sebanyak 15 orang mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah micro teaching. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian langsung ke Micro Teaching Laboratory (MTL) untuk memperoleh data dengan cara observasi. Pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana untuk mengetahui persentase dari setiap alternatif jawaban. Kemudian data tersebut ditampilkan dalam tabulasi dan diambil kesimpulan berdasarkan besar kecilnya persentase jawaban yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji persentase dapat disimpulkan dari sampel yang telah diteliti ternyata dari ketiga kegiatan pembelajaran terlihatlah bahwa yang memiliki persentase yang tertinggi yaitu pada kegiatan awal dengan nilai baik sebesar 71,66%. Ini menunjukkan bahwasanya mahasiswa telah dapat menerapkan kegiatan awal dengan baik untuk dapat menimbulkan perhatian siswa dan kesiapan siswa untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil persentase rata-rata kegiatan pembelajaran maka diperoleh  nilai yang baik sampai dengan sangat baik sebesar 75,173%. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa pada saat praktik micro teaching telah dapat melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran dengan sangat baik.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86216">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86217">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9664</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86218">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86219">
                <text>KETERAMPILAN MENGAJAR MAHASISWA JURUSAN FISIKA RNFKIP UNSYIAH DALAM PERKULIAHAN MICRO TEACHINGRNTAHUN AKADEMIK 2010/2011</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9806" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86220">
                <text>FERA TRISSINA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86221">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86222">
                <text>ABSTRAKKata Kunci: Keterampilan mengajar, perkuliahan micro teachingPenelitian ini berjudul " keterampilan mengajar mahasiswa Jurusan Fisika FKIP Unsyiah dalam perkuliahan micro teaching tahun akademik 2010/2011". Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  keterampilan mengajar mahasiswa Jurusan Fisika FKIP Unsyiah dalam perkuliahan micro teaching tahun akademik 2010/2011. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah micro teaching Tahun Akademik 2010/2011 yang berjumlah 36 orang.Sampel peneliti diambil sebanyak 15 orang mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah micro teaching. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian langsung ke Micro Teaching Laboratory (MTL) untuk memperoleh data dengan cara observasi. Pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana untuk mengetahui persentase dari setiap alternatif jawaban. Kemudian data tersebut ditampilkan dalam tabulasi dan diambil kesimpulan berdasarkan besar kecilnya persentase jawaban yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji persentase dapat disimpulkan dari sampel yang telah diteliti ternyata dari ketiga kegiatan pembelajaran terlihatlah bahwa yang memiliki persentase yang tertinggi yaitu pada kegiatan awal dengan nilai baik sebesar 71,66%. Ini menunjukkan bahwasanya mahasiswa telah dapat menerapkan kegiatan awal dengan baik untuk dapat menimbulkan perhatian siswa dan kesiapan siswa untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil persentase rata-rata kegiatan pembelajaran maka diperoleh  nilai yang baik sampai dengan sangat baik sebesar 75,173%. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa pada saat praktik micro teaching telah dapat melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran dengan sangat baik.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86223">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86224">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9665</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86225">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86226">
                <text>KETERAMPILAN MENGAJAR MAHASISWA JURUSAN FISIKA RNFKIP UNSYIAH DALAM PERKULIAHAN MICRO TEACHINGRNTAHUN AKADEMIK 2010/2011</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9807" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86227">
                <text>Shiddiq Wiratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86228">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9667</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86229">
                <text>GAMBARAN PREEKLAMPSIA DENGAN BERAT BADAN LAHIR DI RSUD DR ZAINOEL ABIDIN TAHUN 2011</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9808" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86230">
                <text>T. FAUZANSYAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86231">
                <text>ABSTRAKT. FAUZANSYAH ,  PELAKSANAAN PEMBERIAN GARANSI BANK PADA KONTRAK PENGADAAN BARANG MILIK2014PEMERINTAH( Suatu Penelitian pada Bank MandiriCabang Banda Aceh)(iv, 50), pp., tabl., bibl.,appKhairani, S.H., M.Hum.Dalam Pasal 6 Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 23/88/SK.Dir/1991 tentang Garansi Bank disebutkan bahwa batas waktu pengajuan klaim terhadap garansi bank adalah 30 hari, akan tetapi dalam pelaksanaan perjanjian antara CV. Bumi Agro Lestari dengan Bank Mandiri hanya 14 hari, hal ini tidak sesuai dengan SK Direksi Bank Indonesia tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskantentang proses pelaksanaan pemberian garansi bank oleh Bank Mandiri dan cara penyelesaian yang dilakukan Bank Mandiri terhadap klaim yang diajukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Aceh selaku pengguna jasa terhadap kelalaian penyedia jasa dalam memenuhi kewajibannya.Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari peraturan perundang-undangan dan buku-buku berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer dengan mewawancarai responden.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri sebagai penerbit garansi bank merujuk pada Pasal 1832 KUHPerdata dalam menyelesaikan klaim yang diajukan oleh penerima jaminan. Bank Mandiri membayarkan klaimtanpa menjual terlebih dahulu harta debitur. Batas pengajuan klaim yang ditetapkan Bank Mandiri adalah 14 hari setelah berakhirnya garansi bank sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 perjanjian garansi bank, berbeda dari yang ditetapkan dalam SK Dir BI No. 23/88/KEP/Dir/1991 yang menyebutkan waktu paling lambat untuk mengajukan klaim terhadap garansi bank adalah 30 hari. Dasar Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Aceh mengajukan klaim atas garansi bank kepada Bank Mandiri adalah karena wanprestasi yang dilakukan CV. Bumi Agro Lestari. Pengajuan klaim yang dilakukan mengalami kendala yaitu lewatnya batas waktu pengajuan klaim, dan Bank Mandiri menolak untuk melakukan pencairan dana yang ada dalam garansi bank tersebut. Akibat dari tidak dapat dicarikan garansi bank adalah kerugian yang diderita oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Aceh selaku pengguna jasa tidak mendapat pertanggung jawaban dari pihak penyedia jasa.Disarankan kepada Bank Mandiri agar merubah ketentuan terkait batas waktu pengajuan klaim yang semula 14 hari menjadi 30 hari sesuai dengan SK Dir BI Nomor 23/88/SK.Dir/1991 dan setiap mengeluarkan garansi bank agar menjelaskan setiap isi dari perjanjian baik kepada debitur maupun pihak ketiga.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86232">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9669</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86233">
                <text>PELAKSANAAN PEMBERIAN GARANSI BANK PADA KONTRAK PENGADAAN BARANG MILIK PEMERINTAHRN(SUATUPENELITIANPADA BANK MANDIRICABANG BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9809" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86234">
                <text>Wahyunita</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86235">
                <text>2011</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86236">
                <text>Mahoni merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dikenal di Indonesia dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit infeksi. Staphylococcus aureus adalah bakteri penyebab penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada nya aktivitas anti bakteri (Swietenia Mahogany Jacq)dalam menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus secara in vitro. jenis penelitian adalah eksprerimen laboratorium dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dibagi dalam 7 kelompol yaitu 4 kelompok perlakuan dan 3 kelompok kontrol dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak biji mahoni 25%, 50%, 75% dan 100 %, kelompok kontrol positif diberikan amoxicillin sedangkan untuk kontrol negatif diberikan akuades dan CMC 15. uji anti bakteri dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby Bauer. Data dianalisis dengan metode ANOVA secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak biji mahoni dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% masing-masing mampu membentuk zona hambat rata-rata 6,75 mm, 7,75 mm, 8,0 mm dan 8,75 mm. Sementara itu rata-rata zona hambat untuk dihasilkan oleh kontrol positif adalah 48 mm dan kontrol negatif adalah 5 mm. Hasil ini menunjukan bahwa ekstrak biji mahoni 25%, 50%, 75% dan 100% mampu menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus yang dapat digolongkan dalam kategori sedang. Sementara itu amoxicillin mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yang dapat digolongkan berdasarkan CLSI kategori sensitif, sedangkan CMC 1% tidak dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata Kunci : Ekstrak Swietenia mahogany jacq, antimikrobial, Staphylococcus aureus</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86237">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86238">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86239">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9670</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86240">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86241">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86242">
                <text>MEDICINAL PLANTS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86243">
                <text>AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHOGANY JACQ) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9810" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86244">
                <text>HASFAR FUADI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86245">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9671</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86246">
                <text>STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 27/PUU-XI/2013 TENTANG KEWENANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT MEMILIH CALON HAKIM AGUNG YANG DI USULKAN OLEH KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9811" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86247">
                <text>alfadjrian sugianto</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86248">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86249">
                <text>ABSTRAKALFADJRIAN SUGIANTO,    PERANAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH  BESAR  DALAM  UPAYA PENINGKATAN  PENDAPATAN  ASLI DAERAH  DARI  SEKTOR  PAJAK KENDARAAN BERMOTORFakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala(iv, 51)., pp., bibl., tabl.,( Zainal Abidin., S.H., M.Si )Salah satu kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pemerintahan  yaitu  meningkatkan  pendapatan  asli  daerah  dari  sektor  pajak kendaraan  bermotor  sebagaimana  disebutkan  dalam  Pasal  7  ayat  (1)  UndangUndang  Nomor  11 Tahun  2006 tentang  Pemerintah  Aceh.  Guna  meningkatkan pendapatan  asli  daerah  dari  sektor  pajak  kendaraan  bermotor,  Pemerintah Kabupaten  Aceh  Besar  menetapkan  target  realisasi  pajak  kendaraan  bermotor dalam jumlah tertentu. Dalam rangka mencapai target realisasi yang ditentukan masih  dijumpai  adanya  hambatan -hambatan  sehingga  mengakibatkan  belum memenuhi target realisasi yang telah ditentukan.Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui  peranan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar  dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor  pajak kendaraan bermotor, faktor-faktor yang menjadi hambatan -hambatan  dan upaya yang ditempuh dalam mengatasi hambatan-hambatan.Untuk  memperoleh  data  dalam  penelitian  ini  dilakukan  penelitian kepustakaan  (library  research)  dan  penelitian  lapangan  (field  research). Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari  peraturan  perundang-undangan,  buku-buku  teks  dan  teori-teori yang  berkaitan  dengan  penelitian  ini.  Penelitian  lapangan  dilakukan  untuk memperoleh data primer dengan mewawancarai responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar  dalam  upaya  meningkatkan  pendapatan  asli  daerah  dari  sektor  pajak kendaraan  bermotor belum  berperan dengan  baik, Pemerintah Kabupaten  Aceh Besar  hanya  berperan  melakukan  koordinasi  dengan  instansi  terkait  dan pengawasan  terhadap  indikasi  terjadinya  pemungutan  liar  dalam  pembayaran pajak  kendaraan  bermotor.  Faktor-faktor  yang  menjadi  hambatan -hambatanyaitu  kurangnya  partisipasi  masyarakat  dalam  membayar  pajak  kendaraan bermotor  dan  masih  kurangnya  pengawasan  dari  aparat  pemerintah  setempat. Upaya  yang  ditempuh  dalam  mengatasi  hambatan-hambatan  dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor yaitu melakukan  penyuluhan  secara  efektif  tentang  pentingnya  pembayaran  pajak kendaraan bermotor terhadap pembangunan daerah.Disarankan  kepada  jajaran  Pemerintah  Kabupaten  Aceh  Besar  agar mengeluarkan  kebijakan-kebijakan  dalam  rangka  meningkatakan  pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor. Disarankan kepada Pemerintah Kabupaten  Aceh  Besar  agar  melakukan  sosialisasi  kepada  masyarakat  guna memberikan  kesadaran  akan  pentingnya  pajak  kendaraan  bermotor  demi mendukung pembangunan daerah Kabupaten Aceh Besar.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86250">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86251">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9673</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86252">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86253">
                <text>PERANAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DARI SEKTOR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9812" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86254">
                <text>Henny Marlina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86255">
                <text>ABSTRAKLogam merkuri (Hg) dalam penambangan emas digunakan untuk membentuk amalgam, guna mengikat dan memurnikan emas dengan proses ekstraksi. Permasalahan lingkungan yang muncul dengan kegiatan tersebut adalah  sisa dari proses ini dibuang langsung ke badan air dan selanjutnya terserap oleh jasad renik dan masuk dalam rantai makanan. Penelitian ini dilakukan dengan metode phytoremediasi dengan menghidupkan tanaman bunga tasbih (Canna Sp) dalam bioreaktor yang dialirkan air yang terkontaminan ion merkuri (Hg) dengan konsentrasi (0,3636;  0,9588; 1,2030) mg/L  sebanyak 10 liter per reaktor, dengan masa tinggal (5,10 dan 14) hari, dan jumlah tanaman sebanyak (5, 8, dan 10) rumpun serta tinggi tanaman rata-rata (50) cm. Analisa Hg menggunakan Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS) Shimadzu AA 6300 dengan metode standar. Hasil penelitian adalah porositas tanah awal dan setelah perlakuan masing-masing adalah 46,88 % dan 15%.  Hal ini menunjukkan bahwa tanah yang digunakan sebagai media tanam dalam penelitian ini dapat melakukan proses penyerapan kandungan  air limbah ke dalam rongga porinya; semakin besar konsentrasi merkuri yang dialirkan pada reaktor uji tanaman maka pertumbuhan daun tanaman semakin tinggi dan subur, tumbuhan bunga tasbih (Canna Sp) mampu hidup pada air yang mengandung merkuri (Hg) hingga konsentrasi 1,2030 mg/L, yang diprediksikan dapat mengurai zat terkontaminan berbahaya menjadi susunan molekul yang lebih sederhana yang dapat berguna bagi pertumbuhannya; setiap tanaman memiliki jangka waktu maksimum untuk melakukan biosorpsi dan proses ini tidak hanya dilakukan oleh tanaman tetapi juga oleh tanah sebagai media tanam. Laju penurunan Hg maksimum adalah 99,4%; umur tanaman berpengaruh terhadap penurunan Hg dimana semakin berumur tanaman maka semakin besar penyerapan yang dilakukan oleh tanaman tersebut. Laju penurunan Hg maksimum adalah 99,95%; akumulasi ion merkuri (Hg) maksimum terserap pada akar tanaman yaitu 1,3394 mg/kg; semakin banyak jumlah rumpun tanaman maka proses penyerapan oleh tanaman akan semakin besar. Laju penurunan Hg maksimum adalah 98,96%.Kata KunciPenambangan emas, Phytoremediasi, Bunga tasbih (Canna Sp), Laju penurunan merkuri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86256">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9674</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86257">
                <text>PENYISIHAN KONSENTRASI MERKURI (HG) MENGGUNAKAN METODE PHYTOREMEDIASI DENGAN TUMBUHAN BUNGA TASBIH (CANNA SP)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
