<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=173&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-05-17T18:32:09+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>173</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="5287" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="53211">
                <text>ayi fajarullah ramadhan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="53213">
                <text>ABSTRAKTanah merupakan komponen yang sangat penting dalam teknik sipil, selain dapatdijadikan sebagai bahan konstruksi, tanah dapat pula berfungsi sebagai lokasi darisuatu konstruksi. Dalam pekerjaan sangat diperhitungkan kondisi tanah, jenistanah dan parameter tanah. Tanah merupakan elemen terakhir yang menerimadistribusi beban langsung dari konstruksi diatasnya, sehingga daya dukung tanahdan pemadatan tanah mampu memikul beban konstruksi diatasnya. Dalampenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu ampas kayu sebagaibahan stabilisasi pada tanah Cot Seunong. Pemilihan tanah tersebut karena banyakdigunakan sebagai bahan timbunan pada bangunan dan penimbunan badan jalanpada wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Abu ampas kayu adalah sisa daripembakaran dari ampas kayu yang telah menjadi abu, berwarna hitam keabu-abuan, biasanya tidak berbau dan tidak berasa. Karbon aktif suatu materialyang memiliki pori-pori yang sangat banyak berfungsi untuk menyerap apa sajayang dilaluinya. Abu ampas kayu mengandung kalsium karbonat dan berbagaimacam mineral sehingga dapat digunakan untuk menurunkan tingkat keasamantanah. Penelitian ini menggunakan abu ampas kayu dengan persentase sebesar0% 5% 10% 15% 20%. Penelitian ini dimulai dengan memeriksa sifat-sifatfisis dan pengujian pemadatan. Pengujian sifat-sifat fisis meliputi pengukuranberat jenis, batas cair, batas plastis dan pembagian butir. Hasil pengujiansifat-sifat fisis tanah Cot Seunong yang di peroleh berat jenis 2,704, batas cair54,00 %, batas plastis 20,31 %, indeks plastis 33,69 %, dan lolos saringan No.20080,067 %. Adapun menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah ini tergolongkelompok A-7-6(28), sedangkan menurut sistem klasifikasi USCS tanahCot Seunong tergolong dalam tanah lempung anorganik plastisitas tinggi (CH).Berdasarkan hasil pengujian standar proctor diperoleh bahwa berat volume tanahkering maksimum makin meningkat dengan bertambahnya persentase abu ampaskayu. Sedangkan untuk kadar air optimum makin menurun seiring denganbertambahnya abu ampas kayu. Hal ini menyebabkan bahwa abu ampas kayuberpengaruh pada tanah Desa Cot Seunong</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="53215">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4679</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="53217">
                <text>PENGARUH CAMPURAN ABU AMPAS KAYU DENGAN TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG TERHADAP PENGUJIAN STANDARD PROCTOR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14626" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113991">
                <text>ayna rugayah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113992">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113993">
                <text>Kata Kunci :  Analisis, Gizi, Kerupuk Sagu, Ikan Parang-Parang.  Penelitian ini membahas masalah analisis kandungan gizi (protein, karbohidrat, dan lemak) yang terdapat pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein, karbohidrat dan lemak yang terkandung pada kerupuk sagu (metroxlon sago rottb) dengan penambahan daging ikan parang-parang (chirocentrus dorab.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengujian kadar protein (semi-mikro-kjeldahl), pengujian kadar lemak soxhlet, dan pengujian karbohidrat, carbohydrate by difference. Analisis data yang digunakan adalah analisis proksimat, yaitu suatu analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti : kadar air, kadar abu, protein kasar, serat kasar, serta Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) pada suatu zat makanan dari bahan pangan. Dari hasil analisis yang dilakukan dinyatakan kandungan nilai protein pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang tergolong rendah yakni sebesar 4, 93% dalam 100 gram bahan, nilai lemak yang terkandung pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang tinggi yakni sebesar 39,71% dalam 100 gram bahan, nilai karbohidrat yang terkandung pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang yakni sebesar  52, 62%, sedangkan jumlah kalorinya sangat tinggi yakni sebesar 582,46 kal. Rendahnya kadar protein pada kerupuk tersebut disebabkan terjadinya denaturasi protein pada saat pengolahan dan tingginya lemak dipengaruhi oleh proses penggorengan serta jumlah karbohidrat yang tinggi disebabkan rendahnya kandungan nutrisi lainnya, untuk kesempurnaan penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian tentang kemasan dan masa simpan kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="113994">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113995">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16069</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113996">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113997">
                <text>ANALISIS ZAT GIZI KERUPUK SAGU (METROXLON SAGO ROTTB) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN PARANG-PARANG (CHIROCENTRUS DORAB)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14632" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114021">
                <text>ayna rugayah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114022">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114023">
                <text>Kata Kunci :  Analisis, Gizi, Kerupuk Sagu, Ikan Parang-Parang.  Penelitian ini membahas masalah analisis kandungan gizi (protein, karbohidrat, dan lemak) yang terdapat pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein, karbohidrat dan lemak yang terkandung pada kerupuk sagu (metroxlon sago rottb) dengan penambahan daging ikan parang-parang (chirocentrus dorab.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengujian kadar protein (semi-mikro-kjeldahl), pengujian kadar lemak soxhlet, dan pengujian karbohidrat, carbohydrate by difference. Analisis data yang digunakan adalah analisis proksimat, yaitu suatu analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti : kadar air, kadar abu, protein kasar, serat kasar, serta Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) pada suatu zat makanan dari bahan pangan. Dari hasil analisis yang dilakukan dinyatakan kandungan nilai protein pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang tergolong rendah yakni sebesar 4, 93% dalam 100 gram bahan, nilai lemak yang terkandung pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang tinggi yakni sebesar 39,71% dalam 100 gram bahan, nilai karbohidrat yang terkandung pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang yakni sebesar  52, 62%, sedangkan jumlah kalorinya sangat tinggi yakni sebesar 582,46 kal. Rendahnya kadar protein pada kerupuk tersebut disebabkan terjadinya denaturasi protein pada saat pengolahan dan tingginya lemak dipengaruhi oleh proses penggorengan serta jumlah karbohidrat yang tinggi disebabkan rendahnya kandungan nutrisi lainnya, untuk kesempurnaan penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian tentang kemasan dan masa simpan kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="114024">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114025">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16077</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114026">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114027">
                <text>ANALISIS ZAT GIZI KERUPUK SAGU (METROXLON SAGO ROTTB) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN PARANG-PARANG (CHIROCENTRUS DORAB)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14633" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114028">
                <text>ayna rugayah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114029">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114030">
                <text>Kata Kunci :  Analisis, Gizi, Kerupuk Sagu, Ikan Parang-Parang.  Penelitian ini membahas masalah analisis kandungan gizi (protein, karbohidrat, dan lemak) yang terdapat pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein, karbohidrat dan lemak yang terkandung pada kerupuk sagu (metroxlon sago rottb) dengan penambahan daging ikan parang-parang (chirocentrus dorab.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengujian kadar protein (semi-mikro-kjeldahl), pengujian kadar lemak soxhlet, dan pengujian karbohidrat, carbohydrate by difference. Analisis data yang digunakan adalah analisis proksimat, yaitu suatu analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti : kadar air, kadar abu, protein kasar, serat kasar, serta Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) pada suatu zat makanan dari bahan pangan. Dari hasil analisis yang dilakukan dinyatakan kandungan nilai protein pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang tergolong rendah yakni sebesar 4, 93% dalam 100 gram bahan, nilai lemak yang terkandung pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang tinggi yakni sebesar 39,71% dalam 100 gram bahan, nilai karbohidrat yang terkandung pada kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang yakni sebesar  52, 62%, sedangkan jumlah kalorinya sangat tinggi yakni sebesar 582,46 kal. Rendahnya kadar protein pada kerupuk tersebut disebabkan terjadinya denaturasi protein pada saat pengolahan dan tingginya lemak dipengaruhi oleh proses penggorengan serta jumlah karbohidrat yang tinggi disebabkan rendahnya kandungan nutrisi lainnya, untuk kesempurnaan penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian tentang kemasan dan masa simpan kerupuk sagu dengan penambahan daging ikan parang-parang.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="114031">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114032">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16078</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114033">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114034">
                <text>ANALISIS ZAT GIZI KERUPUK SAGU (METROXLON SAGO ROTTB) DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN PARANG-PARANG (CHIROCENTRUS DORAB)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="7286" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="69633">
                <text>AYU AFRIANA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="69635">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=6656</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="69637">
                <text>PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATERI PENYESUAIAN MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA DI KELAS V SDN 1 TAPAKTUAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14076" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110817">
                <text>Ayu Afriyani</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110818">
                <text>Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel dimana ginjal tidak dapat mempertahankan keseimbangan cairan dan elekrolit. Gagal ginjal kronik dapat menyebabkan kematian dan angka kejadian terus meningkat setiap tahunnya karena kurang mendapatkan pendidikan kesehatan dan managemen gagal ginjal kronik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga pasien gagal ginjal kronik. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen, desain penelitian  nonequivalent with control group design. Sampel penelitian yaitu keluarga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin sebanyak 30 orang untuk kelompok intervensi dan 30 orang untuk kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terdiri dari 35 item pernyataan yang telah diuji validity dan reliability. Uji statistik yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan  keluarga untuk kelompok intervensi sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang gagal ginjal kronik (P-value 0,000), dan ada perbedaan pengetahuan keluarga untuk kelompok intervensi dan kontrol setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang gagal ginjal kronik  (P-value 0,002). Metode pendidikan kesehatan dapat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien gagal ginjal kronik tentang gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RSUDZA Banda Aceh. Direkomendasikan pada keluarga untuk mencari informasi terkait perawatan pasien gagal ginjal kronik sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Gagal ginjal kronik, Pengetahuan keluargaDaftar Bacaan: 24 Buku, 5 Sumber Online, , 3 Artikel, 6 Jurnal (2001-2014)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110819">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15344</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="110820">
                <text>PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="2761" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26402">
                <text>ayu akmila</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26404">
                <text>ABSTRAKAnemia merupakan salah satu penyakit yang paling sering diderita oleh remaja putri. Di Indonesia sendiri sebanyak 57,1% remaja putri pada usia 10-18 tahun terkena anemia dengan jenis anemia defisiensi zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor anemia defisensi zat besi pada remaja putri di SMA Negeri 3 Kota Banda Aceh tahun 2013. Desain penelitian bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional Study dan teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling yaitu 80 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dalam metode angket, alat pengukur Hb digital, timbangan injak, dan mikrotoa. Metode analisis data menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan percepatan pertumbuhan remaja dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,001), ada hubungan menstruasi dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,004), ada hubungan ketidakcukupan gizi dengan anemia defisiensi zat besi (P-value 0,001), ada hubungan penggemar makanan tertentu dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,006), dan ada hubungan malabsorpsi zat besi dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,005) di SMA Negeri 3 Kota Bnada Aceh tahun 2013. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi sumber informasi tentang anemia defisiensi zat besi pada remaja putri.Kata kunci        : Faktor-faktor, anemia defisiensi zat besi, remaja putriDaftar bacaan   : 23 buku (1989-2012), 2 tesis (2002), 5 skripsi (2002-2011),     3 jurnal (2001-2012), 5 artikel (1980-2007)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26406">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2098</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="26408">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 3 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10974" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91403">
                <text>Ayu Akmila</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91404">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91405">
                <text>ABSTRAKAnemia merupakan salah satu penyakit yang palin sering diderita oleh remaja putri. Di Indonesia sendiri sebanyak 57,1% remaja putri pada usia 10-18 tahun terkena anemia dengan jenis anemia defisiensi zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor anemia defisensi zat besi pada remaja putri di SMA Negeri 3 Kota Banda Aceh tahun 2013. Desain penelitian bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional Study dan teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling yaitu 80 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dalam metode angket, alat pengukur Hb digital, timbangan injak, dan mikrotoa. Metode analisis data menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan percepatan pertumbuhan remaja dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,001), ada hubungan menstruasi dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,004), ada hubungan ketidakcukupan gizi dengan anemia defisiensi zat besi (P-value 0,001), ada hubungan penggemar makanan tertentu dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,006), dan ada hubungan malabsorpsi zat besi dengan kejadian anemia defisiensi zat besi (P-value 0,005) di SMA Negeri 3 Kota Bnada Aceh tahun 2013. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi sumber informasi tentang anemia defisiensi zat besi pada remaja putri.Kata kunci : Faktor-faktor, anemia defisiensi zat besi, remaja putriDaftar bacaan : 23 buku (1989-2012), 2 tesis (2002), 5 skripsi (2002-2011),3 jurnal (2001-2012), 5 artikel (1980-2007)</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="91406">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91407">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11264</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91408">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="91409">
                <text>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 3 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9835" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86358">
                <text>Ayu Annisa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86359">
                <text>Bencana alam seperti gempa bumi merupakan kejadian alam yang ditimbulkanoleh aktifitas alamiah di permukaan ataupun di bawah permukaan bumi yangdapat mengancam dan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Di Indonesiaterdapat beberapa daerah yang rawan dan sering terjadi gempa, contohnya diProvinsi Aceh. Salah satu peristiwa gempa bumi terjadi pada Selasa tanggal 2 Juli2013 pukul 14.22 WIB di Kabupaten Bener Meriah yang berkekuatan 6,2 SR danberpusat di 35 km Barat Daya Kabupaten Bener Meriah. Dari data BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah menyebutkan 525unitbangunan rumah yang rusak berat dan menjadi tinjauan dalam penelitian ini. Ciriciribangunan yang mengalami rusak berat yaitu dinding pemikul beban terbelahdan runtuh; bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat; 50%elemen utama mengalami kerusakan; dan tidak layak fungsi/huni. Penelitian inidilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-komponen bangunanrumah tinggal yang paling banyak mengalami kerusakan, sehingga dengan analisaini dapat diketahui komponen apa yang harus diperhatikan agar kekuatanbangunan terhadap gempa dapat lebih tinggi. Metode penelitian dilakukan dengancara melakukan identifikasi komponen kerusakan, jenis kerusakan, dan nilaikerusakan pada bangunan rumah yang mengalami rusak berat. Data yangdiperlukan yaitu hasil pengukuran volume kerusakan dilapangan dan jumlahrumah yang mengalami kerusakan dari tim investigasi Jurusan Teknik SipilUnsyiah, serta data lokasi (Kecamatan, Desa, pemilik rumah) dan pengelompokantingkat kerusakan dari tim BPBD Kabupaten Bener Meriah. Hasil penelitianmenyatakan bahwa komponen rumah yang dominan mengalami kerusakan yaitudinding dan plesteran. Dari 136 rumah yang mengalami kerusakan berat terdapat126 rumah yang mengalami kerusakan pada komponen dinding dengan persentase92,65% dan 120 rumah yang mengalami kerusakan pada plesteran dinding denganpersentase 88,24%. Jumlah komponen terkecil yang mengalami kerusakan yaitupondasi dan atap. Terdapat 4 rumah yang mengalami kerusakan pada 2 komponenbangunan tersebut dengan jumlah persentase sebesar 2,94%.Kata kunci: Komponen Bangunan, Rumah tinggal, Rusak Berat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86360">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9717</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86361">
                <text>IDENTIFIKASI KERUSAKAN KOMPONEN BANGUNAN RUMAH TINGGAL AKIBAT GEMPA DENGAN TINGKAT KERUSAKAN BERAT DI KABUPATEN BENER MERIAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9893" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86605">
                <text>Ayu Ariyuana Arisa</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86606">
                <text>ABSTRAK Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menentukan  dosis  optimum  vitamin  E  untuk pertumbuhan,  efesiensi  pakan,  konversi  pakan,  retensi  protein,  protein  dalam  feses, hepatosomatik  indeks  dan  tingkat  kelangsungan  hidup  benih  ikan  keureuling  (Tor tambra). Penelitian  ini  terdiri dari 5 perlakuan dosis vitamin E dalam pakan, yaitu 0 mg/kg,  150 mg/kg,  300 mg/kg,  450 mg/kg,  dan  600 mg/kg.  Pakan  yang  diberikan dengan komposisi 5% dari bobot  tubuh  ikan  sebanyak 2 kali  sehari  selama 50 hari.  Hasil  uji  ANOVA menunjukkan  bahwa  penambahan  vitamin  E  dalam  pakan  tidak berpengaruh  nyata  terhadap  pertumbuhan,  efesiensi  pakan,  konversi  pakan,  tingkat kelangsungan  hidup,  dan  hepatosomatik  indeks,  namun  berpengaruh  nyata  terhadap retensi  protein.  Namun  demikian  pemberian  dosis  vitamin  E  600  mg/kg  pakan. memberikan nilai tertinggi untuk pertumbuhan, efesiensi pakan, konversi pakan, retensi protein,  dan  protein  dalam  feses,  sedangkan  nilai  hepatosomatik  indeks  dan  tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada dosis 300 mg/kg pakan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dosis vitamin E terbaik pada penelitian ini adalah 600 mg/kg pakan.  .   Kata kunci : Protein, Pakan, Tocopherol                i ABSTRACT The purpose of this research was to study the determine the optimum level of dietary vitamin  E  dosis  on  the  growth  performance,  feed  convertion  ratio,  feed  efficiency, protein  retention,  fecal protein, hepatosomatic index, and survival  rate  for keureuling fish (Tor tambra). The fish were fed with five levels of vitamin E, including 0 mg/kg, 150 mg/kg, 300 mg/kg, 450 mg/kg, dan 600 mg/kg at ration of 5% body weight twice times a day on 08:00 am and 05:00 pm for 50 days .The result showed that the higher growth performances, feeding convertion, feed effeciency, protein retention, and fecal protein were  found at 600 mg/kg  feed, while  hepatosomatik  index and  survival  rate were found at 300 mg/kg. Therefore, it is concluded that the best dosis in this research was 600 mg/kg feed.  Keywords : Protein, Feed, Tokoferol</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86607">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9800</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="86608">
                <text>PERTUMBUHAN DAN KONVERSI PAKAN RNBENIH IKAN KEUREULING (TOR TAMBRA) RNPADA DOSIS VITAMIN E  YANG BERBEDA RNDALAM PAKAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
