<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=1187&amp;sort_field=added" accessDate="2026-09-21T13:41:32+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1187</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="14323" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112149">
                <text>FURWANDI SAIFUDDIN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112150">
                <text>PENGARUH PLASTIK PVC SEBAGAI SUBSITUSI ASPAL PEN. 60/70PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE - BINDER COURSE (AC-BC).Oleh:Furwandi SaifuddinNIM. 1109200060024Komisi Pembimbing :1. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc. Eng2. Dr. Ir. M. Isya, MTABSTRAKTuntutan kualitas perkerasan beton aspal dalam melayani intensitas beban lalu lintasyang semakin tinggi dan pengaruh cuaca yang bisa ekstrim memungkinkanpenambahan material tambahan (aditif) dan material pengganti (subsitusi) ke dalamcampuran beraspal panas yang diharapkan dapat memberikan kekuatan lebih bagisuatu lapisan permukaan jalan. Banyak penelitian yang dilakukan untuk menambahdaya lekat dan kekentalan aspal, diantaranya penggunaan bahan lateks danpenggunaan material dari bahan-bahan bekas yang terdapat di sekitar. Pemanfaatanbarang-barang bekas dari plastik Polyvinyl chloride (PVC) di samping mengatasimasalah pencemaran lingkungan juga diharapkan dapat menjadi bahan tambah untukmeningkatkan kinerja aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifatteknis suatu campuran aspal setelah disubsitusi plastik PVC dan dapat menjadialternatif untuk bahan additif aspal untuk meningkatkan kinerjanya seperti stabilitasdan durabilitas dengan menggunakan suatu bahan tambah aspal yang murah, mudahdidapatkan, pengolahan cukup sederhana, bahan yang ramah lingkungan. Tahapanawal penelitian adalah mencari Kadar Aspal Optimum (KAO), kemudian dilakukanpenambahan plastik PVC mulai dari 0,5%, 1%, 1,5 dan 2%. Dari hasil penelitianmenunjukkan penggunaan plastik PVC dapat membantu meningkatkan parameterMarshall, terutama nilai stabilitas. Nilai Stabilitas tertinggi didapat pada campuran2% yaitu 1517,24 kg untuk KAO (5,59%), 1536,20 kg untuk KAO-0,5 (5,09%) dan1354,13 kg untuk KAO (6,09%). Nilai Marshall quotient tertinggi didapat pada 2%yaitu 361,43 kg/mm untuk kadar aspal 5,59%, 394,75 kg/mm untuk kadar aspal5,09% dan 297,61 kg/mm untuk kadar aspal 6,09%. Untuk nilai density tidak terjadiperubahan nilai yang besar untuk semua variasi persentase plastik PVC. Nilai VIMdan VMA terjadi peningkatan nilai seiring dengan peningkatan persentase plastikPVC, sedangkan nilai flow dan VFB terjadi penurunan. Nilai Durabilitas aspal betonAC-BC dengan variasi persentase plastik PVC memenuhi persyaratan &gt; 90% sesuaidengan spesifikasi tahun 2010 untuk KAOPVC (1,25%) dan KAOPVC+0,5 (1,60%)yaitu 92,15% dan 90,21% sedangkan untuk KAOPVC-0,5 (0,95%) sebesar 89,64%tidak memenuhi persyaratan.Kata kunci : Aspal Concrete Binder Course (AC-BC), Karakteristik Marshall Plastik PVC dan AspalPen 60/70.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112151">
                <text>KKI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112152">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15668</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112153">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112154">
                <text>PENGARUH PLASTIK PVC SEBAGAI SUBSITUSIRNASPAL PEN. 60/70 PADA CAMPURAN ASPHALTRNCONCRETE - BINDER COURSE (AC-BC)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14324" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112155">
                <text>Nasriah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112156">
                <text>ABSTRAKKata kunci: desain pembelajaran, fisika, brain based learning, hasil belajar.Mata pelajaran fisika masih dianggap sebagai ilmu yang sukar dipelajari, terutama karena kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep - konsep dasar fisika. Masalah yang muncul di SMPN 17 Banda Aceh adalah kurangnya penggunaan fasilitas laboratorium fisika, guru sangat jarang melakukan kegiatan eksperimen dan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep dasar fisika, hal ini berpengaruh terhadap ketuntasan hasil belajar siswa yang masih dibawah nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75. Pendekatan Brain based learning adalah pembelajaran yang diselaraskan dengan cara otak yang di desain secara alamiah untuk belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan Brain Based Learning pada materi cahaya kelas VIII SMP Negeri 17 Banda Aceh dapat mencapai ketuntasan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan Brain Based Learning pada materi cahaya kelas VIII SMP Negeri 17 Banda Aceh dapat mencapai ketuntasan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 6 SMP Negeri 17 Banda Aceh yang terdiri dari 26 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes{post test) untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa dan angket untuk mengetahui respon siswa. Pada penelitian ini yang akan menjadi subjek penelitian adalah satu kelas dengan satu kali tes setelah pembelajaran, sehingga digolongkan dalam desain one shot case study. Hasil penelitian diperoleh bahwa setalah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan brain based learning maka dari 26 siswa terdapat 23 siswa yang sudah tuntas belajar secara individual dengan persentase 88,5 persen. Ketuntasan hasil belajara siswa secara klasikal adalah 86,6 persent dan sudah mencapai standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu &gt;85. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan brain based learning pada materi cahaya mendapat tanggapan yang positif dengan persentase 91 persen.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112157">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15669</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112158">
                <text>KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING PADA MATERI CAHAYA DAN OPTIK KELAS VIII SMP NEGERI 17 BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14325" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112159">
                <text>CUT ISLAMIAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112160">
                <text>BAB VPENUTUPA.  KesimpulanBerdasarkan data-data yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya mengenai pelaksanaan tata kearsipan di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :1.  Kegiatan penerimaan dan pencatatan arisp di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh disertai dengan kegiatan pencatatan terhadap arsip-arsip yang telah diterima. Dengan adanya pencatatan  diharapkan akan dapat memperlancarkan proses pengurusan arsip selanjutnya, selain itu akan dapat diketahui berapa jumlah berkas yang diterima atau dihasilkan dalam suatu waktu serta dapat berfungsi untuk mengawasi, mengendalikan dan mendistribusikan arsip.  Penerimaan dan pencatatan arsip telah dilaksanakan secara tertip karena setiap surat yang diterima baik surat masik maupun surat keluar akan dicatat dalam buku agenda surat masuk dan buku agenda surat keluar.2.   Kegiatan penyimpanan  arsip di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh dengan menggunakan asas desentralisasi, yaitu memberikan kewenangan kepada tiap-tiap satuan kerja untuk mengurus penyelenggaraan penyimpanan warkat sendiri-sendiri. Sedangkan sistem penyimpanan arsip mengunakan sistem nomor, yait tata cara menyusun arsip dengan mempergunakan urutan angka sebagai pedoman untuk mengaturnya. Sistem penyimpanan dengan mengunakan sistem nomor ini melalui proses penyimpanan seperti: membaca surat, mengindeks, memberikan kode, 363.  Mensortir  danmenyimpan surat yang teratur, maka kegiatan penyimpanan arsip telah dilaksanakandengan teratur. Hal ini terlihat dari arsip yang berada di tempat penyimpanan tersusun dengan rapi dan beraturan sehingga dapat memudahkan dalam pencariann arsip apabila sewaktu-waktu arsip tersebut diperlukan. Peminjaman arsip di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh belum dilaksanakan secara tertib karena untuk peminjaman suatu arsip tidak ditentukan waktu atau lamanya peminjaman dan tidak disertai tanda bukt peminjam an tetapi hanya secara llisan denga menyebutkan arsi yang akan dipinjam.4.  Kegiatan pemeliharaan arsip di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh telah dilaksanakan yaitu dengan dilakukannya pemeliharaan tempat penyimpanan arsip dengan memberi bahan pencegah serangga seperti kapur burus. Menjaga kebersihan ruang penyimpanan arsip yang sekaligus tempat para pegawai bekerja sehari -hari adalah dengan cara disapu dan dipel secara teratur. Sedangkan untuk pengaturan cahaya dilakukan dengan memberikan penerangan alami yaitu sinar matahari dan penerangan dari lampu.5.  Kegiatan penyusutan arsip di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh dilakukan dengan cara pemindahan arsip dan dibakar.6.  Kelengkapan kearsipan yang ada di Perum Jamkendo Cabang Banda Aceh terdiri dari alat-alat  penerimaan surat, alat penyipanan surat dan alat-alat pelaksanaan kerespodensi. Walaupun belum terdapat ruangan yang khusus untuk menyimpan arsip, tetapi dengan perlengkapan-perlengkapan tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan kearsipan.7.  Pengawai kearsipan di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh belum ada. Untuk penanganan arsip diserahkan kepada dua orang pegawai, yaitu pegawai pengurus agenda surat masuk dan agenda surat keluar dari Bagian Operasional dan 37Bagian Administrasi. Hal  ini karena memang belum dirasa perlu sebab jumlah surat yang akan diarsip yang ditangani di Perum Jamkrindo tersebut sedikit.B.  SaranAdapun saran-saran yang ingin penulis sampaikan yaiu :Untuk peminjaman arsip di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh sebaiknya ditentukan batas waktu peminjaman dan dibuatkan bukti peminjaman yang berupa formulir peminjaman arsip. Hal ini untuk menghindari peminjaman yang bersikap kurang disiplin dalam mengenbalikan arsip yang dipinjamnya sehingga menyebabkan arsip tersebut hilang.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112161">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15671</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112162">
                <text>PELAKSANAAN TATA KEARSIPAN PADA PERUM RNJAMKRINDO CABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14326" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112163">
                <text>YUNI ANGGRAINI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112164">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112165">
                <text>BAB VPENUTUPA.   KesimpulanTugas pokok seorang pemimpin yaitu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti yang telah disebutkan sebelumnya yang terdiri dari: merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi setiap apa yang dikerjakan. 1.  Peran Gaya Kepemimpinan dalam Memotivasi Kerja Karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.  Agar terlaksananya tugas-tugas dalam suatu organisasi/perusahaan pemimpin tidak dapat mencapai hanya oleh pemimpin seorang diri, tetapi dengan cara menggerakkan karuawan-karyawan yang dipimpin sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja dan mampu bekerja secara efektif.2.  Teknik Kepemimpinan.  Cara yang digunakan pemimpin untuk dapat mempengaruhi bawahannya sehingga dapat diarahkan kearah pencapaian tuj uan suatu organisasi/perusahaan, yaitu teknik kepemimpinan direktif, mendukung, partisipatif dan berorientasi prestasi.3.  Syarat yang perlu dimiliki atau diperhatikan oleh  seorang  pemimpin. Seorang pemimpin harus mengetahui sifat-sifat karyawannya, pemimpin harus sering memperhatikan kinerja karyawan.4.  Tugas Pokok atau Fungsi Pemimpin.  Tugas pokok seorang pemimpin meliputi: pengambilan keputusan, menetapkan sasaran dan menyusun kebijakasanaan, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan baik secara vertical maupun horizontal. 23B.  Saran1.  Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, sebaiknya pemimpin harus mencari peluang untuk berubah, tumbuh, berinovasi, mengambil risiko, belajar dari kesalahan, dan dapat memberdayakan anggota tim dengan berbagi informasi dan kekuasaan agar dapat menjalankan  peran gaya kepemimpinan dalam memotivasi kerja karyawan.2.  Pemimpin harus sering melakukan pengembangan Sumber Daya Potensional (SD).3.  Hendaknya para mahasiswa  On the Job Training  (OJT) dapat meningkatkan sosialisasi yang lebih terhadap karyawan-karyawan  lainnya yang ada pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.4.  Hendaknya perusahaan agar dapat memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada mahasiswi yang sedang melaksanakan OJT sehingga lebih besar lagi peluang bagi mereka untuk dapat mengembangkan dan mengetahui kemampuan yang mereka miliki masing-masing semaksimal mungkin</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112166">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112167">
                <text>LKP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112168">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15672</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112169">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112170">
                <text>Fakultas Ekonomi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112171">
                <text>LEADERSHIP-EXECUTIVE MANAGEMENT</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112172">
                <text>MOTIVATION</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112173">
                <text>PERAN GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MEMOTIVASI RNKERJA KARYAWAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA RN(PERSERO) TBK.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14327" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112174">
                <text>NITA HAZLINDA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112175">
                <text>BAB VPENUTUPA.  KesimpulanBerdasarkan uraian-uraian pada bab-bab terdahulu, maka pada bab ini penulis mencoba untuk menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:1.  Sistem  pengawasan pada Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh  terdiri dari: Sistem pengawasan langsung dan sistem pengawasan tidak langsung. Sistem  pengawasan langsung adalah pengawasan yang diawasi secara langsung  atau pengawasan yang dilakukan dengan cara mendatangi dan melakukan pemeriksaan di tempat terhadap obyek yang diawasi, misalnya pimpinan cabang secara langsung mengawasi stafnya  pada saat membuat laporan. Sistem  pengawasan tidak langsung adalah proses pengawasan yang tidak langsung diawasi  atau pengawasan yang dilakukan tanpa mendatangi tempat pelaksanaan pekerjaan atau obyek yang diawasi, misalnya mengawasi  karyawan Jamkrindo Cabang Banda Aceh oleh Kantor Pusat, memeriksa laporan klaim yang telah dikerjakan dan evaluasi karyawan.2.  Kendala-kendala yang dihadapi dalam pengawasan administrasi Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh adalah sebagai berikut:a.  Pengawasan yang dilakukan menggunakan sistem manual, karena belum adanya sistem aplikasi.b.  Terjadi kesalahan saat menginput data, misalnya menginput berkas klaim masuk ke berkas keuangan.c.  Pengawasan sering tertunda, karena ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan terlebih dahulu. 22d.  Berkas-berkas administrasi susah diperoleh kembali.3.  Sistem  pengawasan yang efektif di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh adalah sistem pengawasan harus    mendukung usaha menyelesaikan masalah, sistem pengawasan harus dapat selalu berorientasi pada pencapaian tugas, sistem pengawasan yang efektif memberikan informasi yang cukup bagi para pengambil keputusan, sistem pengawasan harus dapat mengakomodasi situasi yang berubah-ubah, sistem pengawasan harus dapat mengakomodasi kapasitas seseorang untuk mengawasi dirinya sendiri, sistem pengawasan harus menitikberatkan pada pengembangan, sistem pengawasan harus jujur dan objektif.B.  SaranSetelah penulis mengadakan kerja praktek selama 2 bulan di Perum Jamkrindo Cabang Banda Aceh, penulis mengharapkan semoga saran-saran berikut dapat memberikan manfaat bagi para karyawan, diantaranya:1.  Sistem pengawasan harus dapat dengan cepat mendeteksi penyimpangan sehingga tindakan perbaikan dapat pula dilakukan dengan segera agar terhindar hal -hal yang tidak diharapkan. Pengawasan sangat dibutuhkan dalam organisasi, karena jika tidak ada pengawasan dalam suatu organisasi akan menimbulkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi baik yang berasal dari bawahan maupun lingkungan, pengawasan dapat membangun komunikasi yang baik antara pemimpin organisasi dengan anggota organisasi, serta pengawasan dapat memicu terjadinya tindak pengoreksian yang tepat dalam merumuskan suatu masalah. Pengawasan lebih baik dilakukan secara langsung oleh pemimpin organisasi, karena perlu adanya hak dan wewenang ketegasan seorang pemimpin dalam suatu organisasi 23dan pengawasan dilakukan secara rutin karena dapat merubah suatu lingkungan organisasi dari yang baik menjadi lebih baik lagi.2.  Berkas-berkas administrasi dapat tersusun lebih teratur agar mudah memperoleh datanya kembali. Usaha membangun pengawasan yang efektif harus dimulai dengan cara memperbaiki semua hambatan dan kendala yang ada.3.  Sistem pengawasan harus tetap dilakukan, jika tidak maka akan mengakibatkan kurang efektifnya suatu proses administrasi yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap kinerja departmen. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu sistem pengawasan  efektif dalam menjalankan administrasi perkantoran di perusahaan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112176">
                <text>LKP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112177">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15673</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112178">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112179">
                <text>ADMINSTRATION-MANAGEMENT</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112180">
                <text>CONTROLLING-EXECUTIF MANAGEMENT</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112181">
                <text>SISTEM PENGAWASAN ADMINISTRASI PERUM JAMKRINDO RNCABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14328" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112182">
                <text>DELLA FERTIWI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112183">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112184">
                <text>BAB VPENUTUPA.  KesimpulanBerdasarkan pembahasan  bab-bab sebelumnya mengenai hasil laporan tentang pelayanan prima  customer service  pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Karang Baru maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:1.  Manfaat dan tujuan diterapkan pelayanan prima oleh petugas Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Karang Baru adalah meningkatkannya loyalitas nasabah, meningkatkan citra perusahaan, dan menjadikan layanan BRI sebagai barometer layanan perbankan.2.  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Karang Baru sudah memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur standard layanan dan pelayanan prima juga sudah diterapkan oleh frontline Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Karang Baru.3.  Pelayanan yang diharapkan oleh nasabah adalah selalu ingin dilayani dengan cepat, dan belum melengkapi administrasi kredit sehingga memperlambat kinerja.4.  Langkah yang diterapkan agar selalu dapat memberikan pelayanan yang optimal adalah membagi  job description  terhadap rekan kerja, dan memberikan layanan yang cepat, akurat, aman, ramah dan nyaman.B.  SaranBanyak hal yang mampu membuat kita dapat melakukan  pekerjaan kita dengan mudah yaitu seperti memiliki tingkat inisiatif yang tinggi, disiplin, sopan, tanggung jawab, dan memiliki wawasan yang luas. 25Menurut pendapat penulis, kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Karang Baru sudah sangat baik. Dan penulis hanya memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan untuk kedepannya, sebaiknya apabila jumlah nasabah meningkat di BRI Unit Karang Baru, hendaknya ada penambahan petugas frontline, agar dapat memberikan pelayanan secara cepat, tepat dan sesuai dengan keinginan nasabah</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112185">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112186">
                <text>LKP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112187">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15674</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112188">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112189">
                <text>Fakultas Ekonomi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112190">
                <text>CUSTOMER SERVICE-MARKETING MANAGEMENT</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112191">
                <text>PELAYANAN PRIMA CUSTOMER SERVICE DALAMRNMENINGKATKAN KEPUASAN NASABAHRNPT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.RNUNIT KARANG BARU CABANG KUALA SIMPANG</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14329" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112192">
                <text>HELVY INDRAYANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112193">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112194">
                <text>BAB VPENUTUPA.  KesimpulanBerdasarkan uraian-uraian pada bab-bab terdahulu, maka pada bab ini penulis mencoba untuk menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:1.  Peran  public relation  pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh adalah menjalin hubungan,  membuat, merencanakan, serta melaksanakan  berbagai program untuk publik (seperti hubungan dengan karyawan, komunitas, pemerintah, konsumen, dan sebagainya) yang dimiliki oleh perusahaan, baik publik internal maupun eksternal. Public relation disini berperan sangat penting dan menjadi ujung tombak perusahaan dalam menciptakan, menjaga dan meningkatkan citra yang baik dalam suatu perusahaan.2.  Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang karyawan sesuai standar dan kriteria yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu. Mulai dari karyawan tingkat operasional sampai dengan manajerial adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan untuk mencapai kinerja dan karyawan yang tinggi.3.  Upaya yang dilakukan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh adalah melakukan training untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan karyawan, kedekatan emosional antara atasan dan bawahan, kedekatan ini bisa menjaga sebuah kinerja karyawa, pemberian penghargaan  Kepada karyawan, serta menjalin kedekatan antar keluarga karyawan 26B.  SaranAdapun saran yang dapat penulis berikan disini adalah:1.  Agar peran, fungsi  dan  tugas yang dijalankan  public relation  dapatberjalan  lebih  maksimal  maka  public relation  pada  Balai  Pendidikan  danPelatihan  Ilmu  Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh harusmemaksimalkan  fungsi   komunikasi yang baik  dalam  menjalankanaktivitasnya.  Public  relation  harus memberikan informasi kepada manajemen dengan sumber daya yang terpercaya.2.  Untuk tetap  menjaga agar kinerja karyawan tetap optimal,  maka sebagai pimpinan  hendaklah membina semangat dan gairah karyawan dalam bekerja dan harus berusaha mengoptimalkan karyawannya, karena tanpa keberadaan karyawan  pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh atau lembaga lainnya  tidak akan berjalan dengan lancar.3.  Upaya  public relation  untuk meningkatkan kinerja karyawan pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh adalah dengan mengoptimalkan setiap bagian-bagian yang ada dalam organisasi tersebut dan terus menjaga hubungan harmonis antara atasan dan bawahan, sehingga terciptanya kinerja yang efektif dan efisien.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112195">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112196">
                <text>LKP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112197">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15675</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112198">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112199">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112200">
                <text>PUBLIC RELATIONS</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112201">
                <text>PERSONNEL MANAGEMENT</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112202">
                <text>PERAN PUBLIC RELATION TERHADAP KINERJA KARYAWANRNDI BP2IP MALAHAYATI ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14330" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112203">
                <text>JUWITA ANDRIANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112204">
                <text>BAB VPENUTUPA.  KesimpulanSebagai  uraian  terakhir  dari  laporan,  penulis  telah  mengambil  beberapakesimpulan  dan saran-saran  yang  dapat  membantu  pembaca  dalam  memahami  isilaporan  ini.1.  Tugas  sekretaris  pada PT Jasa  Raharja (Persero) Cabang Aceh adalahmengelola  surat-menyurat,  melayani  telepon, dan  melayani  tamu.  Bagian SDM dan  Umum  ditunjuk  oleh  perusahaan  untuk  pengalihan  tugassekretaris. 2.  Fungsi  sekretaris  pada PT Jasa  Raharja (Persero) Cabang Aceh adalahmenjalankan tugas-tugas sekretaris untuk membantu pimpinan. 3.  Etika  sebagai ilmu yang mempelajari tentang segala hal soal kebaikan dalam hidup manusia, gerak gerik pikiran dan rasa, merupakan pertimbangan yang tujuannya merupakan perbuatan. Hubungan etika dan fungsi sekretaris dalam menjalankan tugas penting. Dengan memi liki etika yang baik, perusahaan dapat dikatakan berkualitas. Dengan demikian perusahaan dapat menjamin kelancaran kegiatan organisasi sebagaimana yang diharapkan.4.  Hambatan atau kendala dalam kegiatan administrasi yang dihadapi pada PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Aceh adalah melaksanakan dua tugas ganda sekaligus yaitu tugas bagian SDM dan tugas bagian Umum. Disamping itu konektivitas internet yang sangat lambat, sehingga membuat pekerjaan menjadi terhambat. 20B.  Saran-saranDari hasil  pembahasan di atas, maka  penulis  dapat  memberikan saran yang mungkin dapat  bermanfaat bagi PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Aceh. Saran-saran adalah sebagai   berikut:1.  Perlu peningkatan  pengetahuan  tentang etika sekretaris melalui pelatihan, supaya tamu dan rekan kerja merasa nyaman jika seorang sekretaris memiliki etika yang baik.2.  Perlu adanya konektivitas internet yang cepat agar semua pekerjaan dapat berjalan dengan lanca</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112205">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15676</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112206">
                <text>ETIKA SEKRETARIS DALAM MENJALANKAN TUGASRNPADA PT JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14331" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112207">
                <text>RATU NOVITA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112208">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112209">
                <text>BAB VPENUTUP Berdasarkan uraian-uraian yang ada, dalam bab ini penulis  menarik beberapa kesimpulan dan juga ingin memberikan saran-saran mengenai Efektivitas pengawasan pemakaian arsip perusahaan PT. Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh.A.  Kesimpulan 1.  Peranan pengawasan arsip sebagai penjamin keselamatan arsip pada suatu organisasi, serta menyediakan bahan-bahan atau informasi yang diperlukan oleh pimpinan atau karyawan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Sedangkan tujuan pengawasan arsip adalah:a.  Agar arsip terpelihara dengan baik, teratur dan aman. b.  Agar mudah didapatkan kembali arsip yang dibutuhkan.c.  Agar dapat mengetahui arsip yang keluar dan masuk.d.  Agar dapat menghindari pemborosan waktu dalam mencari arsip yang dibutuhkan.2.  Efektivitas pengawasan pemakaian arsip ialah suatu ukuran untuk menetapkan standar arsip dalam tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya secara matang, dengan pengeluaran biaya yang ditetapkan anggarannya. Apabila pengawasan pemakaian arsip dilakukan dengan baik maka penemuan arsip akan mudah dilakukan. Karena waktu penemuan arsip sangat penting, sebab arsip disimpan agar dapat dicari kembali dengan cepat, sesuai dengan kebutuhan yang cepat akan informasi yang terekam pada arsip.  283.  Peran atau kegunaan arsip adalah:a.  Sebagai sumber ingatan.b.  Sebagai sumber informasi.c.  Sebagai sumber bahan pertimbangan pengambilan keputusan.d.  Sebagai bukti otentik.e.  Sebagai bahan evaluasi.f.   Sebagai bahan pertanggung jawaban. B.  Saran-saranAdapun saran-saran yang bisa penulis sampaikan dan penulis anggap berguna untuk masa yang akan datang antara lain, sistem pengawasan arsip pada PT. Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh tidak berjalan dengan efektif. Walaupun sudah membuat  daftar peminjaman namun itu tidak berjalan sesuai aturannya. Masih banyak karyawan yang meminjam atau mengambil arsip tanpa menulis di daftar peminjaman tersebut. Sehingga apabila pegawai lain meminjam arsip sering kali memakan waktu yang cukup lama karena  tidak tahu apakah arsip tersebut ada di tempat atau tidak. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan menambah pengetahuan pegawai pada bagian pengawasan arsip, yaitu dengan mengadakan seminar atau pelatihan mengenai  ilmu kearsipan, khususnya pengawasan arsip. Supaya memudahkan pencarian arsip yang dibutuhkan tanpa harus membuang-buang waktu, dan agar dapat diketahui kapan dan siapa yang mengeluarkan dan memasukan arsip tersebut.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112210">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112211">
                <text>LKP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112212">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15678</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112213">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112214">
                <text>Fakultas Ekonomi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112215">
                <text>CONTROLLING</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112216">
                <text>ADMINISTRATION-MANAGEMENT</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112217">
                <text>EFEKTIVITAS PENGAWASAN PEMAKAIAN ARSIP PERUSAHAAN RNPT. PERTAMINA (PERSERO) MARKETING BRANCH ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14332" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112218">
                <text>YERNI HANIMAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112219">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112220">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15679</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112221">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112222">
                <text>HEALT</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112223">
                <text>EMOTIONAL INTELLIGENCE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
