<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=1153&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-09-17T13:21:38+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1153</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="10695" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90076">
                <text>Zamzami</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90077">
                <text>Penentuan waktu mati telah dikembangkan dalam berbagai metode matematis yang bertujuan untuk mendapatkan nilai tanpa harus dilakukan pengukuran langsung pada alat instrumen. Terdapat dua metode dalam penentuan waktu mati tersebut yaitu dengan metode regresi linear dan non-linear di mana kedua metode ini mampu memberikan pendekatan algoritma untuk penentuan waktu mati dari data waktu retensi dan jumlah atom karbon. Telah diperkenalkan Algoritma non-linear waetzig yang berguna untuk menentukan waktu mati dengan perhitungan melalui perkalian matriks transpose, matriks invers dan matriks ?t yang mendefinisikan waktu mati (to) dan matriks ?x sebagai parameter regresinya. Algoritma ini selanjutnya dikonversi kedalam bahasa pemrograman ANSII C untuk mendapatkan software perhitungan cepat dan simultan terhadap parameter retensi yang disertai dengan modifikasi dua persamaan pada estimasi nilai ? dan nilai mutlak ?x. Hasil perhitungan memberikan variasi hasil dimana sebagian proses estimasi memberi nilai to kecil dan sebagiannya lagi memberikan nilai error. Pembuktian kedalam sistem kalkulasi data mengarahkan kepada parameter algoritma perkalian matriks yang panjang dalam proses iterasi yang banyak sebagai penyebab nilai error. Perolehan nilai to kecil dan dekat dengan nilai metode pembandingnya dijadikan tolak ukur keberhasilan estimasi metode regresi non-linear terhadap waktu mati. Dua faktor penyebab error beberapa proses estimasi menjadi laporan yang ilmiah untuk mendapatkan alasan penelusuran kembali terhadap metode ini dan pertimbangan modifikasi tambahan sampai diperolehnya nilai yang akurat.Kata Kunci : waktu mati, metode regresi non-linear waetzig, algoritma, jumlah iterasi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90078">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10883</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="90079">
                <text>PERHITUNGAN WAKTUMATI PADA KORMATOGRAFI GAS METODE NON-LINIER DEGAN BAHASA PEMROGRAMAN ANSII-C</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3409" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33742">
                <text>Asta Ivo Bonny S</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33744">
                <text>Gelagar merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembangunan sebuah jembatan. Pada umumnya gelegar tersebut terbuat dari baja, kayu, ataupun beton. Dewasa ini, penggunaan material konstruksi tersebut memiliki kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, muncul suatu ide dimana menghadirkan material baru berupa Ferro Foam Concrete. Pada penelitian ini, melihat prilaku profil kanal (C) ferro foam concrete dengan penambahan pozzolan alami akibat beban lentur dengan studi kasus beda lapis wiremesh. Benda uji yang dibuat 3 profil kanal (C) dengan variabel tertuju pada variasi  3 lapis, 4 lapis, dan 5 lapis wiremesh. Profil ini mempunyai bentang    2200 mm, lebar 100 mm, tinggi 30 mm dan tebal 30 mm. Kekuatan bahan profil pada umur 28 hari kuat tekan beton sebesar 32 MPa dengan Specifik Gravity (SG) 1,6 dan faktor air semen (FAS) 0,4 dan penambahan pozzolan sebesar 10%, tegangan leleh tulangan D8 420 MPa, dan tegangan leleh wiremesh  420 MPa. Pengujian lentur dilakukan dengan meletakkan profil di atas dua tumpuan dengan jarak antar tumpuan 2000 mm dan kemudian profil dibebani dengan dua buah beban terpusat dengan jarak antara kedua beban tersebut adalah 600 mm. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa profil kanal (C) dengan konfigurasi I yang menggunakan 3 lapis (PCBBP 3-300) mampu menahan momen maksimum sebesar  3,6085 tm pada lendutan sebesar 1,631 cm, untuk profil yang menggunakan 4 lapis (PCBBP 4-300) sebesar 4,284 tm pada lendutan sebesar 1,663 cm, dan untuk profil yang menggunakan 5 lapis (PCBBP 5-300) sebesar 4,452 tm pada lendutan sebesar 2,393 cm. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penambahan satu lapis wiremesh mengakibatkan terjadi penambahan kekuatan sebesar 18,72% dan penambahan dua lapis wiremesh mengakibatkan terjadi penambahan kekuatan sebesar 23,37%. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya penambahan lapis wiremesh maka kapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33745">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2740</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="33746">
                <text>PERILAKU BALOK PROFIL CANAL (C) FERRO FOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN POZZOLAN ALAMI AKIBAT BEBAN LENTUR(Studi Kasus Dengan Beda Lapis Wiremesh 3 Lapis, 4 Lapis, dan 5 Lapis)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="3441" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="34084">
                <text>Nazliza</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="34086">
                <text>Gelagar merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembangunan jembatan.Pada umumnya gelagar tersebut terbuat dari baja, kayu, ataupun beton. Dewasaini, penggunaan material konstruksi tersebut memiliki kelemahan masing-masing.Oleh karena itu, muncul suatu ide untuk menghadirkan material baru berupaFerro Foam Concrete. Pada penelitian ini, akan melihat perilaku profil kanal (C)ferro foam concrete dengan penambahan pozzolan alami akibat beban lenturdengan studi kasus beda tinggi pada profil. Benda uji yang dibuat berupa 3 pasangprofil kanal (C) dengan variabel tertuju pada variasi tinggi material sebesar 150mm, 200 mm, dan 300 mm. Profil ini mempunyai bentang 2200 mm, lebar 100mm, tebal 30 mm dan 4 lapis wiremesh. Kekuatan bahan profil pada umur 28 harikuat tekan beton sebesar 32 MPa dengan Specifik Gravity (SG) 1,6 dan faktor airsemen (FAS) 0,4 dan penambahan pozzolan sebesar 10%, tegangan leleh tulanganD8 410 MPa, dan tegangan leleh wiremesh 420 MPa. Pengujian lentur dilakukandengan meletakkan profil di atas dua tumpuan dengan jarak antar tumpuan 2000mm dan kemudian profil dibebani dengan dua buah beban terpusat dengan jarakantara kedua beban tersebut adalah 600 mm. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkanbahwa profil kanal (C) dengan konfigurasi I dengan tinggi 150 mm(PCBBP 4-150) mampu menahan beban maksimum sebesar 5,21 Ton denganlendutan sebesar 3,84 cm, untuk profil dengan tinggi 200 mm (PCBBP 4-200)sebesar 8,59 ton dengan lendutan sebesar 3,09 cm, dan untuk profil dengan tinggi300 mm (PCBBP 4-300) sebesar 12,24 ton dengan lendutan sebesar 1,66 cm.Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penambahan tinggi profilmengakibatkan terjadi penambahan kekuatan pada profil. Pertambahan bebanultimit yang mampu dipikul oleh profil kanal (C) dengan tinggi 300 mm adalahsebesar 2,35 kali dari profil dengan tinggi 150 mm dan untuk profil dengan tinggi200 mm mampu menahan beban sebesar 1,65 kali dari profil dengan tinggi 150mm. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya penambahan tinggi profil makakapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat.Kata kuci: Profil Kanal (C), ferro foam concrete, pozzolan, beban lentur,kapasitas.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="34088">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=2771</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="34090">
                <text>PERILAKU BALOK PROFIL KANAL (C) FERRO FOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN POZZOLAN ALAMI AKIBAT BEBAN LENTUR(Studi Kasus Dengan Beda Tinggi 150 mm, 200 mm, dan 300 mm)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="5596" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55697">
                <text>irwandi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55698">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55699">
                <text>ABSTRAKPerilaku individu dan masyarakat yang melanggar peraturan tertib berlalu lintas selain dipicu oleh faktor individu juga erat hubungannya dengan budaya masyarakatnya. Di dalam budaya dapat di lihat suatu tradisi perilaku masyarakat yang ditetapkan berlaku bagi semua dalam kesehariannya. Norma-norma yang tumbuh dari nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang juga sering dilanggar. Oleh karena itu, diperlukan adanya faktor pengendalian social. Tujuan dalam penelitian ini, untuk mengetahui dan memahami gambaran perilaku berlalu lintas, aspek sosial budaya yang mempengaruhi perilaku berlalu lintas dan untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian sosial perilaku berlalu lintas warga Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang ditunjukan kepada 150 responden, sedangkan informan sebanyak 26 orang dengan menggunakan metode pengumpalan data observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka, kemudian data yang di peroleh dianalisis dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendara belajar berkenderaan secara otodidak dengan cara mencoba-coba, tidak mengikuti Latihan Ujian Wajib Mengemudi untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi. Perilaku menerobos dipersimpangan lalu lintas disebabkan oleh hasrat tidak sabar menunggu, melihat orang lain serta tersedianya perluang untuk menerobos. Buruknya perilaku berlalu lintas disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang tata tertib berlalu lintas serta lemahnya sistem pengendalian sosial baik dari segi teguran maupun segi penindakan terhadap kesalahan-kesalahan pengguna lalu lintas. Pengendalian sosial dengan cara menegur, mencemooh, mengajak, membimbing yang dilakukan oleh anggota masyarakat terhadap sipelanggar peraturan tidak lagi efektif untuk mengendalikan perilaku tidak tertib berlalu lintas di dalam masyarakat selain pengendalian yang dilakukan oleh lembaga formal dan aturan-aturan yang baku. Perlu kiranya menerapkan sanksi-sanksi adat istiadat (selain sanksi-sanksi tertulis) apabila yang melanggar atau lebih terbukti melakukan pelanggaran yang sama. Selain itu, Sosialisasi perlu dilakukan secara terus menerus khusunya sosialisasi pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan media informasi (Internet, TV, Radio, Koran) agar masyarakat dapat dengan mudah belajar dan mengetahui aturan berlalu lintas.Kata Kunci : Perilaku, Sistem Pengendalian Sosial, dan Berlalu Lintas</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="55701">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55703">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4995</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55705">
                <text>Fakultas FISIPOL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55707">
                <text>PERILAKU BERLALU LINTAS DI KOTA BANDA ACEH (SUATU KAJIAN SOSIOLOGIS)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="5598" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55711">
                <text>irwandi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55713">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55715">
                <text>ABSTRAKPerilaku individu dan masyarakat yang melanggar peraturan tertib berlalu lintas selain dipicu oleh faktor individu juga erat hubungannya dengan budaya masyarakatnya. Di dalam budaya dapat di lihat suatu tradisi perilaku masyarakat yang ditetapkan berlaku bagi semua dalam kesehariannya. Norma-norma yang tumbuh dari nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang juga sering dilanggar. Oleh karena itu, diperlukan adanya faktor pengendalian social. Tujuan dalam penelitian ini, untuk mengetahui dan memahami gambaran perilaku berlalu lintas, aspek sosial budaya yang mempengaruhi perilaku berlalu lintas dan untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian sosial perilaku berlalu lintas warga Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang ditunjukan kepada 150 responden, sedangkan informan sebanyak 26 orang dengan menggunakan metode pengumpalan data observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka, kemudian data yang di peroleh dianalisis dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendara belajar berkenderaan secara otodidak dengan cara mencoba-coba, tidak mengikuti Latihan Ujian Wajib Mengemudi untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi. Perilaku menerobos dipersimpangan lalu lintas disebabkan oleh hasrat tidak sabar menunggu, melihat orang lain serta tersedianya perluang untuk menerobos. Buruknya perilaku berlalu lintas disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang tata tertib berlalu lintas serta lemahnya sistem pengendalian sosial baik dari segi teguran maupun segi penindakan terhadap kesalahan-kesalahan pengguna lalu lintas. Pengendalian sosial dengan cara menegur, mencemooh, mengajak, membimbing yang dilakukan oleh anggota masyarakat terhadap sipelanggar peraturan tidak lagi efektif untuk mengendalikan perilaku tidak tertib berlalu lintas di dalam masyarakat selain pengendalian yang dilakukan oleh lembaga formal dan aturan-aturan yang baku. Perlu kiranya menerapkan sanksi-sanksi adat istiadat (selain sanksi-sanksi tertulis) apabila yang melanggar atau lebih terbukti melakukan pelanggaran yang sama. Selain itu, Sosialisasi perlu dilakukan secara terus menerus khusunya sosialisasi pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan media informasi (Internet, TV, Radio, Koran) agar masyarakat dapat dengan mudah belajar dan mengetahui aturan berlalu lintas.Kata Kunci : Perilaku, Sistem Pengendalian Sosial, dan Berlalu Lintas</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="55717">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55719">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=4996</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55721">
                <text>Fakultas FISIPOL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="55723">
                <text>PERILAKU BERLALU LINTAS DI KOTA BANDA ACEH (SUATU KAJIAN SOSIOLOGIS)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="6032" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="59936">
                <text>irwandi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="59938">
                <text>ABSTRAKPerilaku individu dan masyarakat yang melanggar peraturan tertib berlalu lintas selain dipicu oleh faktor individu juga erat hubungannya dengan budaya masyarakatnya.Di dalam budaya dapat di lihat suatu tradisi perilaku masyarakat yang ditetapkan berlaku bagi semua dalam kesehariannya.Norma-norma yang tumbuh dari nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang juga sering dilanggar.Oleh karena itu, diperlukan adanya faktor pengendalian social.Tujuan dalam penelitian ini, untuk mengetahui dan memahami gambaran perilaku berlalu lintas, aspek sosial budaya yang mempengaruhi perilaku berlalu lintas dan untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian sosial perilaku berlalu lintas warga Kota Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang ditunjukan kepada 150 responden, sedangkan informansebanyak 26 orang dengan menggunakan metode pengumpalan data observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka, kemudian data yang di peroleh dianalisis dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendara belajar berkenderaan secara otodidak dengan cara mencoba-coba, tidak mengikuti Latihan Ujian Wajib Mengemudi untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi. Perilaku menerobos dipersimpangan lalu lintas disebabkan oleh hasrat tidak sabar menunggu, melihat orang lain serta tersedianya perluang untuk menerobos. Buruknya perilaku berlalu lintas disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang tata tertib berlalu lintas serta lemahnya sistem pengendalian sosial baik dari segi teguran maupun segi penindakan terhadap kesalahan-kesalahan pengguna lalu lintas.Pengendalian sosial dengan cara menegur, mencemooh, mengajak, membimbing yang dilakukan oleh anggota masyarakat terhadap sipelanggar peraturan tidak lagi efektif untuk mengendalikan perilaku tidak tertib berlalu lintas di dalam masyarakat selain pengendalian yang dilakukan oleh lembaga formal dan aturan-aturan yang baku. Perlu kiranya menerapkan sanksi-sanksi adat istiadat (selain sanksi-sanksi tertulis) apabila yang melanggar atau lebih terbukti melakukan pelanggaran yang sama. Selain itu, Sosialisasi perlu dilakukan secara terus menerus khusunya sosialisasi pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan media informasi (Internet, TV, Radio, Koran) agar masyarakat dapat dengan mudah belajar dan mengetahui aturan berlalu lintas.Kata Kunci : Perilaku, Sistem Pengendalian Sosial, dan Berlalu Lintas</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="59939">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=5434</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="59940">
                <text>PERILAKU BERLALU LINTAS DI KOTA BANDA ACEH (SUATU KAJIAN SOSIOLOGIS)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="11876" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96141">
                <text>Ilham Fonna</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96142">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=12492</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="96143">
                <text>PERILAKU BERSARANG ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN REINTRODUKSI ORANGUTAN JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10340" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88482">
                <text>Sidratunnur</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88483">
                <text>Telah dilakukan penelitian di tiga kawasan, Universitas Syiah Kuala, Hutan Kota BNI, dan Taman Putroe Phang Banda Aceh untuk menjelaskan perilaku Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis) di berbagai jenis tumbuhan dari bulan Mei sampai September 2014. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif. Parameter yang diukur adalah perilaku makan, perawatan tubuh, lokomosi, meregangkan tubuh, istirahat, dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis) di tiga kawasan tidak terlihat perilaku meregangkan tubuh dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk perilaku makan. Kawasan Universitas Syiah Kuala perilaku makan paling dominan pada pukul 08.00-09.00 WIB, Hutan Kota BNI paling dominan pada pukul 09.00-10.00 WIB, dan Taman Putroe Phang  paling dominan pada pukul 08.00-09.00 WIB. Pohon yang paling banyak dikunjungi di Universitas Syiah Kuala adalah tanjung (Mimusops elengi), Hutan Kota BNI adalah cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan Taman Putroe Phang adalah tanjung (Mimusops elengi).Kata kunci: Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis); Universitas Syiah Kuala; Hutan Kota BNI; Taman Putroe Phang.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88484">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10433</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="88485">
                <text>PERILAKU BURUNG MADU SRIGANTI (NECTARINIA JUGULARIS L., 1766) PADA BERBAGAI JENIS TUMBUHAN DI KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8313" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77409">
                <text>DAHLIANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77411">
                <text>PERILAKU   CARING  PERAWAT  DALAM   MERAWAT   PASIEN    KANKERYANG   MENJALANI   KEMOTERAPI   DI RUMAH   SAKIT   UMUM    DAERAH dr. ZAINOEL   ABIDIN   BANDA   ACEH   TAHUN   2014ABSTRAKPasien  kanker  yang  menjalani  kemoterapi  mengalami  penurunan  fungsi  tubuh  dan merasakan  gejala  fisik,  seperti  mual,  muntah,  diare,  lelah,  kesedihan  dan  depresi. Pentingnya  perilaku  caring  yang  diberikan  oleh  perawat,  kepada  pasien  yang  menjalani kemoterapi dan pelayanan yang baik, dapat  mengembalikan fungsi tubuhnya . Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  gambaran  perilaku  caring  perawat  dalam  merawat  pasien kanker  yang  menjalani  kemoterapi  di  Rumah  Sakit  Umum  Daerah  dr.  Zainoel  Abidin Banda Aceh Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 sampai dengan  29 Juni 2014.  Jenis  penelitian  adalah  deskriptif  eksploratif  dengan  desain  cross  sectional  study. Teknik  pengambilan  sampel  dengan  menggunakan  purposive  sampling    dengan  jumlahpopulasi  sebanyak 142  dan  jumlah  sampel  sebanyak  59 responden.  Teknik  pengumpulan data  dengan wawancara terpimpin mengunakan kuesioner dalam  bentuk skala  Likert  yang terdiri  dari  28  item  pernyataan.  Hasil  penelitian  menunjukan  perilaku  caring    perawat berada  pada  kategori  baik  (62,7%)  yang  meliputi  kehadiran  (79,7%),  mendengarkan(88,1%),  memahami  klien  (86,4%),  sedangkan  untuk  kategori  sentuhan  berada  pada kategori kurang  (55,9%).  Diharapkan  bagi  pengambil kebijakan dirumah sakit agar dapat menerapkan  perilaku  caring  melalui  pembentukan  standar  operating  prosedur  (SOP)terutama perilaku sentuhan kepada pasien yang menjalani kemoterapi .Kata kunci  : Perilaku, caring, perawat, pasien kankerDaftar bacaan  : 23 buku, 2 skripsi, 3 jurnal, 5 internet (2001-2013)PERILAKU   CARING  PERAWAT  DALAM   MERAWAT   PASIEN    KANKERYANG   MENJALANI   KEMOTERAPI   DI RUMAH   SAKIT   UMUM    DAERAH dr. ZAINOEL   ABIDIN   BANDA   ACEH   TAHUN   2014ABSTRAKPasien  kanker  yang  menjalani  kemoterapi  mengalami  penurunan  fungsi  tubuh  dan merasakan  gejala  fisik,  seperti  mual,  muntah,  diare,  lelah,  kesedihan  dan  depresi. Pentingnya  perilaku  caring  yang  diberikan  oleh  perawat,  kepada  pasien  yang  menjalani kemoterapi dan pelayanan yang baik, dapat  mengembalikan fungsi tubuhnya . Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  gambaran  perilaku  caring  perawat  dalam  merawat  pasien kanker  yang  menjalani  kemoterapi  di  Rumah  Sakit  Umum  Daerah  dr.  Zainoel  Abidin Banda Aceh Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 sampai dengan  29 Juni 2014.  Jenis  penelitian  adalah  deskriptif  eksploratif  dengan  desain  cross  sectional  study. Teknik  pengambilan  sampel  dengan  menggunakan  purposive  sampling    dengan  jumlahpopulasi  sebanyak 142  dan  jumlah  sampel  sebanyak  59 responden.  Teknik  pengumpulan data  dengan wawancara terpimpin mengunakan kuesioner dalam  bentuk skala  Likert  yang terdiri  dari  28  item  pernyataan.  Hasil  penelitian  menunjukan  perilaku  caring    perawat berada  pada  kategori  baik  (62,7%)  yang  meliputi  kehadiran  (79,7%),  mendengarkan(88,1%),  memahami  klien  (86,4%),  sedangkan  untuk  kategori  sentuhan  berada  pada kategori kurang  (55,9%).  Diharapkan  bagi  pengambil kebijakan dirumah sakit agar dapat menerapkan  perilaku  caring  melalui  pembentukan  standar  operating  prosedur  (SOP)terutama perilaku sentuhan kepada pasien yang menjalani kemoterapi .Kata kunci  : Perilaku, caring, perawat, pasien kankerDaftar bacaan  : 23 buku, 2 skripsi, 3 jurnal, 5 internet (2001-2013)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77412">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7866</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="77413">
                <text>PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN KANKERRNYANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAHRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHRNTAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="8028" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75413">
                <text>Indah Azhary</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75415">
                <text>Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronik yang memerlukan terapi hemodialisa sebagai terapi pengganti ginjal sementara. Gagal ginjal kronik dapat menimbulkan perubahan fungsi struktur tubuh dan menyebabkan penderita mengalami gangguan pada perilakunya secara fisik, sosial, dan psikologis. Penyakit gagal ginjal kronik dipandang sebagai salah satu stressor yang memicu respon adaptasi dari seseorang untuk adaptif atau tidak adaptif yang dapat dilihat dari  perilakunya yang terdiri dari fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran, dan interdependensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku dengan pendekatan model adaptasi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2014. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 37 item pernyataan dalam skala Likert. Metode analisis data dengan menggunakan analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perilaku adalah adaptif (58,6%), fungsi fisiologis adalah adaptif (55,7%), konsep diri adalah adaptif (61,4%), fungsi peran adalah adaptif (51,4%), interdependensi adalah adaptif (54,3%). Disarankan bagi perawat agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif sesuai dengan tingkat kebutuhan untuk pasien hemodialisa agar pasien dapat mempertahankan adaptasi secara adaptif.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75417">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7533</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75418">
                <text>PERILAKU DENGAN PENDEKATAN MODEL ADAPTASI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
