<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=512&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-07-23T23:22:41+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>512</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="11208" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92697">
                <text>Hema Malini</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92698">
                <text>ABSTRAKTumbuhan Samanea saman (Jacq.) Merr memiliki berbagai kandungan senyawa yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksititas akut ekstrak metanol dari kulit batang Samanea saman yang diberikan secara oral pada mencit jantan Balb/c dalam berbagai dosis serta mengamati pengaruhnya terhadap perubahan organ hati, ginjal, jantung dan limpa secara makroskopis. Perlakuan penelitian terdiri dari perlakuan pemberian akuades sebagai kontrol, dan pemberian ekstrak dengan dosis 500 mg/kg bb, 1000 mg/kg bb, 2000 mg/kg bb, dan 4000 mg/kg bb yang diberikan secara oral menggunakan sonde. Kulit batang Samanea saman yang diperoleh dari kawasan Darussalam. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah gejala klinis, mortalitas mencit, berat organ relatif dan warna organ dari hati, ginjal, jantung dan limpa. Gejala klinis dan kematian mencit diamati setiap hari selama 14 hari setelah pemberian ekstrak. Semua dosis kecuali kontrol menunjukkan pengaruh terhadap gejala klinis, penurunan berat organ relatif dan perubahan warna organ. Hanya pada dosis 4000 mg/kg bb menunjukkan adanya semua gejala klinis dan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap perubahan warna organ limpa dan penurunan berat organ hati dan limpa.  Kata kunci : Toksititas akut, Samanea saman, Mus musculusABSTRACTSamanea saman (Jacq) Merr has varies compounds content that used as medicine. This research was aimed to determine acute toxicity effect of methanol extract from Samanea saman bark given orally to male mice in various dosages, and to observe its changing effect to liver, kidneys, heart and spleen macroscopically. Bark of Samanea saman obtained in Darussalam area. Research method used Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replication. Treatments were aquadest as control, 500 mg/kg bw, 1000 mg/kg bw, and 2000 mg/kg bw and 4000 mg/kg bw dosages of extract. Parameter observed were clinically symptoms, mortality, relative weight and colour of liver, kidneys, heart and spleen. Clinically symptoms and mortality of mice observed every day during 14 days after extract given. The result showed that all dosages except control affected on clinically symptoms, decreasing of relative weight and colour changing of all organs. Nevertheless, only 4000 mg/kg bb dosage showed all of clinically symptoms and gave changing bof spleen colour and significantly decreased of weight in liver and spleen. Keywords: Acute toxicity, Samanea saman, Mus musculus.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92699">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11597</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="92700">
                <text>UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK METANOL RNKULIT BATANG TREMBESI [SAMANEA SAMAN (JACQ.) MERR] RNPADA MENCIT (MUS MUSCULUS) BALB/C</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4629" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47429">
                <text>Hendra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47431">
                <text>ABSTRAKHENDRA,PENAMBAHAN KUOTA PENDAFTARAN BAKAL CALON LEGISLATIF SERATUS DUA PULUH PERSEN PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DI ACEH TAHUN 2014                                                                                      2014 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala                                                              (v,69 ) pp., bibl., app.ZAINAL ABIDIN, S.H., M.SiPasal 54 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum menentukan kuota pendaftaran bakal calon legislatif sebanyak 100% secara nasional, namun pada pemilihan umum legislatif di Aceh tahun 2014 kuota pendaftaran bakal calon legislatif memuat paling banyak 120% berdasarkan Qanun Nomor 3 Tahun 2008 tentang Partai Politik Lokal Peserta Pemilihan Umum Anggota DPRA dan DPRK. Dalam kenyataannya kuota pendaftaran bakal calon legislatif 120% yang ditetapkan oleh KIP Aceh juga berlaku bagi partai nasional dan hal tersebut tidak sesuai dengan UU No 8 tahun 2012 yang menetapkan kuota pendaftaran bakal calon legislatif 100%.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan sesuai atau tidaknya kuota pendaftaran bakal calon legislatif pada pencalonan DPRA dan DPRK pada pemilihan umum legislatif di Aceh sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta aturan yang seharusnya ditetapkan dan konsekuensi yuridis yang timbul akibat penambahan kuota pendaftaran bakal calon legislatif sebanyak 120% pada pemilihan umum legislatif di Aceh tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian Hukum Normatif-Empiris (applied law research), artinya data yang di peroleh dari penelitian kepustakaan yaitu dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, buku-buku dan tulisan-tulisan ilmiah dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini, juga dilakukan penelitian lapangan yaitu dengan mewawancarai responden dan informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuota pendaftaran bakal calon legislatif pada Pencalonan Anggota DPRA dan DPRK dilakukan berdasarkan Qanun Aceh Nomor 3 tahun 2008 yang memuat sebanyak 120% dari jumlah kursi yang tersedia dan berlaku untuk partai lokal dan partai nasional, seharusnya untuk partai nasional yang ada di Aceh tetap di berlakukan kuota pendaftaran bakal calon legislatif sebanyak 100%. Konsekuensi yuridis yang timbul akibat adanya keputusan penambahan kuota pendaftaran calon legislatif 120% oleh KIP Aceh hanya berlaku untuk partai lokal sesuai dengan Qanun No 3 tahun 2008, tetapi untuk partai nasional tidak bisa diberlakukan karena tidak ada dasar hukumnya.Disarankan kepada KIP aceh jika ingin memberlakukan asas penyelenggaraan pemilu yang adil dan merata untuk partai politik, seharusnya memberlakukan kuota 100% sampai dengan 120% untuk partai politik lokal dan untuk partai nasional tetap memuat kuota 100%, sehingga tidak bertentangan dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 dan juga UUPA, karena UUPA mengatur batas maksimal 120% untuk kuota pendaftaran bakal calon legislatif dari jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47433">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4025</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="47435">
                <text>PENAMBAHAN KUOTA PENDAFTARAN BAKAL CALON LEGISLATIF SERATUS DUA PULUH PERSEN PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DI ACEH TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12910" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="102742">
                <text>hendra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="102743">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="102744">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="102745">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=13833</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="102746">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="102747">
                <text>STUDI TERHADAP KARAKTERISTIK POLYSTYRENE FOAM PADA PEMBEBANAN TEKAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14563" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113679">
                <text>Hendra Amanda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113680">
                <text>ABSTRAKPenerapan manajemen mutu dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, antara lain meminimalkan produk yang tidak memenuhi persyaratan, yang berarti pula mengurangi pekerjaan ulang, dan meningkatkan produktivitas kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi perusahaan. Berdasarkan beberapa defenisi dapat disimpulkan bahwa Total Quality Management (TQM) adalah suatu sistem yang memfokuskan pada kepuasan konsumen dengan konsep perbaikan demi kemajuan perusahaan penyedia jasa yang kelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan serta seberapa besar pengaruh faktor-faktor kritikal TQM terhadap kesuksesan proyek konstruksi di Provinsi Aceh. Objek penelitian ini adalah perusahaan penyedia jasa konstruksi dengan kualifikasi menengah dan besar yang berdomisili di Kota Banda Aceh dan melaksanakan proyek konstruksi jalan diruang lingkup Dinas Bina Marga Aceh. Teknik random sampling (sampel acak) digunakan dalam memilih 21 responden yang mewakili perusahaan penyedia jasa konstruksi untuk mengisi data kuesioner. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah komitmen kepemimpinan (X1), pemberdayaan, penguatan dan keikutsertaan karyawan (X2), manajemen proses (X3), manajemen supplier (X4), manajemen konsumen (X5), perbaikan berkelanjutan (X6), kesuksesan proyek konstruksi (Y). Pengolahan data dilakukan melalui analisa frekuensi, reliabilitas, analisis faktor, korelasi dan regresi linear berganda, dengan menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21. Berdasarkan uji reliabilitas hanya beberapa variabel saja yang dinyatakan valid, sehingga harus dilanjutkan dengan menganalisis faktor. Dari hasil Analisis korelasi diketahui bahwa variabel X6 berhubungan dengan kesuksesan proyek konstruksi sebesar 0,787, hal ini menunjukkan hubungan tinggi atau kuat. Dari hasil analisis regresi linear berganda diperoleh faktor yang paling mempengaruhi kesuksesan proyek konstruksi adalah faktor perbaikan berkelanjutan (X6), dengan besarnya pengaruh 73,5% terhadap kesuksesan proyek konstruksi di Provinsi Aceh.Kata Kunci: TQM, faktor kritikal, kesuksesan proyek konstruksi, Provinsi Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113681">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15981</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113682">
                <text>ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KRITIKAL TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KESUKSESAN PROYEK KONSTRUKSI DI PROVINSI ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3081" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30115">
                <text>Hendra Aulia Pratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30117">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30119">
                <text>ABSTRAKSerangkaian masalah terkait Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dimulai saat prediksi kandungan hidrokarbon berupa gas dan minyak bumi di sebuah landas kontinen dekat kepulauan tersebut dipublikasikan oleh UN Economic Comission for Asia and Far East (UNECAFE) tahun 1968. Berdasarkan UNCLOS 1982, Cina mengklaim kepulauan tersebut berdasarkan kelanjutan alamiah landas kontinennya di Laut Cina Timur memanjang dari daratan Cina hingga Palung Okinawa berjarak di luar 200 mil laut yang bertepatan dengan gugusan Kepulauan Diaoyu sedangkan Jepang mendasari klaimnya berdasarkan usulan sepihak tentang pembagian wilayah melalui garis tengah (median line) di zona ekonomi eksklusifnya yang berjarak 200 mil laut dari garis dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan prinsip-prinsip kepemilikan wilayah di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang dan hak berdaulat atas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari instrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan dan mempelajari data yang terdapat dalam buku-buku atau literatur, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah, surat kabar dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Prinsip Efektifitas dan Prinsip Acquiesence dan Estoppel di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang tidak menghasilkan suatu resolusi dalam penentuan status kepemilikan atas kepulauan tersebut dikarenakan pelaksanaan kegiatan lanjutan yang dilakukan para pihak belum menunjukkan tampilan damai fungsi otoritas negara. Berdasarkan Pasal 121 UNCLOS 1982, pada Kepulauan Diaoyu atau Senkaku berlaku hak kedaulatan sejauh 12 mil laut dan hak berdaulat di zona tambahan berupa pelaksanaan pencegahan pelanggaran-pelanggaran terkait peraturan perundang-undangan nasional negara pantai di bidang bea cukai, fiskal, imigrasi atau saniter.Disarankan kepada Cina dan Jepang jika yakin atas sumber sejarahnya dapat menyelesaikan sengketa ini melalui Mahkamah Internasional Hukum Laut, Mahkamah Internasional dan Mahkamah Arbitrasi khusus untuk hal ini atau saling bersepakat untuk membentuk perjanjian pengembangan bersama (joint development agreement). Disarankan kepada Cina dan Jepang untuk menempatkan secara terpisah permasalahan kedaulatan atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dan permasalahan perbatasan di Laut Cina Timur dikarenakan hal ini tidak dapat dihubungkan satu sama lain.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30121">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30123">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2417</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30125">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30127">
                <text>STATUS KEPEMILIKAN KEPULAUAN DIAOYU ATAU SENKAKU ANTARA CINA DAN JEPANG MENURUT KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3086" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30167">
                <text>Hendra Aulia Pratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30169">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30171">
                <text>ABSTRAKSerangkaian masalah terkait Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dimulai saat prediksi kandungan hidrokarbon berupa gas dan minyak bumi di sebuah landas kontinen dekat kepulauan tersebut dipublikasikan oleh UN Economic Comission for Asia and Far East (UNECAFE) tahun 1968. Berdasarkan UNCLOS 1982, Cina mengklaim kepulauan tersebut berdasarkan kelanjutan alamiah landas kontinennya di Laut Cina Timur memanjang dari daratan Cina hingga Palung Okinawa berjarak di luar 200 mil laut yang bertepatan dengan gugusan Kepulauan Diaoyu sedangkan Jepang mendasari klaimnya berdasarkan usulan sepihak tentang pembagian wilayah melalui garis tengah (median line) di zona ekonomi eksklusifnya yang berjarak 200 mil laut dari garis dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan prinsip-prinsip kepemilikan wilayah di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang dan hak berdaulat atas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari instrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan dan mempelajari data yang terdapat dalam buku-buku atau literatur, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah, surat kabar dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Prinsip Efektifitas dan Prinsip Acquiesence dan Estoppel di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang tidak menghasilkan suatu resolusi dalam penentuan status kepemilikan atas kepulauan tersebut dikarenakan pelaksanaan kegiatan lanjutan yang dilakukan para pihak belum menunjukkan tampilan damai fungsi otoritas negara. Berdasarkan Pasal 121 UNCLOS 1982, pada Kepulauan Diaoyu atau Senkaku berlaku hak kedaulatan sejauh 12 mil laut dan hak berdaulat di zona tambahan berupa pelaksanaan pencegahan pelanggaran-pelanggaran terkait peraturan perundang-undangan nasional negara pantai di bidang bea cukai, fiskal, imigrasi atau saniter.Disarankan kepada Cina dan Jepang jika yakin atas sumber sejarahnya dapat menyelesaikan sengketa ini melalui Mahkamah Internasional Hukum Laut, Mahkamah Internasional dan Mahkamah Arbitrasi khusus untuk hal ini atau saling bersepakat untuk membentuk perjanjian pengembangan bersama (joint development agreement). Disarankan kepada Cina dan Jepang untuk menempatkan secara terpisah permasalahan kedaulatan atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dan permasalahan perbatasan di Laut Cina Timur dikarenakan hal ini tidak dapat dihubungkan satu sama lain.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30173">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30175">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2420</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30177">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30179">
                <text>STATUS KEPEMILIKAN KEPULAUAN DIAOYU ATAU SENKAKU ANTARA CINA DAN JEPANG MENURUT KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3090" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30219">
                <text>Hendra Aulia Pratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30221">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30223">
                <text>ABSTRAKSerangkaian masalah terkait Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dimulai saat prediksi kandungan hidrokarbon berupa gas dan minyak bumi di sebuah landas kontinen dekat kepulauan tersebut dipublikasikan oleh UN Economic Comission for Asia and Far East (UNECAFE) tahun 1968. Berdasarkan UNCLOS 1982, Cina mengklaim kepulauan tersebut berdasarkan kelanjutan alamiah landas kontinennya di Laut Cina Timur memanjang dari daratan Cina hingga Palung Okinawa berjarak di luar 200 mil laut yang bertepatan dengan gugusan Kepulauan Diaoyu sedangkan Jepang mendasari klaimnya berdasarkan usulan sepihak tentang pembagian wilayah melalui garis tengah (median line) di zona ekonomi eksklusifnya yang berjarak 200 mil laut dari garis dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan prinsip-prinsip kepemilikan wilayah di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang dan hak berdaulat atas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari instrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan dan mempelajari data yang terdapat dalam buku-buku atau literatur, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah, surat kabar dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Prinsip Efektifitas dan Prinsip Acquiesence dan Estoppel di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang tidak menghasilkan suatu resolusi dalam penentuan status kepemilikan atas kepulauan tersebut dikarenakan pelaksanaan kegiatan lanjutan yang dilakukan para pihak belum menunjukkan tampilan damai fungsi otoritas negara. Berdasarkan Pasal 121 UNCLOS 1982, pada Kepulauan Diaoyu atau Senkaku berlaku hak kedaulatan sejauh 12 mil laut dan hak berdaulat di zona tambahan berupa pelaksanaan pencegahan pelanggaran-pelanggaran terkait peraturan perundang-undangan nasional negara pantai di bidang bea cukai, fiskal, imigrasi atau saniter.Disarankan kepada Cina dan Jepang jika yakin atas sumber sejarahnya dapat menyelesaikan sengketa ini melalui Mahkamah Internasional Hukum Laut, Mahkamah Internasional dan Mahkamah Arbitrasi khusus untuk hal ini atau saling bersepakat untuk membentuk perjanjian pengembangan bersama (joint development agreement). Disarankan kepada Cina dan Jepang untuk menempatkan secara terpisah permasalahan kedaulatan atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dan permasalahan perbatasan di Laut Cina Timur dikarenakan hal ini tidak dapat dihubungkan satu sama lain.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30224">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30225">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2423</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30227">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30229">
                <text>STATUS KEPEMILIKAN KEPULAUAN DIAOYU ATAU SENKAKU ANTARA CINA DAN JEPANG MENURUT KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3095" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30263">
                <text>Hendra Aulia Pratama</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30265">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30267">
                <text>ABSTRAKSerangkaian masalah terkait Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dimulai saat prediksi kandungan hidrokarbon berupa gas dan minyak bumi di sebuah landas kontinen dekat kepulauan tersebut dipublikasikan oleh UN Economic Comission for Asia and Far East (UNECAFE) tahun 1968. Berdasarkan UNCLOS 1982, Cina mengklaim kepulauan tersebut berdasarkan kelanjutan alamiah landas kontinennya di Laut Cina Timur memanjang dari daratan Cina hingga Palung Okinawa berjarak di luar 200 mil laut yang bertepatan dengan gugusan Kepulauan Diaoyu sedangkan Jepang mendasari klaimnya berdasarkan usulan sepihak tentang pembagian wilayah melalui garis tengah (median line) di zona ekonomi eksklusifnya yang berjarak 200 mil laut dari garis dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan prinsip-prinsip kepemilikan wilayah di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang dan hak berdaulat atas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari instrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan dan mempelajari data yang terdapat dalam buku-buku atau literatur, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah, surat kabar dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Prinsip Efektifitas dan Prinsip Acquiesence dan Estoppel di Kepulauan Diaoyu atau Senkaku antara Cina dan Jepang tidak menghasilkan suatu resolusi dalam penentuan status kepemilikan atas kepulauan tersebut dikarenakan pelaksanaan kegiatan lanjutan yang dilakukan para pihak belum menunjukkan tampilan damai fungsi otoritas negara. Berdasarkan Pasal 121 UNCLOS 1982, pada Kepulauan Diaoyu atau Senkaku berlaku hak kedaulatan sejauh 12 mil laut dan hak berdaulat di zona tambahan berupa pelaksanaan pencegahan pelanggaran-pelanggaran terkait peraturan perundang-undangan nasional negara pantai di bidang bea cukai, fiskal, imigrasi atau saniter.Disarankan kepada Cina dan Jepang jika yakin atas sumber sejarahnya dapat menyelesaikan sengketa ini melalui Mahkamah Internasional Hukum Laut, Mahkamah Internasional dan Mahkamah Arbitrasi khusus untuk hal ini atau saling bersepakat untuk membentuk perjanjian pengembangan bersama (joint development agreement). Disarankan kepada Cina dan Jepang untuk menempatkan secara terpisah permasalahan kedaulatan atas Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dan permasalahan perbatasan di Laut Cina Timur dikarenakan hal ini tidak dapat dihubungkan satu sama lain.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30269">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30271">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30273">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2426</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30275">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30277">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30279">
                <text>INETERNATIONAL LAW</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30281">
                <text>TERRITORIAL PROPERTY - LAW OF NATIONS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30283">
                <text>STATUS KEPEMILIKAN KEPULAUAN DIAOYU ATAU SENKAKU ANTARA CINA DAN JEPANG MENURUT KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14055" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110709">
                <text>Hendra Cipta</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110710">
                <text>ABSTRAKPasca bencana gempa tsunami 26 Desember 2004 dengan kondisi sedemikian parah namun tidak sampai terjadi wabah, merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perilaku yang digunakan masyarakat Banda Aceh menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular  sehingga mencegah terjadi wabah pasca bencana gempa tsunami. Penelitian ini bersifat kualitatif eksplorasi dengan sumber data yang terdiri dari masyarakat dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara di tiga kecamatan yaitu Meuraxa, Syiah Kuala dan Ulee Kareng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perilaku masyarakat yang meliputi: 1) Pencegahan penyakit yang menular melalui air; berupaya mendapatkan air bersih, air dimasak hingga mendidih untuk keperluan minum, menyaring air dengan kain, tidak makan makanan yang tercemar dan juga dipanaskan sebelum dikonsumsi, memperhatikan kecukupan gizi, makan dengan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan diri, bila ada anggota keluarga yang sakit mengutamakan pelayanan medis dan bila susah mendapatkan pelayanan medis, alternatifnya cenderung menggunakan obat-obatan bersifat tradisional. 2) Pencegahan penyakit yang menular melalui udara; menggunakan penutup hidung dan mulut, tidak mendekat atau menjaga jarak terhadap penderita flu, batuk serta tidak memakai sapu tangan penderita, membersihkan sesuatu (mengelap) dari debu, bila mereka terkena gejala Infeksi Pernafasan Akut (ISPA) mereka cenderung berobat ke Posko kesehatan. 3) Pencegahan penyakit yang menular melalui vektor; membunuh nyamuk dengan tindakan penggunaan fogging dan bubuk abate, pakai kelambu saat tidur, menutup makanan dan tempat penampungan air, memisahkan sampah dan dikuburkan, bergotong-royong membersihkan saluran air yang tergenang, pembakaran kayu untuk membunuh dan mengusir nyamuk, bila mereka terkena penyakit (akibat vektor) mereka cenderung berobat ke Posko kesehatan. 4) Pencegahan penyakit yang menular melalui kontaminasi luka; merawat lukanya dilakukan disesuaikan dengan ketersediaan bahan atau obat-obatan yang tersedia, mengelap luka dengan air bersih dan atau yang dipanaskan (hangat), menutup luka dengan kain bersih, berobat ke petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatnya perilaku yang merupakan suatu kearifan dari masyarakat Banda Aceh berupa membersihkan anggota tubuh yang meliputi mencuci tangan, berkumur-kumur, mencuci tangan hingga kesiku, mencuci/ membasuh wajah, menyapu dahi dengan air dan mencuci kaki dengan air yang bersih yang dilakukan sehari minimal lima kali dalam waktu yang berbeda, menggunakan tangan kanan ketika makan, menyaring air pakai kain, menutup hidung dan mulut dengan kain, membakar kayu, menggunakan obat luka dari daun Gapahlhan/ Seurapoh. Penelitian ini sebagai pembelajaran untuk diterapkan di tempat lain serta perlu dibuktikan penggunaan daun Gapahlan/ Seurapoh oleh masyarakat untuk perawatan luka berkhasiat obat.Kata kunci: Perilaku, pencegahan, penyakit menular, gempa tsunami</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110711">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15315</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110712">
                <text>PERILAKU MASYARAKAT BANDA ACEH DALAM PENCEGAHAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) RNPENYAKIT MENULAR PASCA BENCANA RNGEMPA TSUNAMI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4446" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45497">
                <text>hendra fahmi hendika ishak</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45499">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45501">
                <text>ABSTRAKPrarancangan pabrik Bioetanol ini menggunakan ampas tebu (bagassse) sebagai bahan baku. Kapasitas bahan baku pabrik Bioetanol  ini adalah 360.000 Ton/Tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 164 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Krebet, kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dengan luas tanah 75.000 m2. Sumber air pabrik Bioetanol ini berasal dari Sungai Brantas, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Generator dengan daya 111.510 kW. Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah : a. Fixed Capital Investment = Rp. 651.000.177.780,45b. Working Capital Investment = Rp. 751.030.797.389c. Total Capital Investment =  Rp. 1.531.765.594.770 d. Total Biaya Produksi = Rp. 2.065.950.755.452e. Hasil Penjualan =  Rp. 2.868.388.033.964f. Laba Bersih =  Rp. 599.164.009.410g. Pay Out Time (POT) = 3 tahun 2 bulan h. Break even Point (BEP)= 36 %</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="45503">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45505">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45507">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3840</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45509">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45510">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45511">
                <text>CHEMICAL ENGINEERING</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45513">
                <text>PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI AMPAS TEBU (BAGASSE) DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 360.000 TON/TAHUN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
