<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=554&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-07-30T05:48:24+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>554</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="9786" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86126">
                <text>ARIF SETIA BUDI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86127">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86128">
                <text>Pembangunan di pemukiman nelayan Gampong Lam Teungoh Kecamatan PeukanBada Kabupaten Aceh Besar masih tertinggal dibandingkan dengan kawasan lain disekitarnya. Pemukiman pesisir Lam Teungoh dihadapkan pada permasalahankurangnya sarana dan prasarana pendukung pengembangan gampong. Hal ini dapatdilihat dari minimnya ketersediaan infrastruktur dasar permukiman yang meliputi airbersih, drainase, pengolahan air limbah dan persampahan. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sarana dan prasarana Lam Teungoh,merumuskan arahan pengembangan infrastruktur dan menganalisa sistempengelolaan lingkungan di Gampong Lam Teungoh. Pengumpulan data dilakukandengan menyebarkan kuesioner dan wawancara kepada 50 orang responden,Keusyik, Tuha Peut, Ketua Pemuda Gampong Lam Teungoh. Metode yangdigunakan dalam penulisan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknikanalisa data dilakukan dengan cara mengolah secara statistik dan menganalisa semuajawaban dan informasi yang di dapat dari penelitian dengan menggunakan analisaSWOT. Hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi eksisting lingkungan di GampongLam Teungoh Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar dengan sarana danprasarana yang ada belum tersedia semua, seperti tidak adanya tempat penampungansementara (TPS) sampah dan belum masuk air PDAM. Pengelolaan lingkunganbelum menjadi prioritas utama, sanitasi masih kurang bagus, hal ini telah berdampakterhadap sering adanya penyakit diare di gampong tersebut. Partisipasi masyarakatdalam perencanaan gampong masuk kategori sedang, dimana sebagian masyarakattidak ikut serta dalam perencanaan. Berdasarkan strategi hasil analisis SWOT bahwaperencanaan berada pada kuadran I, yaitu strategi ekspansi artinya berada pada posisisehat sehingga dapat berkembang dengan memaksimalkan segala kekuatan yangdimiliki dan memanfaatkan peluang yang ada. Disarankan kepada PemerintahanGampong supaya membangun gampong sesuai dengan kebutuhan masyarakat sepertisanitasi yang layak, air bersih dan drainase, sehingga masyarakat dapatmemanfaatkan hasil pembangunan secara tepat guna.Kata Kunci : Pemukiman pesisir, pengembangan infrastruktur, pengelolaanlingkungan.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="86129">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86130">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9640</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86131">
                <text>Fakultas Pasca Sarjana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86132">
                <text>KAJIAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PESISIR GAMPONG NELAYAN LAM TEUNGOH KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9365" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84296">
                <text>Delita Otafiani Arfah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84297">
                <text>KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN PASAR UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATA (STUDI KASUS KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH)Oleh :Delita Otafiani ArfahNim. 120920060077Komisi Pembimbing :Ir. Mirza Irwansyah, MBA, MLA, Ph.DDR. Irin Caisarina, S.T, M.ScABSTRAKKecamatan Meuraxa merupakan salah satu kecamatan di Kota Banda Aceh yang mulai membentuk kegiatan ekonomi sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan di sekitar pinggiran jalan Meuraxa yang disebut dengan pasar liar dengan kondisi yang tidak teratur antara beberapa kegiatan ekonomi  sehingga kondisi pasar liar tersebut mengganggu tata kota dan lingkungan. Oleh sebab itu perlu adanya suatu solusi baru yang untuk melakukan penataan kawasan pasar baru di Kecamatan Meuraxa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting pasar ilegal di Meuraxa, merencanakan pengembangan kawasan pasar berkonsep ekonomi kreatif yang didukung infrastruktur ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan agar para pelaku ekonomi lemah tetap dapat menjalankan kegiatan ekonominya namun lingkunganpun terlihat bersih dan nyaman. Tahapan yang dilakukan dalam rencana pengembangan kawasan pasar ini adalah dengan melakukan observasi infrastruktur, wisata dan kegiatan ekonomi dengan melakukan penyebaran kuesioner terhadap penduduk, pedagang dan pengunjung, serta melakukan wawancara kepada dinas terkait dalam upaya mewujudkan pasar yang bersih dan nyaman. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengukuran data skala Likert yang akan disampaikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah merencanakan pengembangan kawasan pasar berkonsep ekonomi kreatif dengan zona pasar yang dibagi berdasarkan jenis barang yang dipromosikan dan didukung infrastruktur ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan sehingga kondisi kawasan Kecamatan Meuraxa dapat lebih tertata dengan baik, bersih, dan pengunjung dapat lebih nyaman saat menikmati wisata yang ada di Kecamatan Meuraxa. Kata Kunci       : Pengembangan Kawasan, Pasar, Ekonomi Kreatif, Pariwisata,                               Infrastruktur ramah lingkungan, Penelitian Deskriptif.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84298">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9070</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84299">
                <text>KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN PASAR RNUNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATARN(STUDI KASUS KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4647" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47575">
                <text>Ainal Mardhiah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47577">
                <text>Aceh Jaya merupakan suatu daerah yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami karena terletak pada lempengan patahan Sumatera dan sebagian besar wilayahnya terletak pada daerah pesisir pantai. Kesiapsiagaan merupakan salah satu elemen penting dari pengendalian risiko bencana yang bersifat pro-aktif sebelum terjadi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap dan pengalaman terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Krueng Sabee. Jenis penelitian explanatory research yang dilakukan di Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga dengan sampel sebanyak 91 KK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel pengetahuan, sikap dan pengalaman berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami. Variabel yang berpengaruh pada penelitian ini adalah variabel pengetahuan  (  = 0.664). Disarankan kepada instansi terkait agar memperhatikan lagi upaya - upaya kesiapsiagaan untuk meningkatkankan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana yang akan datang misalnya dengan memberikan  informasi dan pelatihan tentang bencana gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Pengalaman, Kesiapsiagaa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47579">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4042</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47581">
                <text>KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGALAMAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI  BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14021" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110544">
                <text>Hardianti Purnama Sari</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110545">
                <text>Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pemilik dalam mewaspadai gigitan anjing sebagai Hewan Penular Rabies (HPR) di dalam empat kecamatan di Kota Jambi. Penelitian dilakukan menggunakan teknik survei dengan wawancara menggunakan kuisioner terstruktur Tiap kecamatan diambil 25 orang responden sebagai sampel, responden dipilih menggunakan metode purpossive sampling. Kecamatan yang dijandikan sampel dibagi menjadi dua kategori yaitu, kecamatan dengan kategori kasus gigitan HPR tinggi (Telanaipura dan Kota Baru) dan kasus gigitan HPR rendah (Danau Teluk dan Pelayangan). Terhadap para responden diwawancarai dengan pertanyaan bersifat umum dan yang bersifat khusus terkait pengetahuan, sikap dan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden di kecamatan dengan kasus gigitan anjing tinggi dalam kategori sedang (68%) di kecamatan dengan dengan kasus gigitan anjing  rendah (60%). Sikap responden di kecamatan dengan kasus HPR tinggi dalam kategori baik (92%) begitu pula di kecamatan dengan kasus gigitan anjing rendah (98%). Tindakan responden di kecamatan dengan kasus gigitan anjing tinggi dalam kategori baik (52%) dan tindakan responden di kecamatan dengan kasus gigitan anjing rendah juga dalam kategori baik (92%). Disimpulkan bahwa secara umum tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pemilik baik dalam mewaspadai gigitan anjing di Kecamatan dengan kasus gigitan anjing tinggi dan rendah di Kota Jambi dalam kategori baik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110546">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15269</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110547">
                <text>KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PEMILIK DALAM MEWASPADAI GIGITAN ANJING HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DI EMPAT KECAMATAN KOTA JAMBI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8139" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76229">
                <text>Nurlistiana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76231">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7663</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="76233">
                <text>KAJIAN PENGHILANGAN KANDUNGAN RACUN PADA PEMBUATAN TEPUNG DARI UMBI GADUNG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="5028" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="26">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31035">
                  <text>e-Journal USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51089">
                <text>Mubarak, Mubarak; Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="51090">
                <text>Isya, Muhammad; Staf Pengajar Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="51092">
                <text>Sari, Pinta; Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pidie Jaya</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51094">
                <text>2013-01-01</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51096">
                <text>Abstract:Implementation of a construction project faced on many constraints, either within measurement of planning or without measurement of planning.  The constraints have caused holding off for construction project. One of major implication is additional cost needed to complete the project (cost overrun). Based on the problem, the research is aimed to identify the factor that could cause cost overrun, include its implication on highway and bridge construction project in Province of Aceh. The research uses a set of quetionnaire that range non-small qualification of 35 general contractors and 35 consultants. Analysis is accompanied by using some statistic tools; consist of frequency analysis, Relative Important Index (RII) Analyses and Spearman Rank Correlation Analysis. Based on analyses, the research found that the main cause factor of cost overrun are lack of financial controlling, change of design, shortage of material, and change of  material price. lack of  cost  planning and monitoring, lack of equipment, unclear specification, weather condition, insufficient price estimation and high wage labor. Furthermore, the main implication correlated to cost overrun in general are  additional cost , following by contract addendum , and delay to some construction activities.Keywords : cost overrun, project,highway and brideAbstrak: Pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi banyak menemui kendala, baik kendala yang sudah diperhitungkan, maupun yang di luar perhitungan perencana. Kendala itu menjadi penyebab terhambatnya pekerjaan proyek. Salah satu dampak yang timbul adalah tambahan biayapekerjaan proyek (cost overrun).Untuk melihat lebih jauh permasalahan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab utama dari cost overrunbeserta dampak yang sering ditimbulkannya. Objek konstruksi yang menjadi perhatian adalah proyek konstruksi jalan dan jembatan di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data primer  yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 35 kontraktor dan 35 konsultan berkualifikasi non kecil yang pernah mengalami permasalahan cost overrun dan time overrun untuk jenis pekerjaan yang ditinjau.  Kajian dilakukan menggunakan pendekatan statistik seperti analisis frekuensi, analisis Relative Importance Index (RII) dan analisis korelasi Spearman Rank.Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama cost overrundidominasi oleh faktor tidak adanya kontrol keuangan, perubahan desain, kekurangan bahan, dan kenaikan harga material. Lebih jauh, hasil kajian mengidentifikasi sejumlah dampak umum terjadi dalam bentuk bertambahnya biaya pelaksanaan, diikuti dengan addendum kontrak dan penundaan sejumlah pekerjaan (delay).Kata kunci : cost overrun, proyek, jalan dan jembatan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51097">
                <text>application/pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51098">
                <text>http://jurnal.unsyiah.ac.id/JTS/article/view/1024</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51100">
                <text>eng</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51102">
                <text>Jurnal Teknik Sipil</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="46">
            <name>Relation</name>
            <description>A related resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51104">
                <text>http://jurnal.unsyiah.ac.id/JTS/article/view/1024/965</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="48">
            <name>Source</name>
            <description>A related resource from which the described resource is derived</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51105">
                <text>Jurnal Teknik Sipil; Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013; 155 - 164</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="51106">
                <text>2088-9321</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51108">
                <text>KAJIAN PENYEBAB DAN DAMPAK COST OVERRUN PADA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN DI PROVINSI ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="51">
            <name>Type</name>
            <description>The nature or genre of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="51110">
                <text>info:eu-repo/semantics/article</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="51112">
                <text>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="51114">
                <text>Peer-reviewed Article</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10740" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90259">
                <text>Masri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90260">
                <text>Air bersih merupakan prasarana yang penting dan sangat berharga bagi kehidupan manusia. Problema air bersih bukan hanya terjadi pada masyarakat di pedesaan dan kota besar, namun juga terjadi pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini menggambarkan secara rinci permasalahan penyediaan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Gampong Jawa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisa deskriptif kualitatif dan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat rata-rata pemakaian air bersih MBR hanya 94,44 ltr/hari/jiwa dan 74,1 persen MBR ingin memperoleh meteran sambungan rumah untuk penyediaan air bersih dari PDAM. 79,6 persen responden mengakui bahwa pada masa rekontruksi dan rehabilitasi Aceh, pemerintah pernah menyediakan layanan air bersih berupa kran umum. Masyarakat yang memperoleh meteran sambungan rumah mengakui bahwa waktu pengaliran air bersih 6 jam/hari dan bahkan pada waktu tak menentu tidak ada aliran air. 74,1 responden menjawab bahwa kualitas air yang dialirkan ke rumah konsumen terlihat keruh. Sebaliknya, 25,9 persen responden menyatakan air yang tersedia cukup jernih. Faktor penyebab kurangnya pelayanan air bersih yaitu peningkatan jumlah penduduk, luas wilayah, tingkat ekonomni masyarakat, tarif dan sebagian wilayah pelayanan belum tersedia jaringan distribusi. Prediksi jumlah kebutuhan air MBR di Gampong Jawa tahun 2013 sebanyak 23,49 Mm3, proyeksi kebutuhan air bersih sampai dengan tahun 2032 menurun menjadi 3,17 Mm3. Supplay air bersih PDAM rata-rata setiap bulannya kepada 12 responden sebesar 94,44 liter/hari/jiwa atau 0,408 Mm3  pertahun  per kepala keluarga MBR, sedangkan demand air bersih terhadap 54 responden MBR sebesar 29 lt/hari/jiwa atau 5,6 Mm3 pertahun. Berdasarkan analisis IPA bahwa demand air bersih dan supply air bersih MBR masuk ke kuadran IV yaitu akses air bersih memiliki tingkat penyedia (supply) yang rendah dan permintaan (demand) tinggi.  Disarankan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menambah investasi dengan memperluas jaringan distribusi air bersih bagi MBR di Gampong Jawa demi peningkatan pelayanan air bersih.Kata kunci:  Air Bersih, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), PDAM Tirta Daroy.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90261">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10959</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90262">
                <text>KAJIAN PENYEDIAAN AIR BERSIH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTA RAJA KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11991" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96930">
                <text>Etty Herawaty</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96931">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96932">
                <text>Transportasi merupakan kegiatan memindahkan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain dan fasilitas yang digunakan untuk memindahkannya. Fasilitas yang digunakan termasuk sarana dan prasarana transportasi yang fungsinya harus dapat digunakan oleh semua orang tanpa kecuali penyandang difabel. Difabel termasuk didalamnya lansia, wanita hamil, anak-anak, penderita sakit, orang tua dengan anak dan penyandang disabilitas. Tujuan penelitian, mengidentifikasi sejauhmana kelengkapan prasarana jalan raya (trotoar, halte dan jembatan penyeberangan orang) yang mudah digunakan oleh penyandang difabel serta mengetahui kondisi dan alternatif penanganan aksesibilitas prasarana jalan raya terhadap penyandang difabel berdasarkan persepsi masyarakat dan instansi terkait. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para key informant. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif, kuesioner diolah menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasarana jalan raya di Jalan Tgk. Daud Beureueh dalam kondisi tidak baik bagi penyandang difabel seperti banyaknya penghalang pada jalur trotoar, halte yang terlalu tinggi, dan jembatan penyeberangan orang yang sangat membahayakan penggunanya. Hal ini juga sesuai dengan hasil survei ke masyarakat umum dan penyandang difabel menyatakan fungsi fasilitas prasarana jalan raya ditinjau dari keamanan, kenyamanan, keselamatan, kemudahan, kegunaan, kemandirian dan aksesibilitas jalur penyandang cacat sangat tidak baik. Mengenai prasarana jalan raya yang baik harus dapat menampung setiap kegiatan pejalan kaki dengan lancar dan aman dan fasilitas prasarana jalan raya dari segi kelayakan kondisi fisik (bahan) dapat digunakan oleh semua orang masyarakat menyatakan setuju. Namun pihak pemerintah belum menyadari pentingnya aksesibilitas pada jalan umum.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="96933">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96934">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12630</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96935">
                <text>Fakultas Pascasarjana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96936">
                <text>KAJIAN PENYEDIAAN AKSESIBILITAS PRASARANA JALAN RAYA UNTUK PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT (STUDI KASUS: JALAN TGK. DAUD BEUREUEH.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11990" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96923">
                <text>Etty Herawaty</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96924">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96925">
                <text>Transportasi merupakan kegiatan memindahkan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain dan fasilitas yang digunakan untuk memindahkannya. Fasilitas yang digunakan termasuk sarana dan prasarana transportasi yang fungsinya harus dapat digunakan oleh semua orang tanpa kecuali penyandang difabel. Difabel termasuk didalamnya lansia, wanita hamil, anak-anak, penderita sakit, orang tua dengan anak dan penyandang disabilitas. Tujuan penelitian, mengidentifikasi sejauhmana kelengkapan prasarana jalan raya (trotoar, halte dan jembatan penyeberangan orang) yang mudah digunakan oleh penyandang difabel serta mengetahui kondisi dan alternatif penanganan aksesibilitas prasarana jalan raya terhadap penyandang difabel berdasarkan persepsi masyarakat dan instansi terkait. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para key informant. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif, kuesioner diolah menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasarana jalan raya di Jalan Tgk. Daud Beureueh dalam kondisi tidak baik bagi penyandang difabel seperti banyaknya penghalang pada jalur trotoar, halte yang terlalu tinggi, dan jembatan penyeberangan orang yang sangat membahayakan penggunanya. Hal ini juga sesuai dengan hasil survei ke masyarakat umum dan penyandang difabel menyatakan fungsi fasilitas prasarana jalan raya ditinjau dari keamanan, kenyamanan, keselamatan, kemudahan, kegunaan, kemandirian dan aksesibilitas jalur penyandang cacat sangat tidak baik. Mengenai prasarana jalan raya yang baik harus dapat menampung setiap kegiatan pejalan kaki dengan lancar dan aman dan fasilitas prasarana jalan raya dari segi kelayakan kondisi fisik (bahan) dapat digunakan oleh semua orang masyarakat menyatakan setuju. Namun pihak pemerintah belum menyadari pentingnya aksesibilitas pada jalan umum.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="96926">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96927">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12629</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96928">
                <text>Fakultas Pascasarjana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96929">
                <text>KAJIAN PENYEDIAAN AKSESIBILITAS PRASARANA JALAN RAYA UNTUK PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT(STUDI KASUS: JALAN TGK. DAUD BEUREUEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12016" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97099">
                <text>Etty Herawaty</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97100">
                <text>Transportasi merupakan kegiatan memindahkan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain dan fasilitas yang digunakan untuk memindahkannya. Fasilitas yang digunakan termasuk sarana dan prasarana transportasi yang fungsinya harus dapat digunakan oleh semua orang tanpa kecuali penyandang difabel. Difabel termasuk didalamnya lansia, wanita hamil, anak-anak, penderita sakit, orang tua dengan anak dan penyandang disabilitas. Tujuan penelitian, mengidentifikasi sejauhmana kelengkapan prasarana jalan raya (trotoar, halte dan jembatan penyeberangan orang) yang mudah digunakan oleh penyandang difabel serta mengetahui kondisi dan alternatif penanganan aksesibilitas prasarana jalan raya terhadap penyandang difabel berdasarkan persepsi masyarakat dan instansi terkait. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para key informant. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif, kuesioner diolah menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasarana jalan raya di Jalan Tgk. Daud Beureueh dalam kondisi tidak baik bagi penyandang difabel seperti banyaknya penghalang pada jalur trotoar, halte yang terlalu tinggi, dan jembatan penyeberangan orang yang sangat membahayakan penggunanya. Hal ini juga sesuai dengan hasil survei ke masyarakat umum dan penyandang difabel menyatakan fungsi fasilitas prasarana jalan raya ditinjau dari keamanan, kenyamanan, keselamatan, kemudahan, kegunaan, kemandirian dan aksesibilitas jalur penyandang cacat sangat tidak baik. Mengenai prasarana jalan raya yang baik harus dapat menampung setiap kegiatan pejalan kaki dengan lancar dan aman dan fasilitas prasarana jalan raya dari segi kelayakan kondisi fisik (bahan) dapat digunakan oleh semua orang masyarakat menyatakan setuju. Namun pihak pemerintah belum menyadari pentingnya aksesibilitas pada jalan umum.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97101">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12669</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="97102">
                <text>KAJIAN PENYEDIAAN AKSESIBILITAS PRASARANA JALAN RAYA UNTUK PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT(STUDI KASUS: JALAN TGK. DAUD BEUREUEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
