<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=335&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-06-23T13:57:12+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>335</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="11577" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94437">
                <text>Huzaipi Pratama Batubara</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94438">
                <text>Latar Belakang : Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dijelaskan merupakan salah satu tujuan negara adalah mengembangkan mutu pendidikan yang merupakan landasan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi sebaiknya didasari pertimbangan yang benar-benar matang dan lebih baik lagi jika itu berdasarkan apa yang disukai atau diminati. Minat itu sendiri merupakan sebuah bentuk ketertarikan kepada suatu hal tanpa ada unsur paksaan dan cenderung memberikan perhatian yang lebih terpusat pada hal tersebut. Berkaitan dalam memilih program studi perlu diketahui seberapa besar minat siswa kelas XII baik itu laki-laki maupun perempuan dalam mempersiapkan diri ke program studi yang mereka inginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran minat dalam pemilihan program studi di universitas pada siswa kelas XII berdasarkan jenis kelamin di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan januari 2015. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling pada 85 responden yang merupakan siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui kuesioner minat siswa untuk melihat gambaran minat siswa berdasarkan jenis kelamin dalam pemilihan program studi di universitas dan kemudian hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat.Hasil : Dalam pemilihan program studi berdasarkan minat tidak ada siswa yang tidak berminat dalam memilih program studi di universitas baik itu laki-laki maupun perempuan, sedangkan untuk responden yang kurang berminat didapatkan bahwa siswa laki-laki lebih banyak yaitu 4 responden 5.06% dibanding siswa perempuan yaitu sebanyak 2 responden 2.54% dan siswa yang berminat dalam memilih program studi di universitas didapatkan sebanyak 73 responden dimana didapatkan siswa perempuan lebih banyak yaitu 38 responden 48.10% dibanding siswa laki-laki yaitu 35 responden 44.30%.Kesimpulan : Siswa yang memilih program studi di universitas berdasarkan minatnya  berjumlah 73 orang, yang terdiri dari 38 orang perempuan 48.10% dan 35 orang laki-laki 44.30% sedangkan yang kurang berminat berjumlah 6 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki 5.06% dan 2 orang perempuan 2.54% dan tidak ada siswa yang tidak berminat dalam pemilihan program studi di universitas.Kata Kunci : Minat, jenis kelamin, pemilihan progam studi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94439">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12113</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94440">
                <text>GAMBARAN MINAT DALAM PEMILIHAN PROGRAM STUDI DI UNIVERSITAS PADA SISWA KELAS XII BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI SMA NEGERI 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9402" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84433">
                <text>Sri Erfina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84434">
                <text>viDEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEDOKTERANPROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANSKRIPSI11Mei2013XivHalaman+VIBab+92Halaman+11Tabel+1Skema+17LampiranSRI ERFINA0907101020029Gambaran Modifikasi Gaya Hidup BerdasarkanBehavioral System ModelPadaPasien Hipertensi Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUDZA Banda Aceh Tahun2013ABSTRAKHipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHgdan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Salah satu penyebab hipertensi adalahgaya hidup yangkurangsehat,seperti kelebihan berat badan, mengkonsumsi garamberlebihan, stres, merokok dan mengkonsumsi alkohol. Selain melalui obat-obatan,diperlukansuatuupaya untuk menstabilkan tekanan darahdan menunjangpenatalaksaan hipertensiyaitu dengan memodifikasi gaya hidupyangmencakupperencanaan makanan, pembatasan garam, penurunan berat badan, meningkatkanaktifitas fisik dan mengendalikan emosi. Tujuan penelitian iniuntukmengetahuigambaran modifikasi gaya hidup berdasarkanbehavioral system modelpada pasienhipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUDdr. Zainoel AbidinBanda AcehTahun 2013.Jenispenelitianyang digunakan adalahdeskriptif eksploratifdengandesaincross sectional studydenganjumlah sampel sebanyak75 pasien hipertensiprimer. Pengumpulan datadenganmenggunakankuesioner melalui wawancara yangterdiri dari 35 item pernyataan. Metode analisis datadengan menggunakan univariat.Hasil penelitian menunjukkanbahwagambaran modifikasi gaya hidup berdasarkanbehavioral system modelpada pasien hipertensiyang terdiri dari 7 variabelberadapada kategori baikyaituattachment-affiliative(70,7%),dependency(61,3%),ingestive(62,7%),eliminative(62,7%),sexual(70,7%),achievement(62,7%), danaggressive(56,0%). Disarankan kepadaperawatagar dapatmempertahankan danmeningkatkan promosi kesehatan kepada pasiendan masyarakatseperti pendidikankesehatan,clubhipertensi danhomevisitdalammensosialisasikangaya hidup sehat.Katakunci:Modifikasi gaya hidup,behavioral system model, hipertensiDaftar pustaka:29buku+ 8 bahaninternet+3skripsi+3 jurnal(tahun 2000-2012)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84435">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9129</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84436">
                <text>GAMBARAN MODIFIKASI GAYA HIDUP BERDASARKAN BEHAVIORAL SYSTEM MODEL PADA PASIEN HIPERTENSI DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8320" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77452">
                <text>Munzir</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77454">
                <text>Motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang sehingga menimbulkantingkah laku untuk melakukan suatu kegiatan. Posyandu merupakan salah satupendekatan yang tepat untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan gizibalita. Jumlah balita di Aceh yang mendapatkan vitamin A menurun. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi ibu yang mempunyai balita untukberkunjung ke Posyandu di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona JayaAceh Besar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif study dengan pendekatan crosssectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yangmempunyai balita dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden dan teknikpengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Pengumpulandata dilakukan dengan metode wawancara terpimpin. Hasil analisa univariatmenunjukkan bahwa 71 responden (77.2%) bermotivasi tinggi berdasarkansubvariabel minat, 72 responden (78.3%), berdasarkan subvariabel kebutuhan, 56responden (60.9%), berdasarkan subvariabel harapan, 69 responden (75%)berdasarkan subvariabel lingkungan, 48 responden (52.2%) berdasarkansubvariabel reward dan 59 responden (64.1%) berdasarkan subvariabel kegiatanyang menyengangkan. Dapat disimpulkan bahwa gambaran motivasi ibu yangmempunyai balita untuk berkunjung ke Posyandu di lihat dari motivasi internaldan eksternal di Desa Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya KabupatenAceh Besar Tahun 2014 mempunyai motivasi tinggi. Diharapkan kepada kepadabidang kesehatan khususnya Puskesmas untuk selalu memantau dan membimbingibu yang mempunyai balita pada saat kegiatan Posyandu sehingga ibu termotivasiuntuk rutin datang ke Posyandu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77456">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7873</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77458">
                <text>GAMBARAN MOTIVASI IBU YANG MEMPUNYAI BALITA UNTUKRNBERKUNJUNG KE POSYANDU DI DESA LAMGAPANGRNKECAMATAN KRUENG BARONA JAYARNACEH BESAR TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14051" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110694">
                <text>DARA ANJALITA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110695">
                <text>KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEPERAWATANSKRIPSI22 Juni 2015Xiv + vi bab + 61 halaman + 9 tabel + 1 skema + 19 lampiranDARA ANJALITANIM. 1107101020106GAMBARAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELLITUS TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN GANGREN DENGAN PERAWATAN KAKI DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHABSTRAKGangren merupakan komplikasi neuropatik diabetik dari diabetes mellitus (DM). Pencegahan gangren dapat dilakukan dengan perawatan kaki, namun seringkali pasien tidak melakukan karena kurangnya motivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi pasien DM terhadap upaya pencegahan gangren dengan perawatan kaki di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian ini deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional study dan menggunakan metode purposive sampling terhadap 90 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam dua bagian, kuesioner motivasi berbentuk skala dischotomous dan kuesioner perawatan kaki berbentuk skala likert. Hasil pengumpulan data didapatkan bahwa motivasi pasien DM yang meliputi lima variabel yaitu motivasi pasien DM berdasarkan pengetahuan pada kategori tinggi (71,1%), sikap pada kategori baik (90,0%), harapan pada kategori tinggi (73,3%), lingkungan pada kategori kurang (56,7%), dukungan keluarga pada kategori tinggi (73,3%), sosial ekonomi pada kategori tinggi (93,3%) dan perawatan kaki pasien DM pada kategori baik (68,9%). Dari hasil pengumpulan data disimpulkan bahwa motivasi pasien diabetes mellitus terhadap upaya pencegahan gangren dengan perawatan kaki di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 73 orang (81,1%). Oleh karena itu, perawatan kaki sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya gangren maka diperlukan motivasi yang tinggi dari pasien untuk melakukannya secara teratur.Kata Kunci: Diabetes mellitus, perawatan kaki, motivasiDaftar bacaan: 26 buku + 13 jurnal + 9 skripsi + 1 artikel (2001-2015)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110696">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15309</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110697">
                <text>GAMBARAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELLITUS RNTERHADAP UPAYA PENCEGAHAN GANGREN RNDENGAN PERAWATAN KAKI DI POLIKLINIK RNENDOKRIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8528" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79029">
                <text>Auliandi Sukardi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79031">
                <text>Prevalensi maloklusi cukup tinggi angkanya dan terus meningkat. Maloklusi dapat menimbulkan gangguan fungsi dan estetika dari rongga mulut dan wajah. Kondisi ini membuat permintaan akan perawatan ortodonti semakin meningkat tiap tahunnya. Motivasi terhadap perawatan ortodonti diperlukan untuk dapat menilai tingkat kooperatif pasien saat mendapatkan perawatan ortodonti. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi motivasi penggunaan ortodonti cekat yaitu lingkungan, estetika, klinis dan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran motivasi penggunaan alat ortodonti cekat pada siswa di 5 SMA unggul Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 96 orang. Cara pengumpulan data melalui penyebaran self administered questionnaires. Hasil penelitian menunjukkan subjek yang memiliki motivasi tinggi sebanyak 55 (57,3%) dan rendah sebanyak 41 (42,7%). Motivasi lingkungan tinggi sebanyak 81 (84,4%) dan rendah sebanyak 15 (15,6%), motivasi estetika tinggi sebanyak  62 (64,6%) dan rendah sebanyak 33(34,4%), motivasi klinis tinggi sebanyak 28 (29,2%) dan rendah sebanyak 68 (70,8%), motivasi psikologis tinggi sebanyak 32 (33,3%) dan rendah sebanyak 64 (66,7%). Disimpulkan bahwa mayoritas siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk menggunakan alat ortodonti cekat.Kata kunci   : ortodonti cekat, motivasi, maloklusi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79033">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8090</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="79035">
                <text>GAMBARAN MOTIVASI PENGGUNAAN ALAT ORTODONTI CEKAT PADA SISWA DI 5 SMA UNGGUL KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10073" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87339">
                <text>ZEFRIADI NUR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87340">
                <text>GAMBARAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN Dl EL1JD R1JMAB SAKIT UMUM DAERAII MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2013ABSTRAKMutu pelayanan dipengaruhi oleh unsur masukan, proses dan keluaran yang baik. Unsur masukan seperti sarana, prasarana, tenaga dan dana. Proses meliputi semua kegiatan yang dilakukan agar terselenggaranya suatu pelayanan. Unsur keluaran merupakan adanya perubahan yang terjadi pada pasien akibat dan tindakan yang diberikan. Kesemua hal tersebut mempengaruhi kualitas pelayanan yang akan mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran mutu pelayanan Keperawatan di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh tahun 2013. Jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah 96 sampel. Alat pengiimpulan data menggunakan kuesioner dengan 22 pernyataan tenitang expectations dan 22 pemyataan tentang perceptions. Jzlasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran mutu pelayanan keperawatan di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh tahun 2013 berada pada kategoni kurang puas (59,4%), yaitu bukti nyata pada kategori kurang puas (58,3%), kehandalan path kategori kurang puas (54,2%), ketanggapan pada kategori kurang puas (5 5,2%), jaminan pada kategori kurang puas (54,2%) dan empati pada kategori kurang puas (57,3%). Rekomendasi kepada pemberi pelayanan kesehatan agar terus meningkatkan mutu pelayanan sehingga kualitas pelayanan akan meningkat dan akan berdampak pada kepuasan pasien.Kata Kunci: Mutu Pelayanan Keperawatan, Kepuasan Pasien, Rumah Sakit Daftar Bacaan: 31 buku, 9 jurnal, 4 skripsi, 2 artikel</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87341">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10062</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87342">
                <text>GAMBARAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI BLUD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6401" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62638">
                <text>Tria Rahmi Munzirah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62640">
                <text>ABSTRAKNama: Tria Rahmi MunzirahProgram Studi: Pendidikan Dokter gigiFakultas: Kedokteran GigiJudul: Gambaran Oral Hygiene Berdasarkan OPI (Ortho Plaque  Index) Pada Remaja (15-17 Tahun) Pemakai Ortodonti Cekat (Operator Pemasangan Ortodonti Cekat Dilakukan Oleh Dokter Gigi Spesialis Ortodonti, Dokter Gigi Umum dan Bukan Dokter Gigi)Oral hygiene yang baik merupakan suatu keadaan gigi yang bersih dari plak dan kalkulus. Oral hygiene pemakai ortodonti cekat dapat menjadi buruk karena adanya alat ortodonti cekat yang sulit dibersihkan, maka dari itu edukasi yang baik dari seorang operator sangat diperlukan. Saat ini banyak kalangan bukan dokter gigi melakukan pemasangan ortodonti cekat, dimana seharusnya pemasangan ortodonti cekat dilakukan oleh dokter gigi yang berkompetensi dalam hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran oral hygiene pada remaja (15-17 tahun) pemakai ortodonti cekat yang dipasang oleh dokter gigi spesialis ortodonti, dokter gigi umum dan bukan dokter gigi. Subjek dalam penelitian ini adalah 73 orang siswa/i SMAN 1, SMAN 3 dan SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh dengan teknik pengambilan subjek purposive sampling. Penelitian ini menggunakan OPI (Ortho Plaque Index) sebagai alat ukur untuk mengetahui skor oral hygiene pada pemakai ortodonti cekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oral hygiene pemakai ortodonti cekat yang dipasang oleh dokter gigi spesialis ortodonti adalah baik 62,5%, sedang 6,25% dan buruk 31,25%. Subjek yang memasang ortodonti cekat pada dokter gigi umum adalah baik 24,4%, sedang 40%, dan buruk 35,6%, serta subjek yang memasang ortodonti cekat pada bukan dokter gigi adalah baik 16,7%, sedang 33,3%, dan buruk 50%. Dapat disimpulkan bahwa instruksi/edukasi dari operator mempengaruhi oral hygiene pemakai ortodonti cekatKata Kunci: Oral hygiene, OPI (Ortho Plaque Index), Dokter gigi spesialis ortodonti, Dokter gigi umum, Bukan dokter gigi.ABSTRACTName: Tria Rahmi MunzirahProgram Study: DentistryFaculty: DentistryTitle: Description of Oral Hygiene Based On OPI (Ortho PlaqueIndex) among adolescent (15-17 years old) With Fixed Orthodontic (Fixed Orthodontic Installed By  Orthodontist, General Practitioner and Another Practitioner)Good oral hygiene is the condition of the teeth that clean from plaque and calculus. Oral hygiene of fixed orthodontic wearers can be poor because of the fixed orthodontic appliance is difficult to clean, and therefore a good education from the operator is really needed. Currently many other practitioners perfomed orthodontic treatment using fixed appliance, which it should be done by orthodontist. The objective of this study was to see the description of oral hygiene based on OPI among adolescent (15-17 years old) with fixed orthodontic installed by orthodontist, general practitioner and another practitioner. The number of subjects in this study were 73 students of SMAN 1, SMAN 3 and SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh with  subject selection using purposive sampling technique. This study used OPI (Ortho Plaque Index) as a measure to determine oral hygiene scor of fixed orthodontic wearers. The result showed  that oral hygiene in fixed orthodontic wearers installed by orthodontist has 62,5% as good score, 6,25% as moderate score and 31,25% as poor score. Subjects who used fixed orthodontic that installed by general practitioner has 24,4% as good score, 40% as moderate score and 35.6% as poor score, and the subjects who used fixed orthodontic that installed by another practitioner has 16,7% as good score, 33,3% as moderate score and 50% as poor score. It can be concluded that the intsructions from practitioner affect oral hygiene of  fixed orthodontic wearers.Keywords: Oral hygiene, OPI (Ortho Plaque Index), Orthodontist, General practitioner, Another practitioner.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62642">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5809</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62644">
                <text>GAMBARAN ORAL HYGIENE BERDASARKAN OPI (ORTHO PLAQUE INDEX) PADA REMAJA (15-17 TAHUN)PEMAKAI ORTODONTI CEKAT (OPERATOR PEMASANGAN ORTODONTI CEKAT DILAKUKAN OLEH DOKTER GIGI SPESIALIS ORTODONTI, DOKTER GIGI UMUM DAN BUKAN DOKTER GIGI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6315" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62045">
                <text>Tria Rahmi Munzirah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62046">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62047">
                <text>ABSTRAKNama : Tria Rahmi MunzirahProgram Studi : Pendidikan Dokter gigiFakultas : Kedokteran GigiJudul : Gambaran Oral Hygiene Berdasarkan OPI (Ortho PlaqueIndex) Pada Remaja (15-17 Tahun) Pemakai Ortodonti Cekat (Operator Pemasangan Ortodonti Cekat Dilakukan Oleh Dokter Gigi Spesialis Ortodonti, Dokter Gigi Umum dan Bukan Dokter Gigi)Oral hygiene yang baik merupakan suatu keadaan gigi yang bersih dari plak dan kalkulus. Oral hygiene pemakai ortodonti cekat dapat menjadi buruk karena adanya alat ortodonti cekat yang sulit dibersihkan, maka dari itu edukasi yang baik dari seorang operator sangat diperlukan. Saat ini banyak kalangan bukan dokter gigi melakukan pemasangan ortodonti cekat, dimana seharusnya pemasangan ortodonti cekat dilakukan oleh dokter gigi yang berkompetensi dalam hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran oral hygiene pada remaja (15-17 tahun) pemakai ortodonti cekat yang dipasang oleh dokter gigi spesialis ortodonti, dokter gigi umum dan bukan dokter gigi. Subjek dalam penelitian ini adalah 73 orang siswa/i SMAN 1, SMAN 3 dan SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh dengan teknik pengambilan subjek purposive sampling. Penelitian ini menggunakan OPI (Ortho Plaque Index) sebagai alat ukur untuk mengetahui skor oral hygiene pada pemakai ortodonti cekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oral hygiene pemakai ortodonti cekat yang dipasang oleh dokter gigi spesialis ortodonti adalah baik 62,5%, sedang 6,25% dan buruk 31,25%. Subjek yang memasang ortodonti cekat pada dokter gigi umum adalah baik 24,4%, sedang 40%, dan buruk 35,6%, serta subjek yang memasang ortodonti cekat pada bukan dokter gigi adalah baik 16,7%, sedang 33,3%, dan buruk 50%. Dapat disimpulkan bahwa instruksi/edukasi dari operator mempengaruhi oral hygiene pemakai ortodonti cekatKata Kunci: Oral hygiene, OPI (Ortho Plaque Index), dokter gigi spesialis ortodonti, dokter gigi umum, bukan dokter gigi.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="62049">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62051">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5720</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62053">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="62055">
                <text>GAMBARAN ORAL HYGIENE BERDASARKAN OPI (ORTHO PLAQUE INDEX)PADA REMAJA (15-17 TAHUN) PEMAKAI ORTODONTI CEKAT (OPERATOR PEMASANGAN ORTODONTI CEKAT DILAKUKAN OLEH DOKTER GIGI SPESIALIS ORTODONTI, DOKTER GIGI UMUM DAN BUKAN DOKTER GIGI)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4074" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41656">
                <text>Abdi Maulana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41658">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41660">
                <text>Kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Status kesehatan gigi dan mulut dapat ditentukan dengan menggunakan Simpliefied Oral Hygiene indek (OHIS) yang menjumlahkan Simpliefed Debris Indeks (DI-S) dan Simpliefied Calculus Indek (CI-S), masing - masing dari indeks tersebut ditentukan dari jumlah debris dan kalkulus pada 6 permukaan gigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran Oral Hygiene pada masyarakat Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional. Subjek penelitian adalah masyarakat Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 70 orang. Hasil penelitian masyarakat Gampong Baro berdasarkan Oral Hygiene sedang adalah 51,4%, dan berdasarkan Oral Hygiene buruk adalah 48,6%.  Disimpulkan bahwa masyarakat Gampong Baro yang memiliki Oral Hygiene buruk adalah laki-laki, dewasa awal (25-45 tahun), SD dan IRT</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="41662">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41664">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41665">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3483</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41666">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41668">
                <text>Fakultas Kedokteran Gigi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41670">
                <text>ORAL HYGIENE - DENTISTRY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="41672">
                <text>Gambaran Oral Hygiene pada Masyarakat Gampong Baro Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8434" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78371">
                <text>Abdul Rahman Kahfi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78373">
                <text>ABSTRAKNama: Abdul Rahman KahfiProgram Studi: Pendidikan Dokter GigiFakultas: Kedokteran GigiJudul: Gambaran Oral   Hygiene   pada  Penderita   Tunarungu  dan                               Tunagrahita di SMPLB YPCC Labui Banda AcehOral hygiene merupakan pemeliharaan kebersihan rongga mulut dengan menghilangkan plak melalui sikat gigi, benang gigi atau instrumen khusus lainnya. Oral hygiene yang baik tidak hanya penting  pada orang sehat fisik dan mental, akan tetapi pada penyandang cacat pun hal tersebut harus diperhatikan agar terhindar dari  penyakit rongga mulut seperti gingivitis dan periodontitis. Tunarungu dan tunagrahita  cenderung mengalami tantangan yang lebih besar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya, hal ini karena kurangnya keterampilan mereka dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran oral hygiene pada siswa-siswi penderita tunarungu dan tunagrahita di SMPLB YPCC Labui Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah survei deskriptif, dengan subjek penelitian sebanyak 23 orang yang terdiri dari 16 orang penderita tunagrahita dan 7 orang penderita tunarungu. Penelitian ini menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat oral hygiene pada siswa-siswi penderita tunarungu dan tunagrahita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 71,4 % siswa-siswi penderita tunarungu yang memiliki OHI-S sedang,  28,6 % siswa-siswi penderita tunarungu memiliki OHI-S buruk dan pada siswa-siswi penderita tunagrahita 43,8 % memiliki OHI-S sedang, 56,2 % memiliki OHI-S buruk. Kata Kunci: tunarungu, tunagrahita, oral hygiene, OHI-S</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78375">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7991</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78377">
                <text>GAMBARAN ORAL HYGIENE PADA PENDERITA TUNARUNGU DAN TUNAGRAHITA DI SMPLB YPCCRNLABUI BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
