<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=1104&amp;sort_field=added" accessDate="2026-09-13T18:00:47+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1104</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="13493" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107374">
                <text>Arita Zahara</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107375">
                <text>ARITA ZAHARA,2015PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU PELANGGARAN TATA CARA PEMUATAN DAYA ANGKUT ANGKUTAN UMUM BARANG KENDARAAN(Suatu Penelitian Di Wilayah Aceh Tamiang)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi,53),pp.,tabl.,bibl.,app.,( Nurhafifah, S.H., M.Hum )ABSTRAKPasal Pasal 307 Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menentukan bahwa Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) Namun kenyataan yang terjadi di Aceh Tamiang masih ditemukan kendaraan yang memuat barang melebihi kapasitas yang telah di tentukan.Penulisan skripsi bertujuan untuk menjelaskan penerapan pidana terhadap pelaku pelanggaran tata cara pemuatan angkutan barang kendaraan, hambatan dalam penerapan pidana terhadap pelaku pelanggaran tata cara pemuatan angkutan umum barang kendaraan dan penanggulangan terhadap pelanggaran tata cara pemuatan angkutan umum barang kendaraan.Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, menjelaskan bahwa penerapan pidana terhadap pelaku pelanggaran tata cara pemuatan angkutan barang kendaraan adalah dengan penerapan tilang dan mengembalikan kendaraan ke daerah asal. Hambatan dalam penerapan pidana terhadap pelaku pelanggaran tata cara pemuatan angkutan umum barang kendaraan adalah kurangnya petugas, kurangnya kesadaran keutamaan keselamatan berkendara dari pelaku serta kurangnya kesadaran hukum. Usaha penanggulangan terhadap pelanggaran tata cara pemuatan angkutan umum barang kendaraan DISHUBKOMINTEL melakukan upaya penyuluhan dan sosialisasi tentang kesadaran dan keselamatan berkendaraan.Disarankan kepada kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika (DISHUBKOMINTEL) untuk menambah petugas agar upaya penegakan hukum dapat terlaksana sebagaimana mestinya dan melakukan himbauan kepada pengemudi dan pemilik barang agar memuat barang sesuai dengan dimensi dari kendaraan agar pelanggaran tersebut tidak terulang lagi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107376">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14558</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107377">
                <text>PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU PELANGGARAN TATA CARA PEMUATAN ANGKUTAN UMUM BARANG KENDARAANRN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM ACEH TAMIANG)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13494" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107378">
                <text>Datik Nurhayati</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107379">
                <text>ABSTRAKPrarancangan pabrik High Impact Polystyrene (HIPS) ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan polimer  nasional yang semakin meningkat pesat seiring dengan implementasi program pemerintah dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Pabrik HIPS ini menggunakan styrene monomer sebagai bahan baku utama dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi garis dan staf dengan waktu kerja selama 330 hari per tahun. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 170 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Bojonegoro Kabupaten Serang Provinsi Banten dengan luas lahan 25.900 m2. Proses pembuatan HIPS dilakukan melalui empat tahap yaitu tahap persiapan bahan baku, pencampuran, reaksi dan tahap akhir. Bahan baku dalam fasa cair berupa styrene monomer dan ethyl benzene disimpan di dalam tangki penyimpanan pada temperatur 30 oC, bahan baku fasa padat berupa cis 1-4 polybutadiene dan benzoyl peroxide juga disimpan dalam gudang penyimpanan pada suhu 30 oC. Proses pencampuran bahan baku dilakukan di dalam dissolver, yaitu suatu tangki pencampuran yang dilengkapi dengan plat undissolved rubber dan flat plate impellers with sawtooth edges sehingga pada unit ini juga terjadi reduksi ukuran cis 1-4 polybutadiene hingga ukurannya mencapai &lt; 10 mm. Proses pencampuran dilanjutkan ke mixer sehingga diperoleh larutan berfasa heterogen dengan fasa padat yang  terdispersi sempurna. Proses polimerisasi berlangsung secara bulk continous polymerization di dalam dua Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR). Reaktor pertama disebut dengan reaktor prepolimerisasi, dioperasikan pada temperatur 130-140 oC dan terjadi konversi bahan 40 %. Reaktor kedua disebut dengan reaktor polimerisasi dioperasikan pada temperatur 140-150 oC dan terjadi konversi bahan 60 %. Pada kedua reaktor terjadi reaksi eksotermal, sehingga untuk mempertahan temperatur operasi, kedua reaktor dilengkapi jaket pendingin. Reaktor CSTR diikuti sistem direct devolatilization pada high viscous prosess untuk memisahkan zat volatil. Proses devolatilisasi terjadi melalui unit air ejector. Fluida primer dari air ejector yaitu udara dialirkan dengan kecepatan tinggi pada tekanan 4 atm, sehingga zat volatil akan ikut terbawa bersama dengan aliran udara, hal ini menyebabkan tekanan devolatilizer berada pada kondisi vacuum 0,6 atm, dengan temperatur operasi 150 oC. Perhitungan kesetimbangan uap cair dilakukan pada unit devolitilizer dan knock out drum dengan tujuan menentukan kesetimbangan uap cair untuk mendapatkan spesifikasi produk yang diinginkan yaitu produk dengan kemurnian 98,5 %.Produk yang terbentuk akan di alirkan ke unit extruder untuk melalui tahap akhir yaitu tahap melting dan pembentukan pellet. Sedangkan zat volatil yang bercampur dengan udara keluaran air ejector dipisahkan pada knock out drum dan diperoleh arus recycle  yang dialirkan ke unit devolatilizer.Sumber air pabrik HIPS ini berasal dari Sungai Ciujung yang mengalir rnelalui wilayah kabupaten Bogor (provinsi Jawa Barat), kabupaten Lebak dan kabupaten Serang dan untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh pabrik sebesar 2.055,610 kW, maka pabrik HIPS ini memiliki PLTU dengan menggunakan bahan bakar batubara.Kelayakan pabrik juga dievaluasi melalui perhitungan ekonomi, yang hasilnya diperlihatkan berikut ini:a.Fixed Capital Investment=  Rp.        426.351.619.401b.Working Capital Investment=  Rp.          75.238.521.071c.Total Capital Investment=  Rp.        501.590.140.471d.Total Biaya Produksi=  Rp.      2.358.904.670.717e.Hasil Penjualan=  Rp      2.536.802.544.627f.  Laba bersih=  Rp.        134.727.465.989g. Pay Out Time (POT)=  5 tahunh. Break Even Point (BEP)=  42,45%i.  Internal Rate of Return (IRR)=  45,97%Keywords: High Impact Polystyrene, bulk continuous polymerization, Continuous Stirred   Tank Reactor, direct devolatilization</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107380">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14559</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107381">
                <text>PRARANCANGAN PABRIK HIGH IMPACT POLYSTYRENE (HIPS) DARI STYRENE MONOMER DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 50.000 TON/TAHUN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13495" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107382">
                <text>Jamiatul Rahmah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107383">
                <text>ABSTRAKPrarancangan pabrik High Impact Polystyrene (HIPS) ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan polimer  nasional yang semakin meningkat pesat seiring dengan implementasi program pemerintah dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Pabrik HIPS ini menggunakan styrene monomer sebagai bahan baku utama dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi garis dan staf dengan waktu kerja selama 330 hari per tahun. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 170 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Bojonegoro Kabupaten Serang Provinsi Banten dengan luas lahan 25.900 m2. Proses pembuatan HIPS dilakukan melalui empat tahap yaitu tahap persiapan bahan baku, pencampuran, reaksi dan tahap akhir. Bahan baku dalam fasa cair berupa styrene monomer dan ethyl benzene disimpan di dalam tangki penyimpanan pada temperatur 30 oC, bahan baku fasa padat berupa cis 1-4 polybutadiene dan benzoyl peroxide juga disimpan dalam gudang penyimpanan pada suhu 30 oC. Proses pencampuran bahan baku dilakukan di dalam dissolver, yaitu suatu tangki pencampuran yang dilengkapi dengan plat undissolved rubber dan flat plate impellers with sawtooth edges sehingga pada unit ini juga terjadi reduksi ukuran cis 1-4 polybutadiene hingga ukurannya mencapai &lt; 10 mm. Proses pencampuran dilanjutkan ke mixer sehingga diperoleh larutan berfasa heterogen dengan fasa padat yang  terdispersi sempurna. Proses polimerisasi berlangsung secara bulk continous polymerization di dalam dua Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR). Reaktor pertama disebut dengan reaktor prepolimerisasi, dioperasikan pada temperatur 130-140 oC dan terjadi konversi bahan 40 %. Reaktor kedua disebut dengan reaktor polimerisasi dioperasikan pada temperatur 140-150 oC dan terjadi konversi bahan 60 %. Pada kedua reaktor terjadi reaksi eksotermal, sehingga untuk mempertahan temperatur operasi, kedua reaktor dilengkapi jaket pendingin. Reaktor CSTR diikuti sistem direct devolatilization pada high viscous prosess untuk memisahkan zat volatil. Proses devolatilisasi terjadi melalui unit air ejector. Fluida primer dari air ejector yaitu udara dialirkan dengan kecepatan tinggi pada tekanan 4 atm, sehingga zat volatil akan ikut terbawa bersama dengan aliran udara, hal ini menyebabkan tekanan devolatilizer berada pada kondisi vacuum 0,6 atm, dengan temperatur operasi 150 oC. Perhitungan kesetimbangan uap cair dilakukan pada unit devolitilizer dan knock out drum dengan tujuan menentukan kesetimbangan uap cair untuk mendapatkan spesifikasi produk yang diinginkan yaitu produk dengan kemurnian 98,5 %.Produk yang terbentuk akan di alirkan ke unit extruder untuk melalui tahap akhir yaitu tahap melting dan pembentukan pellet. Sedangkan zat volatil yang bercampur dengan udara keluaran air ejector dipisahkan pada knock out drum dan diperoleh arus recycle  yang dialirkan ke unit devolatilizer.Sumber air pabrik HIPS ini berasal dari Sungai Ciujung yang mengalir rnelalui wilayah kabupaten Bogor (provinsi Jawa Barat), kabupaten Lebak dan kabupaten Serang dan untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh pabrik sebesar 2.055,610 kW, maka pabrik HIPS ini memiliki PLTU dengan menggunakan bahan bakar batubara.Kelayakan pabrik juga dievaluasi melalui perhitungan ekonomi, yang hasilnya diperlihatkan berikut ini:a.Fixed Capital Investment=  Rp.        426.351.619.401b.Working Capital Investment=  Rp.          75.238.521.071c.Total Capital Investment=  Rp.        501.590.140.471d.Total Biaya Produksi=  Rp.      2.358.904.670.717e.Hasil Penjualan=  Rp      2.536.802.544.627f.  Laba bersih=  Rp.        134.727.465.989g. Pay Out Time (POT)=  5 tahunh. Break Even Point (BEP)=  42,45%i.  Internal Rate of Return (IRR)=  45,97%Keywords: High Impact Polystyrene, bulk continuous polymerization, Continuous Stirred   Tank Reactor, direct devolatilization</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107384">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14560</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107385">
                <text>PRARANCANGAN PABRIK HIGH IMPACT POLYSTYRENE (HIPS) DARI STYRENE MONOMER DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 50.000 TON/TAHUN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13496" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107386">
                <text>Muhammad Reza Firdaus</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107387">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14561</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107388">
                <text>HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA(BPH)TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN BERDASARKAN SKOR IPSS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13497" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107389">
                <text>vicka sahara</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107390">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107391">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107392">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14562</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107393">
                <text>Fakultas FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107394">
                <text>THE STRATEGIES MADE BY SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN RNIMPROVING READING SKILLRN(A STUDY AT STATE ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL 1 BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13498" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107395">
                <text>Diana Putri Trisna</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107396">
                <text>ABSTRAKDIANA PUTRI TRISNA,STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN TINGGI DKI JAKARTA2015NOMOR 366/PDT.G/2012/PT-DKI TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUMFakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi, 60) pp., bibl., app.( Kadriah, S.H., M.Hum. )Putusan Mahkamah Agung No.1824 K/Pid.Sus/2012 tentang tindak pidana korupsi menyatakan bahwa barang Penggugat yang disita Tergugat yang menjadi objek perkara perbuatan melawan hukum tidak termasuk barang yang diduga hasil korupsi. Tetapi dalam putusan Pengadilan Tinggi No.366/Pdt.G/2012/PT.DKI tentang perbuatan melawan hukum, hakim telah mengenyampingkan fakta yuridis tersebut dan mempertimbangkan tidak berkewenangan untuk memeriksa perkara perbuatan melawan  hukum ini serta hakim tidak menerapkan Pasal 1365 KUH Perdata. Seharusnya hakim memiliki kewenangan mengadili perkara tersebut.Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis guna mengetahui dan menjelaskan alasan pertimbangan hakim yang digunakan untuk tidak menerima gugatan banding Tergugat, dan menjelaskan tentang kewenangan mengadili oleh Pengadilan Tinggi dalam putusan No.366/Pdt.G/2012/PT.DKI.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif berdasarkan pada kepustakaan dengan cara meneliti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Putusan Pengadilan, buku-buku, artikel, jurnal dan bahan tertulis lainnya. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif analitis yang menjelaskan dan menggambarkan mengenai keadaan permasalahan dalam perbuatan melawan hukum.Hasil penelitian putusan No.366/Pdt.G/2012/PT.DKI menunjukkan bahwa hakim telah mengenyampingkan fakta yuridis berkaitan dengan objek perkara dengan pertimbangan bahwa objek perkara berstatus dan berkedudukan sebagai barang bukti dalam perkara pidana, sehingga perkara tersebut termasuk ranah hukum pidana dan hakim tidak berkewenangan untuk memeriksa perkara. Hal ini bertentangan dengan putusan MA No.1824 K/Pid.Sus/2012 tentang tindak pidana korupsi dan hakim telah keliru dengan tidak mempertimbangkan Pasal 1356 KUH Perdata, Pasal 39 dan 46 KUHAP, putusan MA No.1824 K/Pid.Sus/2012 dan aturan hukum lainnya baik tertulis maupun tidak tertulis. Padahal hakim memiliki kewenangan untuk memeriksa perkara perbuatan melawan hukum tersebut, karena perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat terhadap Penggugat sebagai dasar gugatan telah mengakibatkan Penggugat mengalami kerugian materiil dan immateriil sehingga unsur-unsur dari perbuatan melawan hukum terpenuhi.Diharapkan kepada hakim dalam memeriksa gugatan harus tetap memperhatikan hukum positif dan cermat dalam melihat / mencari fakta yuridis. Agar pihak yang berperkara tidak merasa dirugikan dan putusan itu dapat mencapai tujuan hukum yakni kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan bagi pihak-pihak yang berperkara.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107397">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14563</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107398">
                <text>STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN TINGGI DKI JAKARTA NOMOR: 366/PDT.G/2012/PT.DKI TENTANG RNPERBUATAN MELAWAN HUKUM</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13499" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107399">
                <text>MH. Layla</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107400">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107401">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107402">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107403">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14564</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107404">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107405">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107406">
                <text>CORRUPTION</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107407">
                <text>WITNESSES -LAW</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107408">
                <text>PEMERIKSAAN SAKSI SECARA BERSAMAAN DALAM PERSIDANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13500" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107409">
                <text>FEBRIZA ANDHINI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107410">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107411">
                <text>ABSTRAKKata Kunci : Upaya Guru, Karakter Siswa, Pendekatan Realistik MatematikaMenurunnya kualitas moral dalam kehidupan terutama di kalangan pelajar, menyebabkan perlunya diselenggarakanpembinaan  karakter.  Salah  satu bentuk upaya pemerintah dalam rangka pembinaan karakter yaitu melalui dunia pendidikan.Pendidikan di sekolah merupakan salah satu komponen utama yang turut mempengaruhi pembentukan karakter siswa. Salah satu cara yang paling efektif bagi para pendidik mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran yaitu memadukan, memasukkan dan menerapkan norma atau nilai-nilai karakter dengan konteks kehidupan sehari-hari pada setiap mata pelajaran, terutama matematika. Pada praktik di lapangan selama ini terlihat bahwa guru-guru di sekolah belum banyak menanamkan pendidikan karakter kepada siswa. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yaituuntuk mengetahuiupaya guru mengembangkan karakter siswa dan perkembangan karakter siswa terhadap upaya yang dilakukan oleh guru melalui pendekatan realistik pada materi keliling dan luas lingkaran di kelas V MIN Tungkob Kabupaten Aceh Besar tahun pelajaran 2014/2015. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui pengamatan (observasi) dan wawancara pada subjek penelitian yaitusatu orang guru matematika kelas V dari salah satu sekolah mitra PMRI Universitas Syiah Kuala. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Dari hasil analisis data observasi dan wawancara diperoleh bahwa: 1) Guru sudah melakukan upaya yang bervariasi untuk mengembangkan karakter siswa yaitu karakter demokratis, kreatif, mandiri dan rasa ingin tahu melalui pendekatan realistik pada materi keliling dan luas lingkaran di kelas V MIN Tungkob Kabupaten Aceh Besar tahun pelajaran 2014/2015; 2) Berdasarkan upaya yang telah dilakukan oleh guru, siswa telah mengalami perkembangan karakter ditinjau dari karakter demokratis, kreatif, mandiri, dan rasa ingin tahu.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107412">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107413">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107414">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14565</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107415">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107416">
                <text>Fakultas Ekonomi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107417">
                <text>STUDENT  CHARACTER</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107418">
                <text>TEACHERS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107419">
                <text>UPAYA GURU MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA MELALUIRNPENDEKATAN REALISTIK PADA MATERI KELILING DAN LUASRNLINGKARAN DI KELAS V MIN TUNGKOB KABUPATEN ACEHRN BESAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13501" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107420">
                <text>FINNY OKTARI HARAHAP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107421">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107422">
                <text>ABSTRAKFinny Oktari Harahap,PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PRODUK TELEMATIKA DAN ELEKTRONIKA YANG TIDAK DISERTAI PETUNJUK PENGGUNAAN DALAM BAHASA INDONESIA (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh)             2015Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi, 71) pp,. tabl., bibl,.app.T. HAFLISYAH, S.H., M.Hum.Pasal 8 ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyatakan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut juga diatur dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19/M-DAG/PER/5/2009. Namun dalam kenyataannya masih ditemukan pelanggaran hak konsumen yang dilakukan oleh pelaku usaha di Kota Banda Aceh.Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan bentuk perlindungan hukum bagi konsumen, faktor penyebab masih beredar dan upaya pemerintah dalam menangani produk telematika dan elektronika yang tidak disertai petunjuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris, yaitu penelitian ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan pelaksanaan di lapangan yang mengacu pada keilmuan hukum yang menggunakan metode penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bentuk perlindungan hukum bagi konsumen terhadap produk telematika dan elektronika yang tidak disertai petunjuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia yaitu upaya preventif berupa sosialisasi dan upaya represif berupa mediasi, konsiliasi dan mengajukan gugatan di Pengadilan. Adapun faktor penyebab beredarnya produk telematika dan elektronika yang tidak disertai petunjuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia yaitu faktor tingginya permintaan pasar, faktor kurangnya kesadaran hukum dan faktor kurangnya pengawasan dari pemerintah. Upaya pemerintah dalam menangani hal tersebut yaitu melakukan pengawasan dan sosialisasi melalui media massa dan elektronik.Disarankan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) agar penyelesaian terhadap sengketa konsumen dapat diselesaikan melalui jalur non litigasi, meningkatkan pengawasan terhadap masuk dan beredarnya produk telematika dan elektronika, meningkatkan sosialisasi dan membuat media pengaduan konsumen secara efektif kepada masyarakat agar lebih cerdas dan teliti dalam membeli produk telematika dan elektronika, serta kepada pelaku usaha agar dalam menjalankan usahanya tidak mengabaikan hak-hak konsumen.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107423">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107424">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107425">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14566</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107426">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107427">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107428">
                <text>TELEMATICS AND ELECTRONIC PRODUCTS</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107429">
                <text>CONSUMER PROTECTION- LAW</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107430">
                <text>PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PRODUK TELEMATIKA DAN ELEKTRONIKA YANG TIDAK DISERTAI PETUNJUK PENGGUNAAN DALAM BAHASA INDONESIARN(SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13502" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107431">
                <text>Maulana Agus Syahputra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107432">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107433">
                <text>ABSTRAKKata Kunci : Kurikulum 2013, Kecerdasan Emosional, Prestasi Belajar, Kurikulum 2013  yang sudah diterapkan di  Banda Aceh adalah salah satu    hal yang penting dalam meningkatkan kemampuan emosional. Kurikulum 2013 tidak serta merta pengetahuan saja  yang dinilai  tetapi juga dinilai keterampilan serta perilaku siswa. Kecerdasan  emosional  mampu  melatih  kemampuan  untuk mengelola  perasaannya,  memotivasi  dirinya,  kesanggupan untuk tegar  dalam  menghadapi  frustasi,  kesanggupan  mengendalikan dorongan dan menunda kepuasan sesaat, mengatur suasana hati yang reaktif, serta mampu berempati dan bekerja sama dengan orang  lain. Mengingat kenyataan tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa di kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh tahun pelajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa di kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2014/2015; (2) Untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar siswa di kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VII-1 SMP Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan nilai prestasi belajar mereka yang diperolah dari guru bidang studi matematika. Pengolahan data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa di kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh di mana thitung &lt; ttabel atau 0,0817 &lt; 1,71, sedangkan nilai korelasinya sangat kecil yaitu 0,017 yang menyatakan bahwa ada hubungan yang positif (sejajar searah) serta memiliki kontribusi yang positif sebesar 0,00029% antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar matematika siswa.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107434">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107435">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107436">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14567</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107437">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107438">
                <text>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107439">
                <text>LEARNING ACHIEVEMENT</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107440">
                <text>EDUCATIONAL PSYCHOLOGY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107441">
                <text>PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 8 RNBANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2014/2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
