<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=705&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-08-10T10:07:17+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>705</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="8001" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75198">
                <text>M. Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75200">
                <text>ABSTRAKPotensi aspal batu buton (Asbuton) yang melimpah di pulau buton Sulawesi  tenggara adalah aspal alam terbanyak di dunia dan diperkirakan sekitar 667 juta ton. Penggunaan asbuton dapat menghemat keterbatasan aspal minyak di Indonesia. Masalah kelangkaan aspal minyak di Indonesia menyebabkan terhambatnya penyelesaian proyek-proyek jalan, oleh karena itu maka diperlukan suatu penelitian untuk mengolah asbuton supaya dapat menjadi bahan subtitusi pada aspal. Penelitian ini bertujuan melihat nilai Parameter Marshall yang dihasilkan oleh campuran beton aspal AC-WC dengan menggunakan subtitusi asbuton butir 20/25 yaitu penambahan 0%, 5%, 6% asbuton butir 20/25 pada campuran aspal pen 60/70 setelah penyesuaian gradasi sehingga sesuai dengan spesifikasi teknis untuk campuran aspal beton AC-WC, kemudian dapat diketahui jenis campuran beton aspal yang mempunyai kualitas terbaik dari variasi tersebut. Prosedur penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan metode standar lainnya seperti American Association of State Highway and Transportation Official (AASHTO). Manfaat dari penelitian untuk mengetahui apakah asbuton butir 20/25 dapat dijadikan alternatif bahan campuran aspal pen 60/70. Gradasi yang digunakan berupa gradasi menerus dengan jumlah fraksi agregat kasar sebanyak 54%, fraksi agregat halus 38%, filler 8% dan dibuat benda uji dengan tiga variasi persentase asbuton butir sebesar 0%; 5% dan 6%. Langkah awal pengujian dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis bahan, kemudian perencanaan campuran benda uji, pembuatan benda uji untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal 5,0%; 5,5%; 6,0%; 6,5%; dan 7,0%; perhitungan dan pengujian Marshall, evaluasi parameter Marshall, pengujian Marshall rendaman 24 jam, dan terakhir perhitungan parameter Marshall. Setiap variasi kadar aspal masing-masing dibuat 3 buah benda uji untuk mendapatkan kadar aspal optimum untuk masing-masing variasi persentase asbuton butir 20/25. Nilai KAO yang didapat meningkat dengan semakin banyaknya persentase asbuton butir 20/25 yang ditambahkan dalam campuran yaitu sebesar 6,06% pada persentase asbuton butir 0%; 6,42% pada persentase asbuton butir 5% dan 6,55% pada persentase asbuton butir 6%. Pada evaluasi parameter Marshal, hasil yang diperoleh dari ketiga variasi persentase asbuton butir 20/25 masih memenuhi semua spesifikasi yang disyaratkan. Kata kunci;    Asbuton butir 20/25, subtitusi, aspal pen 60/70, penyesuaian gradasi,  parameter Marshall.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75202">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7480</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75204">
                <text>ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL AC-WC MENGGUNAKAN SUBTITUSI ASBUTON BUTIR 20/25RN (STUDI KASUS 0%, 5%, 6% ASBUTON BUTIR PADA ASPAL PEN.60/70)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8308" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77372">
                <text>M. Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77374">
                <text>Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang dapat menimbulkan komplikasi makrovaskuler yang dapat menyebabkan insufiensi aliran darah ke tungkai, sehingga mempermudah terjadinya infeksi, ulkus, dan kaki diabetik. Kondisi ini dapat berlanjut sehingga mengakibatkan kaki diamputasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kaki diabetik adalah dengan melakukan senam kaki. Pengetahuan dan sikap sangat menentukan bagi seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap diabetesi terhadap melakukan senam kaki. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study pada 66 orang sampel. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan tabel kontigensi 2x2 pada tingkat kemaknaan (?) = 5 % dan derajat kebebasan (df)=1. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan diabetesi dengan senam kaki (p-value = 0,000) dan hubungan sikap diabetesi dengan upaya melakukan senam kaki (p-value = 0,001). Diharapkan kepada perawat di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin agar dapat meningkatkan dan mempertahankan  kualitas penyuluhan senam kaki yang selama ini di lakukan di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77376">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7862</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77378">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DIABETESI DENGAN UPAYA MELAKUKAN SENAM KAKI DI POLIKLINIK ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14895" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115392">
                <text>M. IQBAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115393">
                <text>Pada  Pilpres  2014  lalu,  Partai  Golkar,  merupakan salah  satu  partai  politik yang menetukan  arah  koalisi untuk bergabung dan mendukung  pasangan Prabowo-Hatta  pada  Pilpres  2014.  Namun,  keputusan yang  dibuat  oleh  Ketum Golkar tersebut ternyata tidak mendapatkan dukungan penuh dari sebagian kader dan simpatisan Golkar baik di Pusat maupun Daerah. Aceh, merupakan salah satu daerah  dimana  kader  dan  simpatisannya  menolak  dengan  tegas  atas  keputusan tersebut.  Penolakan tersebut dilakukan  dengan  berbagai  tindakan,  salah  satunya adalah  dengan  mendeklarasikan  dirinya  secara  resmi  mendukung  pasangan Jokowi-JK yang tentunya melanggar kebijakan arah koalisi partai Golkar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal yang melatarbelakangi dukungan suara yang diberikan kader Partai Golkar Aceh terhadap calon presiden dan wakil presiden  Jokowi-JK  pada  Pilpres  2014  dan  untuk  mengetahui  tidakan  yang dilakukan  oleh  Ketua  DPD  I  Partai  Golkar  Aceh  dalam  mengatasi  perpecahan yang  terjadi  di  internal  Partai  Golkar  Aceh. Teknik  pengumpulan  data  yang digunakan  yaitu  penelitian  lapangan  dan  penelitian  kepustakaan.  Studi  lapangan untuk  memperoleh  data  primer  yang  dilakukan  dengan  cara  wawancara. Sedangkan  penelitian  kepustakaan  untuk  memperoleh  data  sekunder  berdasarkan buku-buku  dan  bacaan  terkait. Hasil  penelitian  ini  menjelaskan  ada  empat  hal yang melatarbelakangi dukungan suara kader Partai Golkar Banda Aceh terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 yaitu adanya sosok  Jusuf  Kalla,  hak  dan  keyakinan  pribadi,  tidak  adanya  calon  dari partai sendiri, perbedaan pandangan, pemikiran dan ideologi dengan calon pilihan partai. Kemudian tindakan yang dilakukan oleh Ketua DPD I partai Golkar Aceh dalam  mengatasi  perpecahan yang  terjadi  ialah  dengan  menindak  tegas pelanggaran yang terjadi.Kata Kunci : Partai Golkar Aceh, Perpecahan, Pemilu Presiden.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115394">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16427</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115395">
                <text>FAKTOR PENYEBAB PERPECAHAN ARAH KOALISI KADER DAN SIMPATISAN PARTAI GOLKAR BANDA ACEH PADA PILPRES 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14185" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111411">
                <text>M. Iqbal Lesmana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111412">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15487</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111413">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) ASAL ACEH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR YANG DIBERI PAKAN HIPERKOLESTEROL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12380" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="99288">
                <text>M. IQBAL NURRAZIQ</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="99289">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="99290">
                <text>Pasal 12 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang, huruf (a) wajib ditera dan ditera ulang. Kemudian dalam Pasal 25 yang mengatur tentang larangan pidana bagi para pelanggar Undang-undang tersebut. Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal barangsiapa melakukan perbuatan yang tercantum dalam Pasal 25 Undang-undang ini dipidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Namun dalam kenyataannya masih banyak pelaku usaha yang tidak melakukan kewajiban tera ulang terhadap UTTP yang mereka gunakan.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan pelaku usaha tidak melakukan tera ulang, tindakan yang dilakukan UPTD Metrologi terhadap pelaku usaha yang tidak melakukan tera ulang peran dan hambatan-hambatan yang dialami oleh pegawai ahli tera UPTD Metrologi dalam melakukan tera ulang.Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dengan cara penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder dan penelitian lapangan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Hasil penelitian, faktor penyebab pelaku usaha tidak melakukan tera ulang adalah faktor alat masih bagus (30%), kurang tahunya pelaku usaha terhadap tera ulang (20%), tidak pernah didatangi petugas (30%), alat semakin tidak bagus setelah tera ulang (20%). Tindakan hukum yang dilakukan oleh UPTD metrologi sampai saat ini belum pernah dilakukan, hanya sebatas teguran. Hambatan dalam proses tera ulang, kurang sadarnya pelaku usaha, belum ada UPTD Metrologi Legal di Kabupaten/Kota, kurangnya pegawai yang memiliki keahlian di bidang Metrologi Legal idealnya 23 orang menurut pernyataan kepala UPTD Metrologi Legal, sedangkan yang ada hanya 16 orang, dan ahli servis UTTP masih dari pihak swasta, sebaiknya pegawai negeri sipil, karena dapat mengurangi beban biaya.Disarankan kepada UPTD Metrologi Legal agar meningkatkan perannya dalam hal pengawasan alat UTTP. Kepada pegawai/penyidik PPNS agar meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggar agar mendapatkan efek jera. Kepada pelaku usaha agar memenuhi kewajibannya untuk menera ulang alat yang digunakan pada usahanya setahun sekali menurut peraturan yang berlaku.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="99291">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="99292">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=13127</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="99293">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="99294">
                <text>TINDAK PIDANA TIDAK MELAKUKAN KEWAJIBAN TERA ULANG TERHADAP ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DAN PERLENGKAPANNYA (UTTP)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4317" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44226">
                <text>M. Irsad</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44228">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44229">
                <text>KTSP mulai diterapkan sejak tahun 2006, namun ada dugaan bahwa pelaksanaan KTSP belum maksimal dan masih perlu diperbaiki. Akan tetapi mulai tahun ajaran 2013/2014 akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Karena itu penulis melakukan penelitian terhadap guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum mulai tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri 7 Banda Aceh dan sampel dari penelitian ini adalah semua guru matematika sebanyak 6 orang guru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan angket dan wawancara. Angket diberikan kepada 6 orang guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh. Tujuan pemberian angket untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum. Analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, dan verifikasi. Wawancara dilakukan setelah pengedaran angket kepada subjek penelitian yang bertujuan untuk penguatan data dan verifikasi terhadap jawaban pada angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup baik 2) Persiapan pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana sesuai dengan standar proses pelaksanaan KTSP yang ditetapkan 3) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup bagus, evaluasi dari kepala sekolah dan spervisor guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana kurang bagus 4) Kendala pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh yang penting adalah kurang tersedianya arus listrik di setiap kelas dan terbatasnya jumlah LCD untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK 5) Guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh sedikit setuju dengan perubahan kurikukulum dan berharap sistemnya semakin baik dan juga karena memang harus diikuti.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="44230">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44232">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3727</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44234">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="44236">
                <text>PELAKSANAAN KTSP OLEH GURU MATEMATIKADI SMAN 7 BANDA ACEH TAHUN 2012</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4422" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45267">
                <text>M. Irsad</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45269">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45271">
                <text>KTSP mulai diterapkan sejak tahun 2006, namun ada dugaan bahwa pelaksanaan KTSP belum maksimal dan masih perlu diperbaiki. Akan tetapi mulai tahun ajaran 2013/2014 akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Karena itu penulis melakukan penelitian terhadap guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum mulai tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri 7 Banda Aceh dan sampel dari penelitian ini adalah semua guru matematika sebanyak 6 orang guru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan angket dan wawancara. Angket diberikan kepada 6 orang guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh. Tujuan pemberian angket untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum. Analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, dan verifikasi. Wawancara dilakukan setelah pengedaran angket kepada subjek penelitian yang bertujuan untuk penguatan data dan verifikasi terhadap jawaban pada angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup baik 2) Persiapan pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana sesuai dengan standar proses pelaksanaan KTSP yang ditetapkan 3) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup bagus, evaluasi dari kepala sekolah dan spervisor guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana kurang bagus 4) Kendala pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh yang penting adalah kurang tersedianya arus listrik di setiap kelas dan terbatasnya jumlah LCD untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK 5) Guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh sedikit setuju dengan perubahan kurikukulum dan berharap sistemnya semakin baik dan juga karena memang harus diikuti.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="45273">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45275">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3812</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45277">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45279">
                <text>PELAKSANAAN KTSP OLEH GURU MATEMATIKA DI SMAN 7 BANDA ACEH TAHUN 2012</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4557" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46713">
                <text>M. Irsad</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46715">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46717">
                <text>KTSP mulai diterapkan sejak tahun 2006, namun ada dugaan bahwa pelaksanaan KTSP belum maksimal dan masih perlu diperbaiki. Akan tetapi mulai tahun ajaran 2013/2014 akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Karena itu penulis melakukan penelitian terhadap guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum mulai tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri 7 Banda Aceh dan sampel dari penelitian ini adalah semua guru matematika sebanyak 6 orang guru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan angket dan wawancara. Angket diberikan kepada 6 orang guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh. Tujuan pemberian angket untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum. Analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, dan verifikasi. Wawancara dilakukan setelah pengedaran angket kepada subjek penelitian yang bertujuan untuk penguatan data dan verifikasi terhadap jawaban pada angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup baik 2) Persiapan pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana sesuai dengan standar proses pelaksanaan KTSP yang ditetapkan 3) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup bagus, evaluasi dari kepala sekolah dan spervisor guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana kurang bagus 4) Kendala pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh yang penting adalah kurang tersedianya arus listrik di setiap kelas dan terbatasnya jumlah LCD untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK 5) Guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh sedikit setuju dengan perubahan kurikukulum dan berharap sistemnya semakin baik dan juga karena memang harus diikuti.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="46719">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46721">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3953</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46723">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46725">
                <text>PELAKSANAAN KTSP OLEH GURU MATEMATIKA DI SMAN 7 BANDA ACEH TAHUN 2012</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4558" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46729">
                <text>M. Irsad</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46731">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46733">
                <text>KTSP mulai diterapkan sejak tahun 2006, namun ada dugaan bahwa pelaksanaan KTSP belum maksimal dan masih perlu diperbaiki. Akan tetapi mulai tahun ajaran 2013/2014 akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Karena itu penulis melakukan penelitian terhadap guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum mulai tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri 7 Banda Aceh dan sampel dari penelitian ini adalah semua guru matematika sebanyak 6 orang guru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan angket dan wawancara. Angket diberikan kepada 6 orang guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh. Tujuan pemberian angket untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum. Analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, dan verifikasi. Wawancara dilakukan setelah pengedaran angket kepada subjek penelitian yang bertujuan untuk penguatan data dan verifikasi terhadap jawaban pada angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup baik 2) Persiapan pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana sesuai dengan standar proses pelaksanaan KTSP yang ditetapkan 3) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup bagus, evaluasi dari kepala sekolah dan spervisor guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana kurang bagus 4) Kendala pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh yang penting adalah kurang tersedianya arus listrik di setiap kelas dan terbatasnya jumlah LCD untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK 5) Guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh sedikit setuju dengan perubahan kurikukulum dan berharap sistemnya semakin baik dan juga karena memang harus diikuti.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="46735">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46737">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3954</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46739">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46741">
                <text>PELAKSANAAN KTSP OLEH GURU MATEMATIKADI SMAN 7 BANDA ACEH TAHUN 2012</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4573" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46883">
                <text>M. Irsad</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46885">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46887">
                <text>KTSP mulai diterapkan sejak tahun 2006, namun ada dugaan bahwa pelaksanaan KTSP belum maksimal dan masih perlu diperbaiki. Akan tetapi mulai tahun ajaran 2013/2014 akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Karena itu penulis melakukan penelitian terhadap guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum mulai tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri 7 Banda Aceh dan sampel dari penelitian ini adalah semua guru matematika sebanyak 6 orang guru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan angket dan wawancara. Angket diberikan kepada 6 orang guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh. Tujuan pemberian angket untuk mengetahui pelaksanaan KTSP oleh guru dan tanggapannya terhadap perubahan kurikulum. Analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, dan verifikasi. Wawancara dilakukan setelah pengedaran angket kepada subjek penelitian yang bertujuan untuk penguatan data dan verifikasi terhadap jawaban pada angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup baik 2) Persiapan pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana sesuai dengan standar proses pelaksanaan KTSP yang ditetapkan 3) Pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh cukup bagus, evaluasi dari kepala sekolah dan spervisor guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh terlaksana kurang bagus 4) Kendala pelaksanaan KTSP di SMAN 7 Banda Aceh yang penting adalah kurang tersedianya arus listrik di setiap kelas dan terbatasnya jumlah LCD untuk melaksanakan pembelajaran berbasis TIK 5) Guru matematika di SMAN 7 Banda Aceh sedikit setuju dengan perubahan kurikukulum dan berharap sistemnya semakin baik dan juga karena memang harus diikuti.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="46889">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46891">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3973</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46893">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="46895">
                <text>PELAKSANAAN KTSP OLEH GURU MATEMATIKARNDI SMAN 7 BANDA ACEH TAHUN 2012</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
