<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<itemContainer xmlns="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5 http://omeka.org/schemas/omeka-xml/v5/omeka-xml-5-0.xsd" uri="http://unsyiana.usk.ac.id/items/browse?collection=27&amp;output=omeka-xml&amp;page=141" accessDate="2026-06-22T14:47:45+07:00">
  <miscellaneousContainer>
    <pagination>
      <pageNumber>141</pageNumber>
      <perPage>10</perPage>
      <totalResults>10403</totalResults>
    </pagination>
  </miscellaneousContainer>
  <item itemId="13534" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107651">
                <text>ZAHRUL FUADI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107652">
                <text>ABSTRAKZAHRUL FUADI. PENGELOLAAN TANAH WAKAF UNTUKPENINGKATAN EKONOMI MASYARAKATSETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANGNOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF(Suatu Penelitian di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(v.57),pp.,tabl.,bibl.(MAWARDI ISMAIL, S.H.,M.HUM)Pasal 43 ayat (2) undang-undang Nomor 41 tahun 2004 Tentang Wakafmengatur agar pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf harus dilakukansecara produktif. Namun kenyataannya di Kecamatan Delima Kabupaten Pidiemasih terdapat tanah wakaf yang belum produktif.Tujuan penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk mengetahui danmenjelaskan faktor-faktor hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan tanah wakafyang belum produktif serta untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untukmengatasi persoalan tersebut.Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaandengan mempelajari teori-teori dan dasar hukumnya sehubungan dengan masalahyang diteliti, serta penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara denganresponden dan informan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang menjadihambatan masih adanya tanah wakaf yang belum produktif karena lokasi tanahyang tidak strategis, wakif yaitu pemahaman wakif itu sendiri terhadap perwakafanbelum memadai, nazhir yaitu SDM nazhir dalam mengelola tanah wakaf,kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan wakaf yang benar danfaktor administrasi dan alat bukti tanah wakaf, dimana masih banyaknya tanahwakaf yang belum terdaftar di KUA. Adapun upaya yang sudah dilakukan adalahberupa sosialisasi tentang pengelolaan wakaf kepada masyarakat.Disarankan kepada masyarakat yang ingin mewakafkan tanah, diharapkanperuntukannya ke arah yang lebih produktif agar dapat mensejahterakanmasyarakat dan mendaftarkan tanah wakafnya kepada instansi yang berwenangsupaya adanya tertib administrasi tanah wakaf di Indonesia dan juga kepada instansiterkait (Departemen Agama, Badan Wakaf Indonesia dan Kantor Urusan Agama)selaku pengawas dalam pelaksanaan wakaf agar selalu mensosialisasikan tentangwakaf produktif agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107653">
                <text>KKI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107654">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14607</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107655">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107656">
                <text>PENGELOLAAN TANAH WAKAF UNTUK PENINGKATAN EKONOMI RNMASYARAKAT SETELAH BELAKUNYA UU NO. 41 TAHUN 2004 RN(SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13533" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107641">
                <text>Septiya Wulandari</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107642">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107643">
                <text>Kata kunci : kesulitan siswa, materi limit fungsi, penyebab kesulitanLimit fungsi merupakan salah satu materi yang penting dalam matematika. Materi ini dipelajari di kelas XI semester genap disamping materi lainnya. Berdasarkan observasi awal wawancara dengan guru matematika yang peneliti lakukan di SMAN 4 Banda Aceh, masih ada siswa yang tidak dapat menyelesaikan soal limit fungsi dengan baik dan belum mencapai KKM yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui apa saja kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi limit fungsi dan penyebab kesulitan yang dialami oleh siswa kelas XI SMAN 4 Banda Aceh dalam menyelesaikan soal-soal limit fungsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini akan menghasilkan data deskriptif yang digunakan untuk menentukan jenis dan penyebab kesulitan siswa dalam materi limit fungsi. Penelitian deskriptif digunakan dalam pembahasan untuk mendeskripsikan penyebab kesulitan siswa berupa kata-kata dan bahasa dengan memaparkan hasil yang diperoleh dalam penelitian berupa gambaran data dan fenomena yang dialami subjek penelitian. Data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara terhadap 5 orang siswa yang terpilih menjadi subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IA-2 SMAN 4 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa yang diambil secara acak berdasarkan kategori nilai yang mereka peroleh dan mewakili setiap nomor soal. Objeknya adalah kesulitan yang berupa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal limit fungsi. Dari hasil analisis tes dan wawancara diperoleh bahwa: (1) Jenis kesulitan siswa yaitu: kesulitan dalam menggunakan konsep dan kesulitan dalam menggunakan prinsip. (2) Penyebab kesulitan yang dialami siswa yaitu karena pemahaman materi prasyarat yang masih rendah, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep, kurang perhatian dan keseriusan dalam belajar, kurangnya latihan dalam mengerjakan soal, dan kurang teliti.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107644">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107645">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107646">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14606</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107647">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107648">
                <text>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107649">
                <text>EDUCATIONAL PSYCHOLOGY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107650">
                <text>KESULITAN SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI KELAS XI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2014/2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13532" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107638">
                <text>ELISA PAJRIANA</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107639">
                <text>ABSTRAKKendala utama yang menghambat aplikasi energi terbarukan jenis hidrogen adalah pada tangki penyimpan hidrogen. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji mengenai pengaruh sisipan katalis silika (SiO2) dalam MgH2 terhadap temperatur desorpsi untuk aplikasi material penyimpan hidrogen. Dengan tujuan memperbaiki karakteristik MgH2 yang memiliki temperatur operasional sangat tinggi yaitu 300-4000C dan waktu reaksi yang lambat sedangkan badan energi dunia telah mematok target temperatur dibawah 1000C dengan waktu reaksi sesingkat mungkin. Silika (SiO2) telah berhasil di ekstraksi dari abu sekam padi. Sampel MgH2+SiO2 di milling menggunakan metode mechanical alloying dengan alat ball milling selama 5 jam, rasio bola dengan serbuk 10:1 dan kecepatan 400 rpm, variasi sisipan katalis sebesar 1 wt%, 3wt% dan 5wt% SiO2 sampel total 1 gram. Hasil pengamatan dengan XRD menunjukkan material berhasil direduksi hingga skala nanokristal. Fasa yang muncul, dari hasil observasi XRD adalah fasa MgH2 sebagai fasa utama. SEM menunjukkan bahwa semakin bertambah variasi wt% SiO2 maka ukuran butir akan semakin halus sehingga terjadi peningkatan jumlah aglomerasi. Hasil pengujian DSC menunjukkan bahwa penambahan SiO2 mampu menurunkan waktu dan temperatur desorpsi yaitu 316,240C dalam waktu 13,6 menit pada penambahan katalis 1wt% SiO2.Kata Kunci: Penyimpan hidrogen, magnesium, mechanical alloying, katalis SiO2, desorpsi, milling</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107640">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14605</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13531" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107627">
                <text>YUHILDA FUJI HASTUTI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107628">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107629">
                <text>ABSTRAKKata kunci: pembelajaran, TAI, hasil belajar, IPS TerpaduModel pembelajaran TAI merupakan suatu model pembelajaran yangmembentuk kelompok kecil secara heterogen dengan latar belakang cara berpikiryang berbeda untuk saling membantu terhadap siswa lain yang membutuhkanbantuan. Setiap anggota kelompok diterapkan bimbingan antar teman yaitu siswayang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah. Penelitian menerapkanmodel pembelajaran TAI ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan modelpembelajaran TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dansiswa dalam pembelajaran mencerminkan keterlaksanaan model pembelajaran TAI;(3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran melalui penerapan modelpembelajaran TAI; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran TAI.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-6 MTsN Tungkob yangberjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasilbelajar (evaluasi) siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembarpengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket responsiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa (1) Persentase hasil belajar siswa dengan menggunakan modelpembelajaran TAI meningkat secara individual dan klasikal. Hal ini dapat dilihat dariketuntasan individual meningkat dari 78%, 89%, hingga siklus terakir 92% danpersentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50%, 70%, hingga 90%. (2)Persentase aktivitas guru dan siswa meningkat, aktivitas guru yang dominan munculadalah membimbing siswa berdiskusi dengan persentase 20% dan aktivitas siswayang dominan muncul adalah berdiskusi dan mengoreksi hasil belajar teman dalamkelompok sebesar 20%. (3) Keterampilan guru dalam penerapan model pembelajaranTAI meningkat dari kategori sedang (2,56), kategori baik (2,99), dan kategori sangatbaik (3,75). (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran TAI padamateri pranata sosial dalam kehidupan masyarakat dapat dikatakan baik, siswaberpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran TAI dapatmeningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107630">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107631">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107632">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14604</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107633">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107634">
                <text>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107635">
                <text>TEAM ASSISTED INDIVIDHUALIZATION</text>
              </elementText>
              <elementText elementTextId="107636">
                <text>TEACHING METHODS</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107637">
                <text>PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTEDRNINDIVIDHUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPSRNTERPADU SISWA KELAS VIII MTSN TUNGKOB ACEH BESAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13530" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107624">
                <text>JULIA MARDENI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107625">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14603</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107626">
                <text>PENERAPAN KETENTUAN PIDANA TERHADAP PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO TANPA IZIN STASIUN RADIO (ISR) OLEH RADIO PENYIARAN SWASTA  (SUATU PENELITIAN DI BALAI MONITOR SPEKTRUM FREKUENSI RADIO KELAS II ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13529" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107621">
                <text>Yunes Suhada</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107622">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14602</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107623">
                <text>APLIKASI RN KAMUS 3 BAHASA UNTUK ANAK SD RN BERBASIS ANDROID</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13528" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107617">
                <text>ZULFIKAR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107618">
                <text>ABSTRAKZULFIKAR, 2015PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERBANKAN(Suatu Penelitian di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(iv, 54), pp., bibl., tbl. (MAHFUD, S.H., LL.M.)Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 menentukan anggota dewan komisaris, direksi atau pegawai bank untuk tidak melakukan tindak pidana di bidang perbankan dan bila melanggar akan disanksi dengan ketentuan dalam Undang-Undang tersebut. Polri berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) berwenang menangani Tindak pidana di bidang perbankan, akan tetapi dalam pelaksanaanya belum maksimal dan cenderung kasusnya baru dapat diselesaikan dalam waktu yang lama.Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran penyidik Polri dalam menangani tindak pidana di bidang perbankan, faktor-faktor yang menghambat penyidik dalam menangani tindak pidana di bidang perbankan serta upaya-upaya yang dilakukan oleh penyidik dalam menangani tindak pidana di bidang perbankan. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan data lapangan dan data perpustakaan. Data lapangan diperoleh dengan cara mewawancarai responden, sedangkan data perpustakaan diperoleh dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku teks, surat kabar, tulisan ilmiah, dan literatur-literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa Tindak pidana di bidang perbankan merupakan bentuk kejahatan yang sangat kompleks dan rumit sehingga menyulitkan aparat penegak hukum dalam mengusut berbagai kasus kejahatan tindak pidana tersebut. Penanganan tindak pidana di bidang perbankan sama halnya seperti penyidikan tehadap tindak pidana lain. Namun, yang membedakannya adalah tindak pidana di bidang perbankan yang erat kaitannya dengan lingkungan perbankan, penyidik harus mengindahkan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/2014 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran yang mengatur mengenai kerahasiaan bank. Faktor yang menghambat penyidik yaitu birokrasi perbankan itu sendiri, anggaran penyidikan Polri yang minim, kurangnya sarana prasarana penyidik, kurangnya tenaga ahli di bidang perbankan, serta Jumlah kemampuan SDM dari penyidik yang terbatas. Upaya-upaya yang dilakukan penyidik yaitu melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk meminta bantuan tenaga ahli, berkoordinasi dengan bank terkait yang fasilitasnya digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut serta meminta keterangan membuka rahasia bank.Disarankan agar pemerintah pusat terutama pihak Otoritas Jasa Keuangan dapat membantu memaksimalkan pengungkapan kasus tindak pidana di bidang perbankan, dan kepada Kapolda Aceh agar menambahkan personil penyidik dengan latar belakang pendidikan hukum dan memenuhi kebutuhan sarana prasarana dan anggaran penyidikan.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107619">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14601</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107620">
                <text>PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERBANKAN (SUATU PENELITIAN DI DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA ACEH)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13527" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107613">
                <text>MUHAMMAD HAIKAL</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107614">
                <text>Gugatan pembatalan merek diajukan ke Pengadilan Niaga Medan oleh Abdul Alex Soelysto sebagai pemilik atas merek Kopitiam terhadap merek Kok Tong Kopitiam milik Paimin Halim. Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Medan Nomor: 5/Merek /2010/PN.Niaga.Mdn memutuskan bahwa merek Kok Tong Kopitiam memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Kopitiam dan memerintahkan agar Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelaktual membatalkan pendaftaran merek Kok Tong Kopitiam. Pemilik merek Kok Tong Kopitiam kemudian mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Niaga tersebut, namun Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi tersebut.Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu menjelaskan pertimbangan hakim Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi pemilik merek Kok Tong Kopitiam, akibat hukum dari penggunaan merek terdaftar yang diduga mengandung unsur persamaan pada pokoknya dan upaya yang dapat ditempuh oleh pemilik merek Kok Tong Kopitiam akibat dari pembatalan mereknya yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Kopitiam.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengkaji atau menganalisis bahan hukum primer berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, bahan hukum sekunder diperoleh dengan mempelajari buku-buku, pendapat ahli hukum yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi pemilik merek Kok Tong Kopitiam yaitu dikarenakan adanya persamaan pada pokoknya atau kemiripan antara merek Kok Tong Kopitiam  dengan merek Kopitiam. Akibat hukum dari penggunaan merek terdaftar yang diduga mengandung unsur persamaan pada pokoknya yaitu adanya kepastian hukum yang jelas berkaitan dengan dugaan pihak Kok Tong Kopitiam terhadap Kopitiam dan  terjadi perbedaan pendapat Hakim (Dissenting Opinion) dalam memutus perkara merek Kopitiam. Upaya yang dapat ditempuh oleh pemilik merek Kok Tong Kopitiam akibat dari pembatalan mereknya yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan Merek Kopitiam yaitu mengajukan kasasi dan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Namun upaya tersebut telah dilakukan oleh Kok Tong Kopitiam yang dilakukan pembatalan mereknya. Di sarankan kepada pemerintah membuat suatu ketentuan yang baku yang mengatur mengenai kriteria suatu merek terdaftar dapat dibatalkan pendaftarannya karena telah menjadi istilah milik umum dan Hakim Mahkamah Agung dalam mempertimbangkan alasan-alasan Permohonan Kasasi hendaknya lebih teliti terkait dalam menelaah suatu perkara yang masuk.</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107615">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14600</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107616">
                <text>STUDI KASUS TERHADAP PENGGUNAAN MEREK TERDAFTAR YANG DIDUGA MENGANDUNG UNSUR PERSAMAAN PADA POKOKNYARN(SUATU TINJAUAN TERHADAP PENGGUNAAN MEREK KOPITIAM DI INDONESIA)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13526" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107604">
                <text>Tiya Maisarah</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="40">
            <name>Date</name>
            <description>A point or period of time associated with an event in the lifecycle of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107605">
                <text>2015</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107606">
                <text>Banda Aceh</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="42">
            <name>Format</name>
            <description>The file format, physical medium, or dimensions of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107607">
                <text>SKR</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107608">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14598</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="44">
            <name>Language</name>
            <description>A language of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107609">
                <text>id</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="45">
            <name>Publisher</name>
            <description>An entity responsible for making the resource available</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107610">
                <text>Fakultas Kedokteran Gigi</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="49">
            <name>Subject</name>
            <description>The topic of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107611">
                <text>ORAL HYGIENE-DENTISTRY</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107612">
                <text>PERSEPSI DIRI TENTANG HALITOSIS DAN PERILAKU MENJAGA ORAL HYGIENE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI UNSYIAH ANGKATAN 2011-2013</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
  <item itemId="13525" public="1" featured="0">
    <collection collectionId="27">
      <elementSetContainer>
        <elementSet elementSetId="1">
          <name>Dublin Core</name>
          <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
          <elementContainer>
            <element elementId="50">
              <name>Title</name>
              <description>A name given to the resource</description>
              <elementTextContainer>
                <elementText elementTextId="31496">
                  <text>ETD USK</text>
                </elementText>
              </elementTextContainer>
            </element>
          </elementContainer>
        </elementSet>
      </elementSetContainer>
    </collection>
    <elementSetContainer>
      <elementSet elementSetId="1">
        <name>Dublin Core</name>
        <description>The Dublin Core metadata element set is common to all Omeka records, including items, files, and collections. For more information see, http://dublincore.org/documents/dces/.</description>
        <elementContainer>
          <element elementId="39">
            <name>Creator</name>
            <description>An entity primarily responsible for making the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107600">
                <text>MISNA RAHMI</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="41">
            <name>Description</name>
            <description>An account of the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107601">
                <text>ABSTRAK    Pasal 98 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambient, baku mutu air, baku mutu air laut atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan penjara paling singkat 3(tiga) tahun dan paling lama 10(sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). Walaupun tindak pidana tersebut diancam pidana namun sampai tahun 2012 masih banyak penambang emas yang menggunakan merkuri dan dalam kenyataannya penegak hukum tidak memberikan respon positif terhadap laporan masyarakat tentang penambang emas yang menggunakan merkuri bahkan para penegak hukum menutup kasus tersebut.Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan proses penyidikan terhadap dugaan tindak pidana pencemaran dan perusakan lingkungan hidup yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya dan alasan penghentian penyidikan tindak pidana pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.Data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakan dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku teks, peraturan perundang-undangan, kasus-kasus dan pendapat para sarjana, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyidikan dalam kasus pencemaran lingkungan hanya dilakukan dua tahap oleh penyidik yaitu mendapat laporan dari masyarakat dan langsung menuju ke TKP dan setelah itu penyidik menghentikan kasusnya padahal masih banyak teknik yang dapat dilakukan oleh penyidik tanpa menghentikan penyidikan. Sedangkan alasan penghentian penyidikan terhadap kasus pencemaran ini karena kurangnya bukti, yaitu bukti dari keterangan ahli, dimana pihak Bapedalda tidak mengirim hasil sampel air yang menyebabkan ikan di sungai mati. Disarankan seharusnya penyidik harus meminta pada masyarakat sekitar dalam menangani kasus tindak pidana pencemaran dengan menjadikan masyarakat saksi dalam kasus ini. Dan diharapkan kepada pihak Bapelda untuk mengirim hasil sampel tersebut untuk membantu pihak kepolisian dalam melakukan penyidikan, dan memberikan keterangan lebih lanjut terkait hasil sampel  air Krueng Meriam Tangse</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="43">
            <name>Identifier</name>
            <description>An unambiguous reference to the resource within a given context</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107602">
                <text>http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=14597</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
          <element elementId="50">
            <name>Title</name>
            <description>A name given to the resource</description>
            <elementTextContainer>
              <elementText elementTextId="107603">
                <text>PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENGGUNAAN KATALISATOR MERKUR DALAM PENAMBANGAN EMAS YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN KESEHATAN UMUM DAN PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP RN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES PIDIE)</text>
              </elementText>
            </elementTextContainer>
          </element>
        </elementContainer>
      </elementSet>
    </elementSetContainer>
  </item>
</itemContainer>
