<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=656&amp;sort_field=added" accessDate="2026-08-07T05:25:19+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>656</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="9013" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82581">
                <text>mauliddin</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82582">
                <text>Kata kunci : strategi, pembelejaran, sepak bola vebal, hasil belajar,  IPS terpaduStrategi pembelajaran sepak bola verbal merupakan teknik pembelajaran yang fokus terhadap keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung, siswa bebas memberikan jawaban dan tanggapan tentang materi yang di pelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII-2 SMPN 1 Banda Aceh melalui penerapan strategi pembelajaran sepak bola verbal; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu mencerminkan keterlaksanaan strategi pembelajaran sepak bola verbal (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran melalui penerapan strategi pembelajaran sepak bola verbal; dan (4) Respon siswa terhadap pelaksanaan stategi pembelajaran sepak bola verbal. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMPN 1 Banda Aceh yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari siklus I hingga siklus II; (2) Aktivitas guru yang dominan adalah pada saat guru membagikan kelas menjadi dua tim, tiap-tiap tim memilih satu orang kapten yang membantu membagikan soal serta menggawasi jalannya pertandingan. Aktivitas siswa yang dominan adalah bergerak dan berkumpul membentuk kelompok serta menjawab soal dari masing-masing kartu soal; (3) Keterampilan guru dalam penerapan strategi pembelajaran sepak bola verbal meningkat dari sedang, menjadi baik; dan (4) Respon siswa menunjukan bahwa cara guru menyampaikan materi menggunakan  cara yang baru, sehingga siswa memahami materi pelajaran yang baru diikuti, kemudian siswa menjawab menggenai komponen pembelajaran, materi yang dipelajari menarik, soal evaluasi yang digunakan baik, suasana kelas menyenangkan, dan penampilan guru menarik, serta siswa berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran sepak bola verbal.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82583">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8605</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82584">
                <text>PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN SEPAK BOLA VERBAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9014" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82585">
                <text>Ridhalul Rizqi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82586">
                <text>Jumlah kendaraan yang terus bertambah karena adanya peningkatan daya beli masyarakat dari tahun ke tahun mengakibatkan kemacetan pada ruas-ruas jalan di Kota Banda Aceh. Adanya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi mengakibatkan kebutuhan perjalanan meningkat pula. Hal tersebut perlu dilakukan suatu upaya untuk mengatasi segala dampak yang mungkin ditimbulkannya. Oleh karena peningkatan mobilitas pada daerah yang diamati diperlukan pengamatan lebih lanjut mengenai bangkitan pergerakan individu yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan bangkitan pergerakan kendaraan pribadi yang dipengaruhi oleh faktor sosio ekonomi pada setiap rumah tangga. Data yang dikumpulkan yaitu data primer berupa data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menyebarkan kuisioner mengenai data pergerakan selama satu hari (Y), pendapatan (X1), jumlah anggota keluarga (X2), jumlah anggota keluarga yang bekerja (X3), jumlah anggota keluarga yang bersekolah (X4), kepemilikan jenis SIM A (X5), kepemilikan jenis SIM C (X6), kepemilikan jenis SIM A&amp;C (X7), tidak memiliki SIM (X8), kepemilikan kendaraan mobil (X9), kepemilikan sepeda motor (X10) tingkat pendidikan terakhir kepala rumah tangga (X11), jenis pekerjaan kepala keluarga (X12). Data sekunder berupa peta kota dan peta Gampong. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda (multiple linear regression analysis). Hasil dari penelitian ini diperoleh dua model pergerakan yaitu bangkitan pergerakan menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil. Model pergerakan terbaik yang dihasilkan dari kedua pergerakan tersebut berdasarkan hasil pengujian regresi dengan menggunakan software SPSS yaitu pergerakan untuk kendaraan mobil Y1 = -0,941 + 0,923 X1 + 0,591 X2., dan bangkitan pergerakan menggunakan sepeda motor Y2 = -0,788 + 0,787 X1 + 0,420 X6 + 0,464 X10. Model-model pergerakan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan sarana dan prasarana transportasi selanjutnya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82587">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8607</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82588">
                <text>STUDI BANGKITAN PERGERAKAN MENGGUNAKAN KENDARAAN PRIBADI DARI GAMPONG LUENG BATA KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9015" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82589">
                <text>Agus Rijal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82590">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8608</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9016" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82591">
                <text>Bahrijal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82592">
                <text>ABSTRAKSalah satu parameter kualitas air adalah derajat salinitas. Intrusi adalah salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya ukuran salinitas air, terutama di daerah laguna yang berada dekat dengan pesisir pantai. Salinitas yang tinggi menyebabkan pendayagunaan daerah laguna sebagai tambak oleh masyarakat tidak dapat dilakukan. Lingkungan laguna dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya inflow air laut dan air tawar yang masuk melalui pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pasang surut terhadap intrusi air laut dengan lokasi penelitian berada di tiga titik di Laguna Gigieng, Desa Kajhu dan Alue Naga Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Titik A, B, dan C masing-masing terletak sejauh 335 meter, 2,9 km, dan 0,9 km dari muara laguna. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran langsung parameter yang menjadi objek pengamatan. Pengukuran dilakukan dengan dua buah alat, salinity meter untuk mengukur derajat salinitas dengan satuan permil dan water level recorder dengan satuan meter. Pencatatan data masing-masing lokasi dilakukan pada waktu dan lama pengukuran yang berbeda. Setelah pengukuran selesai dilakukan, data mentah yang diperoleh dari ketiga lokasi akan melalui proses pengolahan dengan metode DFT (Discrete Fourier Transform) dan filtering dengan metode Low Pass Filter (LPF). Metode LPF digunakan untuk memisahkan data berfrekuensi tinggi dari data mentah sehingga dapat diperoleh data berfrekuensi rendah yang bebas dari noise (gangguan data). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasang surut berpengaruh terhadap intrusi air laut di laguna yang ditunjukkan oleh tingginya rerata derajat salinitas yang mencapai maksimum 32,94 o/oo dan salinitas minimum 19,04o/oo. Keadaan ini telah menyerupai salinitas air laut (&gt;17 o/oo) dan tidak sesuai dengan standardisasi derajat salinitas air tambak yang berada pada rentang 0o/oo sampai 17o/oo. Untuk mengembalikan kualitas air tambak di daerah laguna dapat dengan mengupayakan peningkatan inflow air tawar dan memperkecil inflow air laut ke laguna.Kata kunci : pasang surut, intrusi,  laguna, DFT, LPF, filtering.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82593">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8610</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82594">
                <text>PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP INTRUSI AIR LAUT DI LAGUNA GIGIENG ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9017" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82595">
                <text>Muhammad Iqbal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82596">
                <text>Bencana gempa yang terjadi pada selasa 2 Juli 2013 di Kabupaten Bener Meriah telah banyak menimbulkan kerusakan diberbagai sektor, diantaranya rumah tinggal warga. Wilayah yang berdampak kerusakan antara lain Kecamatan Gajah Putih dan Kecamatan Bener Kelipah. Menurut laporan Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah jumlah kerusakan rumah tinggal warga mencapai 159 unit, dimana 142 unit pada Kecamatan Gajah Putih dan 17 unit pada Kecamatan Bener Kelipah. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam perencanaan ini adalah berapa jumlah anggaran biaya untuk rehabilitasi rumah tinggal warga yang rusak akibat bencana gempa. Tujuan perencanaan ini adalah untuk mengetahui total kebutuhan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk rehabilitasi. Ruang lingkup perencanaan ini, hanya terbatas pada mengetahui anggara biaya kerusakan rehabilitasi rumah tinggal warga Kecamatan Bener Kelipah dan Kecamatan Gajah Putih yang rusak akibat gempa Kabupaten Bener Meriah  sebanyak 159 unit rumah. Proses awal penanggulangan adalah dengan menggunakan data sekunder berupa data hasil survey pengukuran, data voume kerusakan, data harga material dan upah tenaga kerja dari pemerintah Provinsi Aceh untuk wilayah Kabupaten Bener Meriah. Pada perencanaan ini pengolahan data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu mengidentifikasi rumah rusak, menentukan voume kerusakan, analisa harga satuan dan mengestimasi kebutuhan biaya material dan upah tenaga kerja. Sehingga didapat hasil total kebutuhan anggaran biaya material dan upah untuk perbaikan rumah tinggal Kecamatan Gajah Putih dan Bener Kelipah Kabupaten Bener Meriah. Hasil perencanaan ini adalah dapat diketahui kebutuhan anggaran pada Kecamatan Gajah Putih yaitu sebesar Rp. 1,791,253,243,- dan Kecamatan Bener Kelipah sebesar Rp. 434,302,034,-Sehingga total anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah tingga warga sebesar Rp. 2,225,555,277,-Kata kunci : bencana gempa, estimasi biaya, biaya material, biaya tenaga kerja, rumah tinggal</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82597">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8611</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82598">
                <text>PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA REHABILITASI RUMAH DI KECAMATAN GAJAH PUTIH DAN BENER KELIPAH KABUPATEN BENER MERIAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9018" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82599">
                <text>Diana Rizkina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82600">
                <text>ABSTRAKGempa bumi yang terjadi pada tanggal 2 Juli 2013 di Kabupaten Bener Meriah telah menyebabkan beberapa wilayah mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Salah satu dampak kerusakan yang paling parah terjadi pada rumah tinggal. Mengingat banyaknya rumah yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda, maka diperlukan suatu acuan dalam mengestimasi biaya perbaikan yang cepat, mudah dalam penggunaannya, dan menghasilkan estimasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu acuan yang dimaksud adalah pemodelan biaya. Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah model biaya perbaikan pada rumah tinggal pasca gempa di Kabupaten Bener Meriah. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada rumah tinggal dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang di Kecamatan Wih Pesam dan Permata Kabupaten Bener Meriah. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data rumah rusak yang meliputi data lokasi dan klasifikasi tingkat kerusakan, serta hasil identifikasi kerusakan dan daftar kebutuhan dana rehabilitasi. Model estimasi biaya perbaikan dilakukan dengan metode analisa regresi linier berganda. Selanjutnya menentukan model biaya perbaikan menggunakan volume kerusakan dari lima komponen pekerjaan yang mengalami kerusakan terbanyak pada elemen struktur primer dan sekunder yaitu kolom (X1), balok latai (X2), ringbalk (X3), dinding (X4), dan lantai (X5). Hasil model yang dapat direkomendasikan untuk mengestimasi biaya perbaikan rumah tinggal kategori rusak ringan adalah Y = 1.044.000 + 12.010.000X1 + 8.656.000X2 + 11.270.000X3 + 109.224,943X4 + 151.918,278X5 dan untuk kategori rusak sedang adalah Y = 449.751,868 + 12.430.000X1 + 10.790.000X2 + 11.720.000X3 + 112.970,111X4 + 144.867,493X5. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh untuk kategori rusak ringan adalah 99,2% dan tingkat validasi dengan deviasi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82601">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8612</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82602">
                <text>MODEL BIAYA PERBAIKAN PADA RUMAH TINGGAL PASCA GEMPA DI KECAMATAN WIH PESAM DAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9019" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82603">
                <text>Andre</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82604">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82605">
                <text>Pertambahan jumlah penduduk di suatu daerah meningkatkan kebutuhan akan perumahan, keperluan kota, transportasi dan komunikasi. Banyaknya jumlah pergerakan dan bangkitan pada suatu daerah dapat menambah jumlah pergerakan dari aktivitas sehari-hari, terutama yang terkait dengan penduduk di Gampong Lhong Raya yang melakukan aktifitas kerja yang dapat mengganggu arus lalu lintas yang kemudian akan menurunkan tingkat pelayanan jalan di Kota Banda Aceh khususnya pada Kecamatan Banda Raya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksikan bangkitan perjalanan pekerja untuk tujuan bekerja di Gampong Lhong Raya pada beberapa tahun mendatang. Data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner pada 88 kepala keluarga yang bertempat tinggal di Gampong Lhong Raya, sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Geuchik Gampong Lhong Raya dan BPM Kota Banda Aceh. Hasil dari kuesioner ditabulasikan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan program Microsoft Excel dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda (multiple linear regression analysis). Persamaan regresi digunakan untuk memodelkan bangkitan perjalanan pekerja berdasarkan aktivitas di zona tersebut. Model pergerakan terbaik berdasarkan hasil pengujian regresi dengan menggunakan software SPSS adalah Y = -0,603 + 0,193 X1 + 0,964 X2 + 0,190 X6 + 0,264 X7 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,566 dimana X1 sebagai jumlah anggota keluarga, lalu X2 sebagai jumlah anggota keluarga yang telah bekerja, kemudian X6 sebagai jumlah dari kepemilikan kendaraan sepeda motor dan X7 sebagai jumlah pekerja yang menggunakan kendaraan mobil. Model pergerakan diharapkan agar dapat menjadi masukan untuk membantu penelitian lainnya yang berhubungan dengan bangkitan pergerakan di masa mendatang.Kata Kunci :Model bangkitan perjalanan pekerja, analisis regresi linear berganda, aktifitas mandatory.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="82606">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82607">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8613</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82608">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82609">
                <text>ANALISIS BANGKITAN PERJALANAN PEKERJA PADA GAMPONG LHONG RAYA KECAMATAN BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9020" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82610">
                <text>KHALIDATUN NAZMI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82611">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82612">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82613">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8614</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82614">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82615">
                <text>PELAKSANAAN PROMOSI DALAM UPAYA MEMELIHARA LOYALITAS PELANGGAN PADA PT.BANK BNI SYARIAH CABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9021" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82616">
                <text>Andre</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82617">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82618">
                <text>Pertambahan jumlah penduduk di suatu daerah meningkatkan kebutuhan akan perumahan, keperluan kota, transportasi dan komunikasi. Banyaknya jumlah pergerakan dan bangkitan pada suatu daerah dapat menambah jumlah pergerakan dari aktivitas sehari-hari, terutama yang terkait dengan penduduk di Gampong Lhong Raya yang melakukan aktifitas kerja yang dapat mengganggu arus lalu lintas yang kemudian akan menurunkan tingkat pelayanan jalan di Kota Banda Aceh khususnya pada Kecamatan Banda Raya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksikan bangkitan perjalanan pekerja untuk tujuan bekerja di Gampong Lhong Raya pada beberapa tahun mendatang. Data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner pada 88 kepala keluarga yang bertempat tinggal di Gampong Lhong Raya, sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Geuchik Gampong Lhong Raya dan BPM Kota Banda Aceh. Hasil dari kuesioner ditabulasikan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan program Microsoft Excel dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda (multiple linear regression analysis). Persamaan regresi digunakan untuk memodelkan bangkitan perjalanan pekerja berdasarkan aktivitas di zona tersebut. Model pergerakan terbaik berdasarkan hasil pengujian regresi dengan menggunakan software SPSS adalah Y = -0,603 + 0,193 X1 + 0,964 X2 + 0,190 X6 + 0,264 X7 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,566 dimana X1 sebagai jumlah anggota keluarga, lalu X2 sebagai jumlah anggota keluarga yang telah bekerja, kemudian X6 sebagai jumlah dari kepemilikan kendaraan sepeda motor dan X7 sebagai jumlah pekerja yang menggunakan kendaraan mobil. Model pergerakan diharapkan agar dapat menjadi masukan untuk membantu penelitian lainnya yang berhubungan dengan bangkitan pergerakan di masa mendatang.Kata Kunci :Model bangkitan perjalanan pekerja, analisis regresi linear berganda, aktifitas mandatory.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="82619">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82620">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8615</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82621">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82622">
                <text>ANALISIS BANGKITAN PERJALANAN PEKERJA PADA GAMPONG LHONG RAYA KECAMATAN BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9022" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82623">
                <text>Andre</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82624">
                <text>Pertambahan jumlah penduduk di suatu daerah meningkatkan kebutuhan akan perumahan, keperluan kota, transportasi dan komunikasi. Banyaknya jumlah pergerakan dan bangkitan pada suatu daerah dapat menambah jumlah pergerakan dari aktivitas sehari-hari, terutama yang terkait dengan penduduk di Gampong Lhong Raya yang melakukan aktifitas kerja yang dapat mengganggu arus lalu lintas yang kemudian akan menurunkan tingkat pelayanan jalan di Kota Banda Aceh khususnya pada Kecamatan Banda Raya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksikan bangkitan perjalanan pekerja untuk tujuan bekerja di Gampong Lhong Raya pada beberapa tahun mendatang. Data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner pada 88 kepala keluarga yang bertempat tinggal di Gampong Lhong Raya, sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Geuchik Gampong Lhong Raya dan BPM Kota Banda Aceh. Hasil dari kuesioner ditabulasikan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan program Microsoft Excel dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda (multiple linear regression analysis). Persamaan regresi digunakan untuk memodelkan bangkitan perjalanan pekerja berdasarkan aktivitas di zona tersebut. Model pergerakan terbaik berdasarkan hasil pengujian regresi dengan menggunakan software SPSS adalah Y = -0,603 + 0,193 X1 + 0,964 X2 + 0,190 X6 + 0,264 X7 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,566 dimana X1 sebagai jumlah anggota keluarga, lalu X2 sebagai jumlah anggota keluarga yang telah bekerja, kemudian X6 sebagai jumlah dari kepemilikan kendaraan sepeda motor dan X7 sebagai jumlah pekerja yang menggunakan kendaraan mobil. Model pergerakan diharapkan agar dapat menjadi masukan untuk membantu penelitian lainnya yang berhubungan dengan bangkitan pergerakan di masa mendatang.Kata Kunci :Model bangkitan perjalanan pekerja, analisis regresi linear berganda, aktifitas mandatory.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82625">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8616</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82626">
                <text>ANALISIS BANGKITAN PERJALANAN PEKERJA PADA GAMPONG LHONG RAYA KECAMATAN BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
