<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?output=omeka-xml&amp;page=1088&amp;sort_field=Dublin+Core%2CTitle" accessDate="2026-09-12T06:01:03+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>1088</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>15608</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="11482" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94014">
                <text>Bakri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94015">
                <text>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana peran kepemimpinan dan manajemen berbasis sekolah terhadap  kinerja guru dan pengawas sekolah menengah Kabupaten Aceh Tengah dan , (2) Sejauhmana peran kepemimpinan dan manajemen berbasis sekolah terhadap kinerja  guru dan pengawas sekolah menengah Kabupaten Aceh Tengah baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif,  dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan quesioner. Subjek penelitian adalah guru dan komite sekolah menengah di Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 85 responden. Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Peran kepemimpinan dan manajemen berbasis sekolah berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja guru dan pengawas sekolah menengah di Kabupaten Aceh Tengah, namun secara individual kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan pengaruh signifikan  terhadap kinerja guru dan pengawas sekolah menengah di Kabupaten Aceh Tengah, sedangkan manajemen berbasis sekolah tidak berpengaruh. Peran kepemimpinan baik, manajemen berbasis sekolah baik  maka kinerja guru dan pengawas juga baik, tentu sabagai kepala sekolah sehari-hari yang mampu menjalankan perannnya sebagai edukator yaitu penasehat, pembimbing, pembina dan tauladan dalam segala hal bagi guru dan pengawas, sebagai manajer yaitu mampu memberdayakan guru dan pengawas dalam mencapai tujuan, bukan memperdayakan, sebagai administrator yaitu berpengalaman baik terhadap segala urusan administrator sekolah, sebagai supervisor tentu mampu mengawasi segala tanggungjawab yang diberikan kepada guru dan pengawas sekolah, sebagai leader yaitu mampu menggerakkan semua personil sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah, sebagai inovator yaitu mampu menciptakan  sesuatu yang baru  guna memotivasi guru dan pengawas dalam mengembangkan kinerjanya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94016">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=11983</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="94017">
                <text>PERAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DAN PENGAWAS SEKOLAH RNMENENGAH DI  KABUPATEN ACEH TENGAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9547" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85061">
                <text>IMANDA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85062">
                <text>ABSTRAKIMANDA,PERAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM MENANGANI TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (Di Wilayah Hukum Kepolisian Daerah Aceh )Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.(iv, 59) pp., bibl.( Mahfud, S.H., LLM )Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan penegakan hukum, praktik dan standar internasional. Polri  berdasarkan Undang-Undang TPPU dan Undang-Undang No 2  tahun 2002 berwewenang menangani Tindak pidana pencucian uang, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum maksimal.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan peran polri dalam menangani tindak pidana pencucian uang, faktor-faktor yang menghambat penyidik dalam menangani tindak pidana pencucian uang serta upaya-upaya yang dilakukan oleh Polda Aceh dalam menangani tindak pidana pencucian uang.Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan perundangan-undangan yang berlaku dan penelitian lapangan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Penyidik Polda Aceh dalam menangani tindak pidana pencucian uang berbeda dengan tindak pidana lain karena tindak pidana pencucian uang sangat erat kaitannya dengan perbankan, penyidik dengan Pasal 71 ayat (2) UU-TPPU dapat menerobos rahasia tersebut dengan mengajukan permintaan tertulis dilengkapi identitas penyidik dan tersangka, tindak pidana yang disangkakan serta tempat harta kekayaan berada. Faktor-faktor yang menghambat penyidik dalam menangani tindak pidana pencucian uang adalah pelapor tidak mau bekerja sama dengan baik dalam mengungkap tindak pidana pencucian uang karena dapat mengganggu aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari, PJK tidak memberikan Dokumen serta keterangan sebenarnya takut diketahui oleh nasabahnya. jumlah kemampuan SDM dari penyidik terbatas, Upaya-upaya yang dilakukan oleh Polda Aceh dalam menangani tindak pidana pencucian uang penyidik kepolisian melakukan koordinasi dengan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) untuk memperoleh data dari bank kemudian melakukan penyelidikan tindak pidana pencucian uang dan melakukan pemblokiran serta penyitaan.Disarankan kepada kepada pelapor dan saksi serta PJK untuk bekerja sama membantu aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana pencucian uang karena sekian banyak pelakunya adalah orang-orang yang berlatar belakang berpendidikan tinggi serta memiliki status sosial, politik dan ekonomi yang tinggi. Dapat memberikan perlindungan hukum kepada saksi dan terlapor dalam pengungkapan tindak pidana pencucian uang. Kepada Kapolda Aceh agar menambahkan tenaga penyidik dan Dikjur TPPU kepada penyidik Polri agar bisa lebih cepat dalam proses mengungkap dan menangani tindak pidana pencucian uang karena setiap kasus punya kesulitan masing-masing yang membuat penyidik lambat menanganinya.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85063">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9309</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="85064">
                <text>PERAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM MENANGANI TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG RN(DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN  DAERAH ACEH )</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="7987" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75099">
                <text>Haikal Putra</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75101">
                <text>Pemilukada merupakan sebuah proses seleksi pemimpin baru dalam rangka perwujudan demokrasi sebagai wujud representasi rakyat di daerah. Pemilukada juga merupakan rangkaian kegiatan politik untuk menampung aspirasi masyarakat yang dirumuskan dalam berbagai kebijaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran KIP dalam penyelenggaraan Pemilukada Aceh tahun 2012 dan untuk mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan, serta untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan KIP dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui library research (kepustakaan) untuk mendapatkan data sekunder, dan untuk mendapatkan data primer dilakukan dengan field research (penelitian lapangan) melalui wawancara dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KIP Aceh memiliki peran, tugas, dan wewenang sebagai penyelenggara Pemilukada sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Qanun No. 7 tahun 2006, Pasal 57 ayat (1) UU 32 Tahun 2004, serta Undang-undang No. 22 tahun 2007. Dalam pelaksanaan tahapan Pemilukada Aceh tahun 2012, KIP mengalami beberapa kendala, seperti konflik regulasi antar elit politik paska keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus pasal 256 Undang-undang No. 11/2006 terkait calon independen atau perorangan. Pihak DPR Aceh menolak keputusan MK, karena tidak berkoordinasi dengan DPR Aceh. Kondisi ini kemudian mengganggu stabilitas keamanan yang mengakibatkan pergeseran jadwal pemilihan hingga hingga empat kali, yakni 10 Oktober, 14 November, 24 Desember 2011, 16 Februari, serta 9 April 2012. Untuk menghadapi kendala-kendala yang ada, KIP berkoordinasi dengan MK, Kemendagri, KPU, kepolisian, elit politik, masyarakat, serta menggelar deklarasi Pemilukada damai di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.Dalam pelaksanaan Pemilukada selanjutnya, KIP Aceh diharapkan  dapat meningkatkan kinerjanya, terutama dalam menghadapi berbagai konflik politik, teror dan intimidasi terhadap pemilih dan masyarakat umum. Pemilukada tahun 2012 diharapkan menjadi referensi bagi KIP agar lebih siap menghadapi potensi-potensi konflik politik yang mengganggu proses demokrasi. Semua pihak disarankan berupaya meminimalisir potensi konflik politik dan kekerasan menjelang Pemilu. Bagi masyarakat Aceh terutama generasi muda sebagai aset bangsa di masa depan agar dapat menjadikan Pemilukada Aceh 2012 sebagai pendidikan politik untuk memperbaiki tatanan demokrasi Aceh.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75103">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=7469</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="75105">
                <text>PERAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH PADA PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR ACEH TAHUN 2012</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="10114" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87520">
                <text>Arsil</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87521">
                <text>ABSTRAK        ARSIL, PERAN KOMITE PERALIHAN ACEH DALAM MENJAGA           2014   PERDAMAIAN DI ACEH(Studi Kasus Gangguan Keamanan menjelang Pemilukada 2012 di Banda Aceh)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala(xii,58),App,tabl,bibl.(Dr. Syarifuddin Hasyim, SH., M.Hum dan Dr. Effendi Hasan, MA)Sebagai pihak yang pernah terlibat konflik dengan Pemerintah, Komite Peralihan Aceh mempunyai peran yang besar dalam menjaga dan merawat  perdamaian di Aceh, suasana damai sangat diharapkan oleh masyarakat Aceh itu agar kedamaian ini bisa terus bertahan lama. Namun, perdamaian yang telah berlangsung di Aceh kembali terusik menjelang Pemilukada 2012 di Aceh, dimana mulai terjadinya kasus teror, bom dan penembakan terjadi di Aceh menjelang pesta demokrasi tersebut dilaksanakan.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran Komite Peralihan Aceh dalam menjaga perdamaian di Aceh dan untuk menjelaskan pandangan Komite Peralihan Aceh  dalam menanggapi kasus gangguan keamanan menjelang Pemilukada 2012 di Aceh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui masalah dalam penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. Adapun peran Komite Peralihan Aceh Dalam Menjaga Perdamaian di Aceh, terdapat tiga peran yang menonjol, pertama peran dalam hal menjaga komitmen perdamaian, kedua tentang menjaga keadilan, dan yang ketiga melakukan sosialisasi tentang perlunya menjaga dan merawat perdamaian di Aceh. Sedangkan pandangan Komite Peralihan Aceh dalam menanggapi kasus gangguan keamanan yang terjadi menjelang Pemilukada 2012 di Banda Aceh, ada dua pandangan, pertama gangguan keamanan untuk merusak perdamaian di Aceh dan yang kedua merusak demokrasi menjelang Pemilukada 2012 di Banda Aceh.Komite Peralihan Aceh harus terus berkomitmen dalam menjaga dan merawat perdamaian di Aceh, mensosialisasikan butir perdamaian yang telah ditandatangani dengan Pemerintah, agar lapisan masyarakat di Aceh mengetahui apa yang telah ditandatangani tersebut.Kata Kunci: Komite Peralihan Aceh, Perdamaian, Pemilukada.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87522">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=10116</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="87523">
                <text>PERAN KOMITE PERALIHAN ACEH DALAM MENJAGA PERDAMAIAN DI ACEH (STUDI KASUS GANGGUAN KEAMANAN MENJELANG PEMILUKADA 2012 DI BANDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="4465" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45695">
                <text>Ukhtia Karmina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45696">
                <text>ABSTRAKKata kunci : Peran Komite SekolahPendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat danpemerintah. Dapat dikatakan pada saat ini tanggung jawab masing-masing belumoptimal, terutama peran serta masyarakat yang masih dirasakan belum banyakdiperdayakan. Komite sekolah merupakan suatu lembaga yang dibentuk dalam satuantingkat pendidikan. Komite sekolah mempunyai peran serta fungsinya sebagaimanakeputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 044/U/2002 menyatakan perankomite sekolah yaitu (1) Memberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaankebijakan pendidikan di satuan pendidikan, (2) Badan pendukung, baik dengan wujudfinansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggraan pendidikan di satuanpendidikan, (3) Badan pengontrol dalam rangka transpirasi dan akuntabilitaspenyelenggraan pendidikan di satuan pendidikan,(4)Mediator antara pemerintahdengan masyarakat di satuan pendidikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana sebenarnya peran yang dilakukan oleh komite sekolahpada SMA Negei sub rayon 03 Kota Banda Aceh. Dari hasil pengolahan datapenelitian di atas mengenai peran komite sekolah dalam menunjang penyelenggaraanpendidikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwasanya responden pada umumnyadari 25 responden secara keseluruhan menyatakan sangat setuju 36%, setuju 52%,kurang setuju 12%, dan tidak setuju 0%. Peran komite sekolah dalam menunjangpenyelenggaraan pendidikan.Dari hasil wawancara dari beberapa responden, komitesekolah belum mampu melaksanakan perannya secara maksimal sebagaimana yangdiamanatkan Keputusan Mendiknas Nomor 044/U/2002. Dikarenakan para anggotakomite sekolah sangat sibuk selain itu juga pertemuan yang harusnya diadakan rutinjuga belum terlaksanakan. Komite sekolah hanya ada pada saat pendanaan sertapertemuan menyakut penerimaan siswa baru pada tahun ajaran baru.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45697">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=3865</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="45699">
                <text>Peran Komite Sekolah Dalam Menunjang Penyelenggaraan Pendidikan Pada SMA Sub Rayon 03 Di Kota Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9310" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84044">
                <text>MIRNAWATI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84045">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84046">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84047">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9002</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84048">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84049">
                <text>PERAN KOMUNIKASI DALAM MEMPERLANCAR PEKERJAAN KANTOR PADA DIVISI RNKREDIT PT. BANK ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9312" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84053">
                <text>MIRNAWATI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84054">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84055">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84056">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9005</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84057">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84058">
                <text>PERAN KOMUNIKASI DALAM MEMPERLANCAR PEKERJAAN KANTOR PADA DIVISI RNKREDIT PT. BANK ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9314" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84066">
                <text>MIRNAWATI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84067">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84068">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84069">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9008</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84070">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84071">
                <text>PERAN KOMUNIKASI DALAM MEMPERLANCAR PEKERJAAN KANTOR PADA DIVISI RNKREDIT PT. BANK ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9320" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84098">
                <text>MIRNAWATI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84099">
                <text>2014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84100">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84101">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9014</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84102">
                <text>Fakultas Ekonomi (D3)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84103">
                <text>PERAN KOMUNIKASI DALAM MEMPERLANCAR PEKERJAAN KANTOR PADA DIVISI RNKREDIT PT. BANK ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="9327" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84130">
                <text>MIRNAWATI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84131">
                <text>28NAMA : MIRNAWATINIM : 1101002020041ABSTRAKA. KesimpulanBerdasarkan penjelasan pada bab-bab sebelumnya yang menguraikan tentang komunikasi terhadap Divisi Kredit PT. Bank Aceh Kantor Pusat Operasional, maka pada bab ini penulis mencoba menarik beberapa kesimpulan berdasarkan uraian yang telah penulis kemukakan adalah sebagai berikut:1. Peran komunikasi adalah sebagai pembinaan hubungan baik antara pimpinan, karyawan, dan nasabah.2. Hambatan komunikasi yang terjadi pada Divisi Kredit PT. Bank Aceh adalah pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi penerima atau pengirim pesan, hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi berupa gangguan sinyal, suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan/menerima pesan, dan kurangnya perhatian pada saat menerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.3. Agar seorang sekretaris dapat berkomunikasi dengan baik maka ia harus memahami etika dalam berkomunikasi diantara lain siapa yang diajak berbicara, apa yang sedang dibicarakan, harus mengetahui tempat berkomunikasi dimana, kapan waktu berkomunikasi yang tepat, menanyakan pertanyaan apa yang harus dibicarakan, dan dengan siapa kita berkomunikasi. Etika komunikasi dapat menjaga kepercayaan dan harga diri dalam dunia kerja misalnya seorang sekretaris tidak boleh berbicara dengan suara yang kencang maupun terlalu kecil, jangan berbicara terlalu29cepat dan lambat, harus mendengarkan lawan berbicara, seorang sekretaris tidak boleh memutuskan pembicaraan lawan bicara apabila lawan bicara sedang berbicara, harus selalu menjaga emosi, dalam berkomunikasi tidak boleh tertawa secara berlebihan, seorang sekretaris sedang berbicara tidak boleh menguap, saat lawan bicara sedang berbicara jangan menulis, mengetik dan lain-lain.B. Saran-saranAgar proses pengembangan karier karyawan pada Divisi Kredit PT. Bank Aceh dapat terlaksana dengan baik dalam lingkungan perusahaan untuk kemajuan komunikasi khususnya Divisi Kredit PT. Bank Aceh maka penulis ingin menyampaikan saran, yaitu dalam meningkatkan kepuasan nasabah terhadap pelayanan maka jaringan koneksi Fax Divisi Kredit PT. Bank Aceh diperbaiki agar memberikan pelayanan secara optimal.Mengingat suatu pekerjaan tugas yang bagaimana pun berat dan sulit untuk dilaksanakan agar mencapai hasil yang memuaskan dalam rangka meningkatkan motivasi dan kinerja sekretaris, maka perlu meningkatkan peran seorang sekretaris dalam berkomunikasi melalui kualitas bimbingan pelatihan formal pengembangan pribadi dalam berkomunikasi.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84132">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=9022</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="84133">
                <text>PERAN KOMUNIKASI DALAM MEMPERLANCAR PEKERJAAN KANTOR PADA DIVISI RNKREDIT PT. BANK ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
