<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=174&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-05-18T04:51:11+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>174</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="9046" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82723">
                <text>AYU FITRI SARINDAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82724">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82725">
                <text>Pemecah gelombang tenggelam merupakan salah satu bangunan yang berfungsi untuk melindungi pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh adanya breakwater tenggelam tipe lurus berpori dengan variasi lebar breakwater terhadap perubahan profil pantai. Model breakwater yang digunakan merupakan breakwater dengan porositas 0,47. Rancangan penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga variasi lebar yaitu masing-masing 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Model pantai dibuat menggunakan pasir laut dengan kemiringan pantai 1 : 20. Penelitian ini menggunakan model tak distorsi dengan skala 1 : 20. Penelitian ini menggunakan satu set kolam pembangkit gelombang yang terdiri dari kolam gelombang (wave basin) dan mesin pembangkit gelombang reguler (Regular wave generator). Model gelombang yang digunakan merupakan gelombang reguler dengan tiga variasi tinggi gelombang dengan kategori masing-masing gelombang terkecil, sedang dan terbesar dengan tinggi 6,5 cm, 7,5 cm dan 10 cm dengan periode gelombang masing-masing 1,475 detik, 1,415 detik  dan 1,268 detik. Waktu yang dibutuhkan setiap run untuk pembangkitan gelombang adalah + 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan volume pergerakan sedimen pada penggunaan breakwater tenggelam tipe lurus berpori dengan variasi lebar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap perubahan profil pantai terlihat dari besarnya volume pergerakan sedimen total yang terjadi pada masing-masing breakwater. Pada kondisi tinggi gelombang yang terkecil terjadi erosi yang lebih besar pada ketebalan breakwater yang paling kecil, sebaliknya pada kondisi tinggi gelombang sedang terjadi sedimentasi yang lebih besar. Sedimentasi yang lebih besar terjadi pada kondisi tinggi gelombang terbesar. Berdasarkan hasil ketiga kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kondisi tinggi gelombang terbesar terjadi volume pergerakan sedimen terbesar. Perubahan profil pantai yang terjadi menunjukkan semakin besar gelombang yang dibangkitkan dengan  ketebalan breakwater yang kecil terjadi sedimentasi yang lebih besar. Perhitungan pergerakan volume sedimen dari hasil run seluruhnya menghasilkan penambahan volume sebesar 20,56% sampai 182,3% berdasarkan perbandingan antara model pantai tanpa breakwater dan breakwater yang berpori. Dibandingkan antara tipe breakwater yang solid terhadap tanpa breakwater terjadi penambahan volume sebesar 86,22 %. Hal ini menunjukkan dengan adanya pemasangan breakwater volume erosi berkurang dan menghasilkan pergerakan sedimen yang besar.Kata kunci:Perubahan profil pantai, pemecah gelombang berpori, pemecah gelombang tenggelam.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="82726">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82727">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8641</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82728">
                <text>Fakultas Teknik</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82729">
                <text>STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9047" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82730">
                <text>AYU FITRI SARINDAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82731">
                <text>Pemecah gelombang tenggelam merupakan salah satu bangunan yang berfungsi untuk melindungi pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh adanya breakwater tenggelam tipe lurus berpori dengan variasi lebar breakwater terhadap perubahan profil pantai. Model breakwater yang digunakan merupakan breakwater dengan porositas 0,47. Rancangan penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga variasi lebar yaitu masing-masing 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Model pantai dibuat menggunakan pasir laut dengan kemiringan pantai 1 : 20. Penelitian ini menggunakan model tak distorsi dengan skala 1 : 20. Penelitian ini menggunakan satu set kolam pembangkit gelombang yang terdiri dari kolam gelombang (wave basin) dan mesin pembangkit gelombang reguler (Regular wave generator). Model gelombang yang digunakan merupakan gelombang reguler dengan tiga variasi tinggi gelombang dengan kategori masing-masing gelombang terkecil, sedang dan terbesar dengan tinggi 6,5 cm, 7,5 cm dan 10 cm dengan periode gelombang masing-masing 1,475 detik, 1,415 detik  dan 1,268 detik. Waktu yang dibutuhkan setiap run untuk pembangkitan gelombang adalah + 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan volume pergerakan sedimen pada penggunaan breakwater tenggelam tipe lurus berpori dengan variasi lebar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap perubahan profil pantai terlihat dari besarnya volume pergerakan sedimen total yang terjadi pada masing-masing breakwater. Pada kondisi tinggi gelombang yang terkecil terjadi erosi yang lebih besar pada ketebalan breakwater yang paling kecil, sebaliknya pada kondisi tinggi gelombang sedang terjadi sedimentasi yang lebih besar. Sedimentasi yang lebih besar terjadi pada kondisi tinggi gelombang terbesar. Berdasarkan hasil ketiga kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kondisi tinggi gelombang terbesar terjadi volume pergerakan sedimen terbesar. Perubahan profil pantai yang terjadi menunjukkan semakin besar gelombang yang dibangkitkan dengan  ketebalan breakwater yang kecil terjadi sedimentasi yang lebih besar. Perhitungan pergerakan volume sedimen dari hasil run seluruhnya menghasilkan penambahan volume sebesar 20,56% sampai 182,3% berdasarkan perbandingan antara model pantai tanpa breakwater dan breakwater yang berpori. Dibandingkan antara tipe breakwater yang solid terhadap tanpa breakwater terjadi penambahan volume sebesar 86,22 %. Hal ini menunjukkan dengan adanya pemasangan breakwater volume erosi berkurang dan menghasilkan pergerakan sedimen yang besar.Kata kunci:Perubahan profil pantai, pemecah gelombang berpori, pemecah gelombang tenggelam.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82732">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8642</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82733">
                <text>STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14830" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115069">
                <text>Ayu Indah Sari</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115070">
                <text>ABSTRAKAYU INDAH SARI,PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWAMENYEWA SOUND SYSTEM DI KOTA2015BANDA ACEHFakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi, 53) pp, bibl.MAWARDI ISMAIL, S.H., M.Hum.Menurut ketentuan Pasal 1548 KUH Perdata disebutkan bahwa sewa menyewa ialah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga, yang oleh pihak tersebut belakangan itu disanggupi pembayarannya. Meskipun perjanjian sewa menyewa ini telah mengikat para pihak, namun pada kenyataannya masih sering terjadi wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa yang dilakukan oleh salah satu pihak.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian sewa menyewa sound system, faktor yang menyebabkan timbulnya wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa sound system serta upaya yang ditempuh dalam penyelesaian wanprestasi terhadap perjanjian sewa menyewa sound system.Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini adalah data sekunder dan primer. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku teks, peraturan perundang-undangan, karya ilmiah serta pendapat para sarjana atau bahan-bahan lain yang berkenaan dengan masalah yang diteliti, sedangkan data primer diperoleh dengan melakukan penelitian lapangan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian sewa-menyewa ini dilakukan dengan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dan masing-masing pihak harus memenuhi kewajibannya. Namun masih ada beberapa yang melakukan wanpretasi terhadap perjanjian ini. Faktor penyebab timbulnya wanprestasi dikarenakan terlambatnya pembayaran sewa dan kurangnya dana yang diperlukan untuk pembayaran. Adapun upaya yang ditempuh dalam penyelesaian wanprestasi terhadap perjanjian ini antara lain dengan memberikan pemberitahuan dan peringatan agar dapat dilakukan musyawarah dengan pihak penyewa, bila belum tercapai kesepakatan maka masalah tersebut diselesaikan melalui upaya hukum, akan tetapi upaya hukum ini tidak pernah dilakukan hanya saja pihak penyewa diancam tidak dapat melakukan sewa menyewa di lain hari apabila tidak segera melakukan pelunasan pembayaran.Disarankan kepada kedua belah pihak dalam melaksanakan perjanjian harus memiliki itikad baik dan memenuhi segala isi dari perjanjian agar terhindar dari kerugian dan hendaknya memperhatikan keuangan atau dana terlebih dahulu sebelum melakukan perjanjian agar nantinya tidak terjadi penunggakan pembayaran.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115071">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16358</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="115072">
                <text>PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA SOUND SYSTEM DI KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9825" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86318">
                <text>AYU LESTARI PURBA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86319">
                <text>Salah satu komponen struktural pada gedung berlantai banyak yaitu pelat lantai yang pada umumnya adalah pelat lantai konvensional. Penggunaan dek baja (floordeck) yang dikombinasikan dengan beton busa menjadi suatu alternatif untuk mendapatkan massa bangunan yang lebih ringan dan cocok diaplikasikan di wilayah rawan gempa, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian untuk membandingkan perilaku pelat lantai komposit menggunakan beton ringan busa terhadap beton normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perilaku dari pelat komposit beton normal dengan beton ringan busa akibat beban garis, yang meliputi kapasitas pelat, lendutan, daktilitas serta pola retak yang terjadi. Benda uji yang digunakan sebanyak tiga buah berukuran 0,94 x 2,5 x 0,12 meter dengan ketebalan 0,7 mm dan tegangan leleh (fy) 410,519 MPa yaitu pelat lantai komposit floordeck dengan beton normal (BNF), pelat lantai komposit floordeck dengan beton ringan busa (BBF) dan pelat lantai betonbertulang (BB). Pengukuran lendutan menggunakan LVDT (Linear Variable Differential Transformer) dan strain gauge untuk mengukur regangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas pelat BB, BNF dan BBF adalah 5,32 ton, 4,61ton dan 2,90 ton. Kapasitas BB lebih besar dari pelat BNF dan BBF karena sifat pelat BB yang lebih daktail. Lendutan yang timbul pada saat beban hancur untuk BB, BNF dan BBF adalah 75,67 mm, 9,75 mm dan 5,92 mm. Indeks daktilitas BB dan BNF adalah 5,296, 1,220, sedangkan pelat BBF tidak memiliki nilai daktilitas karena setelah pelat mencapai batas leleh, pelat langsung hancur (getas). Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa pelat yang menggunakan beton normal (BB dan BNF) memiliki kapasitas lentur yang lebih besar, hal ini disebabkan oleh lekatan (bond strength) beton normal lebih bagus dibandingkan beton busa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelat lantai komposit floordeck dengan beton busa kurang efektif memikul beban garis pelat lantai dari pada pelat lantai komposit floordeck beton normal.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86320">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9692</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86321">
                <text>ANALISIS PERILAKU PELAT LANTAI KOMPOSIT FLOORDECK ANTARA BETON NORMAL DAN BETON RINGAN BUSA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11522" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94179">
                <text>Ayu Listiani</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94180">
                <text>ABSTRAKStroke merupakan penyebab kematian dan penyebab kecacatan dalam jangka waktu yang lama. Kematian merupakan outcome yang sering dijumpai pada kasus stroke hemoragik. Angka kematian berkisar 30-40% dalam 1 bulan untuk kasus perdarahan intraserebral dan 12% untuk perdarahan subarachnoid. CT Scan merupakan standar baku emas dalam pemeriksaan stroke khususnya stroke hemoragik. Pemeriksaan radiologi dilakukan dalam rentang waktu 24 jam setelah pasien tiba dan CT Scan ulangan dilakukan dalam jangka waktu 72 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan antara keadaan klinis stroke intraserebral dengan gambaran CT Scan kepala di RSUDZA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian diambil dengan teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang penderita stroke hemoragik tipe perdarahan intraserebral. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Dari hasil analisa tidak ditemukannya hubungan antara tekanan darah, nyeri kepala, dan outcome stroke hemoragik dengan luas lesi. Tidak ditemukannya hubungan antara tekanan darah, nyeri kepala, derajat kesadaran dan outcome stroke hemoragik dengan lokasi lesi. Terdapat hubungan antara derajat kesadaran dengan luas lesi (p=0.042).Kata kunci : Stroke hemoragik, perdarahan intraserebral, CT Scan kepala</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94181">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12037</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94182">
                <text>HUBUNGAN KEADAAN KLINIS PERDARAHAN INTRASEREBRAL DENGAN GAMBARAN CT SCAN KEPALA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6198" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61138">
                <text>Ayu Mauliana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61140">
                <text>ABSTRAKFibroadenoma Mammae (FAM) adalah penyakit tumor jinak, berbatas tegas dengan konsistensi padat dan kenyal, Banyak faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan dari Fibroadenoma Mammae, misalnya: hormonal, gen, kontrasepsi hormonal, konsumsi makanan berkolesterol dan kolesterol darah. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan berkolesterol dan kolesterol darah dengan penderita Fibroadenoma Mammae di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik Observasional dengan menggunakan desain Cross Sectional. Subyek penelitian berjumlah 85 orang yang diambil secara Accidental sampling dipoliklinik bedah Onkologi. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa subyek yang sering mengkonsumsi makanan berkolesterol akan FAM sebesar (64.7%) dan subyek dengan kolesterol darah nya tinggi akan FAM sebesar (67.9%). Terdapat hubungan antara konsumsi makanan berkolesterol p=0.014, dan kolesterol darah p=0.000 (?</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61142">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5601</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="61144">
                <text>HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN BERKOLESTEROLRN     DAN KOLESTEROL DARAH DENGAN FIBRORN ADENOMA MAMMAE (FAM) DI RUMAHRNSAKIT UMUM DAERAHRNDR.ZAINOEL ABIDINRNBANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10274" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88222">
                <text>ayu maulida</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88223">
                <text>Di dalam Pasal 5 Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan (Pree Hand Over) untuk kontrak Pembangunan Gedung Meuligoe Wali Nanggroe antara Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh dengan PT. Lince Romauli Raya, telah ditetapkan bahwa jangka waktu masa pemeliharaan bangunan adalah 180 hari, tetapi pelaksana jasa konstruksi telah melakukan wanprestasi dengan melampaui batas waktu dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada masa pemeliharaan bangunan seperti yang telah disepakati oleh para pihak di dalam kontrak.Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan pelaksanaan tanggung jawab pemeliharaan bangunan yang dilakukan oleh pelaksana jasa konstruksi, dan mekanisme penyelesaian wanprestasi yang terjadi dalam pemeliharaan bangunan terkait pekerjaan konstruksi.Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis. Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam pembangunan Meuligoe Wali Nanggroe ini terjadi beberapa kerusakan pada bangunan dalam masa pemeliharaan. Pelaksana jasa konstruksi melakukan perbaikan, namun perbaikannya tidak dilakukan dengan baik, kerusakan tersebut masih terjadi sampai berakhirnya masa pemeliharaan bangunan. Penyelesaian sengketa dilakukan oleh kedua belah pihak dengan beberapa mekanisme yang mana tahapannya yaitu, peneguran pertama, peneguran kedua, pemberian sanksi berupa denda atas keterlambatan perbaikan kerusakan, dan ditahannya uang jaminan pemeliharaan oleh pengguna jasa konstruksi sebesar 5% dari harga kontrak sampai perbaikan kerusakan selesai dikerjakan.Disarankan kepada pengguna jasa konstruksi untuk mem-blacklist pelaksana jasa konstruksi yang telah melakukan wanprestasi. Disarankan kepada pengguna jasa konstruksi untuk membuat mekanisme penyelesaian sengketa secara lebih tegas yang disertai dengan sanksi yang lebih berat sehingga dapat membuat pelaksana jasa konstruksi tidak lalai dalam melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati di dalam kontrak kerja konstruksi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88224">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10334</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88225">
                <text>PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA JASA KONSTRUKSI TERHADAP PEMELIHARAAN BANGUNAN (SUATU PENELITIAN PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN MEULIGOE WALI NANGGROE DI KABUPATEN ACEH BESAR)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8396" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78105">
                <text>Ayu Muliana</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78107">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7938</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78109">
                <text>SISTEM PEMBAYARAN KOMISI AGEN PADARNPT. AVRIST ASSURANCE KANTOR CABANGRNBANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8476" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78672">
                <text>AYU MULYANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78674">
                <text>Motivasi merupakan energi yang mendorong seseorang menjalankan tugas pekerjaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Frederick Herzbergmenamai kepuasan dalam bekerja diberi nama motivator, adapun ketidakpuasandisebut hygiene. Jenis penelitian ini adalah Survey Analitik untuk mengetahuihubungan karakteristik individu perawat pelaksana di antaranya adalah umur,jenis kelamin, masa kerja, pendidikan, dan status perkawinan dengan motivasiintrinsik perawat pelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan di ruangrawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh dengan desainCross Sectional Study .Cara pengambilan sampel dengan total sampling. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang ada di ruang rawatinap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh dengan sample 79orang. Alat pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dalam bentukskala Likert. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji independensiChi- Square dengan derajat kemaknaan (?)= 0,05. Hasil penelitian inimenunjukkan ada hubungan antar umur dengan motivasi intrinsik perawatpelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan (P=0,000 0,05),masa kerja (P=0,97&gt;0,05), pendidikan (P=0,90&gt;0,05), dan status perkawinan(P=1,000&gt;0,05) dengan motivasi intrinsik perawat pelaksana dalam memberikanpelayanan keperawatan. Peneliti menyarankan kepada bagian manajemen diRumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh diharapkan memberikanreward dan punishment yang layak kepada perawat pelaksana.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78676">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8030</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="78678">
                <text>HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN MOTIVASIRNINTRINSIK PERAWAT PELAKSANA DALAM MEMBERIKANRNPELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAHRNSAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="17504" public="1" featured="0">
    <fileContainer>
      <file fileId="862">
        <src>http://unsyiana.usk.ac.id/files/original/f3f0fb92c7df8b8dc69f5d22e3020f6e.pdf</src>
        <authentication>212d10428096123e17a1a33f700546de</authentication>
      </file>
    </fileContainer>
    <collection collectionId="17">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="21956">
                  <text>News Clipping</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147514">
                <text>Bioetanol Gel, Alternatif Pengganti Minyak Tanah: Riset Unsyiah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147515">
                <text>Mahasiswa Universitas Syiah Kuala menawarkan solusi pengganti bahan bakar minyak tanah bagi masyarakat Aceh. Mereka menawarkan ide penggunaan bioetanol gel sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147516">
                <text>Bioetanol gel terbukti sangat ramah lingkungan berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan. Di samping itu, penggunaan bioetanol gel juga dapat mengurangi jumlah pengeluaran masyarakat. Penggunaan bioetanol gel 250 gram setara dengan penggunaan 1 liter minyak tanah. Apalagi sekarang minyak tanah sudah mulai langka di pasaran dan harganya mahal.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147517">
                <text>Ayu Nova Rida</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="48">
            <name>Source</name>
            <description>A related resource from which the described resource is derived</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147518">
                <text>http://www.acehkita.com</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147519">
                <text>Aceh Kita</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147520">
                <text>23 Juni 2016</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="37">
            <name>Contributor</name>
            <description>An entity responsible for making contributions to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147521">
                <text>Universitas Syiah Kuala</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147522">
                <text>PDF File</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="147523">
                <text>Indonesia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
