<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?collection=27&amp;output=omeka-xml&amp;page=25" accessDate="2026-05-11T20:12:51+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>25</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>10403</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="14694" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114361">
                <text>Reina Inka Amanda Sugihen</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114362">
                <text>Kanker serviks adalah perubahan sel-sel abnormal menjadi sel-sel kanker yang terjadi di jaringan serviks. Tingginya insiden kanker serviks di Indonesia ternyata ada kaitannya dengan kesadaran perempuan yang sudah menikah untuk memeriksakan diri dengan tes Pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa jauh hubungan pengetahuan perempuan mengenai kanker serviks dengan partisipasinya dalam deteksi dini. Penelitian dilakukan pada perempuan yang berkunjung ke Poliklinik Kebidanan dan Kandungan, Laktasi dan PKBRS BLUD RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode penelitian bersifat studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportionate simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner. Pengambilan data dilakukan selama bulan Januari 2013. Analisa data menggunakan  chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 72 responden didapatkan 31 orang (43,1%) berpengetahuan baik, dan 41 orang (56,9%) berpengetahuan kurang baik. Didapatkan pula bahwa 38 orang (52,8) memiliki keinginan untuk melakukan pemeriksaan dini kanker serviks, dan 34 orang (47,2) menolak untuk melakukan pemeriksaan dini kanker serviks. Hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value &lt; 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perempuan mengenai kanker serviks dengan partisipasinya dalam deteksi dini.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114363">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16160</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114364">
                <text>HUBUNGAN PENGETAHUAN PEREMPUAN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PARTISIPASINYA DALAM DETEKSI DINI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14693" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114357">
                <text>Feriomex hutagalung</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114358">
                <text>Bencana alam banyak terjadi di Indonesia khususnya wilayah Medan. Bencana yang timbul akibat cuaca ekstrim sering menimbulkan kerugian bagi masyarakat, sehingga masyarakat membutuhkan sistem peringatan dini yang tepat dan akurat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat akurasi SMS peringatan dini dan efektivitas SOP peringatan dini cuaca ekstrim khususnya hujan ekstrim. Teknik penelitian adalah bersifat semi kualitatif yang deskriptif. Data yang digunakan untuk mengetahui tingkat akurasi peringatan dini hujan ekstrim adalah data SMS peringatan dini hujan ekstrim dan data curah hujan tiap jam selama satu tahun (2014). Pengolahan data menggunakan program excel dan tabel kontigensi sebagai metode verifikasi data. Penilaian efektivitas data yang digunakan berasal dari kuisioner yang disebarkan kepada para responden yaitu forecaster/analis yang melaksanakan pemberian informasi peringatan dini hujan ekstrim. Pengolahan data menggunakan program excel yang kemudian hasil pengolahan digambarkan menggunakan spider chart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi informasi peringatan dini hujan ekstrim tertinggi terjadi pada bulan september 69,56 %, yang terendah terjadi pada bulan Juli sebesar 18.75%. Rata-rata tingkat akurasi SMS peringatan dini hujan ekstrim tahun 2014 adalah 47.69% dengan kategori sedang. Dari rata-rata tingkat akurasi selama setahun masih dibawah 50 %. Secara umum efektivitas SOP sudah cukup baik dilaksanakan, para forecaster/analis dalam membuat peringatan dini telah melaksanakan sesuai dengan SOP. Sedangkan untuk efektivitas SOP dalam membuat analisa cuaca ekstrim khususnya hujan ekstrim, forecaster/analis telah  melakukan pengamatan unsur-unsur pendukung baik skala lokal, skala synoptik (regional), dan skala planetary (Global). Proses pengiriman menyangkut waktu pengiriman dan elemen cara pengiriman, masih perlu di kaji ulang serta dievaluasi oleh BMKG. Kata kunci: Akurasi, Efektivitas, Peringatan dini, SOP, Hujan Ekstrim.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114359">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16159</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114360">
                <text>TINGKAT AKURASI SMS DAN EFEKTIVITAS SOP PERINGATAN DINI HUJAN EKSTRIM DI KOTA MEDAN (STUDI KASUS BBMKG WILAYAH I DAN STASIUN METEOROLOGI KLAS I KUALANAMU)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14692" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114354">
                <text>MUHAMMAD ICHTIAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114355">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16157</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114356">
                <text>SISTEM PENGELOLAAN ASET TETAP PADA LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14691" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114350">
                <text>Mirna Yunita</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114351">
                <text>Suku Dipterocarpaceae memiliki jenis yang cukup banyak dan masing-masing dari jenis tersebut mempunyai kemiripan morfologi yang sangat mirip. Hal ini mengakibatkan adanya kesulitan pengelompokan jika hanya dilihat berdasarkan morfologi. Oleh karena itu, penelitian ini akan melakukan analisa filogenetik berdasarkan gen kloroplas matK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kekerabatan dari beberapa jenis suku Dipterocarpaceae menggunakan algoritma Bayesian Inference dan membandingkan hasil analisa berupa pohon filogenetik menggunakan algoritma Bayesian Inference, Neighbour-joining, Maximum likelihood dan Maximum parsimony. Tahapan analisa yang dilakukan terdiri dari pengumpulan data, perubahan struktur nama sekuen, penjajaran sekuen, konstruksi pohon menggunakan metode MCMC, evaluasi dan analisa pohon filogenetik. Hasil analisa menunjukkan bahwa marga Dipterocarpus tidak membentuk monophyletic group dengan marga lain dari puak Dipterocarpeae. Hasil perbandingan menggunakan tiga  algoritma lain (Neighbour-joining, Maximum likelihood dan Maximum parsimony) menunjukkan bahwa algoritma Bayesian memiliki waktu konstruksi pohon paling lama diantara algoritma lainnya. Kata Kunci :  Dipterocarpaceae, Filogenetik, bayesian inference, mcmc</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114352">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16156</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114353">
                <text>ANALISA FILOGENETIK SUKU DIPTEROCARPACEAE BERDASARKAN GEN KLOROPLAS MATK MENGGUNAKAN ALGORITMA BAYESIAN INFERENCE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14690" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114340">
                <text>Riska Ayunda Putri</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114341">
                <text>2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114342">
                <text>Aedes aegypti adalah vektor utama penyebab penyakit DHF. Cara paling efektif yang dapat dilakukan untuk memberantas Aedes aegypti adalah dengan membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol batang biduri (Calotropis gigantea L.) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak metanol batang C. gigantea L. konsentrasi 125 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm, kontrol positif (abate 100 ppm) dan kontrol negatif (aquades). Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (Anava) kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil dan Analisis Probit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak metanol batang C. gigantea L. berpengaruh terhadap kematian larva Aedes aegypti dengan F hitung 627,857 (p</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="114343">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114344">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114345">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16155</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114346">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114347">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114348">
                <text>MOSQUITOES - AEDES AEGYPTI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114349">
                <text>PENGARUH EKSTRAK METANOL BATANG BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA L.) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14689" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114337">
                <text>Fara Meutia</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114338">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16154</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114339">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINDUKSI STRES LISTRIK</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14688" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114330">
                <text>Naili Rahmi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114331">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114332">
                <text>Hipertensi adalah hal yang paling umum dari semua permasalahan kesehatan dan merupakan faktor risiko yang paling tinggi untuk gangguan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi terjadinya penyakit jantung hipertensi berdasarkan pola makan, aktivitas fisik, merokok, usia, indeks massa tubuh, riwayat keluarga dan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, persentase penderita penyakit jantung hipertensi dengan hipertensi stage II sebesar 56,67%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa responden dengan pola makan kurang baik cenderung menderita hipertensi stage II (57,89%), aktivitas fisik kurang baik cenderung menderita hipertensi stage II (57,14%), perokok ringan cenderung menderita hipertensi stage II (100%), usia tidak berisiko cenderung menderita hipertensi stage II (60,00%), responden dengan IMT normal cenderung menderita hipertensi stage II (61,54%), responden dengan tidak adanya riwayat keluarga cenderung hipertensi stage II (66,67%) dan yang berjenis kelamin perempuan cenderung menderita hipertensi stage II (58,33%). Perlunya menjaga gaya hidup yang baik, mengurangi berat badan dan kontrol rutin agar tidak timbul komplikasi lebih lanjut.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="114333">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114334">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16153</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114335">
                <text>Fakultas Kedokteran</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114336">
                <text>GAMBARAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI DI RSUD ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14687" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114323">
                <text>ATIKA RESTY HANDANI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114324">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114325">
                <text>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kacang panjang(Vigna unguiculata) terhadap struktur mikroskopis ginjal mencit yang diinduksialoksan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 ekor mencit (Mus musculus)jantan dengan rata-rata berat badan 25-40 gram dan dibagi menjadi empatkelompok perlakuan. Kelompok (K0) sebagai kontrol negatif, hanya diberiaquades. Kelompok K1, K2, dan K3 diinduksi aloksan masing-masing 0,5 ml.Kelompok (K1) sebagai kontrol positif. Kelompok (K2) diberikan terapi 100 gramkacang panjang yang dicampurkan dengan 50 ml akuades. Kelompok (K3)diberikan terapi 100 gram kacang panjang yang dicampurkan dengan 100 mlakuades. Kacang panjang diberikan 0,5 ml secara oral pada pagi dan sore hariselama 7 hari, dengan menggunakan sonde khusus. Pada hari ke-8 semua mencitdieuthanasia dengan menggunakan kloroform. Diambil organ ginjal dilakukanuntuk pembuatan sediaan histologis, diwarnai dengan hematoksilin dan eosin(HE), dan pemeriksaan struktur mikroskopis. Perubahan struktur mikroskopisdiperiksa berdasarkan parameter sel glomerulus, sel tubulus, degenerasi,hemoragi, peradangan dan nekrosis. Pemberian kacang panjang pada kelompokK2 dan kelompok K3 selama 7 hari dapat memperbaiki struktur glomerulus dantubulus ginjal.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="114326">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114327">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16152</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114328">
                <text>Fakultas Kedokteran Hewan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114329">
                <text>PENGARUH PEMBERIAN KACANG PANJANG (VIGNA UNGUICULATA) TERHADAP STRUKTUR MIKROSKOPIS GINJAL MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14686" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114319">
                <text>URIP SANTOSO PANE</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114320">
                <text>Urip Santoso Pane. 1105106010013. Analisis Kebutuhan Energi PengeringKabinet Untuk Ikan Lele Asap Metode Liquid Smoking. Di Bawah BimbinganBapak Hendri Syah, S.TP, M.Si. Sebagai Pembimbing Utama dan Dr. KimanSiregar, S.TP, M.Si. sebagai Pembimbing Anggota.RINGKASANIkan asap adalah ikan yang diawetkan dengan asap yang dihasilkan dariproses pembakaran atau pirolisis kayu keras. Ikan asap dapat dibuat dengandengan cara tradisional atau pengasapan langsung dan modern. Pengasapanmodern menggunakan metode pengasapan asap cair dengan mencelupkan bahanpada larutan asap atau menyemprotkan larutan asap pada bahan kemudian produkikan asap dikeringkan. Pengasapan dengan cara modern hasilnya lebih baikdibandingkan pengasapan tradisional, karena pengasapan dengan metode asap cairini dilakukan dengan menggunakan alat pengering mekanis tipe kabinet, denganmenggunakan energi panas dan energi listrik pada proses kerjanya. Tujuanpenelitian ini untuk menganalisis kebutuhan energi yang diperlukan olehpengering kabinet untuk menghasilkan ikan asap metode Liquid smoking sertamengetahui efisiensi energi pada proses pengeringan.Penelitian dilakukan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian denganmenggunakan bahan baku ikan lele. Penelitian dilakukan dengan uji pengeringanikan lele asap metode Liquid smoking, pengeringan dilakukan dalam duapercobaan, setiap satu percobaan dilakukan dalam dua hari. Analisa yang dihitungdari proses pengeringan itu adalah energi pembakaran, energi listrik, energi untukmemanaskan udara pengering, energi untuk menaikkan suhu produk, energi untukpenguapan dan efisiensi pengeringan ikan lele.Hasil penelitian diperoleh bahwa pada pengeringan ikan lele, jumlah energipembakaran yang diperoleh oleh alat pengering adalah 364 MJ dan jumlah energilistrik yang diperoleh 3,63 MJ dalam satu hari pengeringan. Dan untuk setiappercobaan energi pembakarannya adalah 728 MJ dan energi listriknya 7,25 MJDan nilai energi total yang diperoleh untuk setiap harinya adalah 367,63 MJ.Sedangkan untuk setiap percobaan adalah 735,25 MJ. Untuk energi yangdibutuhkan pada pengeringan, nilai energi pemanasan udara (Qu) tiap harinyayang paling tinggi adalah 0,0227 MJ pada percobaan 1 hari ke-1, dan yang palingrendah adalah pada hari ke-2, yaitu 0,0189 MJ, sedangkan tiap percobaan palingtinggi pada percobaan 2, yaitu 0,0446 MJ. Nilai energi yang dibutuhkan untukmenaikkan suhu produk (Qb) tiap harinya paling tinggi pada percobaan 1 hari ke-1yaitu 1,70 MJ, dan paling rendah hari ke-2 sebesar 0,65 MJ, untuk tiap percobaanpaling tinggi yaitu 2,25 MJ pada percobaan 1. Dan untuk penguapan (Qe) nilaienergi yang paling tinggi untuk tiap harinya adalah 14,04 MJ, pada hari ke-1percobaan 1, sedangkan untuk yang paling rendah pada hari ke-2, percobaan 2yaitu 3,79 MJ, untuk tiap percobaan paling tinggi pada percobaan 1 yaitu 19,09MJ. Nilai efisiensi pengeringan ikan lele pada percobaan 1 yaitu 2,90 %, danefisiensi pengeringan pada percobaan 2 yaitu 2,64 %. Nilai efisiensi pengeringanikan lele rendah karena nilai energi yang dihitung dari energi total yang diperolehdari alat, sedangkan energi yang digunakan hanya panas dari dinding pirolisaror.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114321">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16151</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114322">
                <text>ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI PENGERING KABINET UNTUK IKAN LELE ASAP METODE LIQUID SMOKING</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="14685" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114315">
                <text>HELMI SAPUTRA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114316">
                <text>Helmi Saputra. 1105106010023.Analisis Tekno Ekonomi Pengering KabinetYang Terintegrasi Dengan PirolisatorUntuk Produksi Ikan Lele Asap danAsap Aair Grade 3. Di Bawah BimbinganBapak Hendri Syah, S.TP, M.Si.Sebagai Pembimbing Utama dan Dr. Kiman Siregar, S.TP, M.Si. sebagaiPembimbing Anggota.RINGKASANIkan asap merupakan salah satu produk olahan yangdigemari konsumenbaik di Indonesia maupun di mancanegara karena rasanya yang khas danaromanya yang sedap spesifik. Ikan asap yang dikeringkan dengan pengeringkabinet yang terintegrasi dengan pirolisator jauh lebih sehat dan higenis sertamemiliki nilai komersial yang lebih baik dubandingkan dengan ikan asap yangdihasilkan dengan cara pengasapan tradisional. Tapi alat pengering tersebut belumdi kaji baik secara teknis maupun ekonomis untuk diketahui layak atau tidaknyaalat tersebut untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakanteknis dan ekonomis pengering kabinet yang terintegrasi dengan pirolisator untukproduksi ikan lele asap dan asap cair.Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data secara observasidan studi literatur. Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah satu unitalat pengering yang terintegrasi dengan pirolisator, pisau, ember, timbangandigital, termometer, hybrid recorder, hygrometer, kipas aksial, gelas kimia danalat tulis. Penelitian ini dilakukan dengan dua kali percobaan dengan bahan bakuikan lele segar dan tempurung kelapa. Berat tempurung kelapa 40 kg dan ikan lelesegar 20 kg dengan waktu pengeringan selama 14 jam untuk satu kali percobaan.Ada dua analisis yang dilakuakan yaitu analisis teknis meliputi kapasitas kerja alatdan efesiensi pengeringan ikan, dan analisis ekonomi meliputi biaya pokokpengeringan dan analisis Pay Back Periode, B/C Ratio dan Break Event Point.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kapasitas alat adalah2,85 liter per jam asap cair grade 3 dan 1,42 kg ikan lele asap per jam.Asap cairyang dihasilkan adalah asap cair grde 3. Asap cair grade 3 merupakan asap cairdengan kualitas paling rendah karena belum melalui prosses pemurnian. Jikahendak diaplikasikan untuk pengasapan ikan maka yang digunakan adalah asapcair grade 1 yang telah dimurnikan dengan proses destilasi. Hasil analisisekonomi yang diperoleh yaitubiaya tetap yang harus dikeluarkan adalah sebesarRp 5.308.400/tahun dan biaya tidak tetap yang harus dikeluarkan adalah sebesarRp 16.831/jam. Biaya pokok per satuan waktu adalah sebesarRp19.464,94/jamdan biaya pokok per satuan produksi dalam menghasilkan asap cairadalah Rp 6829,80/Liter dan biaya pokok per satuan produksi dalammenghasilkan ikan lele asap adalah Rp 13.707,70/Kg. Hasil analisis finansialyangdiperoleh yaitu pay back periode dicapai dalam waktu 1,36 tahun atau 16,38bulan. B/C ratio sebesar 1,51 dan break event point-nya adalah9,98 kg per bulanikan lele asap dan 64,35 liter per bulan asap cair</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114317">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=16150</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="114318">
                <text>ANALISIS TEKNO EKONOMI PENGERING KABINET YANG TERINTEGRASI DENGAN PIROLISATOR UNTUK PRODUKSI IKAN LELE ASAP DAN ASAP CAIR GRADE 3</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
