<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=1160&amp;sort_field=Dublin+Core%2CCreator" accessDate="2026-09-18T07:48:54+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1160</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="8928" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82072">
                <text>Reza Fairus</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82074">
                <text>Perkuliahan merupakan salah satu kegiatan utama mahasiswa selama menempuhpendidikan. Banyaknya mata kuliah dan mahasiswa yang mengikuti perkuliahanmemerlukan suatu sistem pengelolan ruang kuliah yang handal. Selama inipengelolaan ruang kuliah berdasarkan jadwal kuliah yang dihimpun secara manualpada dokumen spreadsheet excel. Jika ingin mencari suatu informasi maka harus diamati secara konvensional. Karena itu, diperlukan suatu sistem yang mengelola ruang kuliah untuk menata perkuliahan. Perancangan sistem informasi ruangkuliah ini berbasis web menggunakan pemrograman web application PHPframework CodeIgniter yang berinteraksi dengan database MySQL dan berjalanpada Apache web server. Framework dapat memudahkan pemeliharaan danterdapat berbagai library untuk kemudahan pembuatan web application. Hasilrancangan sistem informasi ini diharapkan membantu stafperlengkapan/pendidikan kampus mengelola ruang kuliah serta mendapatkaninformasi penggunaan ruangan dan alokasi waktu yang tersedia.Kata kunci : Sistem informasi, ruang kuliah, jadwal, PHP, framework,  CodeIgniter</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82076">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=8503</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="82078">
                <text>PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI RUANG KULIAH BERBASIS WEB (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3092" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30233">
                <text>Reza Hidayat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30235">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30237">
                <text>ABSTRAKInvasi Amerika Serikat terhadap Irak diperdebatkan masyarakat internasional terkait legalitas penggunaan kekuatan militer tanpa persetujuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Oleh karena itu DK PBB mempunyai tanggung jawab utama dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional yang termuat dalam Pasal 24 ayat 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Berdasarkan Pasal 45 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan (DK) mempunyai kewenangan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat tindakan invasi Amerika Serikat terhadap Irak, namun kewenangan itu tidak berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan legalitas agresi Amerika Serikat terhadap Irak ditinjau dari hukum internasional dan peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional sehubungan dengan perang Irak tahun 2003.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari intrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan dari buku-buku, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Irak adalah tidak sah (illegal) dikarenakan tidak adanya mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Syarat sah atau tidaknya suatu serangan atas dasar self defense merujuk pada peristiwa Caroline Case, yaitu cepat (instant), situasi yang mendukung (overwhelming situation), tidak ada cara lain (leaving no means), dan tidak ada waktu untuk bermusyawarah (no moment of deliberation). Berdasarkan Pasal 45 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran Dewan Keamanan dalam hal ini tidak terlaksana setelah terjadi invasi tapi Dewan Keamanan sudah berperan sebelum terjadi invasi Amerika Serikat terhadap Irak.Dikarenakan serangan Amerika Serikat terhadap Irak tidak sah dan merugikan masyarakat internasional disarankan kepada anggota mahkamah pidana internasional atau international criminal court (ICC) untuk melaporkan ke jaksa ICC dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas pelanggaran pasal 5 Statuta Roma oleh Amerika Serikat. Dikarenakan peran Dewan Keamanan tidak terlaksana setelah terjadi invasi maka disarankan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan revisi hak veto dalam perserikatan Bangsa-Bangsa serta memberikan sanksi ekonomi, sanksi moral, pemutusan hubungan ekonomi, udara, laut, kereta api, radio dan komunikasi lainnya baik sebagian maupun seluruhnya serta memutuskan hubungan diplomatik dan untuk negara yang dirugikan (Irak) meminta ganti rugi kepada Amerika Serikat dengan meminta perhatiaan Dewan Keamanan untuk membentuk suatu komisi internasional terkait ganti rugi akibat invasi Amerika Serikat.2013</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30239">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30241">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2424</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30243">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30245">
                <text>PERAN DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DAN KEAMANAN INTERNASIONAL PADA PERANG IRAK TAHUN 2003</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3093" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30249">
                <text>Reza Hidayat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30251">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30253">
                <text>ABSTRAKInvasi Amerika Serikat terhadap Irak diperdebatkan masyarakat internasional terkait legalitas penggunaan kekuatan militer tanpa persetujuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Oleh karena itu DK PBB mempunyai tanggung jawab utama dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional yang termuat dalam Pasal 24 ayat 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Berdasarkan Pasal 45 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan (DK) mempunyai kewenangan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat tindakan invasi Amerika Serikat terhadap Irak, namun kewenangan itu tidak berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan legalitas agresi Amerika Serikat terhadap Irak ditinjau dari hukum internasional dan peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional sehubungan dengan perang Irak tahun 2003.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari intrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan dari buku-buku, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Irak adalah tidak sah (illegal) dikarenakan tidak adanya mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Syarat sah atau tidaknya suatu serangan atas dasar self defense merujuk pada peristiwa Caroline Case, yaitu cepat (instant), situasi yang mendukung (overwhelming situation), tidak ada cara lain (leaving no means), dan tidak ada waktu untuk bermusyawarah (no moment of deliberation). Berdasarkan Pasal 45 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran Dewan Keamanan dalam hal ini tidak terlaksana setelah terjadi invasi tapi Dewan Keamanan sudah berperan sebelum terjadi invasi Amerika Serikat terhadap Irak.Dikarenakan serangan Amerika Serikat terhadap Irak tidak sah dan merugikan masyarakat internasional disarankan kepada anggota mahkamah pidana internasional atau international criminal court (ICC) untuk melaporkan ke jaksa ICC dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas pelanggaran pasal 5 Statuta Roma oleh Amerika Serikat. Dikarenakan peran Dewan Keamanan tidak terlaksana setelah terjadi invasi maka disarankan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan revisi hak veto dalam perserikatan Bangsa-Bangsa serta memberikan sanksi ekonomi, sanksi moral, pemutusan hubungan ekonomi, udara, laut, kereta api, radio dan komunikasi lainnya baik sebagian maupun seluruhnya serta memutuskan hubungan diplomatik dan untuk negara yang dirugikan (Irak) meminta ganti rugi kepada Amerika Serikat dengan meminta perhatiaan Dewan Keamanan untuk membentuk suatu komisi internasional terkait ganti rugi akibat invasi Amerika Serikat.2013</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30255">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30256">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2425</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30257">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30259">
                <text>PERAN DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DAN KEAMANAN INTERNASIONAL PADA PERANG IRAK TAHUN 2003</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3096" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30285">
                <text>Reza Hidayat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30287">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30289">
                <text>ABSTRAKInvasi Amerika Serikat terhadap Irak diperdebatkan masyarakat internasional terkait legalitas penggunaan kekuatan militer tanpa persetujuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Oleh karena itu DK PBB mempunyai tanggung jawab utama dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional yang termuat dalam Pasal 24 ayat 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Berdasarkan Pasal 45 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan (DK) mempunyai kewenangan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat tindakan invasi Amerika Serikat terhadap Irak, namun kewenangan itu tidak berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan legalitas agresi Amerika Serikat terhadap Irak ditinjau dari hukum internasional dan peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional sehubungan dengan perang Irak tahun 2003.Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mempelajari intrumen-instrumen hukum internasional yang terkait dan menganalisa permasalahan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan dari buku-buku, jurnal-jurnal, tulisan ilmiah dan penelusuran situs-situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Irak adalah tidak sah (illegal) dikarenakan tidak adanya mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Syarat sah atau tidaknya suatu serangan atas dasar self defense merujuk pada peristiwa Caroline Case, yaitu cepat (instant), situasi yang mendukung (overwhelming situation), tidak ada cara lain (leaving no means), dan tidak ada waktu untuk bermusyawarah (no moment of deliberation). Berdasarkan Pasal 45 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran Dewan Keamanan dalam hal ini tidak terlaksana setelah terjadi invasi tapi Dewan Keamanan sudah berperan sebelum terjadi invasi Amerika Serikat terhadap Irak.Dikarenakan serangan Amerika Serikat terhadap Irak tidak sah dan merugikan masyarakat internasional disarankan kepada anggota mahkamah pidana internasional atau international criminal court (ICC) untuk melaporkan ke jaksa ICC dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas pelanggaran pasal 5 Statuta Roma oleh Amerika Serikat. Dikarenakan peran Dewan Keamanan tidak terlaksana setelah terjadi invasi maka disarankan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan revisi hak veto dalam perserikatan Bangsa-Bangsa serta memberikan sanksi ekonomi, sanksi moral, pemutusan hubungan ekonomi, udara, laut, kereta api, radio dan komunikasi lainnya baik sebagian maupun seluruhnya serta memutuskan hubungan diplomatik dan untuk negara yang dirugikan (Irak) meminta ganti rugi kepada Amerika Serikat dengan meminta perhatiaan Dewan Keamanan untuk membentuk suatu komisi internasional terkait ganti rugi akibat invasi Amerika Serikat.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30291">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30293">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30295">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2427</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30297">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30299">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30301">
                <text>IRAQ WAR,2003-</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30303">
                <text>SECURITIES</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30305">
                <text>PEACE</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="30307">
                <text>UNITED NATIONS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="30309">
                <text>PERAN DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DAN KEAMANAN INTERNASIONAL PADA PERANG IRAK TAHUN 2003</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8099" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75942">
                <text>Reza Husni</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75944">
                <text>ABSTRAKREST AREA BATEE ILIEKOlehREZA HUSNINIM: 1004104010055Rest Area ini berlokasi di Aceh jalan Banda Aceh-Medan, Bireun, merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh untuk melepas lelah dan makan. Selain itu Rest Area juga menghadirkan suasana hiburan untuk anak-anak bermain. Rest area ini akan merubah pandangan kita, yaitu dengan menjadikannya tidak hanya sebagai tempat beristirahat tetapi menjadi life style mayarakat Aceh.Tujuan utama dari perancangan ini adalah menjadikan suatu tempat yang dapat disinggahi oleh pengemudi yang melintasi jalan Banda Aceh-Meulaboh untuk bersitirahat dan sebagai tempat tujuan utama bagi keluarga untuk wisata kuliner dengan pemandangan pantai yang indah.Proses perancangan ini diawali dengan pendekatan studi lapangan dengan melihat kondisi fisik dari lokasi perancangan, mencari studi literatur dan studi banding dari berbagai sumber mengenai objek sejenis yang berhubungan dengan Rest Area. Tahap selanjutnya yaitu mengidentifikasi masalah yang timbul dalam perancangan dengan pertimbangan kondisi tapak, peraturan pemerintah setempat dan kriteria perancangan. Permasalahan tersebut dianalisis serta ditemukan pemecahan yang selanjutnya dijadikan konsep dalam merancang Rest Area, dengan tema Ekologi Arsitektur yang mengkonsepkan kawasan tersebut menjadi atraktif bagi pengunjung dengan mengadaptasi konsep-konsep sejarah Aceh.Hasil laporan berupa suatu konsep perencanaan dan pra rancangan sebagai pedoman dalam perancangan Rest Area.Kata Kunci: Rest Area, Ekologi Arsitektur.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75946">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7604</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75948">
                <text>PERANCANGAN REST AREA BETEE ILIEK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="12304" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98826">
                <text>REZA ISKANDAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98827">
                <text>1.  Kantor  Dinas  Pendapatan  Aceh  Barat  Daya  merupakan  salah  satu  kantor yang  ditunjuk  oleh  Pemerintah  Daerah  untuk  pembangunan  di  bidang pendapatan  daerah,  yang  disalah  satu  fungsinya  untuk  melaksanakan pemungutan  pendapatan  daerah  yang  telah  ditetapkan  dengan  qanun. Dalam  fungsi  tersebut  terdapat  pelaksanaan  mengenai  pemungutan  pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan. 2.  Pajak  bumi  dan  bangunan  merupakan  salah  satu  sektor  objek  pajak  yang meningkatkan sumber penerimaan kas daerah yang bermanfaat bagi wajib pajak  atau  badan  yang  telah  membayar  pajak  bumi  bangunan  meskipun tidak mendapat kontraprestasi secara langsung. 3.  Prosedur  pendaftaran  dan  pembayaran  Pajak  Bumi  dan  Bangunan  pada Dinas  Pendapatan  Aceh  Barat  Daya  sesuai  dengan  prosedur  yang  telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu undang undang no 12 tahun 1994 dan juga qanun serta peraturan bupati yang telah disahkan. 4.  Prosedur  pendaftaran  dan  pembayaran  pajak  bumi  dan  bangunan  pada Dinas  Pendapatan  Aceh  Barat  Daya  walaupun  baru  2  tahun  beroperasi tetapi sudah menunjukkan kinerja  yang bagus dalam tahapan pengelolaan pendapatan  daerah  dan  memaksimalkan  kinerja  dalam  pemungutan  pajak bumi dan bangunan. 5.  Dengan  disahkan  nya  Undang  Undang  Nomor  28  Tahun  2009  tentang Pajak  Daerah  dan  Retrebusi  Daerah  atau  yang  lebih  di  kenal  dengan PDRD,  maka  PBB  sektor  Perkotaan  dan  Perdesaan  (PBB-P2)  dialihkan dari  pemerintah  pusat  kepada  pemerintah  daerah.  Dan  juga  memperkuat kedudukan UU No 12 Tahun 1994 tentang pajak bumi dan bangunan. 6.  PBB-P2, selain mempunyai dasar hukum UU No 12/1994 dan UU PDRD, juga di perkuat dengan Qanun Kabupaten Aceh Barat Daya Nomor 4 tahun 2013 tentang PBB-P2, juga Peraturan Bupati Aceh Barat Daya Nomor 17 tahun 2013 tentang Sistem Prosedur Pemungutan PBB-P2.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98828">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=13033</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="98829">
                <text>PROSEDUR PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN    BANGUNAN DI DINAS PENDAPATAN  KABUPATEN ACEH BARAT DAYA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14406" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112679">
                <text>Reza Juanda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112680">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112681">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112682">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112683">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15771</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112684">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112685">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112686">
                <text>COURTS-ISLAMIC</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112687">
                <text>INHERITANCE LAW - ISLAM</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14120" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111066">
                <text>Reza Muammar Andria</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111067">
                <text>Perindustrian global kian maju seiring dengan majunya teknologi, Perkembangan industri manufaktur dalam beberapa dekade terakhir ini turut menyumbangkan kemudahan dalam menciptakan inovasi produk-produk baru yang bermanfaat bagi manusia. Mesin penghancur plastik merupakan mesin yang berfungsi untuk menghancurkan botol plastik menjadi potongan yang kecil untuk selanjutnya dileburkan dan dilakukan proses pembentukan hasil jadi . Proses ini dapat menaikkan harga jual limbah plastik yang dapat membantu para pengusaha kecil dalam pengolahan limbah plastik.Dalam proses produksi perlu dipelajari beberapa hal sebagai proses acuan untuk meningkatkan produktifitas hasil jadi dari mesin penghancur plastik tersebut. Dari segi pandangan ekonomis proses manufaktur merupakan proses pengubahan komponen menjadi material atau benda yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Proses manufaktur juga melibatkan biaya produksi yang terdiri dari biaya material, tenaga kerja dan biaya fasilitas pabrik serta tata letak produk. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu membuat suatu analisa sistem produksi dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dengan meminimalkan waktu dan biaya produksi yang lebih ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan tinjauan ke industri yang telah ada kemudian akan direncanakan analisa biaya dan investasi, dari hasil survey di Aceh masih kurang nya industri yang sama, hal ini merupakan sebuah peluang untuk pemasaran karena tidak memiliki banyak pesaing. Berdasarkan hasil perhitungan analisis biaya maka diperoleh kapasitas penghasilan potongan plastik 393,12 kg/jam dan total biaya produksi  Rp.1.026.742.500 serta di dapatkan laba sebesar Rp.537.758.100 dengan jumlah produksi pertahun 817.689 kg.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111068">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15411</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="111069">
                <text>ANALISIS SISTEM PRODUKSI MESIN PENGHANCUR PLASTIK DI DESA MEUNASAH DEYAH ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13384" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106584">
                <text>Reza Munanda</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106585">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106586">
                <text>ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikimia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola diet DM terhadap kadar gula darah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan studi cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di poliklinik endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan Februari 2015 dengan jumlah sampel 91 sampel yang ditetapkan secara non probrability sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (p = 0,05). Hasil penelitian antara pengetahuan dengan kadar gula darah menunjukkan nilai p = 0,003, sedangkan untuk pola diet DM dengan kadar gula darah menghasilkan nilai p = 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan pola diet DM terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di poliklinik endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Kata Kunci : Pengetahuan, Pola diet DM, Kadar Gula Darah</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="106587">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106588">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106589">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14409</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106590">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106591">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106592">
                <text>BLOOD SUGAR-HUMAN PHYSIOLOGY</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="106593">
                <text>DIABETES MELLITUS-MEDICINE</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="106594">
                <text>DIET</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="106595">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA DIET TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14484" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113169">
                <text>Reza Oktarama Putra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113170">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113171">
                <text>Ketidakseimbangan antara kebutuhan darah dengan jumlah ketersediaan darah membuat upaya peningkatan donor darah menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Donor darah merupakan upaya untuk memberikan sebagian darah yang dimiliki melalui tindakan penyadapan darah, dengan tujuan untuk memulihkan kesehatan orang lain. Rendahnya angka donor disebabkan oleh pengetahuan yang salah tentang donor darah. Pengetahuan yang salah tentang donor darah mempengaruhi sikap seseorang terhadap donor darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap tentang donor darah pada mahasiswa FK Unsyiah. Metode penelitian ini menggunakan studi analitik korelasi dengan desain potong lintang yang dilakukan pada tanggal 28 Februari sampai 7 Maret 2013. Sampel penelitian berjumlah 227 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Kategori pengetahuan dan sikap dinilai melalui skor yang diperoleh pada pengisian kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap responden tentang donor darah (p value 0,001; RP 3,42). Mahasiswa dengan pengetahuan baik berpeluang 3,42 kali lebih tinggi memiliki sikap positif terhadap donor darah daripada mahasiswa yang berpengetahuan buruk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan tentang donor darah dan sikap terhadap donor darah.Kata Kunci: donor darah, pengetahuan tentang donor darah, sikap terhadap donor darah.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="113172">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113173">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113174">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15871</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113175">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113176">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113177">
                <text>ATTITUDE TOWARD BLOOD DONATION</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="113178">
                <text>BLOOD TRANSFUSION - PHARMACOLOGY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113179">
                <text>HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TENTANG DONOR DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
