<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=207&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-05-21T15:20:58+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>207</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="6542" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="63770">
                <text>Ira Bauty Dwi Octavia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="63772">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="63773">
                <text>ABSTRAKKanker payudara adalah kanker dengan insidensi tertinggi yang terjadi pada wanita, baik di negara maju maupun negara berkembang. Kanker payudara tidak hanya dialami oleh wanita yang berusia di atas 30 tahun, tetapi dapat juga terjadi pada wanita di bawah usia 30 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kelompok usia dan jenis histopatologi kanker payudara di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2009-2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap pasien yang didiagnosis kanker payudara secara klinis dan histopatologis dengan mengambil data sekunder dari buku registrasi histopatologi Departemen Patologi Anatomi di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2009-2013. Analisis data dilakukan dengan teknik analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 169 kejadian kanker payudara selama periode 2009-2013 yang memenuhi kriteria inklusi, kelompok usia terbanyak yang menderita kanker payudara yaitu kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 67 kasus (39,7%) dan jumlah kejadian tertinggi terdapat pada tahun 2012 sebesar 41 kasus (24,26%). Penderita kanker payudara termuda berusia 19 tahun, penderita tertua berusia 82 tahun, dan rata rata-rata usia pada saat ditemukannya kanker adalah 50 tahun. Sedangkan jenis histopatologi kanker payudara paling sering adalah jenis invasive (infiltrating) ductal carcinoma mammae (IDC) sebanyak 126 kasus (74,6%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kejadian kanker payudara tidak hanya dialami oleh kelompok usia dewasa dan reproduktif, namun juga diderita oleh dewasa muda dan lansia.Kata kunci: kanker payudara, usia, jenis histopatologi.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="63774">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="63776">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5944</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="63778">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="63780">
                <text>DISTRIBUSI USIA DAN JENIS HISTOPATOLOGI KANKER PAYUDARA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN TAHUN 2009-2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9935" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86770">
                <text>Juwita Fintasari</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86771">
                <text>ABSTRAKHypothenemus hampei merupakan hama utama pada tanaman kopi yang menyebabkan kerugian secara nyata terhadap produksi kopi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui sebaran populasi hama Hypothenemus hampei secara vertikal dan untuk menentukan tinggi pemasangan perangkap yang terbaik dalam mengendalikan hama Hypothenemus hampei pada perkebunan kopi. Penelitian ini telah dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala, dari Mei hingga Juli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor perlakuan dan lima ulangan. Faktor pertama adalah ketinggian perkebunan (800-850, 1.000-1.050, 1.200-1.250, dan 1.400-1.450 m dpl) sedangkan faktor kedua adalah ketinggian perangkap (0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 m di atas permukaan tanah). Data dianalisis dengan menggunakan analisis non parametrik Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney Test. Parameter dalam penelitian ini adalah jumlah individu hama Hypothenemus hampei yang terperangkap pada masing-masing ketinggian perangkap dan ketinggian perkebunan. Sebaran hama H. hampei lebih banyak pada ketinggian 800-850 m dpl dibandingkan pada ketinggian perkebunan lainnya. Hasil analisis Kruskal-wallis menunjukkan bahwa ketinggian perkebunan dan ketinggian perangkap berpengaruh nyata (P</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86772">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9875</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86773">
                <text>DISTRIBUSI VERTIKAL HYPOTHENEMUS HAMPEI DAN EFEKTIVITAS KETINGGIAN LETAK PERANGKAP DALAM PENGENDALIANNYA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="15714" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="127012">
                  <text>Resource of Excellence</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="123481">
                <text>Muchlisin, Z.A.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="123482">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="123483">
                <text>http://uilis.unsyiah.ac.id/~unsyiana/index.php?p=show_detail&amp;id=194</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="123484">
                <text>en</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="123485">
                <text>Scopus</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="123486">
                <text>Distributions of the endemic and threatened freshwater fish depik, Rasbora tawarensis Weber &amp; de Beaufort, 1916 in Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="16024" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="34">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="127012">
                  <text>Resource of Excellence</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="126300">
                <text>Fadli, N</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126301">
                <text>Rudi, E</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126302">
                <text>Baird, A.H.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126303">
                <text>Campbell, S.J</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126304">
                <text>Pratchett, M.S</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126305">
                <text>Anggoro, A.W</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126306">
                <text>Ardiwijaya, R.L</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126307">
                <text>Herdiana, Y</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126308">
                <text>Kartawijaya, T</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126309">
                <text>Mahyiddin, D</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126310">
                <text>Mukminin, A</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126311">
                <text>Pardede, S.T</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="126312">
                <text>Siregar, A.M</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="126313">
                <text>2007</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="126314">
                <text>http://uilis.unsyiah.ac.id/~unsyiana/index.php?p=show_detail&amp;id=504</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="126315">
                <text>en</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="126316">
                <text>Scopus</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="126317">
                <text>Disturbance to coral reefs in Aceh, Northern Sumatra: Impacts of the Sumatra-Andaman tsunami and pre-tsunami degradation</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="18294" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="1746">
        <src>http://unsyiana.usk.ac.id/files/original/056578f76da683fc32d84e4d8b8edd9f.pdf</src>
        <authentication>6c16e10472924d7c91d1380a492d2763</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="17">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="21956">
                  <text>News Clipping</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155220">
                <text>Ditembak Pemburu, Gajah Betina di Aceh Besar Luka Parah&#13;
&#13;
Berdasarkan data BKSDA Aceh, sepanjang 2010-2017 ada 48 gajah yang mati di kawasan Lamteumot, Desa Teladan, Gampong Lembah Seulawah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155221">
                <text>Gajah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155222">
                <text>Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala dan BKSDA melakukan proses pemulihan gajah dengan   mengoperasi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155223">
                <text>Sapto Aji Prabowo</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="48">
            <name>Source</name>
            <description>A related resource from which the described resource is derived</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155224">
                <text>http://kbr.id/terkini/08-2017/ditembak_pemburu__gajah_betina_di_aceh_besar_luka_parah/91796.html</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155225">
                <text>http://kbr.id/terkini</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155226">
                <text>22 Agustus 2017 </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="37">
            <name>Contributor</name>
            <description>An entity responsible for making contributions to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155227">
                <text>Unsyiah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155228">
                <text>Pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="155229">
                <text>Indonesia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="16664" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="628">
        <src>http://unsyiana.usk.ac.id/files/original/cf6c4d847f1f72218110533299f3a160.pdf</src>
        <authentication>f981ae82892c40fc722266ba39e5ec49</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="17">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="21956">
                  <text>News Clipping</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="131999">
                <text>Diusir Saat Mimbar Bebas, HMI Tuntut Permintaan Maaf Unsyiah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132000">
                <text>Pihak rektorat Universitas Syiah Kuala diminta untuk mensosialisasikan peraturan tertulis tentang mekanisme penggunaan lapangan tugu, termasuk larangan melakukan orasi. Hal ini disampaikan Ketum HMI Komisariat FKIP Unsyiah, Muammar, menyikapi larangan berorasi di lapangan tugu.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132001">
                <text>Perlu dipahami bahwa yang dilakukan oleh HMI Komisariat FKIP Unsyiah bukanlah aksi, melainkan orasi di Mimbar Bebas. Semua mahasiswa kita tampung dan berhak menyampaikan aspirasinya asal jangan lari dari koridor pendidikan tidak terkecuali masyarakat sipil.ika memang ada peraturan yang kami langgar, mana peraturan tertulis, dan kami juga telah mananyakan ke beberapa dosen di Unsyiah tentang organisasi eksternal kampus, apakah benar tidak dibolehkan membuat kegiatan di area Unsyiah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132002">
                <text>Muammar</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="48">
            <name>Source</name>
            <description>A related resource from which the described resource is derived</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132003">
                <text>http://portalsatu.com</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132004">
                <text>Portal Satu</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132005">
                <text>17 Mei 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="37">
            <name>Contributor</name>
            <description>An entity responsible for making contributions to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132006">
                <text>HMI FKIP Unsyiah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132007">
                <text>PDF File </text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="132008">
                <text>Indonesia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="7085" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="26">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31035">
                  <text>e-Journal USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68020">
                <text>Rimmer, Michael A.; Faculty of Veterinary Science, University of Sydney</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68022">
                <text>Kokarkin, Coco; Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Province</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68024">
                <text>Hasanuddin, .</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68026">
                <text>Putra, Bakhtiar Sah</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68027">
                <text>Syafrizal, .</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68028">
                <text>Saripuddin, .</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68030">
                <text>Lapong, Imran; Australian Centre for International Agricultural Research Field Support Office, Jl. Urip
Sumohardjo No.20, Makassar, South Sulawesi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68032">
                <text>2012-11-30</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68034">
                <text>Traditional brackishwater aquaculture in Indonesia focuses on production of shrimp and milkfish. However, since the 1990’s production of shrimp, particularly Penaeus monodon, has become problematic because ofthe prevalence of white-spot disease. Crop losses due to white-spot disease have limited production of P. monodon in traditional tambak throughout Indonesia. Because of this, many tambak have fallen into disuse, or their use islimited. In response, we are developing and trialling diversification options for tambak farmers in Aceh and South Sulawesi. Alternative production options that we are evaluating include Nile tilapia (ikan nila) and soft-shell crab(kepiting lunak) in Aceh, and Nile tilapia, swimming crab (rajungan) and rabbitfish (baronang) in South Sulawesi. In Aceh our main focus has been on Nile tilapia (Oreochromis niloticus) culture, either alone or co-cultured with milkfish (Chanos chanos). We have undertaken trials with farmers in Samalanga and Jangka (Kab. Bireuen) and Banda Mulia (Kab. Aceh Tamiang). Overall, our trials have shown that tilapia will grow and survive well at salinities below 20 ppt. Above 20 ppt, growth rate is reduced and the fish are prone to bacterial disease. At salinities above 20 ppt, milkfish (bandeng) perform better in ponds than tilapia. Our trials in Aceh have demonstrated that Nile tilapia can provideincome to farmers comparable with shrimp culture. Out of a total of 22 trials to date, 9 ponds (41%) have met or exceeded our reference profitability of IDR 1–5 million per hectare per crop. Fourteen ponds (64%) have been‘profitable’, i.e. have generated positive economic returns. This figure is similar to the profitability figure for traditional shrimp ponds (64–73%), indicating that Nile tilapia culture in brackishwater ponds provides economic returns similar to traditional shrimp culture. Based on these results, we recommend Nile tilapia culture to farmers whose ponds are &amp;lt;20 ppt. This provides a profitable production option for farmers in areas subject to low salinities, or during the rainy season when salinities are depressed. Because outbreaks of white-spot disease are particularly common and severe during the rainy season, Nile tilapia culture provides a viable option for income generation for Acehnese tambak farmers under conditions where shrimp culture is too risky</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68035">
                <text>application/pdf</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68036">
                <text>http://jurnal.unsyiah.ac.id/AICS-SciEng/article/view/1721</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68038">
                <text>eng</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68040">
                <text>Syiah Kuala University</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="46">
            <name>Relation</name>
            <description>A related resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68042">
                <text>http://jurnal.unsyiah.ac.id/AICS-SciEng/article/view/1721/1619</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="48">
            <name>Source</name>
            <description>A related resource from which the described resource is derived</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68043">
                <text>Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences &amp; Engineering Chapter; Vol 2, No 1 (2012): Life Sciences</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68044">
                <text>2089-208X</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68046">
                <text>Diversification of brackishwater aquaculture in Indonesia: tilapia culture in Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="51">
            <name>Type</name>
            <description>The nature or genre of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="68048">
                <text>info:eu-repo/semantics/article</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68050">
                <text>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="68052">
                <text>Peer-reviewed Article</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10393" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88702">
                <text>NAZIRAH TARMIZI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88703">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88704">
                <text>BAB VPENUTUP5.1 KesimpulanBerdasarkan uraian dan pembahasan sesuai dengan Praktek kerja Lapangan (PKL) yang penulis lakukan mengenai Diversifikasi Produk (Strategi Analisis Berdasarkan Pemasaran) PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan yaitu :1.  PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi terbesar diseluruh dunia, PT. Axa Financial juga menawarkan serangkaian produk jasa untuk perusahaan atau individu dalam bentuk asuransi jiwa, Perusahaan juga menyediakan fasilitas seperti premi, rawat inap, dan juga ada asuransi tambahan  (rider).  PT. Axa Financial Indonesia ini memasarkan produknya melalui agen, dari setiap agen memasarkan produk-produk perusahaan melalui media seperti, internet, facebook, televisi, dan juga secara bertatap muka dengan nasabah, dan dengan cara membagikan brosur-brosur disetiap perkotaan atau daerah. PT. Axa Financial juga mempromosikan produknya dalam seminar yang diselenggarakan oleh perusahaan tersebut agar menarik minat nasabah dalam menabung didalam asuransi.2.  Layanan Produk pada PT. Axa Financial Indonesia menyediakan layanan informasi, layanan promosi, dan setiap layanan produk juga memiliki 37manfaat dan keungggulan setiap produk yang ditawarkan kepada nasabah yaitu :Pertama : Produk Asuransi Plus Investasi (Maestro Link Plus)Manfaat dari Produk Asuransi Plus Investasi (Maestro Link Plus) adalah :a.  Apabila tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris yang ditunjuk (beneficiary)  akan mendapatkan sejumlah dana yang terdiri dari uang pertanggung dasar ditambah dengan nilai investasi pada saat itu. Nilai investasi ini merupakan hasil perkalian antara jumlah unit dengan harga unit yang tercatat pada saat itu. Apabila hal ini terjadi, maka seluruh manfaat akan dibayarkan dan kontrak asuransi berakhir.b.  Skenario kedua adalah apabila tertanggung hidup hingga akhir masa kontrak polis, maka yang didapatkan adalah investasi pada saat polis tersebut berakhir kontaknya.Keunggulan Produk Maestro Link Plus ini sebagai berikut :a.  Dana investasi dapat ditarik kapan sajab.  Investasi dapat ditambahkan kapan saja c.  Masa pembayaran premi yang fleksibeld.  Pilihan metode penyetoran : tahunan, semesteran, triwulan, bulanane.  7 pilihan jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabahf.  Tersedia dalam Mata Uang US Dollar atau RupiahKedua : Produk Asuransi Syariah (Maestro Syariah)Asuransi Syariah  (Maestro Syariah)  juga mempunyai manfaat sebagai berikut : 38a.  Memberikan 100% uang pertanggungan  ditambah nilai investasi sesuai jenis dana investasi pilihan nasabahb.  Akan memberikan perlindungan satunan kematian hingga 99 tahunc.  Santunan cacat tetap totald.  Santunan meninggal dunia karena kecelakaanKeunggulan Asuransi syariah (Maestro Syariah) adalah :a.  Bebas penarikan dana investasi setiap saatb.  Bebas menambahkan dana investasi setiap saatc.  Masa pembayaran Kontribusi sesuai pilihan d.  Pilihan cara pembayaran secara tahunan, semesteran, kuartal, atau bulanane.  Pilihan jenis dan investasi sesuai dengan kebutuhanKetiga :  Produk Asuransi Kesehatan Murni Premium/Perawatan  (Maestro Elite Care)Manfaat Produk asuransi ini (Maestro Elite Care) adalah :a.  Perlindungan kesehatan hingga mencapai usia 99 tahunb.  Jangkauan pelindungan kesehatan yang sangat luas hingga diseluruh Asia dan Australiac.  Akses layanan terbaik dari rumah sakit swasta, dokter dan spesialisd.  Manfaat daripada tagihan langsung dari Direktori Rumah Sakit di Asia dan Australiae.  Manfaat perlindungan untuk kondisi-kondisi yang sudah sebelumnya.Produk asuransi ini juga menjadi program asuransi kesehatan terbaik asia, keunggulan produk ini antara lain : 39a.  Pilihan lokasib.  Limit manfaat tahunan yang tinggic.  Tidak ada batasan untuk pembedahan, anestasi, rumah sakitd.  Tidak ada batasan biaya hariane.  Berlaku seumur hidup, terutama penyakit kanker dan pengobatan ginjalf.  Bantuan layanan darurat internasional di seluruh duniag.  Perlindungan terhadap kondisi kronis jika terjadi setelah polis aktifh.  Tidak ada pertanyaan medisi.  Tidak ada pertanyaaan mengenai pekerjaanj.  Klaim tidak mempengaruhi premi lanjutan-premi hanya akan meningkat karena usia, kenaikan biaya medis dan riwayat portopolio.Keempat : Produk Asuransi Perlindungan (HospitalPlan)Manfaat Maestro Hospital Plan (Asuransi Perlindungan) adalah :a.  Pergantiaan biaya harian kamar rawat inap di Rumah Sakit b.  Pergantian biaya rawat inap dirumah sakit berupa santunan harian sampai dengan maksimal Rp 1juta selama 90 hari/tahunc.  Santunan harian untuk perawatan ICU d.  Memberikan pergantian biaya atas perawatan di ICU sebesar 2  kali dari manfaat santunan harian selama maksimal 30 hari/tahun e.  Biaya pemulihan atas perawatan di Rumah Sakit f.  Memberikan Biaya pemulihan secara sekaligus apabila menjalani rawat inap di rumah sakit selama minimal 7 hari dan berlaku per kondisig.  Penggantian biaya pembedahan. 40Maestro Hospital Plan  ini memberikan keuntungan bagi nasabah, hal ini dapat dilihat dari keunggulan produk ini sendiri antara lain :a.  Pengembalian premi 70% dari premi yang telah dibayarkan selama 7 tahun yang akan dikembalikan  di akhir pertanggunggan polis (dengan atau tanpa klaim)b.  1 tahun pre-existing conditionc.  Fasilitas cashlessd.  Diskon untuk keluarga (10%)Kelima : Produk Asuransi Jiwa Murni Berjangka (Maestro Term)Manfaat dari produk Asuransi Jiwa Murni Berjangka adalah :a.  Manfaat Hidup : Jika tertanggung hidup sampai dengan akhir masa pertanggung, akan mengembalikan 100% premi yang telah dibayarkan.b.  Manfaat Pembebasan : Jika pemegang polis menderita catat tetap dan total sebelum berusia 65 tahun, akan membebaskan kewajiban  membayar premi berkala hingga tertanggung meninggal dunia atau polis jatuh tempo ( mana lebih dahulu).Asuransi jiwa murni berjangka memiliki keunggulan yaitu :a.  Perlindungan maksimal hingga berusia 70 tahunb.  Perpanjangan masa asuransi otomatis tanpa harus melakukan pemeriksaan medis ulang c.  Diskon Premi yang besarnya meningkat dimulai sejak tahun kedua hingga nasabah mencapai usia 70 tahund.  Usia masuk yang fleksibel. 411.1  SaranDari pengamatan selama dua bulan penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di  PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh maka saran yang dapat penulis berikan yaitu :1.  Lebih meningkatkan Layanan produk pada jenis-jenis produk yang tersedia di PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh2.  Dapat mempertahankan produk-produk yang terdapat pada PT. Axa Financial Indonesia3.  Sebagai Perusahaan jasa, agar selalu memperhatikan pelayanan nasabah dan memperhatikan keinginan dan apa yang dibutuhkan nasabah untuk meningkatkan pelayanan yang baik agar nasabah merasa puas dengan jasa yang ditawarkan oleh PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh4.  Perusahaan juga dapat mengembangkan lagi produk-produk nya melalui Program dan manfaat dari produk masing-masing.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="88705">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88706">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10498</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88707">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88708">
                <text>DIVERSIFIKASI  PRODUK PADA PT.  AXA FINANCIALRNINDONESIA CABANG BANDA ACEHRN(STRATEGI ANALISIS BERDASARKAN PEMASARAN)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10375" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88627">
                <text>NAZIRAH TARMIZI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88628">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88629">
                <text>BAB VPENUTUP5.1 KesimpulanBerdasarkan uraian dan pembahasan sesuai dengan Praktek kerja Lapangan (PKL) yang penulis lakukan mengenai Diversifikasi Produk (Strategi Analisis Berdasarkan Pemasaran) PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan yaitu :1. PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi terbesar diseluruh dunia, PT. Axa Financial juga menawarkan serangkaian produk jasa untuk perusahaan atau individu dalam bentuk asuransi jiwa, Perusahaan juga menyediakan fasilitas seperti premi, rawat inap, dan juga ada asuransi tambahan (rider). PT. Axa Financial Indonesia ini memasarkan produknya melalui agen, dari setiap agen memasarkan produk-produk perusahaan melalui media seperti, internet, facebook, televisi, dan juga secara bertatap muka dengan nasabah, dan dengan cara membagikan brosur-brosur disetiap perkotaan atau daerah. PT. Axa Financial juga mempromosikan produknya dalam seminar yang diselenggarakan oleh perusahaan tersebut agar menarik minat nasabah dalam menabung didalam asuransi.2. Layanan Produk pada PT. Axa Financial Indonesia menyediakan layanan informasi, layanan promosi, dan setiap layanan produk juga memilikimanfaat dan keungggulan setiap produk yang ditawarkan kepada nasabah yaitu :Pertama : Produk Asuransi Plus Investasi (Maestro Link Plus)Manfaat dari Produk Asuransi Plus Investasi (Maestro Link Plus) adalah :a. Apabila tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris yang ditunjuk (beneficiary) akan mendapatkan sejumlah dana yang terdiri dari uang pertanggung dasar ditambah dengan nilai investasi pada saat itu. Nilai investasi ini merupakan hasil perkalian antara jumlah unit dengan harga unit yang tercatat pada saat itu. Apabila hal ini terjadi, maka seluruh manfaat akan dibayarkan dan kontrak asuransi berakhir.b. Skenario kedua adalah apabila tertanggung hidup hingga akhir masa kontrak polis, maka yang didapatkan adalah investasi pada saat polis tersebut berakhir kontaknya.Keunggulan Produk Maestro Link Plus ini sebagai berikut :a. Dana investasi dapat ditarik kapan sajab. Investasi dapat ditambahkan kapan sajac. Masa pembayaran premi yang fleksibeld. Pilihan metode penyetoran : tahunan, semesteran, triwulan, bulanane. 7 pilihan jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabahf. Tersedia dalam Mata Uang US Dollar atau RupiahKedua : Produk Asuransi Syariah (Maestro Syariah)Asuransi Syariah (Maestro Syariah) juga mempunyai manfaat sebagai berikut :a. Memberikan 100% uang pertanggungan ditambah nilai investasi sesuai jenis dana investasi pilihan nasabahb. Akan memberikan perlindungan satunan kematian hingga 99 tahunc. Santunan cacat tetap totald. Santunan meninggal dunia karena kecelakaanKeunggulan Asuransi syariah (Maestro Syariah) adalah :a. Bebas penarikan dana investasi setiap saatb. Bebas menambahkan dana investasi setiap saatc. Masa pembayaran Kontribusi sesuai pilihand. Pilihan cara pembayaran secara tahunan, semesteran, kuartal, atau bulanane. Pilihan jenis dan investasi sesuai dengan kebutuhanKetiga : Produk Asuransi Kesehatan Murni Premium/Perawatan (Maestro Elite Care)Manfaat Produk asuransi ini (Maestro Elite Care) adalah :a. Perlindungan kesehatan hingga mencapai usia 99 tahunb. Jangkauan pelindungan kesehatan yang sangat luas hingga diseluruh Asia dan Australiac. Akses layanan terbaik dari rumah sakit swasta, dokter dan spesialisd. Manfaat daripada tagihan langsung dari Direktori Rumah Sakit di Asia dan Australiae. Manfaat perlindungan untuk kondisi-kondisi yang sudah sebelumnya.Produk asuransi ini juga menjadi program asuransi kesehatan terbaik asia, keunggulan produk ini antara lain :a. Pilihan lokasib. Limit manfaat tahunan yang tinggic. Tidak ada batasan untuk pembedahan, anestasi, rumah sakitd. Tidak ada batasan biaya hariane. Berlaku seumur hidup, terutama penyakit kanker dan pengobatan ginjalf. Bantuan layanan darurat internasional di seluruh duniag. Perlindungan terhadap kondisi kronis jika terjadi setelah polis aktifh. Tidak ada pertanyaan medisi. Tidak ada pertanyaaan mengenai pekerjaanj. Klaim tidak mempengaruhi premi lanjutan-premi hanya akan meningkat karena usia, kenaikan biaya medis dan riwayat portopolio.Keempat : Produk Asuransi Perlindungan (HospitalPlan)Manfaat Maestro Hospital Plan (Asuransi Perlindungan) adalah :a. Pergantiaan biaya harian kamar rawat inap di Rumah Sakitb. Pergantian biaya rawat inap dirumah sakit berupa santunan harian sampai dengan maksimal Rp 1juta selama 90 hari/tahunc. Santunan harian untuk perawatan ICUd. Memberikan pergantian biaya atas perawatan di ICU sebesar 2 kali dari manfaat santunan harian selama maksimal 30 hari/tahune. Biaya pemulihan atas perawatan di Rumah Sakitf. Memberikan Biaya pemulihan secara sekaligus apabila menjalani rawat inap di rumah sakit selama minimal 7 hari dan berlaku per kondisig. Penggantian biaya pembedahan.Maestro Hospital Plan ini memberikan keuntungan bagi nasabah, hal ini dapat dilihat dari keunggulan produk ini sendiri antara lain :a. Pengembalian premi 70% dari premi yang telah dibayarkan selama 7 tahun yang akan dikembalikan di akhir pertanggunggan polis (dengan atau tanpa klaim)b. 1 tahun pre-existing conditionc. Fasilitas cashlessd. Diskon untuk keluarga (10%)Kelima : Produk Asuransi Jiwa Murni Berjangka (Maestro Term)Manfaat dari produk Asuransi Jiwa Murni Berjangka adalah :a. Manfaat Hidup : Jika tertanggung hidup sampai dengan akhir masa pertanggung, akan mengembalikan 100% premi yang telah dibayarkan.b. Manfaat Pembebasan : Jika pemegang polis menderita catat tetap dan total sebelum berusia 65 tahun, akan membebaskan kewajiban membayar premi berkala hingga tertanggung meninggal dunia atau polis jatuh tempo ( mana lebih dahulu).Asuransi jiwa murni berjangka memiliki keunggulan yaitu :a. Perlindungan maksimal hingga berusia 70 tahunb. Perpanjangan masa asuransi otomatis tanpa harus melakukan pemeriksaan medis ulangc. Diskon Premi yang besarnya meningkat dimulai sejak tahun kedua hingga nasabah mencapai usia 70 tahund. Usia masuk yang fleksibel.5.1 SaranDari pengamatan selama dua bulan penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh maka saran yang dapat penulis berikan yaitu :1. Lebih meningkatkan Layanan produk pada jenis-jenis produk yang tersedia di PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh2. Dapat mempertahankan produk-produk yang terdapat pada PT. Axa Financial Indonesia3. Sebagai Perusahaan jasa, agar selalu memperhatikan pelayanan nasabah dan memperhatikan keinginan dan apa yang dibutuhkan nasabah untuk meningkatkan pelayanan yang baik agar nasabah merasa puas dengan jasa yang ditawarkan oleh PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh4. Perusahaan juga dapat mengembangkan lagi produk-produk nya melalui Program dan manfaat dari produk masing-masing.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="88630">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88631">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10476</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88632">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88633">
                <text>DIVERSIFIKASI PRODUK PADA PT. AXA FINANCIALRNINDONESIA CABANG BANDA ACEHRN(STRATEGI ANALISIS BERDASARKAN PEMASARAN)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10400" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88747">
                <text>NAZIRAH TARMIZI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88748">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88749">
                <text>BAB VPENUTUP5.1 KesimpulanBerdasarkan uraian dan pembahasan sesuai dengan Praktek kerja Lapangan (PKL) yang penulis lakukan mengenai Diversifikasi Produk (Strategi Analisis Berdasarkan Pemasaran) PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan yaitu :1. PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi terbesar diseluruh dunia, PT. Axa Financial juga menawarkan serangkaian produk jasa untuk perusahaan atau individu dalam bentuk asuransi jiwa, Perusahaan juga menyediakan fasilitas seperti premi, rawat inap, dan juga ada asuransi tambahan (rider). PT. Axa Financial Indonesia ini memasarkan produknya melalui agen, dari setiap agen memasarkan produk-produk perusahaan melalui media seperti, internet, facebook, televisi, dan juga secara bertatap muka dengan nasabah, dan dengan cara membagikan brosur-brosur disetiap perkotaan atau daerah. PT. Axa Financial juga mempromosikan produknya dalam seminar yang diselenggarakan oleh perusahaan tersebut agar menarik minat nasabah dalam menabung didalam asuransi.2. Layanan Produk pada PT. Axa Financial Indonesia menyediakan layanan informasi, layanan promosi, dan setiap layanan produk juga memilikimanfaat dan keungggulan setiap produk yang ditawarkan kepada nasabah yaitu :Pertama : Produk Asuransi Plus Investasi (Maestro Link Plus)Manfaat dari Produk Asuransi Plus Investasi (Maestro Link Plus) adalah :a. Apabila tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris yang ditunjuk (beneficiary) akan mendapatkan sejumlah dana yang terdiri dari uang pertanggung dasar ditambah dengan nilai investasi pada saat itu. Nilai investasi ini merupakan hasil perkalian antara jumlah unit dengan harga unit yang tercatat pada saat itu. Apabila hal ini terjadi, maka seluruh manfaat akan dibayarkan dan kontrak asuransi berakhir.b. Skenario kedua adalah apabila tertanggung hidup hingga akhir masa kontrak polis, maka yang didapatkan adalah investasi pada saat polis tersebut berakhir kontaknya.Keunggulan Produk Maestro Link Plus ini sebagai berikut :a. Dana investasi dapat ditarik kapan sajab. Investasi dapat ditambahkan kapan sajac. Masa pembayaran premi yang fleksibeld. Pilihan metode penyetoran : tahunan, semesteran, triwulan, bulanane. 7 pilihan jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabahf. Tersedia dalam Mata Uang US Dollar atau RupiahKedua : Produk Asuransi Syariah (Maestro Syariah)Asuransi Syariah (Maestro Syariah) juga mempunyai manfaat sebagai berikut :a. Memberikan 100% uang pertanggungan ditambah nilai investasi sesuai jenis dana investasi pilihan nasabahb. Akan memberikan perlindungan satunan kematian hingga 99 tahunc. Santunan cacat tetap totald. Santunan meninggal dunia karena kecelakaanKeunggulan Asuransi syariah (Maestro Syariah) adalah :a. Bebas penarikan dana investasi setiap saatb. Bebas menambahkan dana investasi setiap saatc. Masa pembayaran Kontribusi sesuai pilihand. Pilihan cara pembayaran secara tahunan, semesteran, kuartal, atau bulanane. Pilihan jenis dan investasi sesuai dengan kebutuhanKetiga : Produk Asuransi Kesehatan Murni Premium/Perawatan (Maestro Elite Care)Manfaat Produk asuransi ini (Maestro Elite Care) adalah :a. Perlindungan kesehatan hingga mencapai usia 99 tahunb. Jangkauan pelindungan kesehatan yang sangat luas hingga diseluruh Asia dan Australiac. Akses layanan terbaik dari rumah sakit swasta, dokter dan spesialisd. Manfaat daripada tagihan langsung dari Direktori Rumah Sakit di Asia dan Australiae. Manfaat perlindungan untuk kondisi-kondisi yang sudah sebelumnya.Produk asuransi ini juga menjadi program asuransi kesehatan terbaik asia, keunggulan produk ini antara lain :a. Pilihan lokasib. Limit manfaat tahunan yang tinggic. Tidak ada batasan untuk pembedahan, anestasi, rumah sakitd. Tidak ada batasan biaya hariane. Berlaku seumur hidup, terutama penyakit kanker dan pengobatan ginjalf. Bantuan layanan darurat internasional di seluruh duniag. Perlindungan terhadap kondisi kronis jika terjadi setelah polis aktifh. Tidak ada pertanyaan medisi. Tidak ada pertanyaaan mengenai pekerjaanj. Klaim tidak mempengaruhi premi lanjutan-premi hanya akan meningkat karena usia, kenaikan biaya medis dan riwayat portopolio.Keempat : Produk Asuransi Perlindungan (HospitalPlan)Manfaat Maestro Hospital Plan (Asuransi Perlindungan) adalah :a. Pergantiaan biaya harian kamar rawat inap di Rumah Sakitb. Pergantian biaya rawat inap dirumah sakit berupa santunan harian sampai dengan maksimal Rp 1juta selama 90 hari/tahunc. Santunan harian untuk perawatan ICUd. Memberikan pergantian biaya atas perawatan di ICU sebesar 2 kali dari manfaat santunan harian selama maksimal 30 hari/tahune. Biaya pemulihan atas perawatan di Rumah Sakitf. Memberikan Biaya pemulihan secara sekaligus apabila menjalani rawat inap di rumah sakit selama minimal 7 hari dan berlaku per kondisig. Penggantian biaya pembedahan.Maestro Hospital Plan ini memberikan keuntungan bagi nasabah, hal ini dapat dilihat dari keunggulan produk ini sendiri antara lain :a. Pengembalian premi 70% dari premi yang telah dibayarkan selama 7 tahun yang akan dikembalikan di akhir pertanggunggan polis (dengan atau tanpa klaim)b. 1 tahun pre-existing conditionc. Fasilitas cashlessd. Diskon untuk keluarga (10%)Kelima : Produk Asuransi Jiwa Murni Berjangka (Maestro Term)Manfaat dari produk Asuransi Jiwa Murni Berjangka adalah :a. Manfaat Hidup : Jika tertanggung hidup sampai dengan akhir masa pertanggung, akan mengembalikan 100% premi yang telah dibayarkan.b. Manfaat Pembebasan : Jika pemegang polis menderita catat tetap dan total sebelum berusia 65 tahun, akan membebaskan kewajiban membayar premi berkala hingga tertanggung meninggal dunia atau polis jatuh tempo ( mana lebih dahulu).Asuransi jiwa murni berjangka memiliki keunggulan yaitu :a. Perlindungan maksimal hingga berusia 70 tahunb. Perpanjangan masa asuransi otomatis tanpa harus melakukan pemeriksaan medis ulangc. Diskon Premi yang besarnya meningkat dimulai sejak tahun kedua hingga nasabah mencapai usia 70 tahund. Usia masuk yang fleksibel.5.1 SaranDari pengamatan selama dua bulan penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh maka saran yang dapat penulis berikan yaitu :1. Lebih meningkatkan Layanan produk pada jenis-jenis produk yang tersedia di PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh2. Dapat mempertahankan produk-produk yang terdapat pada PT. Axa Financial Indonesia3. Sebagai Perusahaan jasa, agar selalu memperhatikan pelayanan nasabah dan memperhatikan keinginan dan apa yang dibutuhkan nasabah untuk meningkatkan pelayanan yang baik agar nasabah merasa puas dengan jasa yang ditawarkan oleh PT. Axa Financial Indonesia Cabang Banda Aceh4. Perusahaan juga dapat mengembangkan lagi produk-produk nya melalui Program dan manfaat dari produk masing-masing.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="88750">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88751">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10506</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88752">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88753">
                <text>DIVERSIFIKASI PRODUK PADA PT. AXA FINANCIALRNINDONESIA CABANG BANDA ACEHRN(STRATEGI ANALISIS BERDASARKAN PEMASARAN)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
