<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?collection=27&amp;output=omeka-xml&amp;page=48" accessDate="2026-05-10T20:44:00+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>48</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>10403</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="14464" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113021">
                <text>YUDI DWI NUGRAHA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113022">
                <text>BAB VPENUTUPSebagai uraian akhir LKP ini, penulis akan menarik kesimpulan sesuai dengan pembahasan yang penulis kemukakan pada bab-bab sebelumnya, dan memberikan saran-saran yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan.5.1 KesimpulanDari uraian bab-bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :1.  Asuransi Kematian (Askem) adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan keuangan bagi peserta apabila isteri/suami/anak meninggal dunia atau bagi ahli warisnya apabila peserta meninggal dunia.2.  PT TASPEN  (PERSERO) telah menerapkan prosedur yang baik dalam proses pengajuan klaim, antara satu bagian dengan bagian lain saling berkaitan dan saling mengecek untuk memperoleh hasil yang sama dalam setiap kegiatan, dan setiap bagian telah menjalankan fungsinya secara baik.3.  PT TASPEN (PERSERO) Cabang Banda Aceh telah menerapkan prosedur pembayaran klaim secara efektif, terlihat dari cepatnya pelayanan yang diberikan, yaitu pembayaran dapat dilakukan pada hari yang sama dengan saat pengajuan klaim. 814.  Dalam transaksi pengeluaran kas Askem PT TASPEN (PERSERO) menggunakan kwitansi yang disebut dengan Voucher. Voucher Pengeluaran kas Askem ini merupakan bukti transksi yang digunakan sebagai kwitansi sejumlah uang yang telah dibayarkan kepada peserta.5.  Prosedur pengeluaran kas melibatkan beberapa bagian yang ada pada PT TASPEN (PERSERO). Hal ini dilakukan agar terciptanya  internal kontrol yang baik, dimana adanya pemisahan fungsi dan wewenang dari setiap bagian yang terlibat dan adanya otorisasi pengeluaran kas dari pihak yang berwenang.5.2  SaranBerdasarkan hasil pengamatan penulis, maka penulis menyarankan :1.  Membuka Kantor Cabang Pembantu atau Unit Layanan baru untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan bagi peserta yang berada di daerah yang jarak tempuhnya sangat jauh.2.  Mengingat pentingnya KARIP dalam proses pengajuan klaim Askem, sebaiknya PT TASPEN (PERSERO) memberikan penjelasan kepada pensiunan, pada saat mengurus pensiun lebih baik menunggu dan mengambil KARIP di Taspen, dari pada dikirim ke alamat pensiunan. Sering  kali kiriman KARIP tersebut tidak sampai dan KARIP dikembalikan ke PT TASPEN (PERSERO).</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113023">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15849</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113024">
                <text>PROSEDUR PELAYANAN PROGRAM ASURANSI RNKEMATIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA PT. RNTASPEN (PERSERO) KANTOR CABANG BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14463" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113014">
                <text>SITI AROFAH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113015">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113016">
                <text>KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIUNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEPERAWATANSKRIPSI08 JULI 2015Xii + VI Bab + 59 Halaman + 6 Tabel + 1 Skema + 18 LampiranSITI AROFAH1107101020036HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KESIAPAN MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA GAGAL JANTUNG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2015ABSTRAKGagal jantung merupakan penyakit kronik yang memerlukan modifikasi gaya hidup, sehingga tidak kambuh dan terjadi komplikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, dibutuhkan keterlibatan anggota keluarga dalam merawat pasien.Keluarga memiliki pengetahuan yang baik terkait penyakit gagal jantung untuk menangani penyakit tersebut, sehingga dapat mengurangi resiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat anggota keluarga yang menderita gagal jantung di RSUDZA Banda Aceh tahun 2015. Jenis penelitian adalahdeskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan dalam bentuk dichotomous choice sebanyak 20 pertanyaan untuk mengukur pengetahuan dan dalam bentuk likert scale sebanyak 8 pernyataan untuk mengukur kesiapan merawat anggota keluarga. Analisa data menggunakan uji chi-squarepada ? = 0,05, confidence interval = 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat anggota keluarga yang menderita gagal jantung di RSUDZA Banda Aceh tahun 2015(p-value 0,005&lt; ?  0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat anggota keluarga yang menderita gagal jantung di RSUDZA Banda Aceh tahun 2015. Direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan pendidikan kesehatan kepada keluarga, sehingga pengetahuan dan kesiapan keluarga merawat menjadi semakin baik.Kata kunci: Pengetahuan, Keluarga, Kesiapan merawat, Gagal jantungReferensi: 22 buku, 8 bahan internet (2001-2014)</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="113017">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113018">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15848</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113019">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113020">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KESIAPANRNMERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA GAGAL JANTUNG DI RUMAH SAKIT UMUMDAERAHRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14462" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113011">
                <text>LISKA NIKE SAPUTRI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113012">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15847</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113013">
                <text>BENTUK PENYAJIAN TARI REOG PONOROGO DI DESA SRIKAYU KECAMATAN SINGKOHOR ACEH SINGKIL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14461" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113007">
                <text>TEUKU ASRUL SAMI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113008">
                <text>ABSTRAKTEUKU ASRUL SAMI,  PELAKSANAAN  TANGGUNG  JAWAB PENGANGKUTAN  BARANG  KARGO MELALUIANGKUTAN  DARAT  MENURUT UNDANG-UNDANG RI NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN(Studi  Kasus  di  Terminal  Terpadu  Sigli)(vi,69), pp., tabl., bibl., appILYAS, S.H., M.Hum.Pasal 193 ayat (1) Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menentukan bahwa perusahaan angkutan umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pengirim barang karena barang musnah, hilang, atau rusak akibat penyelenggaraan angkutan, kecuali terbukti bahwa musnah, hilang, atau rusaknya barang disebabkan oleh suatu kejadian yang tidak dapat dicegah atau dihindari atau kesalahan pengirim. Di dalam pelaksanaan pengirim telah mengalami kehilangan dan kerusakan barang kiriman, sehingga menimbulkan kerugian, namun pengangkut tidak melakukan penggantian kerugian tersebut. Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan mengenai pelaksanaan tanggung jawab pengangkut barang terhadap pengirim barang menurut Pasal 193 ayat (1) Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, faktor-faktor yang menyebabkan pihak pengangkut tidak melaksanakan tanggung jawabnya terhadap pengirim yang barangnya rusak atau hilang, upaya penyelesaian yang dilakukan para pihak karena terjadi sengketa dalam hal pengiriman barang.Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder yang bersifat teoritis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab pengangkut atau perusahaan angkutan umum tidak melakukan ganti rugi terhadap tuntutan kerugian akibat kehilangan dan kerusakan barang yang dialami oleh pengirim barang. faktor-faktor yang menyebabkan pihak pengangkut tidak melaksanakan tanggung jawabnya terhadap pengirim yang barangnya hilang dan rusak yaitu karena terjadi penumpukan barang kiriman di gudang dan perselisihan mengenai pemeriksaan barang. Upaya penyelesaian yang dapat dilakukan para pihak adalah melalui jalan musyawarah dan lembaga pengadilan, namun dalam praktek terhadap faktor yang berujung pada terjadinya perselisihan biasanya para pihak lebih memilih untuk melakukan musyawarah dengan jalan damai yang lebih menguntungkan dari pada harus menempuh jalur pengadilan.Disarankan kepada para pihak yang terlibat dalam proses pengangkutan barang agar lebih teliti dalam proses pemeriksaan dan pengangkutan barang sebelum dilakukan pengiriman serta memenuhi hak dan kewajibannya sesuai dengan Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan guna menghindari perselisihan dikemudian hari. Disarankan kepada pengangkut agar melakukan penggantian kerugian yang dialami oleh pengirim dan kepada pihak pengirim agar lebih teliti memeriksa barang kiriman sebelum proses pengangkutan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113009">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15846</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113010">
                <text>PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PENGANGKUTAN RNBARANG KARGO MELALUI ANGKUTAN DARAT RNMENURUT UNDANG UNDANG RI NO. 22 TAHUN 2009 RNTENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALANRN(STUDI KASUS DI TERMINAL TERPADU SIGLI)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14460" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113004">
                <text>Reza Rezki</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113005">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15845</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113006">
                <text>KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL DENGANRN PENAMBAHAN ADITIF ANTI PENGELUPASAN MENGGUNAKAN RNAGREGAT HALUS BATU PECAH DAN PASIR ALAM</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14459" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113000">
                <text>DESI ALFARISI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113001">
                <text>KesimpulanBerdasarkan pembahasan yang telah dilakukan di bab-bab sebelumya,  maka dapat diambil kesimpulan yang berkaitan dengan Tata Ruang Kantor adalah sebagai berikut:1.  Pengertian tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola pemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak2.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pengaturan tata ruang kantor adalah a.  Penerangan cahayab.  Perencanaan warnac.  Perencenaan udarad.  Perencanaan suarae.  Pedoman dalam menyusun tata ruang kantor f.  Langkah-langkah dalam menyusun tata ruang kantor3.  Tujuan  dan  manfaat  pengaturan tata ruang kantor pada biro organisasi adalah:a.  Pekerjaan di kantor dalam proses pelaksanaannya dapat menempuh jarak yang sependek mungkin.b.  Rangkaian aktivitas tata usaha dapat mengalir secara lancarKesehatan dan kepuasaan bekerja para pegawai dapat terpeliharac.  Pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung secara memuaskand.  Seluruh ruang dipergunakan secara efesien untuk keperluan pekerjaan26e.  Pihak luar yang mengunjungi kantor yang bersangkutan mendapat kesan yang baik tentang organisasi tersebutf.  Susunan tempat kerja dapat dipergunakan untuk berbagai pekerjaan dan mudah diubah sewaktu-waktu diperlukan.Bentuk-bentuk pengaturan tata ruang kantor pada biro organisasi adalah a.  Tata ruang kantor berkamarb.  Tata ruang kantor terbuka c.  Tata ruang kantor berpanoramad.  Tata ruang kantor gabungan Adapun manfaat Tata Ruang kantor yang efektif adalah:a.   Mengoptimalkan penggunaan ruang yang ada secara efektif.b.   Mengembangkan lingkungan kerja yang nyaman bagi pegawai.c.  Memberikan kesan yang positif terhadap pelanggan perusahaan.d.   Menjamin efisiensi dari arus kerja e.  Meningkatkan produktivitas kerjaf.  Mengantisipasi pengembangan organisasi di masa depan.g.  Mewujudkan keterpaduan pembangunan dalam wilayah kotah.  Mewujudkan keserasian pembangunan wilayah kota dengan wilayah sekitarnya</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113002">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15844</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="113003">
                <text>PENGATURAN TATA RUANG YANG BAIK DALAM MENINGKATKAN RNPRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI KANTOR RNSEKRETARIAT DAERAH ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14458" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112996">
                <text>Syahrul Azmi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112997">
                <text>Konstruksi jembatan merupakan bangunan pelengkap sarana transportasi jalan yang menghubungkan suatu area dengan area lainnya, yang merupakan daerah lalu lintas yang dapat dilewati oleh suatu benda bergerak baik yang terputus akibat suatu rintangan maupun untuk melewati suatu persimpangan tidak sebidang, sehingga para pengguna jalan dapat melintas untuk menjalani aktifitasnya. Ada dua macam gaya yang mempengaruhi jembatan, gaya statik dan gaya dinamis, gaya dinamis yang berlebihan akan mengakibatkan lendutan jembatan yang besar. Salah satu cara untuk memantau dan mengukur nilai lendutan dapat dilakukan dengan sensor akselerometer melalui bacaan nilai percepatan gravitasi. Penelitian ini akan mengembangkan sebuah perangkat untuk mengumpulkan nilai percepatan gravitasi yang terjadi di jembatan dan mengirimkan ke sebuah server, sehingga nanti data tersebut dapat dipakai untuk mengukur nilai lendutan pada jembatan. Kata Kunci: Server, Lendutan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112998">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15843</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112999">
                <text>RANCANG BANGUN SISTEM PENGUMPULAN DAN PENGIRIMAN DATA BACAAN SENSOR AKSELEROMETER JEMBATAN BERBASIS ARDUINO</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14457" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112989">
                <text>FAHRUN NISA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112990">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112991">
                <text>ABSTRAKFAHRUN NISA,MEKANISME PEMBAHASAN DAN PENETAPAN RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN  BELANJA ACEH2015(Suatu Penelitian Pada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v, 60) pp., tabl., bibl.        (Prof. Dr. HUSNI JALIL, SH., M.Hum)Bahwa dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 312 ayat (1) dan (2) yang menjelaskan bahwa kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) wajib menyetujui bersama rancangan Perda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) paling lambat 1 (satu) bulan sebelum dimulai tahun anggaran baru, apabila aturan tersebut tidak terlaksana maka baik kepala daerah maupun DPRD akan dikenakan sanksi administratif berupa tidak dibayar hak-hak keuangannya selama 6 (enam) bulan. Namun, dalam prakteknya proses  penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) selalu terlambat setiap tahun termasuk penetapan APBA tahun 2015 dan sampai saat ini tidak adanya sanksi yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan akibat keterlambatan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mekanisme penyusunan APBA, alasan yang menyebabkan keterlambatan pembahasan dan penetapan RAPBA dan sanksi yang diberikan kepada Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Aceh dalam mengatasi permasalahan yang dimaksud.Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan data lapangan dan data kepustakaan. Data lapangan diperoleh dengan cara mewawancarai responden dan informan, sedangkan data kepustakaan diperoleh dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku teks, jurnal, tulisan ilmiah, dan literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil penelitian, mekanisme penyusunan RAPBA mulai terganggu atau terlambat pada saat KUA-PPAS disepakati sehingga berdampak terhadap seluruh siklus mekanisme penyusunan hingga tahap penetapan. Alasan  keterlambatan ini disebabkan perangkat anggota dewan terlambat terbentuk dan tidak bisa dilakukan pembahasan dan juga terdapat alasan-alasan politik dalam pembahasan anggaran antara eksekutif dan legislatif, sanksi yang didapatkan oleh anggota eksekutif maupun legislatif yaitu hanya ditahan hak keuangannya selama 3 (tiga) bulan hingga ditetapkannya APBA, dan dalam hal ini upaya yang dilakukan oleh Pemerintahan Aceh belum cukup maksimal sehingga juga berpengaruh terhadap pembangunan daerah.Disarankan kepada Pemerintahan Aceh agar untuk tahun anggaran selanjutnya dapat mengikuti kalender anggaran sesuai yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pemerintahan Aceh sebagai lembaga perwakilan rakyat seharusnya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan-kepentingan politik. Disarankan agar antara Gubernur dan DPRA membuat suatu komitmen berupa perjanjian mengenai penyusunan anggaran agar bisa tepat waktu.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112992">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112993">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15841</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112994">
                <text>Fakultas Hukum</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112995">
                <text>MEKANISME PEMBAHASAN DAN PENETAPAN RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEHRN(SUATU PENELITIAN PADA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14456" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112985">
                <text>Ressi Maulina</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112986">
                <text>ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan mengkonsumsi obat antidiabetik dalam jangka waktu lama atau seumur hidup. Kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga medis sangat diperlukan untuk menjaga agar kualitas kontrol pada pasien DM tipe 2 selalu terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas kontrol pada pasien DM tipe 2 di Poli Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik consecutive sampling didapatkan 87 responden dan uji statistik yang digunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan responden yang patuh dan terkontrol sebanyak 33 orang (80,5%) dan patuh tetapi tidak terkontrol sebanyak 8 orang (19,5%). Sedangkan responden yang tidak patuh dan terkontrol sebanyak 5 orang (10,9%) dan tidak patuh tetapi tidak terkontrol sebanyak 46 orang (89,1%). Hasil uji statistik chi-square test (p-value = 0,000) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan  kepatuhan minum obat dengan kualitas kontrol pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Kata Kunci: DM Tipe 2, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas KontrolABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia caused by abnormalities of insulin secretion, insulin action, or both. DM can not be cured but can be controlled with antidiabetic drugs in the long term or for lifetime. Medication adherence as directed by medical personnel is highly necessary to keep the control quality in patients with type-2 diabetes mellitus being always controlled. This study aims at determining the correlation between medication adherence and control quality in patients with type-2 diabetes mellitus in Poli Endocrine of dr.Zainoel Abidin Hospital of Banda Aceh. The type of research was observational analysis with cross-sectional design. The sampling technique used was consecutive sampling that obtained 87 respondents, and statistical test used in this study was chi-square anesthetic. The results showed that the submissive and controlled respondents were 33 respondents (80.5%) and obedient but not controlled 8 respondents (19.5%). While the non-adherent and controlled respondents were 5 people (10.9%) and non-adherent but uncontrolled respondent as many as 46 respondents (89.1%). The results of statistical tests of chi-square test was (p-value = 0.000) so it can be concluded there is a correlation between medication adherence and control quality in patients with type-2 diabetes mellitus in dr. Zainoel Abidin Hospital of Banda Aceh.Keywords: Type-2 Diabetes Mellitus, Medication Adherence, Control Quality</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112987">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15840</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112988">
                <text>HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS KONTROL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN RNBANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14455" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112974">
                <text>MUHAMMAD IQBAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112975">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112976">
                <text>ABSTRAKKata Kunci: Kontribusi, Pajak Reklame, PAD Kota Banda Aceh.Penelitian ini berjudul Kontribusi Pajak Reklame Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahu kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh Tahun 2009-2013. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat penerimaan pajak reklame di Kota Banda Aceh. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan pajak reklame di Kota Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian berlokasi di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Banda Aceh. Yang menjadi subjek penelitian adalah Data dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Banda 2009-2013. Objek penelitian adalah Kasubdin atau Staf DPKAD Kota Banda Aceh. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi data-data pajak reklame yang ada pada DPKAD Kota Banda Aceh. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rumus-rumus yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pajak Reklame Kota Banda Aceh selama kurun waktu tahun 2009 hingga tahun 2013 memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PAD Kota Banda Aceh. Tahun 2009 kontribusi Pajak Reklame terhadap PAD Kota Banda Aceh sebesar 8,47%, bertambah menjadi 8,64% pada tahun 2010. Pada tahun 2011 kontribusi Pajak Reklame sebanyak 7,30% , pada tahun 2012 kontribusi Pajak Reklame sebesar 5,60% dan pada tahun 2013 kontribusi Pajak Reklame sebesar 6,30%. Faktor-faktor pengahambat penerimaan Pajak Reklame di Kota Banda Aceh diantaranya adalah adanya perlawanan pasif dan adanya perlawanan aktif masyarakat Kota Banda Aceh dalam penyelenggaraan Pajak Reklame di Kota Banda Aceh. Upaya yang dilakukan oleh DPKAD Kota Banda Aceh dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam pemungutan Pajak Reklame, diantaranya adalah dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan tentang Pajak Reklame, penindakan terhadap reklame yang dianggap illegal dan pelayanan pajak satu pintu di Kota Banda Aceh.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112977">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112978">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112979">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=15838</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112980">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112981">
                <text>Fak.FKIP</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112982">
                <text>TAXATION</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="112983">
                <text>INCOME</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="112984">
                <text>KONTRIBUSI PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
